Pidato Jenderal Gatot Nurmantyo

​Assalamualaikum Wr. Wb. 

Saudaraku semua.  Semoga kita selalu dalam lindungan dan keridhoan Allah SWT.   

Aamiin Yra🙏🙏🙏

*Pidato Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo … Masyaa Allah sangat bagus untuk kita simak.*
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Yang terhormat,

Ketua-ketua umum ormas Islam

Tokoh tokoh lintas agama

Para pejabat pemerintah daerah dan para pejabat TNI Polri.

Para Ulama-Santri segenap para alim ulama para Kiai, hadirin undangan yang bebahagia.

Tidak ada yang pantas kita ucapkan selain puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT Karena hanya atas kuasa dan ridhonya kita dapat hadir dalam acara Peringatan 70 Tahun Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama di Tugu Proklamasi yang memiliki nilai stratagis.

Dalam kesempatan ini perlu saya jelaskan, mengapa begitu saya diundang saya hadir di sini. Saya datang tidak sendirian, saya datang dengan dengan pasukan-pasukan khusus. Ada Kopasus, ada Marinir, ada Paskas, ada Kostrad, ada Armed.

Ini untuk mengingatkan generasi muda, bahwa perjuangan bangsa sejak proklamasi kemerdekaan tidak dilakukan oleh TNI, tetapi yang merebut kemerdekaan adalah seluruh komponen bangsa, termasuk para ulama. Setelah merdeka baru TNI lahir. Jadi yang memerdekaan bangsa Indonesai bukan TNI, tetapi bapak-ibu kandung TNI, sehingga TNI adalah anak kandung rakyat.

Karena sejarah mencatat rangkaian peristiwa ini, bersentuhan langsung dengan kedaulatan Republik Indonesia, Terdapat 4 peristiwa penting yang saling mempengaruhi dan saling menguatkan yaitu: peristiwa tanggal 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. 5 Oktober hari pembentukan TKR sekarang TNI. 22 Oktober sebagai hari dicetuskannya Resolusi Jihad NU. Dan 10 November pecahnya perang di Surabaya yang kita kenal sebagai hari pahlawan hanya dalam hitungan empat bulan.

Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi terhadap semangat dan motivasi yang ditunjukkan para santri sebagai generasi muda bangsa yang terus memelihara dan meneguhkan komitmennya terhadap perjuangan para pahlawan serta kecintaan pada tanah air, salah satunya diwujudkan pada gerak jalan memperingati Resolusi Jihad yang menempuh jarak ratusan kilometer diawali dari tugu pahlawan di Surabaya dan sampai di tugu proklamasi di Jakarta.

Hadirin undangan, peserta gerak jalan yang berbahagia.

Setelah tujuh puluh tahun berlalu, hikmah dan pelajaran yang diperoleh dari peristiwa Resolusi Jihad antara lain: bahwa perjuangan melawan penjajah saat itu, terkait erat dengan Resolusi Jihad yang dikumandangkan oleh Ra’is akbar NU KH. Hasyim Asyari pada tanggal 22 Oktober 1945.

Bangsa penjajah tidak rela negeri ini merdeka sehingga berusaha untuk menguasai kembali tanah air kita. NICA membonceng sekutu untuk menguasai tanah air Indonesia, namun hal itu diketahui oleh para pejuang kemerdekaan dan ditindaklanjuti dengan merapatkan barisan untuk menolak kedatangan kolonialis.Untuk itu para santri berkumpul di seluruh wilayah, Jawa, Madura, seluruh Jawa mereka mengatur langkah strategi perjuangan sebagai kewajiban mempertahankan tanah air dan bangsanya.

Peran KH Hasyim Asy’ari
Dan pada tanggal 17 September 1945, Presiden Soekarno, memohon fatwa hukum mempertahankan kemerdekaan bagi umat Islam kepada KH. Hasyim Asyari, sehingga KH. Hasyim Asyari mengeluarkan sebuah fatwa jihad yang berisikan jihad bahwa perjuangan membela tanah air adalah merupakan jihad fi sabilillah.

Dan selanjutnya menilai situasi di sekitar Surabaya Jawa Timur, atas pemikiran Mayor Jenderal TKR pada waktu itu, Mustopo, sebagai komandan sektor perlawaan Surabaya, bersama Sungkono, Bung Tomo dan tokoh-tokoh Jawa Timur menghadap KH. Hasyim Asyari untuk melakukan perang suci atau jihad dengan sasaran mengusir sekutu dan NICA yang dipimpin oleh Brigjend Mallaby untuk menunjukkan eksistensi adanya perlawanan dan kedaulatan Republik Indonesia. Mengapa demikian, karena pada saat memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, banyak bangsa-bangsa dunia dan PBB belum yakin apakah perjuangan kemerdekaan bangsa ini diberi hadiah oleh penjajah ataukah perlawanan rakyat. Untuk itu makna perjuangan 10 November mempunyai makna yang luar biasa, bahwa bangsa Indonesia bukan diberi tapi melawan mengusir penjajah. Maka lahirlah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yaitu berperang menolak dan melawan penjajah itu fardhu ain yang dikerjakan oleh setiap orang Islam laki-laki, perempuan, anak-anak bersenjata atau tidak.Bagi yang berada dalam jarak lingkaran 94 km dari tenpat masuk dan kedudukan musuh. Bagi orang-orang yang berada di luar jarak lingkaran tadi kewajiban itu menjadi fardhu kifayah yang cukup kalau dikerjakan sebagian saja untuk membantu perjuangan di wilayahnya.

Tanpa Resolusi Jihad, maka tidak ada perlawanan heroik. Jika tidak ada perlawanan heroik maka tidak ada hari pahlawan 10 November. Dan bisa mungkin mustahil bangsa Indonesia ada seperti saat ini.
Saya ingin pula menceritakan bahwa sebenarnya, perlawanan secara heroik bukan dilaksanakan tanggal 10, tetapi lebih awal. Jadi pada saat itu KH. Hasyim Asyari menyampaikan,”Kita tunda, kita menunggu singa Jawa Barat, yaitu Kiai Abbas bin Abdul Jamil”. Beliau adalah cicit dari MBah Muqoyyim, pendiri pesantren Buntet Cirebon.

Dan KH. Hasyim Asyari memerintahkan setelah Kiai Abbas bin Abdul Jamil datang, memerintahkan bahwa komando tertinggi Laskar Hizbullah diserahkan untuk memimpin langsung penyerangan sekutu di Surabaya pada tanggal 10 November 1945.

Pengaruh yang kuat membuat keputusan KH. Hasyim Asyari tersebut mengundurkan waktu sangat tepat. Sehingga terjadilah pertempuran yang sangat heroik yang kita kenal hari ini menjadi hari pahlawan. Hari ini mempunyai makna yang bisa kita petik dari peristiwa tersebut, bahwa perjuangan dan kepentingan mempertahankan kedaulatan negara berdimensi lintas etnis dan lintas wilayah. Siapapun dan di manapun mempunyai kewajiban yang sama membela bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tiga Jimat Jendral Sudirman

Dalam kesempatan ini pula saya ingin mengingatkan, dan menggarisbawahi bahwa perjuangan kemerdekaan Resolusi Jihad, hari pahlawan, dan TNI memiliki hubungan historis yang erat dan menentukan. Kita tahu bahwa panglima TNI yang abadi, yang pertama, yaitu Jendral Sudirman, adalah seorang guru agama, seorang santri. Saya sedikit menceritakan bagaimana perjuangan Jenderal Sudirman. Bahwa pada saat Jendral Sudirman belasan orang melakukan gerilya, ada satu orang penghianat. Maka pada saat Jendral Sudirman di rumah penduduk, karena penghianat ini melaporkan kepada Belanda, dikepung.

Tim pengamanan paling depan melaporkan, “Pak Dhe kita sudah dikepung.”

“Tenang, semuanya ganti pakaian, dan berdzikir bersama-sama saya.” (Mereka) melakukan tahlil Lailahaillah, Lailahaillah, Lailahaillah.

Belanda masuk, ditunjukkan anak buahnya Pak Dirman (yang pengkhianat itu), “Ini yang namanya Sudirman, yang Tuan cari-cari selama ini.”

Dilihat-lihat (oleh pihak Belanda),“Saya tidak percaya ini Sudirman.”

“Pak Saya anak buahnya, saya bersama-sama bergerilya.”

Dilihat-lihat lagi, tapi tetap tidak percaya.

Belanda itu mencabut pistol. “Kamu pembohong!” Dan penghianat itu ditembak di depan Pak Dirman.

Makna ini mengingatkan, jangan sekali-kali kita menjadi penghianat bangsa. Baru di dunia saja sudah dihukum oleh Allah apalagi di akhirat nanti.

Kemudian, peristiwa demi peristiwa Pak Dirman dikawal oleh Pak Tjokropranolo, dan Pak Suparjo Rustam. Beliau berdua Pak Tjokropranolo dan Pak Rustam, karena saking penasarannya bertanya. Pak Dirman kadang-kadang dipanggil Pak Dhe kadang-kadang dipanggil Pak Yai. “Pak Yai, saya pingin tahu, jimatnya Pak Yai itu apa? Kita dikepung, Pak Yai tenang saja. Malah penghianat yang ditembak. Kita ditembaki, Pak Yai tenang-tenang saja.”

Beliu menjawab, “Kamu ingin tahu? Saya punya tiga jimat. Jimat yang pertama, saya tidak pernah lepas dari bersuci. Jadi kalau batal wudhu kamu kan bawa kendi saya, saya selalu berwudlu. Itu jimat yang pertama. Jimat yang kedua saya tidak pernah shalat tidak tepat waktu. Selalu bersih, waktunya shalat saya pasti salat, kamu tahu kan? Dan yang ketiga, jimat saya yang ketiga adalah semua yang saya lakukan dengan tulus dan ikhlas untuk rakyat dan bangsa Indonesia.”
Wassalamua’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
 Video Pidato lengkap Jendral Gatot Nurmantyo bisa dilihat di situs Youtube dengan link berikut: 

htttps://www.youtube.com/watch?v=124ia_KQ23A

Setor Iuran Rp 16.800/Bulan, Pekerja Informal Bisa Ikut BPJS Ketenagakerjaan

​Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus membidik para pekerja informal. Salah satunya seperti yang dilakukan Kantor BPJS Cabang Cilincing, Jakarta Utara.

Kepala Kantor BPJS ketenagakerjaan Cilincing Jakarta Utara, Deni Yus Yulian, mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait program BPJS Ketenagakerjaan terhadap para pekerja informal, mulai dari pedagang, hingga pengemudi ojek online .

Menurut Deni, banyak keuntungan yang didapat pekerja informal dari mengikuti program tersebut.

“Jadi selama mereka bekerja, mulai dari rumah sampai tempat bekerja, kalau ada kecelakaan, nanti biaya kami tanggung 100%. Tanpa ada batasnya, dan kami siapkan Rumah Sakit pemerintah kamar kelas satu. Kalau meninggal karena kecelakaan kami berikan Rp 48 juta, lalu biaya pemakaman Rp 3 juta, dan biaya santunan pendidikan anak Rp 12 juta,” ungkap Deni kepada detikFinance , di Balai Yos Sudarso, Jakarta Utara, Sabtu (21/10/2016).

Selain itu, kata Deni, jika telah sembuh, maka BPJS Ketenagakerjaan akan mengganti biaya santunan sementara tidak mampu bekerja. “Jadi misalnya dia butuh istirahat dirawat di RS selama satu bulan. Nanti kita ganti biaya dia bekerja selama satu bulan, menyesuaikan penghasilannya,” terangnya.

Untuk mendapatkan fasilitas itu semua, Deni mengatakan, hanya dengan membayar iuran sebesar Rp 16.800 per bulan.

“Jadi cuma bayar sebesar itu, untuk dapat semua jaminan ini. Lalu dengan kurun waktu tidak lebih dari 14 hari kerja, langsung bisa mencairkan dana santunan tersebut, seperti santunan sementara tidak mampu bekerja, kematian, dan Jaminan Hari Tua (JHT),” tutur Deni.

Sumber : http://www.detik.com

Kontemplasi Tahun 2016 (1)

Sehebat-hebatnya pengurus SPSI/Serikat Buruh pada akhirnya semua tergantung pada kondisi ekonomi perusahaan dan kondisi mental-fisik seluruh anggota 

Periode Tahun 2013- 2016 adalah  tahun penuh dinamika dalam sejarah ikut andil dalam kepengurusan SPSI karena jadi Ketua. Dianggap layak dan terpilih dengan suara terbanyak dalam Musnik menjadikan sedikit tersanjung juga terbebani tanggung jawab yang berat. Menatap tantangan yang kelak menjadikan diri ini dipuji atau dicaci. 

Kukatakan pada diri sendiri jadi Pemimpin harus siap segalanya. Apa artinya?  Siap kehilangan, siap berkorban, bahkan sampai siap mati pun. Ya ini harus dipersiapkan jadi pengurus organisasi Serikat Pekerja atau pengurus organisasi apapun, kebetulan dulu juga pernah jadi ketua RT yang bertugas untuk melayani keperluan warga. Jadi pengurus Serikat bebannya agak lebih berat dibanding jadi ketua RT karena kita dihadapkan pada hubungan INDUSTRIAL. 

Di satu sisi kita adalah pengurus Serikat yang punya tugas mengayomi anggota tapi disisi lain kita juga karyawan yang tunduk pada order perusahaan, beruntung Serikat Pekerja RTMM Manohara telah menjalin kemitraan yang baik. Tercatat hanya 1 x ada gejolak Karyawan vs manajemen itu pun saat Serikat baru lahir di Manohara yaitu Gejolak menuntut Persoanalia mundur hingga berujung unjuk rasa dan berakhir dengan pembubaran paksa karena unjukRasa menutup Jalan Raya Surabaya-Mojokerto dan lagi saat itu ada perhelatan penting di Jatim yakni PON 2000 yang pembukaannya di Sidoarjo. 

Apakah aku hebat?  Bagus saja tidak, tapi lumayanlah ada yang bisa aku banggakan sekaligus ada yang aku prihatinkan. 

Jadi Ketua PUK SPSI Manohara sebenarnya tantangannya tidak terlalu menyeramkan. Ini dampak kemitraan yang dibangun oleh pengurus2 terdahulu. Namun tahun 2016 benar2 tahun sulit bagi perusahaan dan itu jadi dilema buat pengurus periode 2013-2016. Perusahaan telah mengalami kegoncangan hebat akibat cash flow mengalami turbulensi. Ini seperti Pesawat terbang dalam cuaca buruk di angkasa mendadak naik lalu turun tajam. Keadaan yang terjadi di tahun 2016 adalah akumulasi kondisi turbulensi sejak tahun 2012. 

Pengurus SPSI &  Manajemen telah berusaha menahan2 agar tdk terjadi PHK Massal tapi pemasukan dan pengeluaran yang hampir seimbang bahkan kas perusahaan isinya cuma Lembaran2 tagihan dari pihak suplier bahan baku produksi. 

Hebatnya Manajemen masih mengakui bahwa ada lonjakan profit yang didapat untuk periode tertentu, tapi seakan tak ada artinya buat nutupi defisit dan mencicil hutang. 

General Manajer Mahaghora Grup yang membawahi manajemen Manohara menjlentrehkan semuanya melalui lembaran panjang agar PUK mengerti kondisi perusahaan. 

Inilah yang aku ingat omongan pak Belly waktu itu pas acara buka puasa bersama tahun 2015 :” Saya tidak keberatan upah pekerja berapa pun, malah secara pribadi saya senang upah pekerja tinggi karena dampaknya daya beli juga tinggi, orang akan membelanjakan uangnya dan ekonomi jalan, tapi orang2 jaman sekarang uangnya banyak untuk beli gadget, HP, PS, Laptop, dan kendaraan,alokasi untuk jajan sedikit akibatnya mereka cari jajanan yang murah, dan produk Manohara kategori jajanan yang mahal”

Bersambung…. 

Mengurus Mutasi SIM

​Fajar  published a note.

Bulan Maret sesuai bulan lahir SIM masa berlakunya mau habis perlu diurus untuk masa berlaku 2013-2018

mutasi+perpanjangan biaya 75rb,surat KSEHATAN 22rb,fotokpKTP+SIM+map 2rb

alhamdulillah SIM Baru Jombang kudapat

July 30, 2013 at 5:27pm 

kalo SIM belum mati, diurus di SATPAS SIM kota asal(Surabaya) di loket MUTASI KELUAR,

menyerahkan fotokopi KTP+SIM 2 Lembar,

nanti dapat berkas dimasukkan ke dalam amplop coklat bersama fotokopian KTP+SIM. Terus menuju ke SATPAS SIM Kota yg dituju (Jombang) 

masukkan berkas dari SATPAS Kota asal ditambah surat kesehatan dan fotokopi KTP SIM 3 lembar dijepret di map ke loket MUTASI MASUK/PERPANJANGAN, nanti dpt formulir data2 pribadi yg hrs diisi sesuai KTP.

Lalu masukkan ke loket BANK utk membayar biaya MUTASI.Terus nggu difoto. Setelah Foto nunggu panggilan untuk ambil SIM Baru.

Pengurusan Balik Nama Motor

​Motor Vario tahun 2011 yg beli seken di pak Samuji STNK-nya butuh pengesahan baru utk periode 2016-2021. Sekalian balik nama ngurus di Samsat Jombang (Sistem Administrasi Satu Atap). 

Syarat2 yg di bawa :

1. BPKB

2. STNK

3. KTP

4. Kuitansi bermaterai 6000

KTP Penjual tidak perlu.

 Semua berkas2 itu serahkan ke bagian fotokopi sambil bilang utk BALIK NAMA,nanti akan dimasukkan map bercap “BALIK NAMA”.

Setelah berkas difotokopi dan distaples jadi satu di map diantarkan ke Loket CEK FISIK. di loket ini menerima form+kertas  utk keperluan gesek nomer Rangka+Mesin. di sini perlu melambaikan secarik uang agar diperhatikan petugas yg bagian gesek

Setelah gesek nomer rangka+mesin map diantar kembali ke loket cek fisik dan oleh petugas akan disuruh memindahkan kendaraan yg ada di tempat cek fisik ke tempat parkir. bukti parkir akan diminta waktu dipanggil utk menerima map kembali. 

Setelah menerima map kembali lalu di antar ke RUANG BERKAS di Lantai dua Kantor utk mendapatkan STEMPEL  kemudian turun lagi Menuju Loket pembayaran biaya BeaBalikNama+pembuatan TNKB (Tanda Nomer Kendaraan Bermotor). Kemarin kena 80rb+80rb total 160rb (bukti pembayaran dari BRI)

Setelah bayar dan menerima map kembali yg ditambahi formulir registrasi lalu map diantar ke Ruang Registrasi.

di Ruang Registrasi isi map kita tunjukan ke petugas (kebetulan kemarin ada anak SMA yg PKL) utk dikasih panduan pengisian formulir, mana kolom yg mesti diisi sesuai STNK dan mana kolom yg diisi sesuai KTP Pemilik motor.Bukti pembayaran dari BRI diambil(dibuang ke keranjang sampah).

Lalu diisi sendiri kayak mengerjakan soal2 ujian hehehe….

Setelah komplit map diserahkan ke Loket 1 Registrasi/Pendaftaran/Pengesahan. tinggal nunggu panggilan.. panggilan pertama bayar pajak Kendaraan..

Setelah bayar 195rb+35rb (SWDKLLJ) +15rb?=245rb dan mendapat bukti pembayaran pajak lalu nunggu panggilan kedua. Panggilan kedua utk Menerima STNK BARU dg menunjukkan bukti pembayaran PKB..Setelah itu ke Ruang pembuatan Plat Nomer dg menyerahkan STNK BARU.Seluruh proses tidak sampai 3jam.. sebelum Lohor sdh sampai rumah..oh ya BPKBnya kalo ngambil 3 bulan lagi’, sekitar bulan Januari. kenapa selama itu? masih misteri.

Ini Syarat-Syarat apabila STNK Hilang :

Untuk mengajukan pengesahan STNK baru namun STNK yang lama hilang terlebih dulu mengajukan permohonan STNK DUPLIKAT. 

Pengurusannya sama seperti pengajuan STNK Baru namun berkas dilengkapi bukti Telah mengiklankan Kehilangan di koran lewat biro iklan dan mengisi form2 dibawah ini:

Ada Form yang mesti di tandatangani Kades (tapak asto Lurah )

Jangan lupa siapkan matere 6000 

Generasi 70/80-an

*Yang lahir tahun 60 – 70 – 80….

Sekedar anda tau.

Kita yg lahir di tahun 60-70-80an, adalah generasi yg layak disebut generasi paling beruntung.

Karena kitalah generasi yg mengalami loncatan teknologi yg begitu mengejutkan di abad ini, dg kondisi usia prima.

✌✊👊👍

Kitalah generasi terakhir yg pernah menikmati riuhnya suara mesin ketik. 

Sekaligus saat ini jari kita masih lincah menikmati keyboard dari laptop kita.

📃📄📝💻💻

Kitalah generasi terakhir yg merekam lagu dari radio dg tape recorder kita.

Sekaligus kita juga menikmati mudahnya men download lagu dari gadget.

😄🔊📻📼📱

Kitalah generasi dengan masa kecil bertubuh lebih sehat dari anak masa kini karena lompat tali, loncat tinggi, petak umpet, galasin adalah permainan yg tiap hari akrab dg kita.

Sekaligus saat ini mata dan jari kita tetap lincah memainkan berbagai game di gadget .

🏃🎈🏊💃📱💻

Masa remaja.

Kitalah generasi terakhir yg pernah mempunyai kelompok /geng yg tanpa janji, tanpa telpon/sms tapi selalu bisa kumpul bersama menikmati malam minggu sampai pagi.

Karena kita adalah generasi yg berjanji cukup dg hati. 

Kalau dulu kita harus bertemu untuk terbahak bersama. 

Kini kitapun tetap bisa ber ”wkwkwkwk 

😄:D:mrgreen:😝😛😜😂”

Di grup Facebook/whatsApp/line . 

🎇🌠🌌🌈

Kitalah generasi terakhir yg pernah menikmati lancarnya jalan raya tanpa macet dimana-mana.

Juga bersepeda motor menikmati segarnya angin jalan raya tanpa helm di kepala

:mrgreen::D😅🚴 🚵

Kitalah generasi terakhir yg pernah menikmati jalan kaki berkilo meter tanpa perlu berpikir ada penculik yg membayangi kita.

👧🚶👬🏃💃

Kitalah generasi terakhir yg pernah merasakan nikmatnya nonton tv dg senang hati tanpa diganggu remote untuk pindah chanel sana sini :|:(:(:(

Kita adalah Generasi yang selalu berdebar debar menunggu hasil cuci cetak foto, seperti apa hasil jepretan kita.

Selalu menghargai dan berhati2 dalam mengambil foto dan tidak menghambur hamburkan jepretan dan dan mendelete nya jika ada hasil muka yang jelek.

Saat itu hasil dengan muka jelek kita menerimanya dengan rasa ihklas.

Ihklas dan tetap ihklas apapun tampang kita di dalam foto.

Tanpa ada editan Camera 360 photoshop atau Beauty face.

Betul2 generasi yg menerima apa adanya.

📷📸📸📸📸📷🔝

Kitalah generasi terakhir yg pernah begitu mengharapkan datangnya pak pos menyampaikan surat dari sahabat dan kekasih hati. 😍📬😍📩😘

Kita mungkin bukan generasi terbaik. Tapi kita adalah generasi yang 

LIMITED EDITION.

Kita adalah generasi yg patuh & takut kpd ortu (meskipun sembunyi2 nakal & melawan) tp kita   generasi yg mau mendengar & komunikatif terhadap anak cucu.

Itulah kita…. selalu bersyukur atas nikmat yg telah kita terima

Anda generasi itu?

*Indahnya waktu itu……..*

Saving Private Ryan

Saving Private Ryan adalah film Amerika Serikat bergenre sejarah-perang tahun 1998 yang bertemakan peperangan di saat invansi Normandia pada Perang Dunia II . Film ini disutradarai oleh Steven Spielberg dan skenario ditulis oleh Robert Rodat . Film ini dibintangi oleh Tom Hanks ,Tom Sizemore , Edward Burns, Barry Pepper , Vin Diesel, Giovanni Ribisi ,Adam Goldberg, Jeremy Davies , dan Matt Damon. 

Film ini mengisahkan petualangan Kapten John H. Miller dalam usaha penyelamatan seorang prajurit bernama Ryan yang kehilangan ke-3 saudaranya dalam perang dan diperintahkan untuk kembali ke Amerika Serikat oleh departemen peperangan Amerika Serikat.

Alur cerita

Film dimulai saat veteran perang dunia II (Harrison Young ) dan keluarganya berziarah ke Taman Makam Pahlawan Normandia-Amerika , Colleville-sur-mer ,Perancis . Veteran tersebut lalu jatuh berlutut dan menangis di depan sebuah makam. Pada saat itu, scene film berganti menjadi ketika awal dilakukannya Invasi Normandia. Satu di antara pemimpin invasi, Kapten John H. Miller (Tom Hanks ) memimpin pasukannya menembus perbatasan milik Jerman di Pantai Omaha ,Normandia.

Sementara, di Amerika Serikat,

jenderal George Marshall mengetahui bahwa 3 dari 4 prajurit Ryan bersaudara telah terbunuh, maka, agar Ryan bungsu / perwira James Francis Ryan (Matt Damon ) tidak mengalami hal serupa dan dapat dikembalikan kepada ibunya, George Marshall memerintahkan agar suatu pasukan dapat mengembalikan pulang Ryan dengan selamat.

Di Perancis, Miller menerima perintah tersebut melalui komandan batalionnya, letkol Walter Anderson (Dennis Farina ). Ia pun memilih anggota pasukannya, dan terpilihlah 6 orang (Tom Sizemore, Edward Burns,Barry Pepper , Giovanni Ribisi , Vin Diesel, dan Adam Goldberg) untuk ikut dalam misinya, serta seorang kartografer militer, Timothy E. Upham (Jeremy Davies), sebagai penerjemah bahasa setempat (meski ia jarang menggunakan senapan).

Dengan tidak adanya informasi apapun di mana Ryan berada, pasukan Miller pun pergi ke Neuville . Di situ, salah seorang anggota mereka, Caparzo (Vin Diesel) tewas tertembak seorang sniper Jerman. Mereka melanjutkan perjalanan dan menemukan perwira James Frederick Ryan (Nathan Fillion ) yang ternyata salah orang. Pasukan Miller diberi tahu bahwa titik pendaratan pasukan penerjun yang sekelompok dengan Ryan mendarat di Vierville , dan mereka menuju Vierville.

Beruntung, salah seorang prajurit penerjun yang sekelompok dengan Ryan berada di Vierville, dan ia mengatakan bahwa semua anggota prajurit penerjun terpencar, namun mereka memiliki rally point di Ramelle. Pasukan Miller lalu menuju Ramelle, namun harus melewati kamp Jerman yang menggunakan radar tak terpakai (rusak) sebagai bangunan kamp. Mau tak mau, mereka harus berlari menembus kamp tersebut. Saat berlari melewati kamp tersebut,mereka berhasil membunuh hampir semua prajurit Jerman, namun salah seorang anggota pasukan Miller, Technician Fourth Grade Irwin Wade (Giovanni Ribisi ) tewas tertembak. Perwira Richard Reiben (Edward Burns) menemukan salah seorang anggota Jerman yang masih hidup (Joerg Stadler ) dan memukulinya, menyulut emosi semua anggota pasukan Miller, kecuali Upham yang protes kepada Miller karena tawanan tidak boleh dibunuh. Miller akhirnya melepasnya, dan menyuruhnya agar melangkah sambil ditutup matanya dan menyerah kepada patroli sekutu .

Heran dan kecewa dengan tindakan Miller, Reiben protes dan bertengkar dengan sersan Michael “Mike” Horvath (Tom Sizemore ), yang mengancam akan keutuhan tim, Miller menceritakan darimana asalnya dia berasal dan apa pekerjaannya sebelumnya, yaitu seorang guru dan mengajar bahasa Inggris dan baseball di sebuah sekolah kecil di Pennsylvania . Reiben yang tidak menyangka dan terkejut dengan profesi Miller sebelumnya, diam dan mau melanjutkan perjalanan, setelah mengubur jasad Wade.

Pasukan Miller akhirnya sampai di Ramelle, dan menghancurkan sebuah kendaraan pengintai milik Jerman, dibantu oleh sebuah pasukan kecil, termasuk Ryan di dalamnya. Kedua pasukan bergabung dan Miller lalu memberitahu Ryan bahwa kesemua saudaranya tewas, dan perihal mengenai maksud misinya, yaitu membawa Ryan pulang ke Amerika. Ryan awalnya tidak mau meninggalkan pasukannya, namun setelah mendengar perkataan Reiben bahwa ada 2 orang temannya yang tewas karena mencari Ryan (Caparzo dan Wade), Ryan mau menurut.

Namun, basis tempat pasukan Ryan tugas adalah perbatasan wilayah,dan akan ada serangan dari Jerman menuju ke situ, pasukan Miller akhirnya membantu dan bergabung melawan pasukan Jerman yang datang. Karena persenjataan Jerman lebih lengkap (2 buah Tiger tank, beberapa senapan mesin, 1 buah meriam FlaK 38 , dan ± 50 orang pasukan), pasukan Amerika terdesak, satu per satu anggota pasukan Miller tewas, dan ketika strategi menghancurkan jembatan perbatasan akan dilakukan, tank Jerman menggagalkannya, Miller tertembak di jembatan oleh “Steamboat Willie”, prajurit Jerman yang tidak jadi dibunuh oleh pasukan Miller saat di dekat Ramelle.

Saat tank Tiger hendak melewati jembatan, Miller yang terluka berusaha menembakinya dengan pistol , tapi tidak berhasil. Ketika tank tersebut di tengah jembatan, sebuah unit P-51 Mustang menembak tank tersebut, dan disusul oleh beberapa unit P-51 lainnya serta pasukan tambahan. Upham yang bersembunyi di dekat “Steamboat Willie”, muncul secara tiba-tiba dan menembaknya, yang merupakan orang pertama yang dibunuhnya dalam perang. Ryan lalu mendekati Miller yang sekarat, dan mendengar kata-kata terakhirnya sebelum tewas, yaitu “James…you earn this, earn it” , yang kurang lebih artinya

“James…kau Layak Mendapatkan ini, jangan sia-siakan hidupmu”.

Lalu, film kembali ke masa saat Ryan tua yang menjadi veteran berziarah ke makam Miller, seraya bertanya kepada istrinya, “Apakah aku sudah menjadi lelaki yang baik ?” dan istrinya menjawab sudah. Ryan lalu berkata kepada makam Miller, bahwa ia sudah menghargai “hidupnya” dan sudah menjadi lelaki yang baik. Ryan lalu hormat kepada makam Miller dan film pun selesai.

Pemeran

Pemeran utama

Tom Hanks sebagai kapten John H. Miller

Tom Sizemore sebagai sersan Michael “Mike” Horvath

Edward Burns sebagai Pratu Richard Reiben, penembak senapan B.A.R.

Jeremy Davies sebagai Technician Fifth Grade Timothy E. Upham, seorang kartografer dan interpreter militer. Terpilih dalam batalion Miller sebagai penerjemah bahasa Perancis dan Jerman

Barry Pepper sebagai Prada Daniel Jackson, seorang penembak jitu

Adam Goldberg sebagai Prada Stanley Mellish

Vin Diesel sebagai Prada Adrian Caparzo

Giovanni Ribisi sebagai Technician Fourth Grade Irwin Wade, petugas medis

Matt Damon sebagai Pratu James Francis Ryan, seorang prajurit penerjun

Pemeran pendukung

Ted Danson sebagai Kapten Fred Hamill, komandan kompani pengarah jalan (pathfinder)

Dennis Farina sebagai Letkol Walter Anderson, komandan batalion Miller

Nathan Fillion sebagai perwira James Frederick Ryan, perwira salah orang yang dicari batalion Miller

Paul Giamatti sebagai staf sersan William Hill, prajurit penerjun

Joerg Stadler sebagai “Steamboat Willie” (prajurit Jerman tak bernama yang selamat ketika batalion Miller menyerang kamp Jerman)

Maximilian Martini sebagai Kopral Fred Henderson, membantu batalion Miller saat di Ramelle

Harve Presnell sebagai Jenderal George Marshall

Leland Orser sebagai Letnan DeWindt, pilot pesawat transport Waco CG-4 yang jatuh

Bryan Cranston sebagai Kolonel I.W. Bryce, kolonel di departemen perang AS

David Wohl sebagai Kapten T.E. Sanders, departemen perang AS

Dylan Bruno sebagai perwira Toynbe, prajurit penerjun di Ramelle

Harrison Young sebagai James Francis Ryan saat tua.