Sajak PHK

​Sajak PHK

diadopsi dari puisi Chairil Anwar Antara Karawang-Bekasi

****************************

Kami yang kini tertunduk antara pabrik-pabrik

Tidak bisa teriak “Merdeka” dan bekerja lagi

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar seru kami

Terbayang kami maju dan berdegap aksi?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami jadi pengangguran. Yang tinggal dompet diliputi debu

Kenang, kenanglah kami

Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi aksi belum selesai, belum apa-apa

Kami sudah beri kami punya tenaga

Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa ter-PHK

Kami cuma tulang-tulang berseragam Serikat

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang kami

Gerakan kami melayang untuk kemerdekaan,kemakmuran dan masa depan yang lebih baik

Atau hanya asap knalpot yang melayang ke udara

Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang-kenanglah kami

Menjaga Buruh pabrik

Menjaga Buruh tani

Menjaga Buruh bangunan

Kami sekarang seperti zombie

Berilah kami arti

Berjagalah terus di garda depan

impian,pernyataan dan aksi

Kenang-kenanglah kami

Yang tinggal tulang-tulang diliputi dendam

Beribu kami tertunduk antara

pabrik-pabrik yang congkak

Minggu, 28 Februari 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s