Mogok Kerja Pekerja Cinema/Bioskop

Pekerja bioskop memimpin kampanye untuk mendapatkan upah layak karena mereka mengatakan gaji rendah membuat mereka menjalani kehidupan yang “genting” (precarious /tidak layak)

Brighton, Inggris – Pada hari Sabtu kelabu di bulan Maret, sekitar 40 pemrotes keluar dari pekerjaan mereka di Duke Cinema di resor tepi laut Inggris di Brighton. Rasanya lebih seperti sebuah perayaan daripada sebuah aksi industri karena pemrotes membawa banner memadati trotoar di depan bioskop.
Para Pekerja dari cabang-cabang Picturehouse di London,di mana Duke menjadi bagian jaringannya, pergi ke Brighton untuk bergabung dalam aksi tersebut, meneriakkan slogan-slogan dan mengantar kopi ke rekan mereka di jalur piket.

Pemogokan itu merupakan tonggak sejarah bagi para karyawan jaringan bioskop arthouse besar Inggris, tapi ini baru permulaan; Pertarungan yang sulit terbentang di depan.​

Selama tiga tahun terakhir, pekerja Picturehouse telah membangun sebuah kampanye untuk menuntut agar staf diberi upah hidup layak. Dengan nilai £ 9,75 per jam di London, £ 8,45 ($ 10,95) di seluruh Inggris, ini adalah gaji per jam yang berada di atas upah minimum yang ditetapkan pemerintah dan dihitung sebagai jumlah minimum yang dibutuhkan karyawan untuk hidup dengan nyaman. Ini bukan peraturan standar, namun lebih dari 3.000 pengusaha di Inggris telah berjanji untuk membayarnya.

Staf di Picturehouse mengatakan bahwa anggaran ketat dikarenakan upah sebesar £ 9.05 ($ 11,72) per jam mempengaruhi setiap aspek kehidupan mereka. “Anda bisa mendapatkan apa yang Anda bayar dan itu berarti bekerja berjam-jam,” kata John Karley, pegawai Picturehouse di London. “Rasanya sumpek, dan ini sangat menegangkan.”

Biaya hidup yang tinggi 

Biaya sewa dan biaya hidup yang tinggi, terutama di London, berarti bahwa upah rendah dapat memiliki implikasi yang serius. Perhitungan upah hidup, yang dinilai oleh think tank Pemikir Resolusi, memperhitungkan pengeluaran pokok untuk makanan dan kebutuhan pokok serta sewa, tagihan, perjalanan dan perawatan anak.

Dan semakin banyak orang harus mendapatkan upah rendah. “Kami memiliki catatan level-level pekerjaan, ada beberapa  jenis pekerjaan yang tidak digaji dengan layak,” jelas Mubin Haq, direktur kebijakan Trust for London, sebuah kelompok nirlaba yang berfokus pada Mengurangi kemiskinan dan ketidaksetaraan yang berkantor di ibukota. “Dan saat upah diperas anda juga menghadapi kenaikan biaya hidup ,jadi orang mendapatkan double whammy ini (sudah jatuh ketimpa tangga ).”
Bagi banyak pekerja  bioskop Picturehouse di London, harga sewa kamar di kota yang tinggi adalah yang terberat. Statistik dari Walikota London menunjukkan bahwa hampir semua wilayah di London bagian dalam memiliki harga sewa kamar lebih dari £ 130 ($ 168) seminggu.
Di Brixton, di mana pekerja bioskop Ritzy mogok, sewa rata-rata satu ruangan untuk bersama diperkirakan mencapai £ 686 ($ 888) per bulan. Dengan gaji yang layak saja ini adalah pengeluaran sekitar setengah gaji karyawan.

Ini tidak hanya mempengaruhi pekerja bioskop. Pada bulan Februari, pembersih yang dipekerjakan oleh universitas dan rumah sakit di London terus mogok karena kondisi dan upah.
” yang membuat kami frustrasi adalah orang-orang tidak mendapatkan jam kerja yang masuk akal,” kata Karley, menjelaskan bahwa sudah umum bagi pekerja untuk dipekerjakan dalam kontrak tanpa jam. Ini berarti mereka tidak dijamin beberapa jam kerjanya (peraturan internasional 7 jam/hari), dan bisa mendapati diri mereka bekerja lebih sedikit, atau bahkan tidak ada jam kerja.
Sejak 2008 jumlah pekerja di London yang dikontrak paruh waktu atau kontrak sementara meningkat dari 25 persen menjadi 29 persen.
Mereka yang mogok juga mengangkat isu tentang kesenjangan yang melebar antara pekerja rata-rata dan eksekutif perusahaan papan atas. Menurut media independen BECTU, kepala eksekutif Cineworld Mooky Griedinger dibayar £ 1,2 juta ($ 1,5 juta) pada tahun 2015, setara dengan £ 575 ($ 744) per jam.

Disparitas upah telah melebar dengan mantap sejak tahun 1970an, jelas Haq. “Kami telah diberitahu selama bertahun-tahun tentang kaitan kinerja dengan gaji dan skill ,” katanya, dan menambahkan bahwa argumen ini telah diimbangi oleh penelitian terhadap perusahaan berkinerja rendah dengan kepala eksekutif berpenghasilan tinggi.
“Tapi jika London benar-benar ingin menjadi tempat yang menarik untuk bekerja, perlu mempertahankan upahnya dengan upah yang layak tentunya .”

Meningkatnya kemiskinan 

Menurut sebuah studi baru-baru ini 13,5 juta orang di Inggris – atau 21 persen dari populasi – tergolong miskin, sebuah kategori yang didefinisikan sebagai hidup pada 60 persen pendapatan rumah tangga rata-rata nasional setelah dikurangi biaya perumahan. Namun jumlah ini, 55 persen memiliki setidaknya satu anggota rumah tangga yang bekerja.

Cabang Ritzhouse Ritzy, yang pada tahun 2013 menjadi jaringan bioskop pertama yang mogok, memberikan cetak biru untuk kampanye aksi mogok bagi rekan-rekan mereka  yang akan melakukan aksi selanjutnya.

Hughes telah menjadi bagian dari aksi mogok di Ritzy sejak awal ketika staf di sana bergabung dengan BECTU dan memulai sebuah kampanye aksi demo yang membuat mereka tidak bekerja 13 kali dalam beberapa bulan.

Akhirnya, staf Ritzy mendapatkan kenaikan gaji 26 persen menjadi £ 9,10 ($ 11,8) – mendekati tuntutan mereka tapi belumlah termasuk upah layak.Bagaimanapun, masih mending daripada £ 6- £ 8 ($ 7.7- $ 10.3) per jam rata-rata gaji staf lain di jaringan Cineworld dibayar, menurut jaringan review gaji dan majikan, Glassdoor.
“Saya pikir itu merupakan contoh ideal sebuah aksi mogok modern,” kata Hughes pada tahun pertama kampanye tersebut. Pada saat itu,aksi tersebut menarik perhatian yang signifikan, dengan suasana “karnivalesque”(seperti karnaval ) dan branding yang disempurnakan di bioskop, serta dukungan dari tokoh-tokoh terkenal dari dunia film dan TV.

“Kami tidak ingin hanya berbaris sambil membagi-bagikan brosur,” kata Hughes. “Kami ingin memodernisasi aksi mogok secara mencolok, saya kira, kami mengerti bahwa apa yang kami lakukan adalah mengajak semua pekerja,terutama yang dibayar paling rendah di skala upah .”

Sekarang, momentum kampanye itu menyebar. Dalam enam bulan terakhir, cabang Picturehouse di Hackney, London utara, mulai melakukan aksi mogok kerja untuk mendapatkan upah layak, diikuti cabang-cabang di Crouch End, di pusat kota London, dan Dulwich. Jalan-jalan di Brighton menandai peningkatan aksi pemogokan dari gerakan lokal ke sebuah kampanye nasional.
Bagi manajemen Picturehouse, tekanan oleh aksi pemogokan bisa menjadi perhatian, terutama karena pemogok sekarang menyerukan pemboikotan jaringan bioskop itu sampai tuntutan dipenuhi. Di cabang Hackney , poster oranye besar terpampang berisi jumlah gaji pekerja dapat dilihat secara jelas oleh pelanggan saat mereka masuk.
Christie Grant dari Hill & Knowlton Strategies, agen humas yang mewakili Cineworld, mengatakan kepada Al Jazeera: “Ini adalah masalah bagi Picturehouse dan tim manajemennya dan kami berharap bahwa perselisihan akan diselesaikan secepat mungkin.” Seorang perwakilan dari Picturehouse menolak permintaan untuk wawancara, namun merujuk Al Jazeera dari pernyataan di situs perusahaan yang menyebutkan bahwa tingkat upah perusahaan termasuk yang tertinggi di industri ini dan di atas upah minimum, dan kenaikan gaji tersebut melampaui tingkat inflasi.

“Kami tidak ingin hanya berbaris sambil membagi-bagikan brosur,” kata Hughes. “Kami ingin memodernisasi aksi mogok secara mencolok, saya kira, kami mengerti bahwa apa yang kami lakukan adalah mengajak semua pekerja,terutama yang dibayar paling rendah di skala upah .”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s