Mayor Tunggul: Kami Membela Diri dan Amankan Keluarga dari Bahaya

​Surabaya – Mayor Laut (P) Tunggul Waluyo nekat mengeluarkan senjata api dinasnya untuk menembak pelaku curanmor, untuk membela diri dan mengamankan keluarganya dari bahaya.

“Kami hanya untuk membela diri, mengamankan keluarga dari bahaya yang mungkin tidak bisa dilawan dengan tangan kosong,” kata Tunggul usai menerima penghargaan dari Kapolrestabes di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (6/7/2017).

Dirinya juga mengaku berterima kasih kepada TNI AL yang sudah memberi kepercayaan kepada anggotanya untuk membawa pulang senjata api.

“Kami juga terima kasih pada TNI AL yang memberi kepercayaan inventaris senjata yang bisa kami manfaatkan sesuai prosedur untuk melindungi kami, keluarga dan lingkungan serta membantu polisi di lapangan,” imbuh anggota Kopaska ini.

Sementara Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal membenarkan dan mendukung tindakan tegas Mayor Tunggul. Menurutnya, ketiga pelaku merupakan kelompok ranmor yang sangat meresahkan warga.

“Bayangkan jika Mayor Tunggul tidak mengantisipasi dengan tindakan tegas. Walaupun Mayor Tunggul tidak paham tindakan tegas akibat mematikan tapi dibenarkan. Memang kelompok tiga ini, kelompok sadeng ini meresahkan, terbukti kasat reskrim sudah identifikasi sepeda motor di TKP hasil kejahatan. Dan ini kesuksesan yang luar biasa,” ungkap Iqbal.

Ini Cerita Mayor Tunggul Tembak Mati Pelaku Curanmor
Tidak pernah terbayang oleh Mayor Laut (P) Tunggul Waluyo jika rumahnya di Jalan Simorejo Surabaya, jadi sasaran pelaku curanmor yang berujung tembakan, Rabu (5/7) dini hari. Tiga anak dan istrinya, Murningsih syok akibat pencurian tersebut.

Tunggul pun menceritakan peristiwa mulai pencongkelan pintu hingga terjadinya penembakan pelaku.

“Saya terbangun ada perusakan pintu lalu bangunkan istri. Bu kelihatan ada maling jaga anak-anak, saya naik ambil pistol. Saat pantau dari atas ada bobol pintu bawa sepeda motor. Saat kejadian jarak 2 meter anak anak tidur disitu. Kalau masuk lewat bawah mungkin korban kekuarga saya selesaikan biar anak istri saya tidak terlibat,” kata Mayor Tunggul kepada wartawan usai menerima penghargaan di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (6/7/2017).

Tunggul pun memutuskan mengamati dari lantai dua dan sempat memberikan tembakan peringatan pada pelaku. Namun pelaku ikut mengacungkan senjata.

“Kasih peringatan masih tetap membawa lari motor, akhirnya kami lumpuhkan. Dan tidak kami arahkan ke kepala intinya hanya hambat tapi kejadian malam jarak lumayan situasi mengancam. Saya keluarkan 3 kali tembakan sisa 7 butir saya arahkan 3 pelaku yang kena 2, 1 kabur. Karena sempat ada pengejaran dan lari 100 meter. Sudah kena tembakan baru warga muncul,” pungkas Tunggul.

Usai peristiwa itu dirinya mendatangi anak dan istrinya, sebelum didatangi petugas kepolisian. “Yang agak syok istri, saat kejadian selama proses pembobolan sepeda motor sampai dibawa keluar ke jalan secara langsung istri saya yang melihat,” tambahnya.

Begini Sepak Terjang dan Sosok Maling yang Tewas di Tangan Anggota Kopaska,Mayor TW
Abdul Aziz adalah salah satu gembong pencurian L300 yang menjadi anak buah Sadeng. Sadeng sendiri sudah ditembak mati Tim Puma Jatanras Polrestabes Surabaya, September tahun lalu di dekat Mapolsek Simokerto. “Wajahnya memang identik. Tapi masih butuh ditelusuri lagi,” kata seorang sumber internal polisi.

Selain wajah, kemiripan itu juga dilihat dari senjata yang dibawa oleh pelaku yang ditembak mati. Antara lain Air soft gun dan parang. “Selama mengincar L300 dulu, Sadeng dkk kan memang bawa air soft gun,” lanjutnya.

Berita Terkait

Polisi Pastikan Mayor TW Lakukan Tembakan Peringatan

Ini Sosok TW, Perwira Kopaska Penembak Maling di Mata Tetangganya

Selama ini Abdul Aziz jadi buronan utama Polrestabes Surabaya. Dia tinggal di Jeddih Madura. Beberapa kali polisi hendak menangkapnya, namun berhasil lolos.

Track record Abdul Aziz memang akrab dengan kejahatan 3C (curat, curas, curanmor). Sebelum bergabung dengan Sadeng, Aziz memang spesialis curanmor. “Dia direkrut Sadeng. Setelah pimpinannya mati, kembali lagi “main” roda dua,” ungkapnya.

Hingga kini, polisi belum memberikan statement resmi soal identitas pelaku yang menyatroni rumah tentara itu. Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga masih belum mau menjelaskannya. “Kami sedang gelar. Nanti akan kami sampaikan analisisnya,” tegas Shinto.

Rencananya siang ini, Polrestabes Surabaya akan memberikan keterangan resmi soal peristiwa ini. Seperti diketahui, 3 orang pencuri motor beraksi di rumah Mayor TW yang merupakan anggota Kopaska. TW tahu bahwa motornya dicuri. Dia kemudian menembak dua orang pelaku. Salah satunya tewas di lokasi. Pomal Lantamal V juga sedang menyelidiki kasus ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s