8 Ilmuwan yang Dikejutkan oleh Kebenaran Alquran

​REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Paham filsafat itu baik, yang tak baik adalah menempatkannya di atas segalanya. Seorang filosof adalah dia yang mencari kebenaran, keutuhan, keharmonisan, dan kedamaian dengan caranya. Dengan kelurusannya mereka menemukan resonansi, angka-angka, etika dan estetika yang dengan sendirinya harmonis dengan sifat dan sikapnya. Dengan itu, lahirlah para ilmuwan mengagumkan.

Dalam perkembangannya hingga pada abad ke-19 dan 20, masih banyak ilmuwan Barat yang masih bersusah payah menolak kebenaran adanya tuhan dan agama; menolak risalah Alquran dan Injil. Para ilmuwan kenamaan dunia itu hanya hidup di atas nama ilmu pengetahuan yang mereka anggap serba ilmiah, dan dihasilkan dari sebuah penelitian massif.

Namun, secara tidak sengaja mereka menemukan keajaiban-keajaiban yang tersembunyi, sesuatu yang kemudian membuka mata hati mereka kepada tuhan, maka munculnya teori Big Bang pada 1929 yang membuka mata rantai antara sains dan ketuhanan. Tulisan ini akan mengulas bagaimana para ilmuwan Barat menemukan keajaiban agama, khususnya rasa takjub mereka terhadap Alquran dan Nabi Muhammad SAW.

“Alquran adalah kitab penuh dengan mukjizat, literatur bahasa arab terbaik dan sesuai dengan sains. Mungkin di masa depan zamannya berbeda lagi. Tidak seperti sekarang yang seakan kebenaran selalu diukur dengan sains dan teknologi. Tapi bagaimanapun kondisi masa depan, maka Alquran sebagai firman Tuhan akan membuktikan kebenaran dirinya,” begitu kata cendekiawan Muslim, Dr Zakir Naik, ketika ditanya oleh Rahul, seorang Hindu dari India mengenai kitab agama mana yang paling ilmiah. (Transkripsi video dari Youtube oleh Baitul Maqdis, 2015).

Uangkapan Zakir Naik tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam Alquran. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (Qs: Al-Hijr: 9).

Berikut ini adalah 8 Ilmuwan yang dibuat kagum oleh kandungan AlQuran :

1. Prof. Yoshihide Kozai

Dia adalah seorang Direktur Gunma Astronomical Observatory, mantan direktur National Astronomical Observatory of Japan. Dia menghabiskan hampir separuh hidupnya untuk meneliti dinamika langit hingga dikenal sebagai Mekanisme Kozai. Mekanisme ini menggambarkan titik orbit asteroid, yang sekarang digunakan dalam studi tabrakan galaksi dan exoplanets.
Dalam pengamatannya terhadap pembentukan bintang, dia berasumsi bahwa bintang terbentuk dari asap. Asap berkumpul di bagian luar yang terlihat kemerah-merahan sebagai awal dari kumpulan panas. Asap yang berkumpul dengan kepadatannya yang tinggi menghasilkan sinar. Karena itu, bintang yang bersinar seperti yang kita lihat sekarang terbentuk dari asap yang menghiasi alam semesta.

Para ilmuan lain menyatakan itu adalah asap yang berkabut. Namun Kozai mengatakan kabut tidaklah cocok untuk menggambarkan asap tersebut, sebab kabut memiliki sifat dingin yang khas dingin, sedangkan asap kosmis agak panas.

Bertemulah Kozai dengan Sheikh Abdul-Majeed A. Zindani yang menyajikan sejumlah ayat Alquran yang menjelaskan awal mula alam semesta dan langit, serta hubungan bumi dan langit.

“Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: Datanglah kamu: Keduanya menuruti perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa, keduanya menjawab: Kami datang dengan suka hati.” (QS Fushshilat: 11).

Ayat itu membuat Kozai heran sekaligus takjub, apalagi setelah mengatahui bahwa Alquran diturunkan pada 1400 tahun yang lalu. Menurut dia, Alquran menggambarkan alam semesta seperti yang terlihat dari titik pengamatan tertinggi.

“Saya sangat terkesan dengan menemukan fakta-fakta astronomi yang benar dalam Alquran, dan bagi kami para astronom modern yang telah mempelajari potongan-potongan yang sangat kecil dari semesta. Kami telah memusatkan upaya kami untuk memahami bagian yang sangat kecil. Karena dengan menggunakan teleskop, kita dapat melihat hanya sedikit bagian dari langit tanpa berpikir tentang seluruh alam semesta. Jadi, dengan membaca Alquran dan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan, saya pikir saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta,” kata Kozai.

Karena itu, Kozai percaya bahwa Alquran tidak mungkin bersal dari manusia, tapi sang pencipta. Profesor itu kemudian memusatkan penelitiannya berdasarkan sumber Alquran.

2. Dr. TVN Persaud 
Dia adalah ahli Anatomi, Profesor of Pediatrics and Child Health, dan Profesor Obstetri, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi di Universitas Manitoba, Winnipeg, Manitoba, Kanada. Di sana, ia menjadi Ketua Departemen Anatomi selama 16 tahun.

Persaud sangat terkenal di bidangnya. Dia adalah penulis atau editor dari 22 buku dan menerbitkan lebih dari 180 karya ilmiah. Pada tahun 1991, ia menerima penghargaan paling terkemuka di bidang anatomi di Kanada, the JCB Grant Award from the Canadian Association of Anatomists.

Uniknya, Profesor Persaud memasukan beberapa ayat Alquran dan hadis di beberapa buku-bukunya. Dia juga kerap mengungkapkan ayat-ayat dan hadis di beberapa konferensi. Ketika ia ditanya tentang keajaiban ilmiah dalam Alquran yang telah diteliti. Inilah pernyataan takjub sang profesor tersebut:

“Muhammad hanya orang biasa, dia tidak dapat membaca atau menulis, dia seorang yang buta huruf, dan kita berbicara mengenai seseorang yang hidup 1200 atau 1300 tahun yang lalu, namun dapat mengeluarkan satu pernyataan tegas mengenai ilmu pengetahuan alam yang secara ajaib ternyata sesuai dengan ilmu pengetahuan. Saya pikir ini tidak mungkin bisa disebut kebetulan, terlalu banyak keakuratan (yang terdapat di dalamnya). Jadi, tidak sulit bagi saya menerima bahwa ini adalah semacam ilham yang diterimanya yang membuatnya mampu menyampaikan pernyataan itu.”

3. Prof. E. Marshall Johnson


Dia adalah profesor dan Ketua Departemen Anatomi dan Perkembangan Biologi. Johnson juga merupakan Direktur Institut Daniel Baugh, Thomas Jefferson University, Philadelphia, Pennsylvania, USA. Johnson pun telah menulis lebih dari 200 karya yang telah dipublikasikan.

Profesor Johnson mulai tertarik pada tanda-tanda ilmiah dalam Alquran saat menghadiri Saudi Medical Conference ketujuh tahun 1982, ketika sebuah komite khusus dibentuk untuk menyelidiki tanda-tanda ilmiah dalam Alquran dan Hadis.

Pada awalnya, Profesor Johnson tidak menerima bahwa ada ayat-ayat yang menjelaskan tentang perkembangan biologi dalam Alquran dan Hadis. Tapi setelah diskusi dengan Sheikh Zindani, ia mulai berminat dan berkonsentrasi meneliti terkait tahap internal serta pengembangan eksternal janin dalam tubuh manusia. Melalui serangkain penelitian itulah dia berdecak kagum pada apa yang tertulis pada kitab berumur 1400 tahun yang lalu.

“Sebagai ilmuwan, saya hanya berurusan dengan sesuatu yang secara spesifik dapat saya lihat. Saya bisa memahami tentang embriologi, tahap perkembangan makhluk hidup, saya dapat memahami tentang kata-kata yang diterjemahkan kepada saya yang berasal dari Alquran. Sebagaimana saya telah berikan contoh sebelumnya, seandainya saya dapat kembali ke masa itu (zaman Nabi Muhammad), dengan pengetahuan yang saya miliki sekarang, dan saya harus menjelaskan semua itu, saya tetap tidak dapat menjelaskannya. Saya tidak melihat ada bukti yang kuat yang bisa digunakan untuk menyangkal konsep bahwa Muhammad telah mendapatkan informasi ini dari suatu tempat. Jadi saya melihat bahwa sebuah campur tangan ketuhanan telah menjelaskan hal-hal besar yang kemudian diungkap oleh ilmu pengetahuan saat ini. Mengingat bahwa dia (Muhammad saw) adalah seorang yang buta huruf,” katanya.

Dia melanjutkan. “Dalam beberapa ayat Alquran, tercantum penggambaran yang jelas mengenai perkembangan manusia sejak masa tercampurnya Gamet melalui proses organogenesis. Tidak ada catatan yang lengkap dan jelas tentang perkembangan manusia, seperti klasifikasi, istilah dan penggambarannya, yang ada sebelum ini. Secara keseluruhannya, penggambaran (dalam Alquran) ini mendahului beberapa abad dalam hal penggambaran mengenai berbagai tahap embrio manusia dan perkembangan janin yang terdapat dalam literatur ilmiah yang ada.”

Maut di Perlintasan Kereta, Sekeluarga Terseret KA

​JawaPos.com – Perlintasan kereta tanpa palang pintu kembali memakan korban. Sekeluarga yang menumpangi mobil Toyota Avanza tewas usai terseret KA Kaligung di Dukuh Brogo, Desa Gebang, Kecamatan Gemuh, Kendal, Jawa Tengah, Minggu (20/8), pukul 11.58.

Toyota Avanza hitam yang ditumpangi satu keluarga itu remuk redam ditabrak KA Kaligung jurusan Brebes-Semarang. Akibatnya, lima penumpangnya tewas seketika di lokasi kejadian.

Para korban adalah Lina Retnowati, 37. Selain itu sang suaminya, Muhammad Thamrin, 54, serta tiga anaknya. Yakni, Nabila Jaquin, 13; Muhammad Paris Ramadhan, 2; dan Renan, 8 bulan.

Berita Terkait

Tragis, Tubuh Korban Hancur Menjadi Beberapa Potongan

Ngeri! 5 Pemuda Tewas Ditabrak Kereta Api, Begini Kronologinya

Menurut kesaksian petugas perbaikan rel KA Aris Sugiarto, 40, sebelum mengalami celaka, Avanza bernopol B 998 RS yang disopiri Thamrin tersebut melaju dari arah Weleri menuju Desa Gebang. Saat itu mobil berjalan pelan ketika akan melintasi rel KA double track.

Palang pintu di perlintasan kereta diterobos pengendara
(Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto/JawaPos.com)

Setelah melewati rel pertama dan hendak memasuki rel kedua, tak diduga, dari barat (Brebes) ke timur (Semarang), meluncur KA Kaligung bernomor loko 402 dengan masinis Yusuf.

“Lintasan KA tersebut memang tak berpalang pintu. Mungkin sopirnya tidak tahu kalau akan ada KA melintas,” tutur Aris kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Begitu KA Kaligung sudah dekat, Avanza nahas itu sebenarnya sudah melintasi rel KA kedua. Namun, apes, moncong loko sempat menabrak bagian belakang mobil tersebut hingga terpental.

Mobil itu sempat terseret beberapa meter sebelum akhirnya terpental ke luar rel. Akibatnya, seluruh penumpang mobil terpelanting ke luar. Lima penumpang tewas seketika di lokasi kejadian. Rata-rata mereka mengalami luka di bagian kepala dan tulang belakang.

“Saat mobil ini akan melintas, sebenarnya sudah ada pengemudi mobil lain yang mengingatkannya agar jangan melaju dengan cara membunyikan klakson. Tapi, sepertinya si sopir tidak paham dan langsung melintas tanpa melihat kanan-kiri lebih dulu,” jelasnya.

Kasatlantas Polres Kendal AKP Edy Sutrisno menyatakan, setelah kejadian tersebut, pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian. Termasuk sejumlah petugas perbaikan rel KA di sana.

Di lokasi kecelakaan, pihaknya menemukan identitas korban Lina yang masih mencantumkan tempat tinggal lama. Yakni, Jalan Salak Barat 8, Nomor 14, RT 11, RW 5, Kelurahan Grogol, Petamburan, Jakarta Barat. Hingga kemarin, penyebab pasti kecelakaan itu masih diselidiki.

Kecelakaan yang menimpa keluarga Thamrin membawa kesedihan mendalam bagi Suwandi, 58, ayahanda Lina Retnowati. Dia mengatakan, cucunya, Nabila Jaquin, atau anak pertama Lina dan Thamrin, sebelumya sempat mengabari melalui telepon bahwa dia hendak pulang ke Gemuh.

“Dia bilang mau ke Kendal, ke rumah kakek. Terus saya jawab, ya hati-hati di jalan. Jangan lupa berdoa,” tuturnya.

MU Hantam Swansea 4-0

Sumber : Detikcom 

Swansea – Manchester United kembali menuai hasil positif di laga Premier League. Setan Merah berhasil menggasak Swansea City 4-0.

Bertanding di Stadion Liberty, Sabtu (19/8/2017) malam WIB, MU sudah unggul 1-0 atas Swansea di babak pertama. Erick Bailly menjadi pembuka rekening gol MU.

Tiga gol lain diceploskan pada babak kedua, di atas menit ke-80. Secara beruntun, Romelu Lukaku, Paul Pogba, dan Anthony Martial menambah derita The Swans.

MU memang tampil dominan sepanjang pertandingan. The Red Devils membuat ball possession dengan persentase 60% berbanding 40%.

Pada pekan pertama, MU juga menuai kemenangan besar dan clean sheet . Tim besutan Jose Mourinho itu mengalahkan West Ham United 4-0.

Jalannya pertandingan

Gawang MU sudah terancam pada menit ketiga. Tembakan Jordan Aye sudah sangat dekat dengan gawang Setan Merah, tapi membentur tiang gawang.

Tak butuh waktu lama, MU mampu membalikkan serangan. Lukaku sempat membuka peluang tapi tembakannya masih melebar.

Sejak itu MU mulai meningkatkan tekanan terhadap Swansea. Rashford berulang kali mencoba untuk membuka rekening gol MU, tapi tak berhasil.

MU malah kembali membuang peluang yang didapatkan pada menit kesembilan. Tendangan bebas oleh Juan Mata disambar Phil Jones. Tapi tandukan Phil Jones membentur tiang.

Pogba mendapatkan kartu kuning pada menit ke-26. Dia menekel Thomas Carroll hingga jatuh.

Rashford kembali mendapatkan peluang emas pada menit 36. Berlari dikawal empat pemain Swansea, Rashford bisa melaju paling depan hingga sangat dekat dengan gawang. Dia sudah berada pada posisi satu lawan satu dengan kiper Swansea, Fabianski. Tapi, tembakannya terlalu pelan dan bisa ditebak oleh Fabianski.

Dua upaya beruntun yang dilakukan Paul Pogba dan Juan Mata juga belum berhasil setelah menit ke-42. Tandukan Pogba masih bisa dihalau barisan pemain belakang Swansea. Bola muntah disambar Mata tapi melebar.

MU baru dapat memecah kebuntuan pada menit terakhir. Bermula dari sepak pojok Daley Blind yang disambar Paul Pogba tapi mengenai tiang. Eric Bailly tak membiarkan kesempatan itu terbuang. Dia menyambarnya dan terjadilah gol untuk MU.

Hingga babak pertama usai, MU unggul 1-0 atas Swansea.

Memasuki babak kedua, kedua tim bermain dengan tempo serupa babak pertama. Duet Lukaku dan Henrik Mkhitaryan di awal babak kedua belum berhasil menambah gol untuk MU.

Permainan mulai memanas. Gawang David De Gea kembali terancam beberapa kali.

Pada menit ke-75, Jose Mourinho menarik keluar Rashford dan Mata. Rashford digantikan oleh Anthony Martial sedangkan Mata digantikan oleh Marouane Fellaini. perubahan itu membuat perubahan signifikan pada tempo permainan Setan Merah.

MU langsung memborong dua gol sekaligus dalam waktu berdekatan. Mendapatkan assist dari Mkhitaryan, Lukaku yang sudah berdiri di depan gawang berhasil mengecoh Fabianski.

Romelu Lukaku usai mencetak gol ke gawang Swansea City Foto: Andrew Boyers/Reuters
Kedudukan 20 untuk MU

Kembali, umpan matang dari Mkhitaryan membuahkan gol untuk MU. Kali ini, umpan diselesaikan oleh Pogba.

Martial menambah lumbung gol MU pada menit ke-84. Gol Martial tercipta lewat skema serangan balik dengan menyelesaikan umpan dari Pogba.

Tak ada tambahan gol hingga wasit meniup peluit panjang. MU menang atas Swansea 4-0.

Susunan pemain

Swansea: Fabianski, Naughton, Fernandez, Bartley (Routledge 67′), Mawson, Olsson, Fer, Mesa (Narsingh 67′), Caroll, Ayew, Abraham (McBurnie 83′)

Manchester United: De Gea, Valencia, Jones, Bailly, Blind, Mata (Fellaini 75′), Matic, Pogba, Mkhitaryan (Herrera 85′), Lukaku, Rashford (Martial 75′)

  • Bila tak  ada tim yang mengungguli pencapaian gol MU (8) maka MU tetap di pucuk Klasemen pada pekan kedua 

Sambangi ITB, Menteri Susi Cetak Sejarah

​JawaPos.com – Acara Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) Institut Pertanian Bogor (ITB) yang digelar kemarin berlangsung istimewa.

Keladinya, hadir Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Kedatangan Susi bahkan mencatatkan rekor sepanjang sejarah berdirinya ITB.

“Hari ini kembali memecahkan rekor, ini terpenuh pesertanya dalam sejarah ITB,” ujar Rektor ITB, Kadarsah Suryadi di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jum’at (18/8), dilansir RMol Jabar (Jawa Pos Grup).

Adapun kedatangan Susi untuk mengisi kuliah umum bagi mahasiswa baru yang sedang mengikuti OSKM.

Berita Terkait

Bawa Bantuan Rp8,6 Miliar, Susi Kunjungi Pesantren Tebuireng

Menteri Susi Kembali Beraksi “Gila”, Kali Ini Dengan Sendal Jepit

OSKM merupakan salah satu rangkaian kegiatan penyambutan ITB bagi mahasiswa baru. Kegiatan itu juga menjadi ajang pengenalan untuk mahasiswa tentang kemahasiswaan dan studi di lingkungan kampus ITB.

“Jumlah mahasiswa yang hadir sekarang 6 ribu orang, 4 ribu diantaranya mahasiswa baru dan 2 ribu orang lainnya mahasiswa lama yang menjadi panitia kegiatan,” ungkapnya.

Kadarsah menjelaskan, kedatangan Susi ke ITB bukan kali pertama melainkan untuk ketiga kalinya. Pertama kali Susi ke ITB, saat itu belum menjabat sebagai menteri. Namun, sambung Kadarsah, ITB memberikan penghargaan Ganesha Widyajasa Aditama.

“Itu penghargaan tertinggi yang diberikan ITB,” ucapnya.

Kemudian, masih di tahun 2017. Susi datang ke ITB dengan kapasitas sebagai menteri mengisi kuliah umum di Aula Barat.

“Dalam sejarah, itu terpenuh juga pesertanya,” katanya.

Ia menambahkan, Susi merupakan sosok yang luar biasa. Pasalnya, ia selalu menghargai dan hormat kepada orang tuanya.

“Beliau seorang menteri tapi juga anak sholeh. Beliau memuliakan ibunya. Beliau manusia biasa yang luar biasa,” ucap Kadarsah sembari memperlihatkan foto Susi kepada ribuan mahasiswa yang sedang menggendong ibunya.

Misteri Hilangnya Supriyadi dan Pemberontakan PETA (2)

​05:05 WIB

Setelah mengamuk dan membisanakan seluruh orang Jepang di dalam dan luar Kota Blitar, pasukan pemberontak berpencar menjadi tiga ke arah pegunungan dan membentuk benteng pertahanan.

Supriyadi memimpin pasukan di timur dan membuat perbentengan di Kali Putih-Kali Menjangan Kalung. Suparjono ke Barat dan Muradi ke Utara. Keduanya kemudian bertemu di Candi Panataran.

Markas Militer Jepang yang mengetahui adanya pemberontakan langsung mengerahkan seluruh kekuatan militernya ke Blitar. Namun mereka tidak langsung menggempur pertahanan pemberontak.

Langkah pertama yang mereka lakukan adalah memblokade pintu keluar bagi para pemberontak agar tidak bisa melarikan diri. Daidan-daidan yang ada di sekitar Blitar langsung dikerahkan.

Daidan Kediri diperintahkan menjaga perbatasan di Blitar-Tulungagung dan Sungai Brantas di Lodoyo, Kademangan dan Ngunut. Daidan Malang di perbatasan Blitar-Malang dan Kali Lohor.

Operasi militer Jepang ini dipimpin langsung oleh perwira-perwira Jepang yang tangkas di medan perang, dibantu Gyugun Sidubo, Syodanco Yugetikai, dan disaksikan Somubuco Yamato Shojo.

Meski pasukan pemberontak melawan mati-matian, mereka akhirnya bisa dilumpuhkan. Kelompok yang pertama ditumpas adalah pasukan Supriyadi, disusul dengan pasukan Suparjono dan Muradi.

Para pemimpin pemberontak yang berhasil ditangkap kemudian diseret ke Pengadilan Militer Jepang. Dalam sidang di Jakarta, pada 14-16 April 1945, para pemimpin pemberontak dijatuhi vonis mati.

Mereka yang diadili dan divonis mati dengan jalan dipenggal kepalanya berjumlah enam orang, tanpa Supriyadi, terdiri dari Dr Ismail, Muradi, Suparjono, Sunanto, Sudarno, dan Halir.

Sejumlah pemberontak juga dikabarkan tewas dalam penjara Cipinang dan Sukamiskin. Mereka yang tewas tanpa diadili itu berjumlah empat orang, yakni Sumardi, Sunardjo, Atmadja, dan Sukaeni.

Karena lolos dari hukuman mati dan dianggap masih hidup, Supriyadi diangkat Menteri Keamanan Rakyat pada 6 Oktober 1945 dan Panglima Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 20 Oktober 1945.

Tetapi karena sosoknya tidak pernah terlihat, maka posisi Panglima TKR diserahkan kepada Jenderal Soedirman. Tidak diketahuinya keberadaan Supriyadi membuat sosoknya misterius.

Pada Juni 1965, salah satu laporan pers menyebutkan pada 28 Mei 1965 Letnan R Sain kesurupan roh Supriyadi dan menceritakan bahwa dia sudah mati dan kepalanya dipenggal oleh Jepang.

05:05 WIB

Namun kabar itu tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya. Pencarian terhadap diri Supriyadi mulai dilakukan. Jika sudah mati, di mana kuburnya? Jika masih hidup, di mana keberadaannya.

Saat pencarian dilakukan, sedikitnya sudah lima orang lebih yang mengaku sebagai Supriyadi. Di antaranya bahkan telah menemui ayah Supriyadi, mantan Bupati Blitar 1945-1956 Darmadi.

Adik tiri Supriyadi, Ki Utomo Darmadi mengaku pernah ditelepon Wakil Presiden Try Sutrisno yang mengatakan ada orang tua di Yogyakarta mengaku sebagai Supriyadi dan diminta menemuinya.

Setelah ditemui, ternyata orang itu bukan Supriyadi. Dia tidak bisa bahasa Belanda dan Jepang. Supriyadi pernah bersekolah di MULO dan MOSVIA, serta ikut dalam latihan militer Jepang.

Untuk memutus mata rantai pencarian itu, pada 9 Agustus 1975 Presiden Soeharto secara resmi mengangkat Supriyadi sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan surat keterangan No 063/TK/Tahun 1975.

Diangkatnya Supriyadi sebagai pahlawan nasional, gelar yang kerap diberikan kepada orang yang telah meninggal, tidak serta merta memutus pencarian terhadap Supriyadi.

Foto yang dimiliki Supriyadi semasa hidup dan tersebar di publik juga hanya satu. Itu pun mulai mengundang tanda tanya, apakah benar orang yang ada dalam foto itu Supriyadi, tidak jelas.

Sampai di sini ulasan Cerita Pagi tentang Supriyadi dan Pemberontakan Tentara PETA di Blitar, pada 14 Februari 1945 diakhiri. Semoga memberikan manfaat kepada pembaca.

Sumber Tulisan

* Baskara T Wardaya, Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno, Galang Press, Cetakan I, 2008.

* Sidik Kertapati, Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945, Penerbit Pustaka Pena, Juli 2000.

* Anton Lucas, Radikalisme Lokal, Oposisi dan Perlawanan Terhadap Pendudukan Jepang di Jawa 1942-1945, Syarikat, 2012.

* Ben Anderson, Revoloesi Pemoeda, Pendudukan Jepang dan Perlawanan di Jawa 1944-1946, Pustaka Sinar Harapan, jakarta 1988.

* Soehoed Prawiroatmodjo, Perlawanan Bersendjata Terhadap Fasisme Djepang, Jakarta, Merdeka Pres, 1965, dikutip dalam Sidik Kertapati.

Misteri Hilangnya Supriyadi dan Pemberontakan PETA (1)

​PEMBERONTAKAN tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar, pada 14 Februari 1945, memiliki nilai historis yang sangat besar bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan fasisme Jepang.

Dalam peristiwa itu, sejumlah tentara PETA yang dipimpin tiga orang perwira dan seorang bintara, terdiri dari Muradi, Supriyadi, Suparjono, dan Sunanto melakukan gerakan bersenjata.
Gerakan ini pada awalnya akan dilakukan secara serempak oleh Daidan Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya. Namun rencana itu diketahui oleh Jepang dan pemberontakan akhirnya dibatalkan.

Tetapi informasi itu tidak sampai ke Daidan Blitar. Sulitnya komunikasi masa itu, membuat para pemimpin PETA di Blitar tetap melanjutkan rencana mereka untuk melakukan pemberontakan.

Percakapan para pemimpin pemberontak di ruang jaga Kesatrian Daidan Blitar sesaat sebelum pemberontakan di bawah ini membuktikan tidak sampainya informasi tentang rencana pembatalan itu.

“Jadikah malam ini?” tanya Muradi yang langsung dijawab oleh Supriyadi, “Menunggu apalagi? Penderitaan rakyat sudah sampai dipuncak dan sudah tidak tertahankan lagi.”

“Bagaimana bapak-bapak dan saudara-saudara lainnya?” sambung Muradi menyangsikan persiapan yang dilakukan daidan lainnya. “Mereka sudah mengetahui semuanya,” timpal Suparjono cepat.

“Kalau kita mulai, mereka akan dengan sendirinya mengikuti gerakan kita. Harus ada yang berani memeloporinya,” terang Suparjono meyakinkan para pemimpin pemberontakan untuk bergerak terus.

“Dalam perang Bratayuda, Sang Kresna memuji para kesatria yang berani mengorbankan jiwa-raganya dengan tidak menanyakan lebih dahulu, untuk apa?” tambah Supriyadi dengan bersemangat.

“Kresna, Arjuna dan seluruh Bratayuda tidak ada hubungannya dengan kita ini. Bagaimana rencana yang sesungguhnya,” sela Sunanto menenangkan suasana yang mulai emosional itu.

“Kita bunuh semua orang Jepang yang ada di sini. Selanjutnya bersama dengan daidan lainnya menyerang tiap pasukan tentara Jepang yang digerakkan untuk menindas kita,” terang Supriyadi.

“Apakah daidan lainnya akan mengikuti kita dan mengetahui apa yang kita mulai?” sela yang lainnya dengan cemas. “Tentu!” jawab Supriyadi dengan sangat yakin.

“Kita sudah mengadakan hubungan dengan mereka. Kita harus mengambil siasat yang terbaik, ialah siasat mendahului menyerang,” tegas Supriyadi. “Risikonya terlalu besar,” sela yang lainnya.

“Risiko apa? Apakah kita mau disamakan dengan orang-orang yang mengaku dan menamakan diri sebagai pemimpin rakyat, tetapi hanya bisa bicara saja?” tanya Supriyadi. “Kita tidak mengetahui bagaimana kekuatan musuh kita,” tanya yang lainnya.

“Lebih baik begitu! Sejarah perang penuh dengan contoh yang membuktikan bahwa dalam keadaan yang jelek sekalipun dapat juga dicapai kemenangan-kemenangan,” timpal Supriyadi lagi.

“Tanah Air menunggu kapan kita mulai memenuhi kewajiban,” katanya menutup pertemuan rahasia itu.

Setelah percakapan itu, masing-masing pemimpin pemberontakan langsung bergerak ke gudang senjata dan misiu, serta peluru-pelurunya dibagi-bagikan kepada masing-masing pasukan pemberontak.

Pembagian senjata pada masa itu merupakan hal yang biasa bagi daidan, karena sering melakukan latihan perang dengan peralatan dan perbekalan lengkap hingga tidak mencurigakan.

Akhirnya, pada 14 Februari 1945 pukul 03.00 Wib, saat Kota Blitar tengah tertidur lelap, para tentara PETA Blitar melakukan sejumlah serangan terhadap orang-orang Jepang.

Warga yang mengetahui adanya suara letusan di pagi buta itu awalnya mengira berondongan senapan yang datang dari timur kesatriyan dan terus mendekat ke Hotel Sentrum sebagai latihan perang.

Namun saat terdengar teriakan “Merdeka! Merdeka!” perkiraan warga langsung berubah. Apalagi setelah terdengar suara lonceng lima kali, warga langsung keluar berhamburan ke luar rumah.

“Salah seorang tetangga mendekat dengan nada setengah berbisik. Di Hotel Sakura ada Jepang yang terbunuh. PETA-PETA menyerukan Merdeka, ikut Jepang atau ikut PETA,” cerita salah seorang saksi.

Di sepanjang jalan raya terdapat mayat-mayat tergeletak. Mereka adalah para serdadu Jepang yang tewas dibunuh saat tengah mabuk sake dan mereka yang dianggap sebagai mata-mata Jepang.

Dari Hotel Sakura, para tentara PETA bergerak menuju rumah penjara. Sebanyak 285 narapidana yang terdiri dari para kriminal dibebaskan. Mereka teriak kegirangan “Merdeka! Merdeka!”

Selain menyasar para tentara Jepang dan mereka yang dituduh mata-mata dan kaki tangan Jepang, serangan tentara PETA juga mengarah kepada orang-orang Tionghoa dan orang-orang Indo Belanda.

Dari alun-alun, para tentara PETA bergerak ke kecamatan-kecamatan. Saat di Kecamatan Nglegok, para tentara PETA menemui rakyat yang telah berkumpul dan menyampaikan tujuannya untuk merdeka.

Kejujuran 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ}

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar (jujur ). (At-Taubah: 119)

Yakni jujurlah kalian dan tetaplah kalian pada kejujuran, niscaya kalian akan termasuk orang-orang yang jujur dan selamat dari kebinasaan serta menjadikan bagi kalian jalan keluar dari urusan kalian.