Nabi Isa Akan Kembali (4)

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab sahihnya.

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذِ بْنِ مُعَاذٍ العَنْبِريّ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ سَالِمٍ قَالَ: سَمِعْتُ يَعْقُوبَ بْنَ عَاصِمِ بْنِ عُرْوَةَ بْنِ مَسْعُودٍ الثَّقَفِيَّ يَقُولُ: سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو -وَجَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ-: مَا هَذَا الْحَدِيثُ الَّذِي تُحدث بِهِ تَقُولُ: إِنَّ السَّاعَةَ تَقُومُ إِلَى كَذَا وَكَذَا؟ فَقَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ؟! -أَوْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا-لَقَدْ هممتُ أَلَّا أُحَدِّثَ أَحَدًا شَيْئًا أَبَدًا، إِنَّمَا قُلْتُ:إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ بَعْدَ قَلِيلٍ أَمْرًا عَظِيمًا: يُحرِّق الْبَيْتُ، وَيَكُونُ وَيَكُونُ. ثُمَّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “يَخْرُجُ الدَّجَّالُ فِي أُمَّتِي، فَيَمْكُثُ أَرْبَعِينَ، لَا أَدْرِي أَرْبَعِينَ يَوْمًا، أَوْ أَرْبَعِينَ شَهْرًا، أَوْ أَرْبَعِينَ عَامًا، فَيَبْعَثُ اللَّهُ تَعَالَى عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ، كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ، فَيَطْلُبُهُ فَيُهْلِكُهُ، ثُمَّ يَمْكُثُ النَّاسُ سَبْعَ سِنِينَ لَيْسَ بَيْنَ اثْنَيْنِ عَدَاوَةٌ، ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ رِيحًا بَارِدَةً مِنْ قِبَلِ الشَّامِ، فَلَا يَبْقَى عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ -أَوْ إِيمَانٍ-إِلَّا قَبَضَتْهُ، حَتَّى لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ دَخَلَ فِي كَبَد جَبَلٍ لَدَخَلَتْه عَلَيْهِ حَتَّى تَقْبضَه” قَالَ: سَمِعْتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “فَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ فِي خفَّة الطَّيْرِ وَأَحْلَامِ السِّبَاعِ، لَا يَعْرِفُونَ مَعْرُوفًا، وَلَا يُنْكِرُونَ مُنْكَرًا، فَيَتَمَثَّلُ لَهُمُ الشَّيْطَانُ فَيَقُولُ: أَلَا تَسْتَجِيبُونَ؟ فَيَقُولُونَ: فَمَا تَأْمُرُنَا؟ فَيَأْمُرُهُمْ بِعِبَادَةِ الْأَوْثَانِ، وَهُمْ فِي ذَلِكَ دارٌّ رِزْقُهُمْ، حَسَنٌ عَيْشُهُمْ. ثُمَّ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَلَا يَسْمَعُهُ أَحَدٌ إِلَّا أَصْغَى لِيتًا، وَرَفَعَ لِيتًا، قَالَ: وَأَوَّلُ مَنْ يَسْمَعُهُ رَجُلٌ يَلُوط حَوْضَ إِبِلِهِ، قَالَ: فَيَصْعَقُ ويَصعَقُ النَّاسُ. ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ -أَوْ قَالَ: يُنْزِلُ اللَّهُ-مَطَرًا كَأَنَّهُ الطَّل -أَوْ قَالَ: الظِّلُّ-نُعْمَان الشَّاكُّ -فَتَنْبُتُ مِنْهُ أَجْسَادُ النَّاسِ، ثُمَّ يَنْفُخ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ. ثُمَّ يُقَالُ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ، هَلُمُّوا إِلَى رَبِّكُمْ، {وَقِفُوهُمْ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ} [الصَّافَّاتِ: 24] قَالَ: “ثُمَّ يُقَالُ: أَخْرِجُوا بَعْثَ النَّارِ. فَيُقَالُ: مِنْ كَمْ؟ فَيُقَالُ: مِنْ كُلِّ أَلْفٍ تِسْعَمِائَةٍ وَتِسْعَةً وَتِسْعِينَ”. قَالَ {يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا} [الْمُزَّمِّلِ:17] وَذَلِكَ {يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ} [الْقَلَمِ: 42]

Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Mu’az Al Anbari, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari An-Nu’man ibnu Salim yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Ya’qub ibnu Asin ibnu Urwah ibnu Mas’ud AS-Saqafi mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Amr mengemukakan hadis berikut ketika ada seorang lelaki datang kepadanya, lalu lelaki itu bertanya, “Hadis apakah yang kamu kemukakan kepada orang-orang yang di dalamnya disebutkan bahwa hari kiamat akan terjadi sampai anu dan anu terjadi?” Maka Ibnu Amr menjawab, “Mahasuci Allah, atau tidak ada Tuhan selain Allah, atau kalimat yang serupa dengan keduanya. Sesungguhnya aku telah bertekad untuk tidak menceritakan sesuatu pun dari hadis ini kepada seseorang untuk selama-lamanya. Sesungguhnya aku hanya mengatakan bahwa sesungguhnya kalian tidak lama lagi akan menyaksikan suatu peristiwa yang besar; Baitullah dibakar dan kelak akan terjadi anu dan anu.” Kemudian Abdullah ibnu Amr melanjutkan kisahnya, bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Kelak Dajjal akan muncul di kalangan umatku selama empat puluh, apakah empat puluh hari, empat puluh bulan, atau empat puluh tahun, aku tidak mengetahuinya. Lalu Allah Swt. menurunkan Isa ibnu Maryam, seakan-akan dia mirip dengan Urwah ibnu Mas’ud, lalu ia mengejar Dajjal dan membinasakannya.Kemudian manusia tinggal selama tujuh tahun tanpa ada suatu permusuhan pun di antara dua orang. Selanjutnya Allah mengirimkan angin sejuk dari arah Syam, maka tidak ada seorang pun yang tersisa di muka bumi ini dari kalangan orang-orang yang di dalam hatinya terdapat kebaikan-atau iman- sebesar zarrah, melainkan angin itu mencabut nyawanya. Sehingga andaikata seseorang di antara kalian memasuki perut bukit, niscaya angin itu memasukinya, lalu mencabut nyawanya.Abdullah ibnu Amr berkata bahwa ia mendengarnya dari Rasulullah Saw.:Selanjutnya yang tinggal hanyalah orang-orang yang durhaka saja, mereka ringan seperti burung dan beranganangan seperti binatang buas; mereka tidak mengenal perkara yang bajik dan tidak mengingkari perkara yang mungkar. Kemudian setan menampakkan dirinya kepada mereka dan berkata, “Tidakkah kalian menaatiku?” Mereka menjawab, “Apakah yang hendak engkau perintahkan kepada kami?” Maka setan menyuruh mereka menyembah berhala, sedangkan keadaan mereka yang demikian itu beroleh rezeki yang berlimpah dan kehidupan yang baik. Selanjutnya sangkakala ditiup. maka tidak ada seorang manusia pun yang mendengarnya melainkan ia pasti mati; dalam keadaan mendengarnya atau tidak, ia tetap mati. Mula-mula orang yang mendengarnya adalah seorang lelaki yang sedang memasuki tempat minum ternak untanya. lalu ia binasa dan semua manusia binasa pula. Setelah itu Allah mengirimkan atau menurunkan hujan yang rupanya seperti air susu atau air yang agak kental,- ragu dari pihak Nu’man-. Lalu tumbuhlah darinya semua jasad umat manusia. Kemudian sangkakala ditiup kedua kalinya, maka dengan serta merta mereka berdiri seraya melihat. Lalu dikatakan kepada umat manusia, “Kemarilah menghadap kepada Tuhan kalian!” Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya (dimintai pertanggungjawabannya). (As-Saffat: 24) Kemudian dikatakan, “Keluarkanlah kiriman yang ke neraka!” Lalu ditanyakan, “Dari berapa banyak?” Dijawab, “Dari tiap-tiap seribu orang sebanyak sembilan ratus sembilan puluh sembilan” (yakni dari seribu, yang masuk surga hanya seorang).  Selanjutnya Rasulullah Saw. bersabda;Yang demikian itu terjadi di hari yang menjadikan anak-anak beruban, dan hari itu adalah hari betis disingkapkan (karena sa­ngat ketakutan).

Kemudian Imam Muslim dan Imam Nasai meriwayatkannya di dalam kitab tafsir, dari Muhammad ibnu Basysyar, dari Gundar, dari Syu’­bah, dari Nu’man ibnu Salim dengan lafaz yang sama.

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ  بْنِ ثَعْلَبَةَ الْأَنْصَارِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ الْأَنْصَارِيِّ، عَنْ مُجَمِّع بْنِ جَارِيَةَ  قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: “يَقْتُلُ ابْنُ مَرْيَمَ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ بِبَابِ لُدّ -أَوْ: إِلَى جَانِبِ لُدّ”

Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Az-Zuhri, dari Abdullah ibnu Ubaidillah ibnu Sa’labah Al-Ansari, dari Abdullah ibnu Zaid Al-Ansari, dari Majma’ ibnu Jariyah yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Ibnu Maryam membunuh Al-Masih Ad-Dajjal di pintu masuk ko­ta Lud atau di sebelah kota Lud.

Imam Ahmad meriwayatkannya dari Sufyan ibnu Uyaynah melalui hadis Al-Lais dan Al-Auza’i; ketiga-tiganya dari Az-Zuhri, dari Ab­dullah ibnu Ubaidillah ibnu Sa’labah, dari Abdur Rahman ibnu Yazid, dari pamannya (Majma’ ibnu Jariyah), dari Rasulullah Saw. yang te­lah bersabda:

“يَقْتُلُ ابْنُ مَرْيَمَ الدَّجَّالَ بِبَابِ لُد”

Ibnu Maryam (Nabi Isa) membunuh Dajjal di pintu kota Lud.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Turmuzi, dari Qutaibah, dari Al-Lais dengan lafaz yang sama. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini sahih.

Imam Turmuzi mengatakan dalam bab yang sama, di­riwayatkan dari Imran ibnu Husain, Nafi’ ibnu Uyaynah, Abu Barzah, Huzaifah ibnu Usaid, Abu Hurairah, Kaisan, Usman ibnu Abul As, Jabir, Abu Umamah, Ibnu Mas’ud, Abdullah ibnu Amr, Samurah ibnu Jundub, An-Nuwwas ibnu Sam’an, Amr ibnu Auf, dan Huzaifah ibnul Yaman, rodiyailahu ‘anhum (semoga Allah melimpahkan rida­Nya kepada mereka semua).

Maksud menyebutkan riwayat mereka ialah yang di dalamnya menceritakan perihal Dajjal dan Isa ibnu Maryam a.s. yang membu­nuhnya. Hadis yang menceritakan perihal Dajjal saja sangat banyak, sulit untuk dihitung, mengingat telah tersebar dan banyak riwayatnya, baik dalam kitab sahih, kitab hasan, kitabmusnad serta kitab-kitab hadis lainnya.

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ فُرَات، عَنْ أَبِي الطُّفَيل، عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الغِفَاري قَالَ: أَشْرَفَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ غُرْفَةٍ وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ السَّاعَةَ، فَقَالَ: “لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَرَوْنَ عَشْرَ آيَاتٍ: طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، والدُّخَان، وَالدَّابَّةُ، وَخُرُوجُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ، وَنُزُولُ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ، وَالدَّجَّالُ، وَثَلَاثَةُ خُسوف: خَسْف بِالْمُشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ. وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعْرِ عَدَن، تَسُوقُ -أَوْ تَحْشُرُ-النَّاسَ، تَبِيتُ مَعَهُمْ حَيْثُ بَاتُوا، وتَقيل مَعَهُمْ حَيْثُ قَالُوا”.

 

Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Furat, dari Abut, Tufail, dari Huzaifah ibnu Usaid Al-Giffari yang menceritakan bahwa Ra­sulullah Saw. muncul di antara kami dari Arafah, saat itu kami se­dang membicarakan masalah hari kiamat. Maka Rasulullah Saw. ber­sabda: Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum kalian melihat sepuluh tanda-tandanya, yaitu: Matahari terbit dari barat, dukhan (asap),Dabbah, munculnya Ya-juj dan Ma-juj, turunnya Isa ibnu Mar­yam, Dajjal, tiga kali gerhana, yaitu gerhana di timur, gerhana di barat, dan gerhana di jazirah Arabia; dan api yang keluar da­ri pedalaman Adn, ia menggiring atau menghimpun manusia, se­lalu mengikuti mereka di mana pun mereka tidur malam dan ti­dur istirahat siang hari.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Muslim dan ahlus sunan, dari hadis Furat Al-Qazzaz dengan lafaz yang sama.

Imam Muslim meriwayatkannya pula melalui riwayat Abdul Aziz ibnu Rafi’, dari Abut Tufail, dari Abu Syarihah, dari Huzaifah ibnu Usaid Al-Giffari secaramauquf.

Hadis-hadis tersebut secara mutawatirdari Rasulullah Saw. me­lalui riwayat Abu Hurairah, Ibnu Mas’ud, Usman ibnu Abdul As, Abu Umamah, An-Nuwwas ibnu Sam’an, Abdullah ibnu Amr ibnul As, Majma” ibnu Jariyah, Abu Syarihah, dan Huzaifah ibnu Usaid radiyallahu anhum.Di dalam riwayat ini terkandung dalil yang me­nunjukkan cara turunnya dan tempat Isa diturunkan; bukan hanya di Syam saja, melainkan disebutkan pula dengan rinci, yaitu di kota Da­maskus, tepatnya pada menara bagian timur (dari masjidnya). Bahwa hal itu terjadi di saat salat Subuh telah diiqamahkan.

Di masa-masa terakhir ini —yaitu pada tahun tujuh ratus empat puluh satu— telah dibangun sebuah menara pada Masjid Jami’ Umawi, sebuah menara putih yang terbuat dari batu pualam yang dipahat. Menara tersebut sebagai ganti dari menara yang telah roboh karena kebakaran yang pelakunya adalah orang-orang Nasrani la’natullahi ‘alaihim sampai hari kiamat. Kebanyakan pembangunannya berasal dari harta benda mereka. Menurut dugaan yang kuat, pada menara tersebutlah kelak Nabi Isa diturunkan. Lalu ia membunuh semua babi, semua salib ia pecahkan, dan jizyah dihapuskan, sehingga tidak diteri­ma lagi kecuali agama Islam, seperti yang disebutkan di dalam kitabSahihain.

Demikianlah berita dari Nabi Saw, tentang hal tersebut, sekaligus sebagai pengakuan; serta pen-tasyri’-an dan pembolehan bagi Isa un­tuk melakukannya di masa itu, mengingat di masa itu lenyaplah se­mua alasan mereka dan terhapuslah semua keraguan mereka dari diri mereka sendiri. Karena itulah mereka (Ahli Kitab) semuanya masuk ke dalam agama Islam, mengikuti jejak Nabi Isa a.s. dan mereka ma­suk Islam di tangannya.

*******************

Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ

Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab kecuali akan beriman kepadanya (Isa)sebelum kematiannya. (An-Nisa: 159), hingga akhir ayat.

Ayat ini sama maknanya dengan firman-Nya yang mengatakan:

{وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ}

Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. (Az-Zukhruf: 61)

Menurut qiraah yang lain, lafaz la’ilmundibaca la’alamun memakai harakat pada huruf ‘ain-nya yang artinya tanda dan dalil yang menunjukkan bahwa hari kiamat telah dekat sekali. Demikian itu karena dia diturunkan sesudah munculnya Al-Masih Ad-Dajjal, lalu Allah membunuh Dajjal melalui tangannya. Seperti yang disebutkan di dalam hadis sahih,

“إِنَّ اللَّهَ لَمْ يَخْلُقْ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً”

Bahwa tidak sekali-kali Allah menciptakan penyakit menular melainkan menurunkan penawar (obatnya) pula.

Di Masa Nabi Isa pula Allah membangkitkan Ya-juj dan Ma-juj, Lalu Allah Membinasakan mereka berkat doa Isa yang Dia kabulkan.

Allah Swt. telah berfirman:

{حَتَّى إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ. وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ} الْآيَةَ

Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj, dan me­reka turun dengan cepat dari seluruh tempat-tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit). (Al-Anbiya: 96-97), hingga akhir ayat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s