Berbisnis dengan Manusia 

Jika engkau serius dalam bisnismu, maka pikirkanlah mereka yang akan menggunakan produkmu.
Pasar tidak akan membeli sebuah produk, jika mereka tidak paham apa manfaat produk itu. 

Maka jelaskan kepada mereka.
Mereka menunda, bukan karena mereka PHP.

Mereka hanya tidak paham apa kerugian yang akan mereka dapatkan jika tidak membeli secepatnya. 

Kamu sih gak jelasin. .

Mereka juga bukan cuek sama promo yang engkau berikan. 

Kamu sih ngomong semaunya, harusnya engkau mengatakan apa yang pasar ingin dengar.
Mereka bukan gak butuh. 

Cara promosinya aja yang belum benar.

Ayolah, jualan tidak sebercanda itu.

Penjual yang baik adalah mereka yang punya kemampuan mengedukasi pasar.
Jadi. . 

Pikirkan lagi apa kebutuhan pasar yang bisa engkau selesaikan lewat produkmu.

Lalu jelaskan kepada mereka di waktu yang tepat, dengan cara yang tepat, dan pemilihan bahasa yang tepat.

Gunakan bahasa mereka. 

Panggil mereka dengan panggilan kesukaan mereka.

Tunjukan engkau peduli mereka, bukan hanya peduli uangnya saja.
Manusiakan calon pembelimu,

Muliakan siapa saja, walaupun dia tidak pernah transaksi.

Pahami pasar, pahami mereka, singkirkan ego sejenak.
Sekali lagi. .

Kata Kang Simon Sinek..

If you don’t understand people, you don’t understand business.
Bisa diartikan. . 

Jika kita tidak memahami manusia, kita tidak memahami bisnis.

Yang beli produk kita manusia.

Supplier kita manusia.

Mitra bisnis kita manusia.

Tim kita manusia.
Jika selama ini kita berbisnis namun tidak juga kunjung membesar, bisa jadi karena kita tidak mencoba memahami manusia.

Kita tidak berbisnis dengan robot ! Atau kantong uang !

Berhenti sejenak. 
Tanyakanlah ke diri sendiri.

“Sebenarnya, bisnisku ini ada untuk melayani siapa?”

Dan ketika engkau menemukan jawabnya, maka engkau akan menemukan kemudahan demi kemudahan. InsyaAllah.

Saat engkau memperbaiki niat, Allah akan memperbaiki kondisimu. 🙂

Bank Indonesia Serukan agar Jangan Sebarkan Informasi Sesat Soal Rupiah

​Bank Indonesia mengatakan informasi keliru yang beredar di media sosial mengenai keabsahan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun emisi 2016 dan legalitasnya di luar negeri, sebaiknya tidak disebarkan karena menyesatkan.


Hal itu dikatakan Mirza Adityaswara Deputi Gubernur Senior BI di Jakarta, Rabu (19/7/2017), terkait informasi di media sosial tentang tanda tangan pemerintah di uang NKRI dan sulitnya menukar uang rupiah tahun emisi 2016 di luar negeri.

Mirza menjelaskan keberadaan tanda tangan Menteri Keuangan dalam uang NKRI tahun emisi 2016 merupakan amanat dari Undang-Undang Mata Uang Nomor 7 Tahun 2011.

Dalam UU itu, di setiap uang rupiah NKRI harus ada tanda tangan Bank Indonesia dan juga pemerintah, yang dalam hal ini diwakilkan oleh Menteri Keuangan sebagai Bendahara Negara.

“Awalnya sebelum ada UU Mata Uang tahun 2011, rupiah hanya ditandatangani Dewan Gubernur BI. Namun setelah diterbitkan UU Mata Uang harus ada pemerintah yang diwakili bendahara negara yaitu Menteri Keuangan,” kata dia seperti dilansir Antara.

Ke depannya, secara alamiah, setelah terjadi penarikan dan peredaran uang sesuai kegiatan operasi BI, maka uang rupiah yang beredar di Indonesia adalah uang rupiah NKRI.

“Jadi jika ada yang mempersoalkan kenapa ada tanda tangan Menkeu, ya karena itu sudah sesuai amanat UU Mata Uang,” ujar Mirza.

Terkait sulitnya menukar uang rupiah tahun emisi 2016 di luar negeri, Mirza mengatakan hal itu lebih karena ketersediaan pasokan di tempat penukaran uang (money changer) di luar negeri tersebut.

Jika ada kejadian warga negara Indonesia di luar negeri sulit menukar rupiah di “money changer” luar negeri, hal itu, diduga Mirza, karena “money changer” di luar negeri tersebut memang tidak membutuhkan rupiah.

“Sama saja dengan misalkan uang Argentina, uang Peru, uang Kanada, bisa tidak dituker ke money changer di Jakarta? ya tidak bisa.. kenapa? soalnya ya money changer tidak membutuhkan itu,” kata dia.

“Masyarakat agar bertanya ke yang ahli, jangan mudah salin dan tempel informasi dan sebarkan isu yang kadar kebenarannya itu tidak sama sekali benar,” tambah Mirza.

Pernyataan Mirza tersebut untuk menanggapi pemberitaan di sebuah media massa nasional dan juga sebaran informasi di grup komunikasi instan WhatsApp yang menyebutkan bahwa uang rupiah baru sulit untuk ditukarkan di luar negeri.

Dan berbagai dugaan dari terdapatnya tanda tangan Menteri Keuangan di uang rupiah tahun emisi 2016.

Dalangi Curanmor, 3 Oknum Polisi Ditangkap

​07 Februari 2013 19:28 WIB

NONGSA – Tiga oknum polisi berpangkat brigadir, yakni Im, Tf, dan Df dinyatakan terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor di beberapa wilayah Batam oleh Propam Polda Kepri. Brigadir Im terakhir kali bertugas di Polresta Barelang, sedangkan Df dan Tf anggota polsek di wilayah Batam.

Dari ketiga oknum tersebut, Im adalah otak curanmornya yang mengkoordinasikan dua oknum polisi itu saat beraksi. Ketiga oknum polisi ini juga diduga terlibat pencurian mobil menggunakan modus penggandaan kunci milik orang-orang yang dikenalnya dekat.

Info yag didapat Batam Pos, salah satu korban ketiga oknum polisi ini, ada yang membuat laporan ke kepolisian. Jc, inisial yang menjadi korban dan melapor kepolisi. Korban merupakan pelajar salah satu SMA swasta di Batam.

Laporan yang ada, Jc saat itu sedang mengendarai motor ke arah Batam Kota, Rabu (9/1) pagi. Sampai di samping jalan kantor Samsat Batam Kota, mendadak Im yang masih berpakaian seragam lengkap kepolisian menghadangnya. Im pun melancarkan aksi jahatnya dengan berpura pura mengecek surat izin mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan  (STNK). Korban pun menunjukkan surat yang diminta Im.

Namun, belum sempat dia bicara, tanpa alasan yang jelas, Im langsung menendang tepat di bagian perut hingga Jc terpental mundur dan terduduk kesakitan. Begitu tahu korbannya tak berdaya setelah ditendang, motor Honda Supra BP 3639 DG milik korban yang kebetulan kunci kontaknya masih menggantung di stater, langsung dibawa kabur ke arah Legenda Malaka.

Selang seminggu laporan masuk di Polsek Batam Kota, keberadaan Im terlacak. Im pun ditangkap di salah satu rumah temannya di kawasan Lubukbaja. Hal tersebut juga dibenarkan Kapolsek Lubukbaja, Kompol Aris Rusdiyanto seperti diberitakan Batam Pos (JPNN Grup), Kamis (7/2).

“Ya benar memang ada sempat diamankan di Mapolek Lubukbaja, tapi itu sudah lama bulan lalu ada sekitar dua minggu-an. Kasusnya semua sudah ditangani Propam Polda Kepri,” ujar Aris.

Sementara dari Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono juga membenarkan adanya tiga oknum polisi yang terlibat curanmor di sembilan titik wilayah, di antaranya kawasan Batam Kota, Lubukbaja dan Batuaji.

“Ya memang ada, tapi kan yang dua kawannya itu Tf dan Df, masih dalam pemeriksaan belum tentu dua brigadir ini terlibat, pemeriksaannya masih berjalan kok. Sedangkan Im memang sudah terbukti. Im sudah kami tahan. Orangnya saat ini mendekam di sel tahanan Mapolda Kepri,” ujar Hartono.

Hartono sendiri memilih bungkam saat ditanya apakah Tf dan Df juga ditahan selama menjalani pemeriksaan. Im merupakan oknum brigadir yang sebelumnya juga pernah terlibat kasus kriminal, yaitu narkoba dua tahun lalu. Im sempat menghuni Rutan Baloi selama setahun.

Hartono mengatakan sesaat setelah Im keluar dari Rutan Baloi Polda Kepri sudah mengirim surat pemecatan Im ke Mabes Polri. Belum sempat surat keputusan pemecatan dari Mabes Polri turun, Im sudah terlibat masalah kriminal lagi yakni mengotaki curanmor, perampasan dan pencurian mobil.

Sementara Direktorat Tahanan Tititpan Polda Kepri, AKBP Budhi Wibowo juga membenarkan penahanan itu. Pihaknya memastikan tidak akan ada yang namanya perlakuan khusus penahanan Im. Bahkan karena dia merupakan anggota polisi, penjagaan terhadap Im lebih diperketat lagi.

Kapolres Terekam CCTV Masuk Tempat Hiburan, Cekoki Kawan Minuman Keras Pula

​JawaPos.com – Di tengah institusi kepolisian mencoba melawan peredaran narkoba dan alkohol yang bisa berdampak pada kelangsungan hidup generasi muda, teryata seorang perwira menengah (pamen) Polri yang menjabat sebagai Kapolres malah masuk ke tempat hiburan.

Perbuatannya itu diterekam oleh closed Circuit television (CCTV). Tidak hanya sekadar masuk ke tempat hiburan pamen yang diketahui bernama AKBP M Liberty Panjaitan itu juga mencekoki temannya minuman keras.
AKBP M Liberty Panjaitan merupakan Kapolres Simalungun. Atas perbuatannya itu, Direktur Polri Watch, Abdul Salam Karim meminta AKBP M Liberty Panjaitan harus diproses diproses oleh Propam Polda Sumut.

Berita Terkait

Pengakuan Kapolres Usai Videonya Terekam CCTV

“Hal itu tidak boleh. Polisi tidak boleh masuk tempat hiburan malam sembarangan. Apalagi itu Kapolres. Kalau personel TNI-Polri akan masuk tempat hiburan malam itu harus disertai surat tugas, dalam tugas menyamar misalnya. Anggota saja bisa ditindak kalau tempat hiburan malam tanpa alasan, ini Kapolres pula,” kata Abdul Salam Karim seperti yang dilansir Sumut Pos (Jawa Pos Group), Minggu (16/7).

Video AKBP M Liberty Panjaitan di tempat hiburan malam. (Ist Sumutpos.co/JawaPos.com)

Dia menyebut, seorang personel polisi apalagi setingkat kapolres tak sepantasnya bersikap demikian. Dia berharap, Kapolda Sumut melakukan evaluasi atas jabatan yang diemban AKBP Liberty Panjaitan sebagai pucuk pimpinan Polri di Kabupaten Simalungun.

“Masih banyak perwira Polisi lain yang berkompeten. Nggak boleh dibiarkan hal seperti itu. Kapolda Sumut harus memberikan sikap tegas,”

Kampung di Bangkalan Terpapar Limbah Rumah Sakit

​REPUBLIKA.CO.ID, BANGKALAN — Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menyatakan limbah medis buangan dari salah satu rumah sakit Surabaya yang dibuang ke Desa Kemuning, Kecamatan Tragah, Bangkalan, mengandung racun berbahaya.


“Limbah ini sangat membahayakan masyarakat dan bisa merusak lingkungan, karena mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3),” kepala Kepala BLH Affandi, Kamis (5/3).

Ia menjelaskan, limbah medis itu diketahui positif beracun setelah pihaknya melakukan uji laboratorium. Limbah medis yang dibuang salah satu rumah sakit di Surabaya itu ditempatkan di bekas lokasi tambang batu fosfat bukit di Desa Kemuning.

Affandi menjelaskan, sesuai dengan ketentuan, semua limbah medis semestinya harus dimusnahkan dengan Insinerator, bukan hanya dengan dibakar, apalagi di ruang terbuka.

Selain berbau, pembakaran limbah medis di ruang terbuka juga juga dapat merusak lingkungan, dan asap yang di timbulkan dapat membahayakan masyarakat jika terbawa udara.

“Limbah medis harus di bakar ditempat khusus dengan suhu 1400 C, dan harus kedap udara,” terangnya.

Ia lebih lanjut menjelaskan, perizinan limbah medis itu diatur secara khusus yakni Permenkes bukan Permen LH, kecuali limbah B3 dari perusahaan industri. Pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum menindaklanjuti temuan tersebut.

Mahasiswa Unair Ciptakan Robot Penyeteril Bakteri

​REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Lima mahasiswa yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Airlangga (Unair) menciptakan robot AUROWS (Automation Robotic Waste Transporter & Sterilizer). AUROWS yakni Robot Pintar Pensteril Bakteri dan Pembawa Sampah Klinis untuk Mengurangi Penyebaran Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit.

Kelima mahasiswa dari Fakultas Vokasi Unair tersebut yakni, Akhmad Afrizal Rizqi (Ketua tim), Agus Abdul Rozaq, Rafif Nadhif Naufal, Abdul Hamid, dan Inas Pramitha Abdini Haq. Proposal mereka lolos dan memperoleh dana pengembangan program PKM 2016 dari Kemenristek Dikti sebesar Rp 12,2 juta.

Akhmad Afrizal Rizqi, mengatakan, robot pintar tersebut dapat mengambil, memindahkan, dan melakukan sterilisasi pada tempat sampah atau limbah medis di rumah sakit. Robot tersebut diberi kecerdasan buatan untuk dapat berjalan secara otomatis, dilengkapi beberapa sensor yang dapat terhubung langsung dengan komputer. Sehingga memudahkan pengguna atau petugas medis dalam memantau pergerakan robot dan membunuh bakteri dengan ultraviolet LED.

“Sehingga dapat meningkatkan efek germisidal irradation yang dapat membunuh bakteri hingga 100 persen, dengan menggunakan panjang gelombang 365 nm dan hanya memerlukan daya sebesar 15 Mega Watt,” kata Akhmad Afrizal melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id , Kamis (15/6).

Ia menjelaskan, pertimbangan utama timnya berinisiatif membuat robot AUROWS, antara lain adanya infeksi nosokomial yang menyebabkan 1,4 juta kematian setiap hari di seluruh dunia. Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang didapat dan berkembang saat seseorang berada di lingkungan rumah sakit. Infeksi ini disebabkan bakteri patogen, yang di antaranya berasal dari sampah klinik rumah sakit.

Di Indonesia angka kematian pasien yang tertular infeksi nosokomial ini tergolong masih tinggi, mencapai 12-52 persen. Padahal, infeksi nosokomial bisa menyebabkan pasien terkena bermacam-macam penyakit. Setiap penyakit memiliki gejala berbeda pula. Beberapa penyakit yang paling sering terjadi akibat infeksi nosokomial seperti infeksi saluran kemih, infeksi aliran darah, pneumonia, infeksi pada luka operasi.

Penyebaran nosokomial dipengaruhi banyak hal, salah satunya limbah medis rumah sakit. “Padahal memindahkan tempat sampah itu masih menggunakan tenaga manusia. Jadi ini sangatlah berbahaya karena seseorang itu akan rentan terserang infeksi nosokomial,” kata mahasiswa D3 Otomasi Sistem Instrumentasi tersebut.