Nabi Isa Akan Kembali (2)

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Di dalam kitab sahihnya disebutkan:

حَدَّثَنِي زُهَير بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا مُعَلى بْنُ مَنْصُورٍ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ، حَدَّثَنَا سُهَيْلٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَنْزِلَ الرُّومُ بِالْأَعْمَاقِ -أَوْ بِدَابِقٍ-فَيَخْرُجُ إِلَيْهِمْ جَيْشٌ مِنَ الْمَدِينَةِ مِنْ خِيَارِ أَهْلِ الْأَرْضِ يَوْمَئِذٍ، فَإِذَا تَصَافُّوا قَالَ الرُّومُ: خَلَوْا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الَّذِينَ سَبَوا مِنَّا نُقَاتِلْهُمْ. فَيَقُولُ الْمُسْلِمُونَ: لَا وَاللَّهِ لَا نُخَلِّي بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ إِخْوَانِنَا. فَيُقَاتِلُونَهُمْ، فَيَنْهَزِمُ ثُلُثٌ لَا يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ أَبَدًا، ويُقْتَلُ ثُلُثُهُ أَفْضَلُ الشهداء عند الله [عز وجل] ويفتح الثُّلُثُ لَا يُفْتَنُونَ أَبَدًا فَيَفْتَتِحُونَ قُسْطَنْطِينِيَّةَ، فَبَيْنَمَا هُمْ يَقْسِمُونَ الْغَنَائِمَ قَدْ عَلَّقوا سُيُوفَهُمْ بِالزَّيْتُونِ، إذْ صَاحَ فِيهِمُ الشَّيْطَانُ: إِنَّ الْمَسِيحَ قَدْ خَلَفَكُمْ فِي أَهْلِيكُمْ. فَيَخْرُجُونَ، وَذَلِكَ بَاطِلٌ. فَإِذَا جَاؤُوا الشَّامَ خَرَجَ، فَبَيْنَمَا هُمْ يُعدّون لِلْقِتَالِ: يُسَوُّونَ الصُّفُوفَ، إِذْ أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ، فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ فأمَّهم فَإِذَا رَآهُ عَدُوُّ اللَّهِ ذَابَ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ، فَلَوْ تَرَكَهُ لَانْذَابَ حَتَّى يَهْلِكَ وَلَكِنْ يَقْتُلُهُ اللَّهُ بِيَدِهِ، فَيُرِيهِمْ دَمَهُ فِي حَرْبته”

telah menceritakan kepadaku Zuhair ibnu Harb, telah menceritakan kepada kami Ya’la ibnu Mansur, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Bilal, telah menceritakan kepada kami Suhail, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum orang-orang Romawi turun di A’maq atau di Dabiq, lalu keluar menghadapi mereka suatu pasukan dari Madinah yang terdiri atas penduduk bumi yang terpilih di masa itu. Apabila mereka saling berhadapan, maka orang-orang Romawi berkata, “Biarkanlah antara kami dan orang-orang yang telah menawan sebagian dari kami, kami akan perangi mereka.” Maka kaum muslim menjawab, “Tidak, demi Allah, kami tidak akan membiarkan antara kalian dan saudara-saudara kami.” Maka kaum muslim berperang melawan mereka; sepertiga di antara pasukan kaum muslim melarikan diri dan Allah tidak akan menerima tobat mereka selama-lamanya, dan sepertiga dari pasukan kaum muslim gugur; mereka adalah syuhada yang paling utama di sisi Allah. Sedangkan sepertiga lainnya beroleh kemenangan, mereka tidak teperdaya selama-lamanya, lalu mereka berhasil mengalahkan Qustantiniyah. Ketika mereka sedang membagi-bagikan ganimah, sedangkan pedang (senjata) mereka telah digantungkan (ditanggalkan) di Zaitun, tiba-tiba setan berseru di antara mereka bahwa sesungguhnya Al-Masih (yakni Dajjal) kini menjadi penguasa bagi keluarga kalian, maka mereka segera berangkat pulang, padahal berita itu batil (dusta). Ketika mereka tiba di negeri Syam, maka keluarlah Dajjal. Di saat mereka sedang mempersiapkan diri untuk berperang dan merapikan barisannya, tiba-tiba salat didirikan. Maka (saat itu) turunlah Nabi Isa ibnu Maryam, lalu ia menjadi imam mereka. Apabila musuh Allah (Dajjal) melihatnya (Isa), maka leburlah tubuhnya bagaikan garam yang lebur di dalam air. Seandainya Isa membiarkannya, niscaya ia lebur dengan sendirinya hingga binasa, tetapi Allah membunuhnya melalui tangan Nabi Isa a.s., lalu Nabi Isa memperlihatkan darah Dajjal yang ada pada tombaknya kepada mereka.

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

حَدَّثَنَا هُشَيْم، عَنِ العَوَّام بْنِ حَوْشَب، عَنْ جَبَلة بْنِ سُحَيْم، عَنْ مُؤثر بْنِ عَفَازَة، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “لَقِيتُ لَيْلَةَ أسري بي إبراهيم وموسىوَعِيسَى، عَلَيْهِ السَّلَامُ، فَتَذَاكَرُوا أَمْرَ السَّاعَةِ، فَرَدُّوا أَمْرَهُمْ إِلَى إِبْرَاهِيمَ، فَقَالَ: لَا عِلْمَ لِي بِهَا. فَرَدُّوا أَمْرَهُمْ إِلَى مُوسَى، فَقَالَ: لَا عِلْمَ لِي بِهَا. فَرَدُّوا أَمْرَهُمْ إِلَى عِيسَى، فَقَالَ: أَمَّا وَجْبَتُهَا فَلَا يَعْلَمُ بِهَا أَحَدٌ إِلَّا اللَّهُ، وَفِيمَا عَهِدَ إِلَيَّ رَبِّي -عَزَّ وجل-أَنَّ الدَّجَّالَ خَارِجٌ قَالَ: وَمَعِي قَضِيبَانِ، فَإِذَا رَآنِي ذَابَ كَمَا يَذُوبُ الرَّصَاصُ قَالَ: فَيُهْلِكُهُ اللَّهُ إِذَا رَآنِي حَتَّى إِنَّ الْحَجَرَ وَالشَّجَرَ يَقُولُ: يَا مُسْلِمُ، إِنَّ تَحْتِي كَافِرًا فتعالَ فَاقْتُلْهُ: قَالَ: فَيُهْلِكُهُمُ اللَّهُ، ثُمَّ يَرْجِعُ النَّاسُ إِلَى بِلَادِهِمْ وَأَوْطَانِهِمْ، فَعِنْدَ ذَلِكَ يَخْرُجُ يأجوج ومأجوج، وهم من كل حَدَب ينسلون، فَيَطَؤُونَ بِلَادَهُمْ، فَلَا يَأْتُونَ عَلَى شَيْءٍ إِلَّا أَهْلَكُوهُ، وَلَا يَمُرُّونَ عَلَى مَاءٍ إِلَّا شَرِبُوهُ، قَالَ: ثُمَّ يَرْجِعُ النَّاسُ إِلَيَّ يَشْكُونَهُمْ، فَأَدْعُو اللَّهَ عَلَيْهِمْ، فَيُهْلِكُهُمْ وَيُمِيتُهُمْ، حَتَّى تَجْوَى الأرضُ مِنْ نَتْن رِيحِهِمْ، وَيُنْزِلُ اللَّهُ الْمَطَرَ، فَيَجْتَرِفُ أَجْسَادَهُمْ حَتَّى نَقْذِفَهُمْ فِي الْبَحْرِ، فَفِيمَا عَهِدَ إِلَيَّ رَبِّي -عَزَّ وَجَلَّ-أَنَّ ذَلِكَ إِذَا كَانَ كَذَلِكَ أَنَّ السَّاعَةَ كَالْحَامِلِ المتِمّ، لَا يَدْرِي أَهْلُهَا مَتَى تَفْجَؤُهُمْ بِوِلَادِهَا لَيْلًا أَوْ نَهَارًا.

Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Awwam ibnu Hausyab, dari Jabalah ibnu Sihhim, dari Muassir ibnu Giffarah, dari Ibnu Mas’ud, dari Rasulullah Saw. yang telah bersabda:  Bahwa di malam beliau melakukan Isra, beliau bersua dengan Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa Alaihimussalam Lalu mereka memperbincangkan tentang perkara hari kiamat. Mereka menyerahkan jawabannya kepada Nabi Ibrahim, tetapi Nabi Ibrahim mengatakan, “Aku tidak mempunyai pengetahuan tentang hari kiamat.”Kemudian mereka menyerahkan perkara itu kepada Nabi Musa, dan Musa menjawab, “Aku tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” Akhirnya mereka menyerahkan perkara mereka kepada Nabi Isa. Maka Nabi Isa menjawab, “Adapun mengenai waktunya, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya kecuali Allah. Menurut apa yang telah dijanjikan oleh Allah Swt. kepadaku, kelak Dajjal akan muncul pada saat aku memegang dua buah batang (tombak). Apabila Dajjal melihatku, maka leburlah ia bagaikan timah (yang kena panas).” Isa mengatakan, “Allah membinasakannya bila ia melihat diriku, hingga sesungguhnya batu-batuan dan pepohonan dapat berbicara mengatakan, ‘Hai orang muslim, sesungguhnya di bawahku terdapat orang kafir yang sedang bersembunyi, kemarilah dan bunuhlah dia!’ Allah membinasakan mereka (semua orang kafir), lalu manusia kembali ke negerinya dan tanah airnya masing-masing. Maka pada saat itulah muncul Yajuj dan Majuj, mereka turun dari seluruh tempat yang tinggi dengan cepat, lalu menginjak-injak negeri kaum muslim. Tidak sekali-kali mereka mendatangi sesuatu, melainkan mereka membinasakannya; dan tidak sekali-kali mereka melewati tempat air, melainkan mereka meminumnya sampai habis. Kemudian manusia kembali lagi mengadukan musibah mereka (kepada Isa), maka aku (Isa) berdoa kepada Allah untuk kebinasaan Yajuj dan Majuj. Maka Allah membinasakan dan memusnahkan mereka semua, hingga bumi menjadi gembur dan busuk karena dipenuhi oleh bangkai mereka. Lalu Allah menurunkan hujan lebat, maka semua bangkai mereka hanyut hingga terlempar ke laut. Menurut apa yang telah dijanjikan oleh Allah kepadaku, bilamana semuanya itu telah terjadi seperti yang diceritakan, maka saat hari kiamat sama halnya dengan wanita yang sedang hamil tua tanpa diketahui oleh keluarganya bilakah dia melahirkan anaknya, di siang harikah atau di malam hari sebagai berita kejutan buat mereka.”

Ibnu Majah meriwayatkannya dari Muhammad ibnu Basysyar, dari Yazid ibnu Harun, dari Al-Awwam ibnu Hausyab dengan sanad yang sama dan lafaz yang semisal.

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ أَبِي نَضرة قَالَ: أَتَيْنَا عُثْمَانَ بْنَ أَبِي الْعَاصِ فِي يَوْمِ جُمُعَةٍ؛ لِنَعْرِضَ عَلَيْهِ مُصْحَفًا لَنَا عَلَى مُصْحَفِهِ، فَلَمَّا حَضَرَتِ الْجُمُعَةُ أَمَرَنَا فَاغْتَسَلْنَا، ثُمَّ أَتَيْنَا بِطِيبٍ فَتَطَيَّبْنَا، ثُمَّ جِئْنَا الْمَسْجِدَ فَجَلَسْنَا إِلَى رَجُلٍ، فَحَدَّثَنَا عَنِ الدَّجَّالِ، ثُمَّ جَاءَ عُثْمَانُ بْنُ أَبِي الْعَاصِ فَقُمْنَا إِلَيْهِ، فَجَلَسْنَا فَقَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: “يَكُونُ لِلْمُسْلِمِينَ ثَلَاثَةُ أَمْصَارٍ: مِصْرٌ بِمُلْتَقَى الْبَحْرَيْنِ، وَمِصْرٌ بِالْحِيرَةِ، وَمِصْرٌ بِالشَّامِ. فَيَفْزَعُ النَّاسُ ثَلَاثَ فَزَعَاتٍ، فَيَخْرُجُ الدَّجَّالُ فِي أَعْرَاضِ النَّاسِ، فَيُهْزَمُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ، فَأَوَّلُ مِصْرٍ يَرِدُهُ الْمِصْرُ الَّذِي بِمُلْتَقَى الْبَحْرَيْنِ، فَيَصِيرُ أَهْلُهُمْ ثَلَاثَ فِرَقٍ: فِرْقَةٌ تُقيم تَقُولُ: نُشَامه نَنْظُرُ مَا هُوَ؟ وَفِرْقَةٌ تَلْحَقُ بِالْأَعْرَابِ، وَفِرْقَةٌ تَلْحَقُ بِالْمِصْرِ الَّذِي يَلِيهِمْ. وَمَعَ الدَّجَّالِ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ السِّيجَانُ وَأَكْثَرُ مِنْ مَعَهُ الْيَهُودُ وَالنِّسَاءُ، ثُمَّ يَأْتِي الْمِصْرَ الَّذِي يَلِيهِ، فَيَصِيرُ أَهْلُهُ ثَلَاثَ فِرَقٍ: فِرْقَةٌ تَقُولُ: نُشَامُّهُ وَنَنْظُرُ مَا هُوَ؟ وَفِرْقَةٌ تَلْحَقُ بِالْأَعْرَابِ، وَفِرْقَةٌ تَلْحَقُ بِالْمِصْرِ الَّذِي يَلِيهِمْ بِغَرْبِ الشَّامِ وَيَنْحَازُ الْمُسْلِمُونَ إِلَى عَقَبَةِ أَفِيق فَيَبْعَثُونَ سَرْحًا لَهُمْ، فَيُصَابُ سَرْحهم، فَيَشْتَدُّ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ وَتُصِيبُهُمْ مَجَاعَةٌ شَدِيدَةٌ وَجَهْدٌ شَدِيدٌ، حَتَّى إِنَّ أَحَدَهُمْ ليحرقُ وتَرَ قَوْسه فَيَأْكُلُهُ، فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ نَادَى مُنَادٍ مِنَ السَّحَر: “يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَتَاكُمُ الْغَوْثُ ثَلَاثًا” فَيَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ: إِنَّ هَذَا لَصَوْت رَجُلٍ شَبْعَانَ، وَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ، عَلَيْهِ السَّلَامُ، عِنْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ، فَيَقُولُ لَهُ أَمِيرُهُمْ: رُوح اللَّهِ، تَقَدَّمْ صَلِّ. فَيَقُولُ: هَذِهِ الْأُمَّةُ أُمَرَاءُ، بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ. فَيَتَقَدَّمُ أَمِيرُهُمْ فَيُصَلِّي، فَإِذَا قَضَى صَلَاتَهُ أَخَذَ عِيسَى حَرْبَته، فَيَذْهَبُ نَحْوَ الدَّجال، فَإِذَا رَآهُ الدَّجَّالُ ذَابَ كَمَا يَذُوبُ الرَّصَاصُ، فَيَضَعُ حَرْبته بينثَنْدوَته  فَيَقْتُلُهُ وَيَنْهَزِمُ أَصْحَابُهُ، فَلَيْسَ يَوْمَئِذٍ شَيْءٌ يُوَارِي أَحَدًا، حَتَّى إِنَّ الشَّجَرَةَ لَتَقُولُ: يَا مُؤْمِنُ، هَذَا كَافِرٌ. وَيَقُولُ الْحَجَرُ: يَا مُؤْمِنُ، هَذَا كَافِرٌ”.

telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Ali ibnu Zaid, dari Abu Nadrah yang menceritakan, “Kami datang kepada Usman ibnu Abul As pada hari Jumat untuk menunjukkan kepadanya sebuah mushaf milik kami agar dicocokkan dengan mushaf miliknya. Ketika waktu salat Jumat tiba, Usman ibnu Abul As memerintahkan kepada kami untuk mandi. Setelah kami mandi, ia menyodorkan wewangian (parfum), maka kami memakainya. Lalu kami datang ke masjid dan duduk di dekat seorang letakl, kemudian kami membicarakan perihal Dajjal. Tidak lama kemudian datanglah Usman ibnu Abul As. Maka kami berdiri menghormatnya, lalu duduk lagi. Usman ibnu Abul As mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda,” yaitu: Kelak kaum muslim mempunyai tiga buah kota; salah satunya terletak di tempal bertemunya dua laut, yang kedua terletak di Hirah, dan yang ketiga terletak di negeri Syam. Lalu manusia mengalami huru-hara sebanyak tiga kali, dan muncullah Dajjal di tengah-tengah manusia, lalu ia menyerang dari arah timur. Mula-mula kota (kaum muslim) yang didatanginya ialah yang terletak di antara dua laut. Maka penduduknya berpecah belah menjadi tiga golongan. Golongan yang pertama mengatakan, “Kita tetap tinggal dan menentangnya, lalu kita lihat apa yang akan terjadi. Segolongan yang lain melarikan diri bergabung dengan orang-orang Badui (daerah pedalaman), dan yang segolongan lagi bergabung ke kota yang berdekatan dengan mereka. Dajjal muncul disertai dengan pasukan sebanyak tujuh puluh ribu orang yang semuanya memakai mahkota. Kebanyakan pengikutnya terdiri atas orang-orang Yahudi dan kaum wanita. Kaum muslim akhirnya mundur sampai di Aqabah Afyaq, lalu dikirimkan ternak unta untuk mereka, tetapi kiriman ternak itu dirampok. Maka hal tersebut terasa sangat berat oleh mereka, dan akhirnya mereka mengalami kelaparan yang sangat dan penderitaan yang sangat parah, sehingga seseorang dari mereka terpaksa membakar tali busur mereka, lalu dimakannya. Ketika mereka dalam keadaan demikian, tiba-tiba terdengar seruan dari arah pohon yang mengatakan, “Hai manusia, telah datang kepada kalian pertolongan,” sebanyak tiga kali. Maka sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, “Sesungguhnya suara ini dari seorang lelaki yang kenyang.” Dan turunlah Nabi Isa ibnu Maryam a.s. di saat salat Subuh. Lalu pemimpin kaum muslim berkata kepadanya, ‘”Wahai Ruhullah, majulah menjadi imam dan salatlah.” Ia menjawab, “Umat ini semuanya adalah pemimpin; sebagian dari mereka menjadi pemimpin sebagian yang lain.” Maka majulah memimpin mereka, lalu salat (sebagai imam). Setelah imam menyelesaikan salatnya, maka Nabi Isa mengambil tombaknya, lalu pergi menuju ke arah Dajjal berada. Ketika Dajjal melihat Nabi Isa, maka leburlah tubuhnya sebagaimana timah (yang dibakar), lalu Nabi Isa menancapkan tombaknya di antara kedua susunya (ulu hatinya), maka matilah Dajjal ketika itu juga, sedangkan teman-teman Dajjal melarikan diri. Pada masa itu tiada sesuatu pun yang mau menjadi tempat persembunyian seseorang dari mereka, sehingga pohon pun berkata, “Hai orang mukmin, di sini ada orang kafir.” Dan batu-batuan mengatakan, “Hai orang mukmin, di sini bersembunyi orang kafir.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad secara munfarid bila dipandang dari segi ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s