Sarjana Palestina tewas di Kuala Lumpur, keluarga menuduh Mossad

Seorang sarjana Palestina telah ditembak mati oleh dua penyerang di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, saat ia menuju ke sebuah masjid untuk sholat subuh, menurut polisi setempat.

Fadi al-Batsh, seorang akademisi Palestina berusia 35 tahun dan anggota Hamas, langsung dibunuh oleh penyerang yang tidak dikenal di lingkungan perumahan Kuala Lumpur pada hari Sabtu.

Ayah Al-Batsh mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia menuduh badan intelijen Israel, Mossad, berada di belakang pembunuhan putranya dan meminta pihak berwenang Malaysia untuk mencari tahu siapa yang melakukan “pembunuhan” sesegera mungkin.

Ahmad Zahid Hamidi, wakil perdana menteri Malaysia, mengatakan para tersangka diyakini orang Eropa yang memiliki hubungan dengan agen intelijen asing, menurut kantor berita Bernama.
Menurut kepala polisi Datuk Seri Mansor Lazim, kedua penyerang telah menunggu al-Batsh di depan sebuah bangunan perumahan di distrik Setapak selama hampir 20 menit, dan menembakkan setidaknya 10 peluru, empat di antaranya langsung membunuhnya.

Al-Batsh ditembak di “tubuh dan kepala”, kata polisi, menambahkan bahwa mereka sedang menyelidiki semua sudut termasuk “terorisme”.

Hazem Qassem, juru bicara Hamas, partai yang memerintah di Jalur Gaza, menegaskan kepada Al Jazeera bahwa al-Batsh adalah anggota gerakan Hamas.

Dalam sebuah pernyataan di Twitter, Hamas menggambarkan al-Batsh sebagai “cendekiawan muda Palestina” dari Jabalia di Jalur Gaza. Ini disebut al-Batsh seorang “syahid” dan mengatakan dia adalah “ilmuwan terkemuka yang telah banyak berkontribusi pada sektor energi”.

Penghormatan sebagai martir  bagi Fadi Al-Batsh di kamp pengungsian di perbatasan timur kota Gaza.

Situs-situs web Palestina mengidentifikasi al-Batsh sebagai kerabat dari seorang pejabat senior di cabang Gaza gerakan Jihad Islam.

Duta Besar Palestina untuk Malaysia Anwar H al-Agha dikutip oleh surat kabar New Straits Times yang mengatakan korban adalah imam kedua di masjidnya.

Dia telah dilaporkan tinggal di Malaysia selama 10 tahun.

Agha mengatakan Imam Fadi seharusnya pergi untuk konferensi di Turki pada hari Sabtu. Dia selama ini hidup dengan seorang istri dan tiga anaknya.
Pada bulan Desember 2016, ahli drone Palestina Mohamed al-Zawari, ditembak mati di Tunisia,  Hamas menuduh Israel membunuhnya.

Israel secara luas diyakini telah membunuh banyak aktivis Palestina di masa lalu, baik di dalam maupun di luar negeri.

Advertisements

Rupiah Lemah

Jakarta – Nilai rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Saat ini, dolar terus menguat dan nilainya nyaris menembus Rp 13.900.

Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengatakan, pelemahan rupiah tahun ini cukup mengkhawatirkan sebab mendekati per dolar Rp 14.000. Meski begitu, dia bilang kondisi ini belum separah di tahun 2016. Lana mengatakan, rupiah pernah mencapai Rp 14.600 di tahun 2016.

“Kalau sekarang posisinya relatif belum bisa dibandingkan (2016) per dolar Rp 14.600. Tapi khawatirnya tren Rp 14.000 dekat,” kata dia kepada detikFinance , di Jakarta, Minggu (22/4/2016).

Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengatakan, pelemahan rupiah tahun ini cukup mengkhawatirkan sebab mendekati per dolar Rp 14.000. Meski begitu, dia bilang kondisi ini belum separah di tahun 2016. Lana mengatakan, rupiah pernah mencapai Rp 14.600 di tahun 2016.

“Kalau sekarang posisinya relatif belum bisa dibandingkan (2016) per dolar Rp 14.600. Tapi khawatirnya tren Rp 14.000 dekat,” kata dia kepada detikFinance , di Jakarta, Minggu (22/4/2016).

Dia mengatakan, dalam 10 tahun terakhir tren pelemahan rupiah rata-rata 3,5 hingga 4%. Jika di awal tahun per dolar Rp 13.400 maka titik mengkhawatirkannya ialah jika menembus Rp 14.000.

“Kalau kita ambil awal tahun lupa, sekitar Rp 13.400 kalau nggak salah, kalau 3,5% ya Rp 520 ya, hampir Rp 14.000. Itu teknikal ya. Artinya rata-rata pelemahan rupiah 3,5-4% dalam 10 tahun terakhir. Kalau rupiah melemah lebih 4% istilahnya over shifting, kebablasan,” jelasnya.

Ekonom BCA David Sumual mengatakan, rupiah telah melemah sekitar 3% sejak awal tahun. Namun, pelemahannya tidak separah 3 tahun yang lalu yang melebihi 3%.

Baca juga: Mata Uang Asia Melemah Terhadap Dolar AS, Rupiah Terparah

“Pernah pas Taper Tantrum 2013 dan devaluasi yuan 2015,” ujar dia.

David mengatakan, pelemahan ini disebabkan oleh faktor eksternal. Salah satunya karena ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed).

“Faktor pendorongnya eksternal. Yield SUN 10 tahun AS kembali menyentuh 3%. Pasar berekspektasi Fed akan menaikkan suku bunga lebih dari 3 kali. Apalagi data-data terakhir cukup baik seperti data ketenagakerjaan (klaim pengangguran dan non farm payrolls) dan indeks PMI dan kepercayaan konsumen,” tutup dia.
Tiga Minggu Rupiah Melemah terhadap Dollar


 Sudah tiga minggu, nilai tukar dolar terhadap rupiah masih terus mengalami penguatan yakni berada di posisi Rp 13.700-an. Dari data Reuters pagi ini, nilai tukar dolar tercatat Rp 13.757.
Menanggapi hal tersebut Kepala Riset Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menjelaskan dari pergerakan nilai dolar AS terjadi akibat campuran dua kondisi yakni eksternal dan internal dalam negeri.

Dari eksternal, menurut Lana banyak ketidakpastian yang dirasakan oleh investor. Mulai dari isu The Federal Reserve yang akan menaikkan bunga minggu ini.

“Ya Kamis akan diumumkan naik atau tidak. Selain itu pasar kan melihat Gubernur The Fed Jerome Powell belum bisa ditebak, sama seperti Yellen waktu baru naik, saat akan rapat 2 minggu sebelumnya dolar menguat,” kata Lana saat dihubungi detikFinance, Selasa (20/3/2018).

Dia menjelaskan, selain itu kebijakan-kebijakan ‘nyeleneh’ Presiden AS Donald Trump juga turut mempengaruhi keperkasaan dolar AS terhadap mata uang negara lain.

“Presiden Trump kan suka mengeluarkan statement yang membuat gaduh, seperti trade war, sampai memecat pejabatnya,” ujar dia.

Hal-hal ini yang menurut Lana membuat investor tidak nyaman dan memilih untuk menarik uangnya dan memegang dolar AS secara cash. Ini disebut sebagai save haven currency, karena pada dasarnya investor akan mencari kondisi yang aman.

Baca juga: Sampai Kapan Dolar AS Bertengger di Atas Rp 13.700?

Lana menjelaskan, isu ketidakpastian ini terjadi sejak tahun lalu sampai sekarang. Ini menyebabkan investor melakukan aksi ambil untung atau profit taking dan menyimpan dolar AS sampai kondisi yang lebih pasti.

Sedangkan dari dalam negeri, pergerakan nilai Rupiah dipengaruhi oleh indikator pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut dia, saat ini memang sudah terlihat adanya perbaikan di infrastruktur dan iklim usaha, namun hal tersebut belum cukup karena pertumbuhan ekonomi masih stagnan.

“Ekonomi Indonesia kurang mengesankan di mata investor, bukannya tidak baik. Negara lain tumbuhnya lebih tinggi seperti Singapura dan Thailand maka mereka relatif lebih baik,” ujar Lana.

Selain itu, kondisi pasar keuangan Indonesia belum terlalu dalam. Ini menyebabkan jika ada dana asing yang keluar maka terjadi sedikit guncangan.

“Jadi kalau penguatan dolar AS terhadap Rupiah sampai 3 minggu ini karena kombinasi global dan dalam negeri yang memang belum pasti,” imbuh dia.

MU ke Final Piala FA

London – Manchester United melaju ke babak final Piala FA 2018. The Red Devils memetik kemenangan di laga semifinal atas Tottenham Hotspur dengan skor akhir 2-1.

Dalam pertandingan di Wembley, Sabtu (21/4/2018) malam WIB, MU sempat tertinggal lebih dulu. Gol Dele Alli membawa The Lilywhites unggul, Setan Merah membalas dua kali lewat Alexis Sanchez dan Ander Herrera.

Dengan kemenangan ini, MU menjaga asa untuk mengakhiri musim dengan raihan trofi. Mereka masih menunggu pemenang laga Chelsea melawan Southampton untuk dihadapi di babak final pada 19 Mei mendatang.

Jalannya Pertandingan

Baca juga: Babak I Selesai, Manchester United Vs Tottenham Sementara 1-1

Babak pertama laga Manchester United vs Tottenham selesai 1-1. Tottenham unggul lebih dulu lewat Alli, yang disamakan MU lewat Sanchez.

Jesse Lingard membahayakan gawang Spurs pada menit ke-55. Percobaannya meneruskan umpan Herrera masih menyamping dari gawang.

Spurs gantian mengancam. Alli mengirim umpan matang untuk Kane, eksekusi pemain nomor punggung 10 itu bisa diblok oleh Chris Smalling.

MU berbalik unggul pada menit ke-62. Pergerakan Sanchez di sisi sayap kanan menjadi awalnya. Bola umpan mendatar Sanchez gagal dikontrol oleh Romelu Lukaku, dibiarkan Lingard, lalu diselesaikan oleh Herrera.

Lukaku melepaskan percobaan pada menit ke-72. Dia meneruskan umpan terobosan Paul Pogba, tapi bolanya diamankan dengan sempurna oleh Michel Vorm.

Eriksen nyaris membawa Spurs menyamakan kedudukan! Tendangannya di menit ke-73 masih tipis menyamping di sisi kiri gawang MU.

Baca juga: Pembelaan Mourinho kepada Alexis Sanchez

Vorm melakukan penyelamatan lagi pada menit ke-75. Kali ini, dia menepis bola tendangan Pogba dari luar kotak penalti.

Lucas Moura melepaskan tembakan dari luar kotak penalti di menit ke-87. Arahnya masih melayang jauh dari gawang yang dikawal David De Gea. Usaha Victor Wanyama dengan sundulan dua menit kemudian juga sama.

Marcus Rashford membuang peluang emas untuk mencetak gol di masa injury time. Umpan Lukaku bisa dikuasai, eksekusi terakhirnya diantisipasi Eric Dier. Hingga laga selesai tak ada gol tercipta, MU menang 2-1.

Susunan Pemain

MU: De Gea, Young, Valencia (Darmian 80), Jones, Smalling, Matic, Herrera, Pogba, Sanchez (Fellaini 90+5), Lingard (Rashford 83), Lukaku

Tottenham: Vorm, Davies (Moura 68), Vertonghen, Sanchez, Trippier, Dier, Dembele (Wanyama 78), Son (Lamela 86), Alli, Eriksen, Kane

Konflik Suriah : Senjata Kimia

Pengumuman itu datang ketika Rusia menolak tuduhan AS merusak bukti dalam penyelidikan atas dugaan penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah di Douma, dekat Damaskus, pada 7 April.

Di tengah perang kata-kata sengit antara Rusia dan AS dan sekutu-sekutunya, Moskow mengatakan bahwa tim ahli kimia dari Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) akan memeriksa lokasi dugaan serangan gas beracun di Suriah pada hari Rabu. .

Pengumuman itu datang ketika Rusia menolak tuduhan AS merusak bukti dalam penyelidikan atas dugaan penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah di Douma, dekat Damaskus, pada 7 April.

“Besok [Selasa] layanan keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa … akan menguji rute. Dan pada hari Rabu adalah ketika kami merencanakan kedatangan para ahli OPCW”, seorang pejabat senior Rusia mengatakan di Den Haag pada hari Senin.

Sebelumnya, inspektur dari OPCW mengklaim telah dicegah oleh pasukan Suriah dan pendukung Rusia mereka untuk mengakses situs  pada hari Senin.

“Rusia dan Suriah belum mengizinkan akses ke Douma,” kata delegasi Inggris itu dalam sebuah tweet pada hari Minggu sebelum menambahkan bahwa “akses tak terbatas adalah penting.”

Sebuah pernyataan oleh direktur jenderal OPCW pada hari Senin mengatakan ,”pejabat Suriah dan Rusia yang terlibat dalam persiapan pertemuan di Damaskus telah memberi tahu FFM [Misi Pencarian Fakta] bahwa masih ada masalah keamanan yang tertunda untuk diselesaikan sebelum penyebaran apa pun bisa terjadi. ”

Terhadap masalah ini, Heather Nauert, juru bicara departemen negara bagian AS, menuntut melalui Twitter bahwa Rusia menghentikan “disinformasi” dan memberi para pemeriksa akses ke situs tersebut.

“Senjata kimia digunakan pada pria, wanita, dan anak-anak Suriah di Douma. Laporan-laporan bahwa pengawas senjata OPCW memerlukan izin khusus PBB adalah tidak benar,Suriah dan Rusia harus menghentikan disinformasi dan memungkinkan akses tak terbatas ke situs-situs penyerang,” katanya.

Kenneth Ward, perwakilan AS untuk OPCW, juga menyatakan keprihatinan atas kunjungan Rusia ke lokasi serangan pada pertemuan di Den Haag pada hari Senin.

“Ini adalah kekhawatiran kami bahwa mereka (Rusia) mungkin telah merusaknya dengan maksud menggagalkan upaya Misi Pencarian Fakta OPCW untuk melakukan penyelidikan yang efektif,” kata Ward sebagaimana dikutip oleh kantor berita Reuters.

Namun, Sergey Lavrov, menteri luar negeri Rusia, tetap bersikukuh Moskow tidak mengganggu penyelidikan.

“Saya jamin bahwa Rusia tidak melakukan apapun pada situs ini,” kata Lavrov kepada BBC dalam sebuah wawancara.

Pasukan pemerintah Suriah merebut kembali Douma minggu lalu,mendapatkan kontrol penuh atas daerah kantong mantan pemberontak Ghouta Timur, para pejabat militer Rusia mengumumkan pada saat itu.

Pengumuman itu datang hanya beberapa hari setelah serangan Douma, setelah itu AS, Inggris dan Perancis meluncurkan serangan rudal terkoordinasi pada fasilitas yang diyakini digunakan untuk meneliti, mengembangkan dan menyimpan senjata kimia di dalam Suriah.

Konvensi Senjata Kimia melarang produksi atau penimbunan senjata kimia.

Suriah adalah penandatangan perjanjian itu. Mesir, Israel, Korea Utara, dan Sudan Selatan adalah negara- negara yang tidak ikut tanda tangan.

Peter Wilson, utusan OPCW Inggris, telah mengatakan kepada badan pengawas bahwa kegagalan untuk bertindak di Suriah akan menyebabkan “penggunaan biadab lebih lanjut dari senjata kimia”.

Suriah telah melalui perang saudara tujuh tahun yang telah menewaskan sedikitnya setengah juta orang dan menciptakan krisis pengungsi internasional.

“Rezim Suriah memiliki catatan mengerikan penggunaan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri. Penggunaan senjata kimia telah menjadi senjata perang yang terlalu biasa dalam konflik Suriah,” kata Wilson, yang melanjutkan dengan mengutip 390 tuduhan serangan senjata kimia sejak 2014. 

Rusia telah menghalangi badan-badan internasional untuk menyelidiki serangan-serangan ini, katanya.

Rusia mengatakan kepada PBB Jumat lalu bahwa para ahlinya tidak menemukan jejak “penggunaan zat beracun” selama penyelidikan mereka di Douma.

Vassily Nebenzia, duta besar Rusia untuk PBB, mengatakan Rusia memiliki “bukti yang jelas” bahwa dugaan serangan bahan kimia itu direkayasa.

Di sisi lain, Perancis menyatakan memiliki bukti bahwa Rusia bertanggung jawab.

Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB, mengatakan negaranya akan mengumumkan sanksi baru pada pemerintah Rusia sebagai tanggapan atas dukungannya untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Dari Gelap Ke Dunia Terang

“Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya.” (Q.S:2:257)

Ungkapan itu yang dalam bahasa belanda Door Duisternis Toot Licht kerap dibawa-bawa oleh Kartini saat menulis surat untuk kolega Belandanya. Ia terkesan dengan ungkapan mendalam Minazh-Zhulumaati ilan Nuur dari ayat 257 Al Baqarah itu.

Sejak pertemuannya dengan KH Soleh Darat itulah, Kartini mengalami banyak pencerahan dan keberanian mengutarakan pandangan-pandangannya. Baik bersifat otokritik terhadap budaya tradisi keningratan Jawa yang rumit atau kritik terhadap pemerintahan Hindia Belanda. Kritik itu akan ditemukan dalam surat-surat yang ia kirimkan ke teman atau instasi pemerintah Belanda. Inilah sebenarnya awal dari yang dimaksud “Dari gelap menuju cahaya”, sebuah emansipasi Islam yang tak hanya untuk perempuan tetapi bagi perubahan secara menyeluruh hidup manusia dari “kegelapan” ke “cahaya”—yang telah dimulai oleh seorang perempuan RA Kartini!

Emansipasi Islam ini sebenarnya ia usahakan juga untuk ditularkan kepada teman-teman penanya. Berikut antara lain surat-surat pencerahan Kartini kepada teman bangsa kulit putih;

Sudah lewat masanya, semula kami mengira masyarakat Eropa itu benar-benar yang terbaik, tiada tara. Maafkan kami. Apakah ibu menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal yang sama sekali tidak patut disebut peradaban.

Tidak sekali-kali kami hendak menjadikan murid-murid kami sebagai orang setengah Eropa, atau orang Jawa kebarat-baratan.

[Surat kepada Nyonya Abendanon, 27 Oktober 1902]

Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disukai.

[Surat kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902]

Lalu dalam surat ke Ny Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, RA Kartini menulis;

Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah.

Rupanya tafsir surat Al Fatihah yang dipelajari dari Kiai Sholeh Darat itu telah membuka kabut kegelapan wawasan RA Kartini hingga ia menemukan Cahaya Islam. Kiai Sholeh Darat adalah gurunya para guru di Jawa, dan tidak sedikit ulama berpengaruh di tanah air saat ini adalah anak cucu Kiai Sholeh Darat, termasuk Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid yang sering berziarah ke makamnya. RA Kartini telah mengeluarkan kegelapan pemikiran menuju pencerahan. Ia meninggal saat berjuang menempuh proses persalinan di Rembang, Jawa Tengah, pada 17 September 1904 dalam usia 25 tahun. Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan RA Kartini pada teman-temannya di Eropa hingga pencerahannya dapat dibaca hingga hari ini. Itulah percikan pencerahan dari kitab suci Alquran yang dipelajari RA Kartini dari Kiai Shaleh Darat.

PERNYATAAN BERSAMA PENGURUS BESAR NAHDLATUL ULAMA DAN PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH

Rasa syukur selalu kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah senantiasa menjaga sekaligus melindungi bangsa Indonesia. Atas berkah kasih sayang dan rahmat-Nya semata kita semua, seluruh komponen bangsa Indonesia, masih bisa saling merasakan kedamaian hidup di Bumi Pertiwi tercinta kita: Indonesia. Sholawat serta salam selalu kita haturkan ke hadirat Rasulullah Muhammad SAW yang senantiasa membimbing dan memberikan teladan bagi kita semua.

 

Kami Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) sebagai bagian dari organisasi umat beragama hari ini berkumpul tidak lain memiliki maksud dan tujuan untuk melakukan tiga hal: Pertama, terus menerus menyerukan saling tolong menolong melalui sedekah dan derma. Kedua, menegakkan kebaikan. Ketiga, mengupayakan rekonsilisasi atau perdamaian kemanusiaan.

 

Parameter dan ukuran sehatnya sebuah bangsa dan negara salah satunya bisa dilihat dari tegak dan kokohnya tali persaudaraan kebangsaan, ekonomi yang tumbuh merata, akses pendidikan yang mudah, terbukanya ruang-ruang dalam menyampaikan pendapat, serta tegaknya hukum sebagai instrumen untuk meraih keadilan. Bangsa yang kuat dan sehat juga tercermin dari semakin berkualitas dan berdayanya masyarakat sipil. Berkaitan dengan hal tersebut, PBNU dan PP Muhammadiyah menegaskan:

 

Pertama, NU dan Muhammadiyah akan senantiasa mengawal dan mengokohkan konsensus para pendiri bangsa bahwa Pancasila dan NKRI adalah bentuk final dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia adalah Negara yang memiliki keanekaragaman etnis suku, golongan, agama yang tetap harus dijaga dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Kedua, NU dan Muhammadiyah secara pro aktif terus melakukan ikhtiar-ikhtiar bagi peningkatan taraf hidup dan kualitas hidup warga terutama mengembangkan pendidikan karakter yang mengedepankan akhlakul karimah di semua tingkatan atau jenjang pendidikan serta penguatan basis-basis ekonomi keumatan dan juga peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

 

Ketiga, NU dan Muhammadiyah menyeru kepada pemerintah agar bersungguh-sungguh dalam upaya mengurangi angka kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran serta melakukan upaya-upaya yang terukur agar kesenjangan ekonomi dan sosial segera teratasi dengan baik.

 

Keempat, mengimbau kepada seluruh warga NU dan Muhammadiyah agar bersama-sama membangun iklim yang kondusif, suasana yang kondusif dalam kehidupan kemasyarakatan dan keberagamaan di tengah era sosial media yang membutuhkan kehatian-hatian yang lebih. Mengingat bertebarannya pelbagai macam informasi hoaks, ujaran kebencian dan fitnah yang berpotensi mengganggu keutuhan bangsa. NU dan Muhammadiyah berkomitmen untuk menghadirkan narasi yang mencerahkan melalui ikhtiar-ikhtiar dalam bentuk penguatan dan peningkatan literasi digital sehingga terwujud masyarakat informatif yang berakhlaqul karimah.

Kelima, memasuki tahun 2018, di mana kita akan menghadapi apa yang diistilahkan sebagai tahun politik maka marilah kita bersama-sama menjadikan ajang demokrasi sebagai bagian dari cara kita sebagai bangsa untuk melakukan perubahan-perubahan yang berarti bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Hendaknya dalam demokrasi perbedaan jangan sampai menjadi sumber perpecahan. Perbedaan harus dijadikan sebagai rahmat yang menopang harmoni kehidupan yang beranekaragam. Karena demokrasi tidak sekedar membutuhkan kerelaan hati menerima adanya perbedaan pendapat dan perbedaan pikiran, namun demokrasi juga membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan cinta kasih antar sesama.

 

Jakarta, 23 Maret 2018/5 Rajab 1439 H

 

 

والسّــــــــــــلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Prof. Dr. KH. Said Aqil  Siroj, MA. ,​​

Ketua Umum PBNU

Dr. H. Haedar Nashir,

Ketua Umum PP Muhammadiyah

Menang di Mahkamah UE, RI Akhirnya Boleh Ekspor Biodisel

Pemerintah dan pengusaha biodiesel berhasil memenangkan gugatan tingkat banding di Mahkamah Uni Eropa (UE) dalam kasus pengenaan Bea Masuk Antidumping (BMAD). Direktur Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan dengan kemenangan gugatan ini, maka UE menghapus pengenaan BMAD sebesar 8,8 persen-23,3 persen atas produk biodiesel dari Indonesia. Penghapusan BMAD ini berlaku per 16 Maret 2018.

“Gugatan banding Pemerintah Indonesia dan sejumlah perusahaan terhadap pengenaan BMAD atas produk biodiesel telah dikabulkan Mahkamah UE. Dengan demikian, pengenaan BMAD yang dilakukan UE dihapuskan sehingga para pelaku usaha bisa kembali mengekspor biodiesel tanpa ada tambahan BMAD. Sedangkan untuk produsen yang tidak mengajukan gugatan ke pengadilan lokal di UE menunggu implementasi hasil keputusan panel Badan Penyelesaian Sengketa (Dispute Settlement Body/DSB) WTO,” jelas Oke dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (21/3).

Kemenangan ini, lanjut Oke, merupakan kemenangan ganda Indonesia atas UE. Sebelumnya, Pemerintah berhasil memenangkan sengketa di DSB WTO. Hasil putusan Mahkamah UE dan putusan DSB WTO memberikan sinyal positif bagi negara-negara mitra dagang Indonesia terhadap perdagangan yang adil (fair trade) sektor sawit.

“Dengan adanya kemenangan ini, diharapkan negara-negara mitra dapat menangkap sinyal positif untuk melebarkan akses pasarnya bagi biodiesel Indonesia. Sektor kelapa sawit Indonesia tidak mengandung subsidi dan juga tidak dijual dengan harga dumping,” kata Oke.

Dengan kemenangan tersebut, ekspor biodiesel Indonesia ke UE juga diharapkan dapat segera kembali berjalan lancar. Di menilai kemenangan ini tentunya menjadi bekal kuat untuk menghadapi tuduhan yang sama dari negara lain dan mempunyai nilai tersendiri bagi peningkatan ekspor biodiesel, maupun produk turunan sawit lainnya.

“Kemenangan ganda ini juga memberikan peluang yang besar bagi ekspor biodiesel Indonesia untuk kembali bersaing di pasar UE,” imbuh Oke.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor biodiesel Indonesia ke UE sempat mencapai USD 1,4 miliar di 2011 sebelum dikenakan BMAD pada 2013. Namun, pada periode 2013–2016 ekspor biodiesel Indonesia ke Uni Eropa turun sebesar 42,84 persen dari USD 649 juta di 2013 turun menjadi USD 150 juta di 2016.

Nilai ekspor biodiesel Indonesia ke UE paling rendah terjadi pada 2015 yakni sebesar USD 68 juta. Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melalui siaran pers beberapa waktu lalu telah menginformasikan bahwa tren ekspor biodiesel Indonesia ke UE pada periode sejak pengenaan BMAD sampai dengan dikeluarkannya putusan akhir DSB WTO (2013-2016) diestimasikan sebesar 7 persen.

Jika peningkatan tersebut dapat dipertahankan dalam dua tahun ke depan, maka nilai ekspor biodiesel Indonesia ke Uni Eropa pada 2019 diperkirakan mencapai USD 386 juta dan pada 2022 mencapai USD 1,7 miliar.

Direktur Pengamanan Perdagangan, Pradnyawati, menegaskan bahwa Pemerintah akan melakukan pemantauan terhadap hasil keputusan Pengadilan UE tersebut dengan berkoordinasi oleh pihak produsen/eksportir.

“Kami memastikan bahwa UE segera melaksanakan hasil keputusan pengadilan dan akses pasar benar-benar terbuka,” tandasnya.

Untuk diketahui, UE mengenakan BMAD terhadap produk biodiesel Indonesia dengan margin dumping sebesar 8,8 persen – 23,3 persen sejak 19 November 2013. Indonesia kemudian mengambil langkah dengan mengajukan keberatan terhadap pengenaan BMAD tersebut ke Pengadilan Umum Tingkat I UE, serta ke DSB WTO.

Pengajuan gugatan di Pengadilan Umum Tingkat I UE dimulai sejak 19 Februari 2014. Hasilnya, Pengadilan Umum Tingkat I UE menolak penerapan BMAD oleh UE pada 15 September 2016. Dari hasil tersebut, UE mengajukan gugatan banding ke Mahkamah UE pada 24 November 2016. Hakim Mahkamah UE kemudian menguatkan putusan Hakim Pengadilan Umum Tingkat I UE untuk menolak penerapan BMAD tersebut.

Sumber : Jawapos.com