All posts by fajarzone2015

Legowo beribadah karena Allah &mengharap pahalaNya

An-Nahl, ayat 97

{مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (97) }

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh —baik laki-laki maupun perempuan— dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik: dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.

Janji Allah ini ditujukan kepada orang yang beramal saleh. Yang dimaksud dengan amal saleh ialah amal perbuatan yang mengikuti petunjuk Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya, baik dia laki-laki ataupun perempuan dari kalangan anak Adam, sedangkan hatinya dalam keadaan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan bahwa amal yang dilakukan­nya itu merupakan amal yang diperintahkan serta disyariatkan dari sisi Allah. Maka Allah berjanji akan memberinya kehidupan yang baik di dunia, dan akan memberinya pahala yang jauh lebih baik daripada amalnya kelak di akhirat.

Pengertian kehidupan yang baik ialah kehidupan yang mengandung semua segi kebahagiaan dari berbagai aspeknya. Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan sejumlah ulama, bahwa mereka menafsirkannya dengan pengertian rezeki yang halal lagi baik.

Dari Ali ibnu Abu Talib, disebutkan bahwa dia menafsirkannya dengan pengertian al-qana’ah (puas dengan apa yang diberikan kepadanya). Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ikrimah, dan Wahb ibnu Munabbih.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah kebahagiaan. Al-Hasan, Mujahid, dan Qatadah mengatakan.”Tiada suatu kehidupan pun yang dapat menyenangkan seseorang kecuali kehidupan di dalam surga.”

Ad-Dahhak mengatakan, makna yang dimaksud ialah rezeki yang halal dan kemampuan beribadah dalam kehidupan di dunia. Ad-Dahhak mengatakan pula bahwa yang dimaksud ialah mengamalkan ketaatan, dan hati merasa lega dalam mengerjakannya.

Tetapi pendapat yang benar tentang makna kehidupan yang baik ini menyatakan bahwa pengertian kehidupan yang baik mencakup semua yang telah disebutkan di atas.

Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad disebutkan bahwa:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ، حَدَّثَنِي شُرَحْبِيلُ بْنُ شَرِيكٍ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الحُبُلي، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمرو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ ورُزق كَفَافًا، وقَنَّعه اللَّهُ بِمَا آتَاهُ”.

telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Yazid, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Abu Ayyub, telah menceritakan kepadaku Syurahbil ibnu Syarik, dari Abu Abdur Rahman Al-Habli, dari Abdullah ibnu Umar. bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:Sesungguhnya beruntunglah orang yang telah masuk Islam dan diberi rezeki secukupnya serta Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah terhadap apa yang diberikan kepadanya.

Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Abdullah ibnu Yazid Al-Muqri dengan sanad yang sama.

Imam Turmuzi dan Imam Nasai telah meriwayatkan melalui hadis Ummu Hani’, dari Abu Ali Al-Juhani, dari Fudalah ibnu Ubaid yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda:

“قَدْ أَفْلَحَ مَنْ هُدي إِلَى الْإِسْلَامِ، وَكَانَ عَيْشُهُ كَفَافًا، وَقَنِعَ به”.

Sesungguhnya beruntunglah orang yang diberi petunjuk kepada Islam, sedangkan rezekinya secukupnya dan ia menerimanya dengan penuh rasa syukur.

Imam Turmuzi mengatakan, hadis ini berpredikat sahih.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ، حَدَّثَنَا هَمَّام، عَنْ يَحْيَى، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إن اللَّهَ لَا يَظْلِمُ الْمُؤْمِنَ حَسَنَةً يُعْطَى بِهَا فِي الدُّنْيَا [وَيُثَابُ عَلَيْهَا فِي الْآخِرَةِ وَأَمَّا الْكَافِرُ فَيُعْطِيهِ حَسَنَاتِهِ فِي الدُّنْيَا] حَتَّى إِذَا أَفْضَى إِلَى الْآخِرَةِ، لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَةً يُعْطَى بِهَا خَيْرًا”

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hammam, dari Yahya, dari Qatadah, dari Anas ibnu Malik yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:Sesungguhnya Allah tidak akan menganiaya orang mukmin dalam suatu kebaikan pun yang Dia berikan kepadanya di dunia dan Dia berikan pahalanya di akhirat. Adapun orang kafir, maka ia diberi balasan di dunia karena kebaikan-kebaikannya, hingga manakala ia sampai di akhirat, tiada suatu kebaikan pun yang tersisa baginya yang dapat diberikan kepadanya sebagai balasan kebaikan.

Hadis ini diketengahkan secara munfaridoleh Imam Muslim.

Advertisements

Layanan Customer servis cuma tempelan di bungkus

Pagi ITU seperti biasa istri nyediain kudapan sebagai pendahuluan minum kopi ,istri belanja di toko sekalian beli biskuit Roma Malkist kesukaan kami. Alangkah kecewanya kami pas bungkusnya kubuka lha kok isinya seperti INI

Tak menunggu lama aku langsung menghubungi alamat email yang tertera di bungkusnya Customer@Mayora.co.id dengan iktikad baik agar PT.Mayora Indah Tbk memperhatikan produk-produknya agar tak ada lagi Konsumen yang kecewa seperti aku Dan ada permohonan maaf dari staf CS karena membuat aku selaku Konsumen rugi.

Tapi setelah sekian jam gak ada response ,ucapan terimakasih karena telah diperingatkan Dan permintaan maaf. Aku jadi suuzon perusahaan semegah Mayora staff CS-nya lambat/tidak  merespon komplain pelanggan,ada APA? Aku sadar ,mungkin aku cuma Konsumen ecek-ecek gak Ada artinya,toh masih banyak pelanggan lainnya Sumber omzet milyaran ,apalah diri ini.

Bayangan ada interaksi antara Produsen Dan Konsumen pun pupus. Alamat email di bungkus ITU ternyata cuma hiasan biar dianggap Produsen yang interaktif ,penuh kehangatan, keramahan.

Meemang harga Malkist Roma dalam kemasan ITU cuma 6000,kalau isi 6 berarti harga 1 cracker sama dengan 1000 rupiah

Daya Beli Orang RI Diprediksi Menguat di 2018,InsyaAllah

– Masalah daya beli lemah mewarnai menjadi perbincangan hangat hingga menjelang akhir 2017. Lantas, apakah masalah daya beli lemah akan berlanjut di 2018?

Menurut Head of Intermediary Business Schroders Indonesia, Teddy Oetomo, biasanya daya beli akan menguat selama satu tahun jelang tahun politik alias pemilu. Seperti diketahui 2019 adalah tahun politik karena ada pilpres dan pemilihan legislatif.

Selain itu, di 2018 nanti sejumlah daerah menggelar pilkada. Contohnya Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

“Kalau ada kampanye, uangnya yang berputar cukup besar. Menurut data perekonomian juga terpusat di 3 region itu, totalnya 36%. Lalu 40% populasi Indonesia juga ada di 3 wilayah itu. Jadi konsumsi rumah tangga akan naik tahun depan,” tutur Teddy di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Selain itu, kata Teddy, biasanya satu tahun sebelum musim politik belanja pemerintah juga akan meningkat dari biasanya. Apalagi pemerintah saat ini masih menggenjot proyek-proyek strategis infrastruktur.

“Berdasarkan data satu tahun sebelum musim pemilu seperti 2013, 2008, 2003 naik. Karena ya biasa, sebelum keluar, pemerintah keluarkan duit bangun ini itu, berharap bisa terpilih lagi,” tambahnya.

Menurut data Schroders pertumbuhan daya beli masyarakat pada 2003, 2008 dan 2013 rata-rata mencapai 5,5%. Lalu untuk pertumbuhan belanja pemerintah juga meningkat pada 2003 sebesar 12,5%, 2008 sebesar 17,5% dan 2013 sebesar 5%.

Namun pertumbuhan ekonomi di satu tahun sebelum pemilu cenderun menurun, seperti pada 2008 yang hanya tumbuh 6,1% lebih rendah dari tahun sebelumnya 6,3%. Begitu juga pada 2013 yang tumbuh 5,72% lebih rendah dibanding 2012 sebesar 6,23%.

Tapi, kata Teddy, faktor faktor pemicunya adalah penurunan nilai ekspor. BPS mencatat nilai ekspor pada Desember 2008 minus 9,57%. Sementara pada Desember 2013 meningkat 6,56%, namun pada awal 2013 sempat minus.

“Kalau ekspor biasanya justu menguat setelah pemilu. Kalau daya beli dan belanja pemerintah turun setelah pemilu,” tukasnya.

Schroders memprediksi pertumbuhan ekonomi 2018 sama dengan prediksi Bank Indonesia (BI) dalam rentang 5,1-5,5%. “Kami memprediksi sama dengan BI,” tambahnya.

Untuk tahun depan, menurut Teddy, pihaknya itu akan fokus berinvestasi pada instrumen pasar modal (equity). Sebab instrumen pasar modal searah dengan pertumbuhan ekonomi.

“Kita selalu berusaha lebih baik dari indeks. Kalau ekonomi membaik itu equity lebih baik dari bond (obligasi). Kalau ekonomi turun sebaliknya. Karena tahun depan kami yakin membaik maka kemungkinan equity akan lebih baik dari bond,” tandasnya. 

Sumber : Detikcom

Coca Cola dan Keangkuhan Perusahaan Besar,curhatan pengecer & Konsumen

Sumner : Okezone.com

Minggu 22 Juni 2008, 21:45 WIB

Saya merasa terkesan sekali dengan cara-cara Marketing Coca-Cola di Pekanbaru. Setelah 1 tahun menjadi pelanggan pengecer Coca-cola, dimana setiap minggu kami hanya menghabiskan 4 krat FreshTea, tidak ada yang signifikan memang bagi pemasukan Perusahaan sebesar coca-cola, pada suatu hari datang tim distribusi menawarkan lemari pendingin dengan syarat: Kami “harus” membeli 10 krat sebagai kompensasi mendapatkan pendingin tersebut. Karena memang tidak mungkin mengadakan stock sebanyak itu, karena kebutuhannya memang tak lebih dari 4 krat seminggu.

Lalu saya katakan, kalauu memang ada kebijakan sebagai promosi dari pihak Coca-cola, tidak ada salahnya bahwa tidak harus menambah 10 krat lagi. Lalu dijawab oleh juru bicara tim ini ( bahasanya memang “pasaran” karena mereka ini jelas kurang terdidik secara akademis dan komunikasi

” OH tidak pak, COCA COLA TIDAK PERLU LAGI PROMOSI, KARENA COCA COLA SUDAH EKSIS, JADI INI HANYA KESEMPATAN BAPAK SAJA MENDAPATKAN PENDINGIN INI”.

 Karena bernegosisasi dengan bahasa orang pasaran ini, langsung saya jawab mantap, ” OH BEGITU, MEMANG PENJUALAN 4 KRAT PERMINGGU INI TAK KAN MEMPENGARUHI PENJUALAN COCA COLA DI PEKANBARU, JADI SAYA PUTUSKAN TIDAK JADI MENGAMBIL PENDINGIN ITU, SILAKAN SAJA MUNGKIN DI TEMPAT LAIN”.

Berita Rekomendasi

Terima Kasih PT AHM

Pelayanan Inul Vista, Payah!

Alangkah naifnya ujung tombak Coca Cola, sebuah perusahaan multi nasional, hanya mengandalkan orang-2 seperti preman ini, kasihan sekali. Untung saja usaha saya tidak tergantung kepada produk mereka, kalau iya entah apa jadinya.

Semoga Coca Cola semkain besar dan semakin baik SDM-nya. Dan saya sendiri, semenjak membaca temuan bahwa minuman Coca-cola ( ber cola ) sanggup mematangkan sepotong daging apabila sepotong daging dimasukkan kedalam gelas, lalu dituangkan cola cola, saya tidak lagi meminum coca cola. Untuk teh sebenarnya saya lebih suka teh merk lain..dan teh hijau tentunya.

Semoga, bagi yang selama ini terlalu fanatik sama produk coca-cola hendaknya mampu berpikir lagi, bahwa berapa banyak rupiah yang dibawa ke Amerika? Hanya dari menjual minuman, dan mereka bahkan bisa arogan pula. A’uuzbillah minzalik.

TRISTAN

Payung Sekaki Riau, Pekanbaru

Telp +6281371052767

Distributor Aqua Pekalongan Meremehkan Pengecer Kecil

Sabtu 14 November 2009, 17:54 WIB
Kami adalah toko pengecer yang menjual Aqua Galon. Sudah hampir 1 bulan kami memesan Aqua Galon karena stock kami sudah habis. Tapi sampai saat ini tidak pernah kami dapatkan. Alasannya barangnya kosong, padahal setiap hari kami melihat beberapa truk yang mengangkut penuh Aqua Galon. Pelanggan kami banyak yang beralih ke depot isi ulang.

Bagaimana manajemen Aqua mengatur distribusinya? bukankah justru pengecer seperti kami yang lebih berperan dalam memasarkan produk Aqua? Kami benar-benar kecewa! Apakah hanya toko-toko besar saja yang diprioritaskan? Lalu buat apa ada canvasser?

Berkah

Alamat: Wiradesa, Pekalongan

berkah_wrds@yahoo.co.id. 

XL dan Esia Memaksakan Pemasangan RBT

Rabu 23 Desember 2009, 09:19 WIB

Pada beberapa waktu yang lalu, XL saya tiba-tiba terdapat RBT. Tetapi karena tidak ada petunjuk cara meng-unreg dalam bentuk SMS pemberitahuan, terpaksa dibiarkan hingga akhirnya pulsa saya terpotong untuk perpanjangan selama satu bulan. Saya terpaksa bertanya dengan beberapa teman terutama yang mempunyai gerai ponsel untuk mengetahui cara penonaktifan RBT yang jelas-jelas tidak saya pilih.

Ternyata hal yang sama terjadi pada Esia saya semalam. Tanpa pemberitahuan apa-apa, saya mendapatkan SMS bahwa pulsa saya terpotong digunakan untuk pengaktifan RBT yang jelas-jelas sekali lagi saya tidak pernah pilih atau minta untuk diaktifkan. Beruntungnya Esia masih memberikan cara untuk penonaktifannya, tetapi sepertinya halnya XL saya harus mencari tahu kode RBT saya untuk penonaktifannya yang dilakukan dengan cara men-SMS ke operatornya.

Berita Rekomendasi

Tanggapan Telkomel untuk Bapak Elfri Vincent LS

Opera Sabun Indosat dan SMS Premium 7337

Ternyata hal yang sama baru saja terjadi pada teman sekantor saya yang menggunakan Esia. Dan langsung mengajukan komplain ke Esia dan diterima oleh Bapak Angga. Apakah begini cara mencari tambahan dana untuk membiayai operasional perusahaan selular di Indonesia, dengan memaksakan pelanggan untuk memasang RBT tanpa diminta.

Bagi saya pulsa yang terlanjur dirampas paksa akan saya ikhlaskan dengan harapan semoga bisa berguna bagi mereka yang mencari pendapatan dengan cara-cara yang tidak pantas. Tetapi yang menjadi pemikiran saya, bayangkan jika ada sejuta pelanggan yang ditarik secara paksa seperti saya, berapa miliar pendapatan operator selular itu dalam sebulan?

Tolong YLKI untuk menindak perusahaan operator selular yang bertindak secara semena-mena seperti ini. Bukankah ada peraturan yang mengatur semua ini, kenapa masih bisa terjadi hal seperti ini yang dilakukan oleh perusahaan besar seperti mereka. Sekian dan terima kasih.

Hengky Hartanto

Jl Taman Jeruk I/43, Bojong Indah, Cengkareng, Jakarta Barat

08561012829

hank_jkt@yahoo.com

SMKN 2 Tasikmalaya Buka Kelas 4 Tahun

JawaPos.com – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Tasikmalaya membuka Jurusan Mekatronika tahun ajaran 2017/2018. Siswa jurusan baru itu akan mengeyam pendidikan selama empat tahun.

Kepala SMKN 2 Tasikmalaya Wawan mengatakan, siswa Jurusan Mekatronika mengikuti pendidikan selama empat tahun. Tiga tahun peserta didik belajar di sekolah dengan kurikulum sekolah. Satu tahun lagi, siswa magang di industri dan belajar dengan kurikulum yang ada di industri bersangkutan.

”Tahun ini baru ada satu jurusan yang lama pendidikannya atau program pendidikannya empat tahun dan setara dengan D1. Tahun depan kita akan tambah empat jurusan lainnya diantaranya Jurusan Mesin, Jurusan TKR (Teknik Kendaraan Ringan), Jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan) dan Jurusan Bangunan,” ungkap Wawan, kemarin (12/10).

Untuk program pendidikan empat tahun ini, terangnya, setiap jurusan hanya menerima satu kelas. Jumlah peserta didiknya 30-36 orang. Karena, program empat tahun disesuaikan jumlahnya dengan kebutuhan industri. Siswa yang ikut serta adalah siswa yang akan dipakai oleh industri sehingga tidak hanya kualitas yang menjadi penentu juga disesuaikan kebutuhan industri.

”Kriteria siswanya sama dengan jurusan yang lain. Ada tes seleksi, namun jumlah dan kelasnya terbatas. Dan program empat tahun ini setiap SMK bisa melaksanakan asal sudah ada MoU dengan industri untuk melakukan magang di tahun ke empatnya, Alhamdulillah SMKN 2 berani karena sudah banyak melakukan MoU dengan perusahaan atau industri,” terangnya.

Program empat tahun ini, tutur Wawan, tak lepas dari program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Tujuannya agar lulusan SMK ini betul-betul sesuai dengan kebutuhan industri sehingga saat lulus tidak ada yang menganggur.

”Karena jurusan ini disesuaikan dengan kebutuhan industri jadi bisa jadi ke depan bisa buka tutup jurusan. Artinya jika jurusan A sudah tidak dibutuhkan industri maka bisa ditutup dan diganti dengan jurusan yang sesuai kebutuhan. Jadi syarat utama program empat tahun ini adalah kerja sama dengan dunia industri,” ujarnya.

Liverpool – MU

Liverpool – Liverpool tampil mendominasi atas Manchester United. Sayangnya, itu tak mampu ditransformasikan jadi kemenangan karena laga berakhir 0-0.

Pada laga pekan kedelapan yang dihelat di Anfield, Sabtu (14/10/2017) malam WIB, Liverpool menguasai 62 persen ball possesion serta membuat total 13 attempts, dengan lima mengarah ke gawangnya.

Sayangnya, tak ada satupun peluang yang mampu menembus jala MU yang dikawal David De Gea. Sementara, MU yang lebih banyak bertahan hanya punya satu attempts on target dari total tiga.

Hanya meraih satu poin membuat Liverpool kini baru punya 13 poin dari delapan laga berlalu dan duduk di posisi keenam. Sementara MU sementara menguasai puncak klasemen dengan 20 poin, unggul satu poin dari Manchester City yang akan menghadapi Stoke City.

Jalannya Pertandingan

MU langsung menekan begitu peluit dibunyikan dan hasilnya mereka mendapat dua sepak pojok ketika laga belum genap dua menit. Namun, tim tamu tak mampu memaksimalkannya.

Sementara Liverpool mendapat peluang pertamanya di menit ketujuh lewat Giorginio Wijnaldum. Tapi sepakan pemain Belanda itu dari depan kotak penalti masih mengarah tepat ke David De Gea.

Tak ada Sadio Mane yang absen karena cedera hamstring, Liverpool mengandalkan kecepatan Mohamed Salah di sisi kanan. Sementara itu Coutinho dimainkan sebagai trio lini depan.

Sepanjang 20 menit laga berjalan, Liverpool memang lebih mendominasi permainan dengan menekan pertahanan MU. Sementara MU lebih banyak menunggu dan melakukan serangan balik.

Di menit ke-20, Salah mendapat bola umpan dari Firmino di depan gawang namun sepakannya terlalu lemah dan tak menemui sasaran.

Nemanja Matic nyaris mendapat gol ketika bola muntah di pertahanan Liverpool pada menit ke-30, namun sepakan kaki kirinya masih melayang tipis di atas mistar.

Liverpool mendapat dua peluang beruntun di menit ke-34. Pertama dari sepakan Joel Matip meneruskan umpan tarik Firmino tapi De Gea bisa menepisnya. Bola disapu Phil Jones tapi tak sempurna dan langsung disambar Salah yang berujung di sisi gawang.

Peluang emas pertama MU didapat di menit ke-44 ketika kombinasi umpan cepat para pemainnya di depan kotak penalti Liverpool membuat Lukaku dalam posisi on goal. Sayangnya Mignolet dengan sigap menepis sepakan Lukaku dari jarak dekat.

Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Masuk di babak kedua, Liverpool masih menguasai pertandingan dan terus menekan pertahanan MU. Tapi para pemain Liverpool kesulitan menciptakan peluang.

Peluang pertama di babak ini lahir pada menit ke-57 ketika Joe Gomez memberikan umpan lambung ke kotak penalti dan disambut sepakan Emre Can dari jarak dekat. Sayangnya bola melayang di atas mistar.

Setelah itu Liverpool kembali lagi menemui tembok tebal di daerah pertahanan MU dan lebih banyak memutar bola di sisi sayap. Padatnya lini tengah tim tamu menjadi alasannya.

Ada satu peluang yang didapat Salah untuk mencetak gol di pertengahan babak kedua tapi tandukannya meneruskan umpan Firmino masih menyamping.

Demi mempertajam lini serang, Liverpool memasukkan Alex Oxlade-Chamberlain dan Daniel Sturridge untuk menggantikan Salah serta Coutinho yang sudah mulai kelelahan.

Masuknya Domenic Solanke juga tak banyak membantu karena pertahanan MU terlalu sulit ditembus. Tak ada gol hingga laga berakhir.

Susunan Pemain

Liverpool: Mignolet, Gomez, Matip, Lovren, Moreno, Henderson, Can, Wijnaldum, Salah (Chamberlain 79′), Coutinho (Sturridge 80′), Firmino (Solanke 88′)

Manchester United: De Gea, Valencia, Smalling, Jones, Darmian, Matic, Herrera, Martial (Rashford 66′), Mkhitaryan (Lingard 64′), Young (Lindelof 92′), Lukaku

Bab Perjanjian /Pakta

Oleh Abdul Rasyid (Maret 2017)

Dalam perjanjian, terdapat asas-asas yang menjadi dasar pelaksanaannya. Dari berbagai asas yang ada dalam perjanjian, asas pacta sunt servanda dianggap sebagai asas fundamental karena asa tersebut melandasi lahirnya suatu perjanjian. Asas pacta sunt servanda berasal dari bahasa latin yang berarti ‘janji harus ditepati’ ( agreements must be kept ), sehingga dalam hukum positif rumusan normanya menjadi: setiap perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang dibuatnya.

Purwanto, (2009: 162) mengatakan bahwa pada dasarnya asas pacta sunt servanda berkaitan dengan kontrak atau perjanjian yang dilakukan antar individu yang mengandung makna: perjanjian merupakan undang-undang bagi para pihak yang membuatnya, dan mengisyaratkan bahwa pengingkaran terhadap kewajiban yang ada pada perjanjian merupakan tindakan melanggar janji atau wanprestasi. Asas pacta sunt servanda juga bisa dikatakan sebagai suatu yang sakral atau suatu perjanjian yang titik fokusnya dari hukum perjanjian adalah kebebasan berkontrak atau yang dikenal dengan prinsip otonomi (Aziz T. Saliba: 2009, 162)

Pengaturan tentang asas

pacta sunt servanda pada hukum positif, diatur dalam pasal 1338 ayat (1) dan (2) KUHPer yang mengatur: Semua persetujuan yang dibuat sesuai dengan undang-undang berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya;

Persetujuan itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan kesepakatan kedua belah pihak, atau karena alasan-alasan yang ditentukan oleh undang-undang.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa para pihak yang melakukan perjanjian harus mematuhi perjanjian yang mereka buat. Perjanjian yang dibuat tidak boleh diputuskan secara sepihak tanpa adanya kesepakatan bersama. Apabila ada salah satu pihak mengingkari atau tidak menjalankan perjanjian yang telah disepakati bersama, maka pihak lainnya bisa mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk memaksa pihak yang melanggar perjanjian itu tetap menjalankan perjanjian yang telah disepakatinya.

Dalam Hukum Islam, asas pacta sunt servanda dikenal dengan asas al-hurriyah (kebebasan). Asas al-hurriyah merupakan prinsip dasar dalam hukum perjanjian/akad. Berdasarkan asas al-hurriyah , para pihak diberikan kebebasan melakukan perjanjian. Para pihak diberikan kebebasan untuk melakukan perjanjian dengan siapapun, menentukan isi/materi, mekanisme, model perjanjian, menetapkan mekanisme penyelesaian sengketa, dan sebagainya. Tidak ada paksaan dalam melakukan perjanjian. Namun kebebasan tersebut tidaklah bersifat absolut. Meski diberikan kebebasan dalam melakukan perjanjian tentunya ada batasan-batasan yang harus patuhi, yaitu tidak boleh bertentangan dengan ketentuan-ketentuan hukum Islam ( syariah ). Dengan kata lain, para pihak diberikan kebebasan dalam melakukan perjanjian selama tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Selain diberikan kebebasan dalam menetapkan perjanjian, para pihak juga harus mematuhi perjanjian yang telah disepakatinya dan salah satu pihak tidak boleh mengingkarinya. Terdapat berbagai ayat Al-Quran dan Hadist Rasulullah yang menjadi landasan prinsip al-hurriyah . Antara lain sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran surah Al-Baqarah (2): 256 dan Al-Maidah (5): 1, yang berbunyi sebagai berikut:

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat……..”

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu…….”

Surah Al-Baqarah (2: 256) dan Al-Maidah (5:1) secara jelas menyatakan: tidak ada paksaan (i krah ) dalam melakukan suatu perbuatan, termasuk dalam melakukan perjanjian. Setiap individu diberikan kebebasan melakukan perbuatan apapun selama tidak bertentangan dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam Al-Quran dan Hadits.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa asas pacta sunt servanda tidak hanya diatur dalam hukum positif, tetapi juga diatur dalam hukum Islam. Dengan demikian, menjadi beralasan untuk mengatakan bahwa asas pacta sunt servanda sebagai asas fundamental dalam perjanjian, kerena sifat dari nilainya yang universal​

Dalam hadits, Nabi menyatakan :

An-Nahl, ayat 91-92

{وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلا تَنْقُضُوا الأيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلا إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ (91) وَلا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلا بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَى مِنْ أُمَّةٍ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ (92) }

Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kalian berjanji, dan janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah (kalian) itu sesudah meneguhkannya, sedangkan kalian telah menjadikan Allah sebagai saksi kalian (terhadap sumpah-sumpah itu).Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kalian perbuat. Dan janganlah kalian seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai-berai kembali, kalian menjadikan sumpah(perjanjian) kalian sebagai alat penipu di antara kalian, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya daripada golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kalian dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepada kalian apa yang dahulu kalian perselisihkan itu.

Apa yang.disebutkan dalam ayat di atas mengandung perintah Allah, antara lain menepati janji, ikrar, serta memelihara sumpah yang telah dikukuhkan. Untuk itulah Allah Swt. berfirman:

{وَلا تَنْقُضُوا الأيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا}

dan janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah (kalian) itu sesudah meneguhkannya. (An-Nahl: 91)

Tiada kontradiksi antara apa yang disebutkan oleh ayat ini dan apa yang disebutkan dalam firman-Nya:

وَلا تَجْعَلُوا اللَّهَ عُرْضَةً لأيْمَانِكُمْ أَنْ تَبَرُّوا وَتَتَّقُوا

Janganlah kalian jadikan (nama) Allah dalam sumpah kalian sebagai penghalang.(Al-Baqarah: 224), hingga akhir ayat.

{ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ}

Yang demikian itu adalah kifarat sumpah-sumpah kalian bila kalian bersumpah (dan kalian langgar). Dan jagalah sumpah kalian. (Al-Maidah: 89)

Dengan kata lain, janganlah kalian meninggalkan sumpah tanpa membayar kifaratnya. Tidak ada pertentangan pula dengan sabda Nabi Saw. yang disebutkan di dalam kitab Sahihain, yaitu:

إِنِّي وَاللَّهِ إِنْ شَاءَ اللَّهُ، لَا أَحْلِفُ عَلَى يَمِينٍ فَأَرَى غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا، إِلَّا أَتَيْتُ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ وَتَحَلَّلْتُهَا”. وَفِي رِوَايَةٍ: “وَكَفَّرْتُ عَنْ يَمِينِي”

Sesungguhnya aku, demi Allah, jika Allah menghendaki, tidak sekali-kali aku bersumpah, lalu aku melihat bahwa ada hal yang lebih baik dari sumpahku itu, melainkan aku akan mengerjakan hal yang kupandang lebih baik, lalu aku bertahallul dari sumpahku. Dalam riwayat lain disebutkan, lalu aku bayar kifarat sumpahku.

Pada garis besarnya tidak ada pertentangan di antara semua dalil di atas dengan ayat yang disebutkan dalam surat ini, yaitu firman-Nya:

وَلا تَنْقُضُوا الأيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا

dan janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah (kalian) itu sesudah meneguhkannya. (An-Nahl: 91)

Karena sesungguhnya yang dimaksud dengan istilah Al Aiman (sumpah-sumpah) ini termasuk ke dalam pengertian janji-janji dan ikatan-ikatan, bukan hanya sekadar sumpah-sumpah yang diutarakan untuk mengerjakan sesuatu atau meninggalkannya.

Karena itulah Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:dan janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah (kalian) itu sesudah mengukuhkannya. (An-Nahl: 91) Yakni sumpah, jelasnya sumpah pakta Jahiliah.

Pendapat ini didukung oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Disebutkan bahwa:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ -هُوَ ابْنُ أَبِي شَيْبَةَ-حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْر وَأَبُو أُسَامَةَ، عَنْ زَكَرِيَّا -هُوَ ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ-عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جُبَيْر بْنِ مُطْعِمٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَا حِلْف فِي الْإِسْلَامِ، وَأَيُّمَا حِلْفٍ كَانَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ لَمْ يَزِدْهُ الْإِسْلَامُ إِلَّا شِدَّةً”.

telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Muhammad (ibnu Abu Syaibah), telah menceritakan kepada kami Ibnu Namir dan Abu Usamah, dari Zakaria (yakni Ibnu Abu Zaidah), dari Sa’d ibnu Ibrahim, dari ayahnya, dari Jubair ibnu Mut’im yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Tiada sumpah sepakta dalam Islam; dan sumpah sepakta mana pun yang terjadi di zaman Jahiliah, maka sesungguhnya Islam tidak menambahkan kepadanya melainkan menambah kekukuhannya.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Ibnu Abu Syaibah dengan sanad yang sama.

Makna hadis menunjukkan bahwa dengan keberadaan agama Islam tidak diperlukan lagi adanya sumpah pakta yang biasa dilakukan di masa Jahiliah; karena sesungguhnya dengan berpegang kepada agama Islam sudah merupakan kecukupan untuk tujuan itu tanpa memerlukan lagi apa yang dahulu biasa mereka lakukan (di masa Jahiliah).

Adapun apa yang disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui Asim Al-Ahwal, dari Anas r.a., yang mengatakan:

حَالَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ فِي دَارِنَا

Rasulullah Saw. pernah mengikat sumpah pakta di antara kaum Muhajirin dan kaum Ansar di kampung halaman kami.

Makna yang dimaksud dari hadis ini ialah, Rasulullah Saw. memper­saudarakan di antara sesama mereka menjadi saudara-saudara angkat. Dahulu setelah adanya pakta ini mereka saling mewaris di antara sesamanya, hingga Allah menghapusnya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Imarah Al-Asadi, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Abu Laila, dari Buraidah sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kalian berjanji. (An-Nahl: 91) Bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan berbaiat (menyatakan janji setia) kepada Nabi Saw. Tersebutlah bahwa orang yang masuk Islam berbaiat kepada Nabi Saw. untuk menolong Islam. Lalu turunlah firman-Nya: Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kalian berjanji. (An-Nahl: 91) Yakni janji setia yang kalian baiatkan untuk menolong Islam ini. dan janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah (kalian) itu sesudah meneguhkannya. (An-Nahl: 91) Artinya, janganlah sekali-kali kenyataan minoritas pengikut Nabi Muhammad dan mayoritas kaum musyrik mendorong kalian membatalkan baiat yang telah kalian ikrarkan untuk membela Islam.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، حَدَّثَنَا صَخْرُ بْنُ جُوَيرية، عَنْ نَافِعٍ قَالَ: لَمَّا خَلَعَ النَّاسُ يَزِيدَ بْنَ مُعَاوِيَةَ، جَمَعَ ابْنُ عُمَرَ بَنِيهِ وَأَهْلَهُ، ثُمَّ تَشَهَّدَ، ثُمَّ قَالَ: أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّا قَدْ بَايَعْنَا هَذَا الرَّجُلَ عَلَى بَيْعَةِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم يقول: “إن الْغَادِرَ يُنصب لَهُ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيُقَالُ هَذِهِ غَدْرة فُلَانٍ وَإِنَّ مِنْ أَعْظَمِ الغَدْر -إِلَّا أَنْ يَكُونَ الْإِشْرَاكَ بِاللَّهِ-أَنْ يُبَايِعَ رَجُلٌ رَجُلًا عَلَى بَيْعَةِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ، ثُمَّ يَنْكُثُ بَيْعَتَهُ، فَلَا يَخْلَعَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ يَزِيدَ وَلَا يُسْرِفَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ فِي هَذَا الْأَمْرِ، فَيَكُونَ صَيْلم بَيْنِي وَبَيْنَهُ

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail, telah menceritakan kepada kami Sakhr ibnu Juwairiyah, dari Nafi’ yang mengatakan bahwa tatkala orang-orang (kaum muslim) memecat Yazid ibnu Mu’awiyah, Ibnu Umar mengumpulkan semua anaknya dan keluarganya, kemudian ia membaca syahadat, lalu berkata, “Amma ba’du, sesungguhnya kita telah membaiat lelaki ini (yakni Yazid) dengan baiat Allah dan Rasul-Nya, dan sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: ‘Sesungguhnya bagi seorang pengkhianat itu akan dipancangkan untuknya sebuah panji nanti di hari kiamat, lalu dikatakan bahwa panji ini adalah panji pengkhianatan si Fulan. Dan sesungguhnya pengkhianatan yang paling besar —terkecuali terhadap perbuatan mempersekutukan Allah— ialah bila seseorang lelaki membaiat lelaki yang lain dengan baiat Allah dan Rasul-Nya, kemudian ia mengkhianati baiatnya (janji setianya).’ Maka janganlah sekali-kali ada seseorang di antara kalian mencabut kembali baiatnya, dan janganlah sekali-kali seseorang di antara kalian menyimpang dalam urusan ini, maka hal itu akan menjadi pemisah antara aku dan dia.”

Sebagian dari hadis ini yang berpredikatmarfu’, ada di dalam kitab Sahihain.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ، حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَابِسٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: “مَنْ شَرَطَ لِأَخِيهِ شَرْطًا، لَا يُرِيدُ أَنْ يَفِيَ لَهُ بِهِ، فَهُوَ كَالْمُدْلِي جَارَهُ إِلَى غَيْرِ مَنْعَة”

Imam Ahmad mengatakan telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Hajjaj, dari Abdur Rahman ibnu Abis, dari ayahnya, dari Huzaifah yang mengatakan bahwa ia telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Barang siapa mensyaratkan bagi saudaranya suatu syarat dengan niat tidak akan memenuhi syarat itu kepada saudaranya, maka keadaannya sama dengan orang yang menjerumuskan orang yang dilindunginya ke dalam keadaan tanpa perlindungan.

*******************

Firman Allah Swt.:

{إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ}

Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kalian perbuat. (An-Nahl: 91)

Ayat ini mengandung makna ancaman dan peringatan terhadap orang yang membatalkan sumpahnya sesudah mengukuhkannya.

Firman Allah Swt.:

{وَلا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا}

Dan janganlah kalian seperti seorang perempuan yang meng­uraikan benangnya sesudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai-berai kembali. (An-Nahl: 92)

Abdullah ibnu Kasir dan As-Saddi mengatakan bahwa wanita itu adalah seorang wanita yang kurang akalnya, ia tinggal di Mekah di masa silam. Apabila telah memintal sesuatu, ia menguraikannya kembali sesudah kuat pintalannya.

Mujahid, Qatadah, dan Ibnu Zaid mengatakan, hal ini merupakan perumpamaan bagi orang yang membatalkan sumpahnya sesudah mengukuhkannya. Pendapat ini lebih kuat dan lebih jelas, tanpa memandang apakah di Mekah ada wanita yang menguraikan pintalannya itu ataukah tidak.

*******************

Firman-Nya:

{أَنْكَاثًا}

menjadi cerai-berai kembali. (An-Nahl: 92)

Dapat diartikan bahwa lafaz ankasa ini adalah isim masdar, artinya ‘wanita itu menguraikan kembali pintalannya menjadi cerai-berai’. Dapat pula diartikan sebagai badal dari khabar kana, yakni ‘janganlah kalian menjadi orang yang gemar melanggar sumpahnya’, bentuk jamak dari نَكْثٍ  berasal dari نَاكِثٍ.Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

{تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلا بَيْنَكُمْ}

kalian menjadikan sumpah (perjanjian)kalian sebagai alat penipu di antara kalian.(An-Nahl: 92)

Yakni makar dan tipu muslihat.

{أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَى مِنْ أُمَّةٍ}

disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak dari golongan yang lain. (An-Nahl: 92)

Artinya, kalian mau berpakta dengan orang lain bila mereka lebih banyak jumlahnya daripada jumlah kalian demi ketenangan kalian. Tetapi bila kalian mempunyai kesempatan untuk berkhianat, maka kalian berkhianat terhadap mereka. Karenanya Allah Swt. melarang sikap tersebut, sebagai gambaran pihak yang sedikit terhadap pihak yang lebih banyak. Bilamana dalam keadaan demikian Allah Swt. melarangnya, maka terlebih lagi bila disertai dengan kemampuan dan kekuatan (untuk berbuat khianat), tentunya lebih dilarang.

Dalam surat Al-Anfal telah kami ceritakan kisah Mu’awiyah, ketika terjadi perjanjian gencatan senjata antara dia dengan Raja Romawi. Manakala perjanjian gencatan senjata itu hampir habis; Mu’awiyah berangkat bersama pasukannya menyerang mereka. Dan tepat di saat habisnya masa gencatan senjata, Mu’awiyah telah berada di dekat negeri mereka, maka Mu’awiyah langsung menyerang mereka tanpa menyadari bahwa Mu’awiyahlah pihak yang menyerang (yang memulai dahulu). Maka berkatalah Amr ibnu Anbasah kepadanya, “Allah Mahabesar, hai Mu’awiyah. Tepatilah perjanjianmu, janganlah kamu berbuat khianat! Karena aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda:

“مَنْ كَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ قَوْمٍ أَجْلٌ فَلَا يَحِلَّنَّ عُقدة حَتَّى يَنْقَضِيَ أمَدها”

‘Barang siapa yang antara dia dan suatu kaum terdapat suatu perjanjian, maka janganlah dia melepaskan ikatannya sebelum habis masa berlakunya’.”

Maka Mu’awiyah r.a. surut mundur dan pulang bersama pasukannya.

Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: disebabkan adanya suatu golongan yang lebih banyak daripada golongan yang lain. (An-Nahl: 92)Arba artinya lebih banyak, yakni lebih kuat.

Mujahid mengatakan, dahulu di masa Jahiliah mereka biasa mengadakan perjanjian pakta di antara sesama mereka. Bilamana suatu golongan menjumpai golongan lain yang lebih banyak jumlahnya daripada diri mereka serta lebih kuat, maka dirusaknyalah perjanjian pakta yang ada, lalu mereka mengadakan perjanjian pakta yang baru dengan golongan yang lebih kuat itu. Maka dilaranglah mereka dari perbuatan seperti itu. Ad-Dahhak, Qatadah, dan Ibnu Zaid telah mengatakan hal yang semisal.

*******************

Firman Allah Swt.:

{إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ}

Sesungguhnya Allah hanya menguji kalian dengan hal itu. (An-Nahl: 92)

Sa’id ibnu Jubair mengatakan, makna yang dimaksud ialah Allah menguji mereka dengan adanya golongan yang lebih banyak. Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa Allah sengaja menguji kalian melalui perintah-Nya yang menganjurkan agar kalian memenuhi janji kalian.

{وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ}

Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepada kalian apa yang dahulu kalian perselisihkan. (An-Nahl: 92)

Kemudian Allah akan memberikan balasan kepada setiap orang yang beramal sesuai dengan baik buruk amalnya.