MU Hantam Swansea 4-0

Sumber : Detikcom 

Swansea – Manchester United kembali menuai hasil positif di laga Premier League. Setan Merah berhasil menggasak Swansea City 4-0.

Bertanding di Stadion Liberty, Sabtu (19/8/2017) malam WIB, MU sudah unggul 1-0 atas Swansea di babak pertama. Erick Bailly menjadi pembuka rekening gol MU.

Tiga gol lain diceploskan pada babak kedua, di atas menit ke-80. Secara beruntun, Romelu Lukaku, Paul Pogba, dan Anthony Martial menambah derita The Swans.

MU memang tampil dominan sepanjang pertandingan. The Red Devils membuat ball possession dengan persentase 60% berbanding 40%.

Pada pekan pertama, MU juga menuai kemenangan besar dan clean sheet . Tim besutan Jose Mourinho itu mengalahkan West Ham United 4-0.

Jalannya pertandingan

Gawang MU sudah terancam pada menit ketiga. Tembakan Jordan Aye sudah sangat dekat dengan gawang Setan Merah, tapi membentur tiang gawang.

Tak butuh waktu lama, MU mampu membalikkan serangan. Lukaku sempat membuka peluang tapi tembakannya masih melebar.

Sejak itu MU mulai meningkatkan tekanan terhadap Swansea. Rashford berulang kali mencoba untuk membuka rekening gol MU, tapi tak berhasil.

MU malah kembali membuang peluang yang didapatkan pada menit kesembilan. Tendangan bebas oleh Juan Mata disambar Phil Jones. Tapi tandukan Phil Jones membentur tiang.

Pogba mendapatkan kartu kuning pada menit ke-26. Dia menekel Thomas Carroll hingga jatuh.

Rashford kembali mendapatkan peluang emas pada menit 36. Berlari dikawal empat pemain Swansea, Rashford bisa melaju paling depan hingga sangat dekat dengan gawang. Dia sudah berada pada posisi satu lawan satu dengan kiper Swansea, Fabianski. Tapi, tembakannya terlalu pelan dan bisa ditebak oleh Fabianski.

Dua upaya beruntun yang dilakukan Paul Pogba dan Juan Mata juga belum berhasil setelah menit ke-42. Tandukan Pogba masih bisa dihalau barisan pemain belakang Swansea. Bola muntah disambar Mata tapi melebar.

MU baru dapat memecah kebuntuan pada menit terakhir. Bermula dari sepak pojok Daley Blind yang disambar Paul Pogba tapi mengenai tiang. Eric Bailly tak membiarkan kesempatan itu terbuang. Dia menyambarnya dan terjadilah gol untuk MU.

Hingga babak pertama usai, MU unggul 1-0 atas Swansea.

Memasuki babak kedua, kedua tim bermain dengan tempo serupa babak pertama. Duet Lukaku dan Henrik Mkhitaryan di awal babak kedua belum berhasil menambah gol untuk MU.

Permainan mulai memanas. Gawang David De Gea kembali terancam beberapa kali.

Pada menit ke-75, Jose Mourinho menarik keluar Rashford dan Mata. Rashford digantikan oleh Anthony Martial sedangkan Mata digantikan oleh Marouane Fellaini. perubahan itu membuat perubahan signifikan pada tempo permainan Setan Merah.

MU langsung memborong dua gol sekaligus dalam waktu berdekatan. Mendapatkan assist dari Mkhitaryan, Lukaku yang sudah berdiri di depan gawang berhasil mengecoh Fabianski.

Romelu Lukaku usai mencetak gol ke gawang Swansea City Foto: Andrew Boyers/Reuters
Kedudukan 20 untuk MU

Kembali, umpan matang dari Mkhitaryan membuahkan gol untuk MU. Kali ini, umpan diselesaikan oleh Pogba.

Martial menambah lumbung gol MU pada menit ke-84. Gol Martial tercipta lewat skema serangan balik dengan menyelesaikan umpan dari Pogba.

Tak ada tambahan gol hingga wasit meniup peluit panjang. MU menang atas Swansea 4-0.

Susunan pemain

Swansea: Fabianski, Naughton, Fernandez, Bartley (Routledge 67′), Mawson, Olsson, Fer, Mesa (Narsingh 67′), Caroll, Ayew, Abraham (McBurnie 83′)

Manchester United: De Gea, Valencia, Jones, Bailly, Blind, Mata (Fellaini 75′), Matic, Pogba, Mkhitaryan (Herrera 85′), Lukaku, Rashford (Martial 75′)

  • Bila tak  ada tim yang mengungguli pencapaian gol MU (8) maka MU tetap di pucuk Klasemen pada pekan kedua 

Sambangi ITB, Menteri Susi Cetak Sejarah

​JawaPos.com – Acara Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) Institut Pertanian Bogor (ITB) yang digelar kemarin berlangsung istimewa.

Keladinya, hadir Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Kedatangan Susi bahkan mencatatkan rekor sepanjang sejarah berdirinya ITB.

“Hari ini kembali memecahkan rekor, ini terpenuh pesertanya dalam sejarah ITB,” ujar Rektor ITB, Kadarsah Suryadi di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jum’at (18/8), dilansir RMol Jabar (Jawa Pos Grup).

Adapun kedatangan Susi untuk mengisi kuliah umum bagi mahasiswa baru yang sedang mengikuti OSKM.

Berita Terkait

Bawa Bantuan Rp8,6 Miliar, Susi Kunjungi Pesantren Tebuireng

Menteri Susi Kembali Beraksi “Gila”, Kali Ini Dengan Sendal Jepit

OSKM merupakan salah satu rangkaian kegiatan penyambutan ITB bagi mahasiswa baru. Kegiatan itu juga menjadi ajang pengenalan untuk mahasiswa tentang kemahasiswaan dan studi di lingkungan kampus ITB.

“Jumlah mahasiswa yang hadir sekarang 6 ribu orang, 4 ribu diantaranya mahasiswa baru dan 2 ribu orang lainnya mahasiswa lama yang menjadi panitia kegiatan,” ungkapnya.

Kadarsah menjelaskan, kedatangan Susi ke ITB bukan kali pertama melainkan untuk ketiga kalinya. Pertama kali Susi ke ITB, saat itu belum menjabat sebagai menteri. Namun, sambung Kadarsah, ITB memberikan penghargaan Ganesha Widyajasa Aditama.

“Itu penghargaan tertinggi yang diberikan ITB,” ucapnya.

Kemudian, masih di tahun 2017. Susi datang ke ITB dengan kapasitas sebagai menteri mengisi kuliah umum di Aula Barat.

“Dalam sejarah, itu terpenuh juga pesertanya,” katanya.

Ia menambahkan, Susi merupakan sosok yang luar biasa. Pasalnya, ia selalu menghargai dan hormat kepada orang tuanya.

“Beliau seorang menteri tapi juga anak sholeh. Beliau memuliakan ibunya. Beliau manusia biasa yang luar biasa,” ucap Kadarsah sembari memperlihatkan foto Susi kepada ribuan mahasiswa yang sedang menggendong ibunya.

Misteri Hilangnya Supriyadi dan Pemberontakan PETA (2)

​05:05 WIB

Setelah mengamuk dan membisanakan seluruh orang Jepang di dalam dan luar Kota Blitar, pasukan pemberontak berpencar menjadi tiga ke arah pegunungan dan membentuk benteng pertahanan.

Supriyadi memimpin pasukan di timur dan membuat perbentengan di Kali Putih-Kali Menjangan Kalung. Suparjono ke Barat dan Muradi ke Utara. Keduanya kemudian bertemu di Candi Panataran.

Markas Militer Jepang yang mengetahui adanya pemberontakan langsung mengerahkan seluruh kekuatan militernya ke Blitar. Namun mereka tidak langsung menggempur pertahanan pemberontak.

Langkah pertama yang mereka lakukan adalah memblokade pintu keluar bagi para pemberontak agar tidak bisa melarikan diri. Daidan-daidan yang ada di sekitar Blitar langsung dikerahkan.

Daidan Kediri diperintahkan menjaga perbatasan di Blitar-Tulungagung dan Sungai Brantas di Lodoyo, Kademangan dan Ngunut. Daidan Malang di perbatasan Blitar-Malang dan Kali Lohor.

Operasi militer Jepang ini dipimpin langsung oleh perwira-perwira Jepang yang tangkas di medan perang, dibantu Gyugun Sidubo, Syodanco Yugetikai, dan disaksikan Somubuco Yamato Shojo.

Meski pasukan pemberontak melawan mati-matian, mereka akhirnya bisa dilumpuhkan. Kelompok yang pertama ditumpas adalah pasukan Supriyadi, disusul dengan pasukan Suparjono dan Muradi.

Para pemimpin pemberontak yang berhasil ditangkap kemudian diseret ke Pengadilan Militer Jepang. Dalam sidang di Jakarta, pada 14-16 April 1945, para pemimpin pemberontak dijatuhi vonis mati.

Mereka yang diadili dan divonis mati dengan jalan dipenggal kepalanya berjumlah enam orang, tanpa Supriyadi, terdiri dari Dr Ismail, Muradi, Suparjono, Sunanto, Sudarno, dan Halir.

Sejumlah pemberontak juga dikabarkan tewas dalam penjara Cipinang dan Sukamiskin. Mereka yang tewas tanpa diadili itu berjumlah empat orang, yakni Sumardi, Sunardjo, Atmadja, dan Sukaeni.

Karena lolos dari hukuman mati dan dianggap masih hidup, Supriyadi diangkat Menteri Keamanan Rakyat pada 6 Oktober 1945 dan Panglima Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 20 Oktober 1945.

Tetapi karena sosoknya tidak pernah terlihat, maka posisi Panglima TKR diserahkan kepada Jenderal Soedirman. Tidak diketahuinya keberadaan Supriyadi membuat sosoknya misterius.

Pada Juni 1965, salah satu laporan pers menyebutkan pada 28 Mei 1965 Letnan R Sain kesurupan roh Supriyadi dan menceritakan bahwa dia sudah mati dan kepalanya dipenggal oleh Jepang.

05:05 WIB

Namun kabar itu tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya. Pencarian terhadap diri Supriyadi mulai dilakukan. Jika sudah mati, di mana kuburnya? Jika masih hidup, di mana keberadaannya.

Saat pencarian dilakukan, sedikitnya sudah lima orang lebih yang mengaku sebagai Supriyadi. Di antaranya bahkan telah menemui ayah Supriyadi, mantan Bupati Blitar 1945-1956 Darmadi.

Adik tiri Supriyadi, Ki Utomo Darmadi mengaku pernah ditelepon Wakil Presiden Try Sutrisno yang mengatakan ada orang tua di Yogyakarta mengaku sebagai Supriyadi dan diminta menemuinya.

Setelah ditemui, ternyata orang itu bukan Supriyadi. Dia tidak bisa bahasa Belanda dan Jepang. Supriyadi pernah bersekolah di MULO dan MOSVIA, serta ikut dalam latihan militer Jepang.

Untuk memutus mata rantai pencarian itu, pada 9 Agustus 1975 Presiden Soeharto secara resmi mengangkat Supriyadi sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan surat keterangan No 063/TK/Tahun 1975.

Diangkatnya Supriyadi sebagai pahlawan nasional, gelar yang kerap diberikan kepada orang yang telah meninggal, tidak serta merta memutus pencarian terhadap Supriyadi.

Foto yang dimiliki Supriyadi semasa hidup dan tersebar di publik juga hanya satu. Itu pun mulai mengundang tanda tanya, apakah benar orang yang ada dalam foto itu Supriyadi, tidak jelas.

Sampai di sini ulasan Cerita Pagi tentang Supriyadi dan Pemberontakan Tentara PETA di Blitar, pada 14 Februari 1945 diakhiri. Semoga memberikan manfaat kepada pembaca.

Sumber Tulisan

* Baskara T Wardaya, Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno, Galang Press, Cetakan I, 2008.

* Sidik Kertapati, Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945, Penerbit Pustaka Pena, Juli 2000.

* Anton Lucas, Radikalisme Lokal, Oposisi dan Perlawanan Terhadap Pendudukan Jepang di Jawa 1942-1945, Syarikat, 2012.

* Ben Anderson, Revoloesi Pemoeda, Pendudukan Jepang dan Perlawanan di Jawa 1944-1946, Pustaka Sinar Harapan, jakarta 1988.

* Soehoed Prawiroatmodjo, Perlawanan Bersendjata Terhadap Fasisme Djepang, Jakarta, Merdeka Pres, 1965, dikutip dalam Sidik Kertapati.

Misteri Hilangnya Supriyadi dan Pemberontakan PETA (1)

​PEMBERONTAKAN tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar, pada 14 Februari 1945, memiliki nilai historis yang sangat besar bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan fasisme Jepang.

Dalam peristiwa itu, sejumlah tentara PETA yang dipimpin tiga orang perwira dan seorang bintara, terdiri dari Muradi, Supriyadi, Suparjono, dan Sunanto melakukan gerakan bersenjata.
Gerakan ini pada awalnya akan dilakukan secara serempak oleh Daidan Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya. Namun rencana itu diketahui oleh Jepang dan pemberontakan akhirnya dibatalkan.

Tetapi informasi itu tidak sampai ke Daidan Blitar. Sulitnya komunikasi masa itu, membuat para pemimpin PETA di Blitar tetap melanjutkan rencana mereka untuk melakukan pemberontakan.

Percakapan para pemimpin pemberontak di ruang jaga Kesatrian Daidan Blitar sesaat sebelum pemberontakan di bawah ini membuktikan tidak sampainya informasi tentang rencana pembatalan itu.

“Jadikah malam ini?” tanya Muradi yang langsung dijawab oleh Supriyadi, “Menunggu apalagi? Penderitaan rakyat sudah sampai dipuncak dan sudah tidak tertahankan lagi.”

“Bagaimana bapak-bapak dan saudara-saudara lainnya?” sambung Muradi menyangsikan persiapan yang dilakukan daidan lainnya. “Mereka sudah mengetahui semuanya,” timpal Suparjono cepat.

“Kalau kita mulai, mereka akan dengan sendirinya mengikuti gerakan kita. Harus ada yang berani memeloporinya,” terang Suparjono meyakinkan para pemimpin pemberontakan untuk bergerak terus.

“Dalam perang Bratayuda, Sang Kresna memuji para kesatria yang berani mengorbankan jiwa-raganya dengan tidak menanyakan lebih dahulu, untuk apa?” tambah Supriyadi dengan bersemangat.

“Kresna, Arjuna dan seluruh Bratayuda tidak ada hubungannya dengan kita ini. Bagaimana rencana yang sesungguhnya,” sela Sunanto menenangkan suasana yang mulai emosional itu.

“Kita bunuh semua orang Jepang yang ada di sini. Selanjutnya bersama dengan daidan lainnya menyerang tiap pasukan tentara Jepang yang digerakkan untuk menindas kita,” terang Supriyadi.

“Apakah daidan lainnya akan mengikuti kita dan mengetahui apa yang kita mulai?” sela yang lainnya dengan cemas. “Tentu!” jawab Supriyadi dengan sangat yakin.

“Kita sudah mengadakan hubungan dengan mereka. Kita harus mengambil siasat yang terbaik, ialah siasat mendahului menyerang,” tegas Supriyadi. “Risikonya terlalu besar,” sela yang lainnya.

“Risiko apa? Apakah kita mau disamakan dengan orang-orang yang mengaku dan menamakan diri sebagai pemimpin rakyat, tetapi hanya bisa bicara saja?” tanya Supriyadi. “Kita tidak mengetahui bagaimana kekuatan musuh kita,” tanya yang lainnya.

“Lebih baik begitu! Sejarah perang penuh dengan contoh yang membuktikan bahwa dalam keadaan yang jelek sekalipun dapat juga dicapai kemenangan-kemenangan,” timpal Supriyadi lagi.

“Tanah Air menunggu kapan kita mulai memenuhi kewajiban,” katanya menutup pertemuan rahasia itu.

Setelah percakapan itu, masing-masing pemimpin pemberontakan langsung bergerak ke gudang senjata dan misiu, serta peluru-pelurunya dibagi-bagikan kepada masing-masing pasukan pemberontak.

Pembagian senjata pada masa itu merupakan hal yang biasa bagi daidan, karena sering melakukan latihan perang dengan peralatan dan perbekalan lengkap hingga tidak mencurigakan.

Akhirnya, pada 14 Februari 1945 pukul 03.00 Wib, saat Kota Blitar tengah tertidur lelap, para tentara PETA Blitar melakukan sejumlah serangan terhadap orang-orang Jepang.

Warga yang mengetahui adanya suara letusan di pagi buta itu awalnya mengira berondongan senapan yang datang dari timur kesatriyan dan terus mendekat ke Hotel Sentrum sebagai latihan perang.

Namun saat terdengar teriakan “Merdeka! Merdeka!” perkiraan warga langsung berubah. Apalagi setelah terdengar suara lonceng lima kali, warga langsung keluar berhamburan ke luar rumah.

“Salah seorang tetangga mendekat dengan nada setengah berbisik. Di Hotel Sakura ada Jepang yang terbunuh. PETA-PETA menyerukan Merdeka, ikut Jepang atau ikut PETA,” cerita salah seorang saksi.

Di sepanjang jalan raya terdapat mayat-mayat tergeletak. Mereka adalah para serdadu Jepang yang tewas dibunuh saat tengah mabuk sake dan mereka yang dianggap sebagai mata-mata Jepang.

Dari Hotel Sakura, para tentara PETA bergerak menuju rumah penjara. Sebanyak 285 narapidana yang terdiri dari para kriminal dibebaskan. Mereka teriak kegirangan “Merdeka! Merdeka!”

Selain menyasar para tentara Jepang dan mereka yang dituduh mata-mata dan kaki tangan Jepang, serangan tentara PETA juga mengarah kepada orang-orang Tionghoa dan orang-orang Indo Belanda.

Dari alun-alun, para tentara PETA bergerak ke kecamatan-kecamatan. Saat di Kecamatan Nglegok, para tentara PETA menemui rakyat yang telah berkumpul dan menyampaikan tujuannya untuk merdeka.

Kejujuran 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ}

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar (jujur ). (At-Taubah: 119)

Yakni jujurlah kalian dan tetaplah kalian pada kejujuran, niscaya kalian akan termasuk orang-orang yang jujur dan selamat dari kebinasaan serta menjadikan bagi kalian jalan keluar dari urusan kalian.

Resep Martabak Bangka

Resep Martabak Bangka Super Kenyal, Anti Gagal! Semua Orang Pasti Bisa Membuatnya.. 

Silahkan SHARE untuk menyimpan resep, dengan mengklik tombol share ,resep otomatis akan ke save di FB bunda.
Bahan-bahan :
– 400gr tepung terigu segitiga

– 520 ml air

– 5 sdm gula pasir

– 1sdt soda kue /baking soda / bicarbonat of soda

– 5 sdm susu bubuk

– 2 butir telur

– 1sdt garam halus

– Gula untuk taburan

– Mentega butter olesan

– 1/4 sdt soda untuk tambahan tiap loyangnya
Bahan Isiannya :

– Kacang sangrai yg diblender kasar

– Keju parut

– Mesis

– Macam2 selai jg boleh sesuai selera

– Masukan tepung dallam wadah kasih air sambil diaduk pke whisk – lalu masukan telur aduk terus sambil dimasukan bahan2 lainnya, gula ,susu, soda dan garam kocok smpe smua rata dan tepung jg licin tidak bergerindil dan sedikit berbuih adonannya .

– Tutup dgn lap ato pladtik selama 60 menit.
Cara membuatnya :

– Panaskan teflon sampe betul2 panas .

– Ambil adonan disesuaikan dgn besarnya teflon .

( sya bagi 6 ,untuk ukuran teflon 15cm )

– Beri tambahan soda kira2 seujung sendok teh/sesuaikan uk teflon/bahan,aduk rata.

– Tuang ke teflon panas kecilkan sedikit api nya.

Bila adonan sudah mulai bergelembung2 ,kecilkan lg api nya supaya tsk gosong lapisan kulit bawahnya.tutup sampai berbentuk pori2 kasih mentega di beberapa bagian dan taburi gula ,tutup lg dan matikan kompor .

– Biarkan martabak masak dgn sisa panas dari teflon .

– Matang angkat dan beri isian sesuai selera terakhir cucurkan susu kental sebagai sentuhan akhirnya olesi kulit martabak dgn mentega ,potong menurut selera,siap dihidangkan.

Catatan : setiap mau masak loyang berikutnya soda ditambahkan untuk setiap adonan/teplonnya

Sumber Resep : Ricka Erlyani 

Upah Buruh Tani Sampai Pembantu Rumah Tangga Naik di Juli 2017

​JawaPos.com – Rata-rata upah nominal buruh tani pada Juli 2017 naik sebesar 0,18 persen dibanding upah buruh tani Juni 2017, yaitu dari Rp 49.912 menjadi Rp 50.003 dan upah riil naik sebesar 0,03 persen dibanding Juni 2017, yaitu dari Rp 37,396 menjadi Rp 37.408.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (15/8). “Bulan Juli ini tumbuh melambat, walau begitu tetap lumayan,” ujarnya.
Sementara itu untuk buruh bangunan (tukang bukan mandor) per hari naik 0,12 persen dari bulan sebelumnya, yaitu Rp 83.975 menjadi Rp 84.076 per hari. Meskipun secara riil penurunan 0,10 persen yaitu dari Rp 64.736 menjadi Rp 64.674..

Berita Terkait

Dukung Buruh Mogok Nasional, Rieke Kritisi Kebijakan Jokowi

Alhamdulillah, MK Kabulkan Tuntutan Buruh

Upah buruh potong rambut wanita naik 0,10 persen dari Rp 25.649 menjadi Rp 25.675 per kepala. Secara riil turun 0,12 persen dari sebelumnya Rp 19.772 menjadi Rp 19.750.

Pembantu rumah tangga juga mengalami hal serupa, dengan kenaikan upah 0,28% dari Rp 375.090 menjadi Rp 376.140 per bulan. Untuk upah riil ada kenaikan 0,06 persen dari sebelumya Rp 289.153 menjadi Rp 289.338.