All posts by fajarzone2015

Perancis Juara Piala Dunia FIFA 2018 RUSIA 

– Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018. Les Bleus mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 dalam laga final yang dilangsungkan di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7/2018) malam WIB.

Prancis unggul cepat di laga ini setelah Mario Mandzukic bikin gol bunuh diri di menit 18. Namun Kroasia bisa menyamakan kedudukan melalui tendangan voli Ivan Parisic. Penalti Antoine Griezmann membuat Prancis kembali unggul 2-1 saat turun minum.

Di babak kedua, skuat besutan Didier Deschamps membuat dua gol tambahan melalui Paul Pogba dan Kylian Mbappe. Sementara Kroasia hanya menambah satu melalui Manduzkic, memanfaatkan kesalahan yang dibuat kiper Hugo Lloris.

Baca juga: Mandzukic Bikin Gol Bunuh Diri Pertama di Final Piala Dunia

Prancis pun menjadi juara Piala Dunia 2018.

Ini menjadi titel kedua Prancis, setelah yang pertama didapat pada tahun 1998. Di 2006 Prancis juga masuk final, tapi mereka kalah melalui adu penalti dari Italia.

Bagi Kroasia, kekalahan ini memupus harapan mereka untuk merebut trofi Piala Dunia untuk kali pertama. Ini jadi capaian terbaik negara tersebut di Piala Dunia, setelah pada 1998 merebut posisi tiga.

Pertandingan final final Piala Dunia 2018 menciptakan sejarah baru.

Mario Mandzukic mencetak gol bunuh diri pertama di laga final.

Prancis dan Kroasia berhadapan di final Piala Dunia 2018, dalam laga yang dilangsungkan di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7/2018) malam WIB. Pertandingan baru berjalan 18 menit saat Les Bleus berhasil membuka keunggulan.

Dari tendangan bebas yang diambil Antoine Griezmann, bola melambung ke kotak penalti Kroasia. Di sana Mandzukic berhasil menanduk bola, tapi dari kepalanya si kulit bundar malah mengarah ke dalam sudut gawang Danijel Subasic.

Tandukan Mandzukic menjadi gol pembuka dalam laga final Piala Dunia 2018 ini. Opta mencatat itu menjadi gol bunuh diri pertama yang tercipta di final Piala Dunia.

Mandzukic adalah pahlawan kemenangan Kroasia saat berhadapan dengan Inggris di babak semifinal. Dia mencetak gol penentu kemenangan 2-1 timnya. Pemain Juventus itu sebelumnya juga bikin gol dalam laga dengan Denmark di fase grup.

Molinaro, wartawan situs berita olah raga dari Kanada Meramal Kroasia Sebagai Negara Baru Juara Piala Dunia

Sportsnet , menulis lima ramalan berani yang mungkin akan terjadi sepanjang 2018. John menulis ramalan itu pada akhir Desember 2017 lalu.

Satu di antara ramalan John Molinaro adalah Real Madrid akan kembali menjadi juara Liga Champions. Prediksi John tak meleset. Pada 27 Mei lalu, Real Madrid menekuk Liverpool 3-1 dan merebut trofi Liga Champions selama tiga tahun berturut-turut. Tiga prediksi John lainnya tak istimewa. Dia meramal Lionel Messi bakal pindah ‘rumah’ dari Spanyol ke Prancis, dari Barcelona hijrah ke PSG.

Tapi ada satu ramalan John Molinaro yang terdengar agak ganjil kala itu. John percaya, tim nasional Kroasia akan melaju hingga babak final Piala Dunia 2018 di Rusia, bahkan menjadi juara. Kroasia memang punya Dejan Lovren di barisan belakang, punya Luka Modric sebagai jenderal lapangan tengah dibantu oleh Ivan Rakitic, dan memiliki Mario Mandzukic sebagai ujung tombak. Mereka pemain-pemain bagus dan bermain di klub-klub besar di liga utama Eropa.

Tapi mana ada yang menujum bahwa Kroasia bakal melaju hingga babak final dan menjadi juara Piala Dunia. Sejak Piala Dunia pertama pada 1930 hingga Piala Dunia 2014 di Brasil, hanya delapan negara yang pernah juara. Tiga negara dari Amerika Latin dan lima negara dari benua Eropa. Tak ada negara dari Balkan maupun Eropa Timur di daftar itu.

 “Kroasia akan menjadi negara kesembilan yang jadi juara di Piala Dunia,” John Molinaro menulis. Ramalan wartawan Kanada itu tinggal selangkah lagi jadi kenyataan. Bertempat di Stadion Luzhniki, Moskow, malam ini Kroasia akan melawan Prancis di babak final Piala Dunia 2018.

Dari semua ukuran atau parameter , peringkat FIFA, elo rating pemain dan sejarah, final Piala Dunia 2018 bukan milik Kroasia. Menurut ranking FIFA hingga 7 Juni lalu, tim Jerman ada di peringkat teratas, disusul Brasil dan Belgia. Prancis ada di urutan ketujuh, sementara Kroasia ada di peringkat ke-20. Sementara, berdasarkan Soccer Power Index (SPI) yang disusun oleh situs FiveThirtyEight, tiga negara di urutan teratas adalah Brasil, Spanyol, dan Jerman. Prancis ada di urutan keempat, sementara Kroasia berada di peringkat ke-8. Menurut situs ini, Prancis akan jadi juara dengan tingkat kemungkinan menang 59 persen.

Sebelum peluit tanda dimulainya Piala Dunia 2018 ditiup, sangat sedikit yang meramal Prancis akan jadi juara. Dua perusahaan raksasa keuangan, Goldman Sachs dan UBS, dengan memakai model statistik yang kompleks, tak ada yang menempatkan Prancis sebagai favorit juara. Di babak final, menurut ‘mesin’ kecerdasan buatan Goldman Sachs Global Investment Research, Brasil akan menjegal tim panser Jerman.

Sebelum babak penyisihan grup dimulai, berbeda dengan Goldman, UBS malah menjagokan Jerman jadi juara di Rusia. UBS pernah dengan akurat memprediksi kemenangan Italia di Piala Dunia 2006. Tapi kali ini, baik UBS maupun Goldman, salah meramal. Brasil tersingkir di perempat final, bahkan Jerman pulang lebih awal.

“Uang mungkin tak selalu bisa membeli kesuksesan, tapi uang jelas membantu mendapatkannya” Ian Bright, ekonom senior ING

Ramalan yang agak mendekati kebenaran adalah prediksi ING, perusahaan keuangan dari Belanda, dan perusahaan Jepang, Nomura. Keduanya memakai teknik meramal yang tak terlalu rumit dan tak secanggih model statistik UBS maupun algoritma Goldman. ING dan Nomura berasumsi, nilai total pemain suatu tim punya korelasi sangat kuat dengan menang atau kalah dalam pertandingan. Mereka juga memasukkan komponen rekam jejak beberapa pertandingan terakhir. “Uang mungkin tak selalu bisa membeli kesuksesan, tapi uang jelas membantu mendapatkannya,” kata Ian Bright, ekonom senior ING, dikutip majalah The Economist .

ING dan Nomura sama-sama meramal tim Spanyol akan berhadapan dengan Prancis di babak final. Spanyol merupakan salah satu tim termahal di Piala Dunia 2018, bersama-sama dengan Brasil, Jerman, dan Prancis. Menurut Sportskeeda , tim termahal di Piala Dunia Rusia kali ini adalah Prancis, disusul Spanyol, Brasil, Jerman, dan Inggris. Cara ini akurat meramal nasib Prancis, tapi meleset jauh untuk melihat ‘masa depan’ tim Spanyol maupun Jerman.

Jika nilai pemain di bursa transfer jadi ukuran, Kroasia hanya di urutan ke-10 dengan total nilai £324 juta. Nilai pemain Kroasia kurang dari setengah nilai pemain Inggris, £786,6 juta, tim yang mereka kalahkan di babak semi final. Apalagi jika dibandingkan dengan nilai tim Prancis, £972,5 juta, nilai pemain Kroasia hanya sepertiganya. Seandainya metode ING dan Nomura dipakai untuk meramal juara Piala Dunia, maka tak ada kesempatan bagi Luka Modric dan Ivan Rakitic. Setelah 20 tahun Zinedine Zidane dan kawan-kawan merebut gelar juara pada 1998, bisa dipastikan, Prancis akan jadi juara Piala Dunia untuk kali kedua.

Apalagi jika kita percaya kepada ramalan perusahaan game, EA Sports. Dua kali Piala Dunia berturut-turut, Piala Dunia 2010 dan Piala Dunia 2014, dengan menggunakan engine game buatannya, EA Sports berhasil meramal dengan akurat juaranya. Beberapa hari sebelum Piala Dunia 2010 dimulai, EA Sports memprediksi Spanyol akan jadi pemenangnya dan David Villa jadi pencetak gol terbanyak. Empat tahun kemudian, kembali menggunakan engine game buatannya, EA meramal tim panser Jerman akan jadi juara Piala Dunia 2014.

Pada 28 Mei lalu, EA Sports mengumumkan hasil simulasinya untuk Piala Dunia 2018. Menurut EA Sports, Prancis akan kembali jadi juara Piala Dunia. Di semi final, EA Sports meramal, Prancis berhasil menyingkirkan Red Devil, Belgia, dengan keunggulan satu gol. Di babak final, setelah melewati perpanjangan waktu dan adu penalti, Prancis akan memboyong trofi Piala Dunia dengan menaklukkan Jerman, 4-3.


Link Sejarah Piala Dunia dan Daftar Tuan Rumah serta Juara :

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Piala_Dunia_FIFA
Juara Piala Dunia FIFA

1930 Uruguay 4–2 Argentina

1934 Italia 2–1 Cekoslovakia

1938 Italia 4–2 Hungari

1950 Uruguay 2–1 Brasil

1954 Jerman Barat 3–2 Hungari

1958 Brasil 5–2 Swedia

1962 Brasil 3–1 Cekoslovakia

1966 Inggris 4–2 Jerman

1970 Brasil 4–1 Italia

1974 Jerman Barat 2–1 Belanda

1978 Argentina 3–1 Belanda

1982 Italia 3–1 Jerman

1986 Argentina 3–2 Jerman

1990 Jerman Barat 1–0 Argentina

1994 Brasil 0–0 Italia

1998 Perancis 3–0 Brasil

2002 Brasil 2–0 Jerman

2006 Italia 1–1 Perancis

2010 Spanyol 1–0 Belanda

2014 Jerman 1–0 Argentina

2018 Perancis 4-2 Kroasia 

Advertisements

Unjuk Rasa Driver Ojek- Taxi Online

 Puluhan pengemudi moda transportasi online, baik R2 maupun R4, yang tergabung dalam aliansi Jatim Online Bersatu melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Surabaya, Jumat (13/7/2018) siang.

Aksi yang mengakibatkan kemacetan di area Jalan Yos Sudarso ini merupakan kelanjutan aksi serupa yang telah dilakukan di depan Gedung Negara Grahadi pada pagi hari tadi.

Dalam orasi yang dilakukan, perwakilan pengemudi moda transportasi online meminta agar para anggota DPRD Kota Surabaya membantu untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada Pemerintah Provinsi maupun Pusat terkait dengan kepastian hukum bagi profesi yang dijalani.

“Kami ini juga warga Kota Surabaya, kami juga punya hak untuk hidup dan bekerja demi keluarga, bukan asal hidup. Kalau asal hidup, di hutanpun juga bisa, maka kami minta tolong kepada anggota DPRD untuk membantu perjuangan kami,” pinta Orator aksi itu.

Sebelumnya, Daniel Lukas Rorong, salah satu tokoh aliansi Jatim Online Bersatu mengungkapkan bahwa aksi yang Ia lakukan bersama rekan-rekannya kali ini memiliki beberapa tuntutan kepada pemerintah terkait regulasi bagi moda transportasi online.

“Beberapa tuntutan diantaranya, kenaikan tarif per kilometer aplikator, anti monopoli (batasi taksi konvensional online), tolak suspend semena-mena dan minta evaluasi sistem zonasi,” tegas Daniel.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, beberapa perwakilan massa aksi tengah ditemui untuk berdiskusi bersama oleh Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji. 

Bripka Toni Purwanto, Anggota Polda DIJ Yang Nyambi Jualan Cilok (Bukan Nyamar Lo)

 
  Menjadi abdi negara tidak harus terfokus di satu bidang. Inilah yang dilakoni Bripka Toni Purwanto, 37. Di balik sosok tegas seorang polisi, ia ternyata juga berjualan cilok. Tidak hanya sekadar menyambung hidup, namun juga mengenalkan nilai-nilai kepolisian.

DWI AGUS, Sleman

Sosok polisi tengah sibuk bekerja ketika Radar Jogja memasuki ruang Bidang Humas Polda DIJ, kemarin siang (10/7). Personel polisi bernama Bripka Toni Purwanto ini tampak fokus di depan komputernya. Sesekali dia menoleh ke arah kertas di sisi kirinya. Satu persatu data dia masukkan ke dalam computer itu.

Tak selang berapa lama, pria kelahiran Jakarta, 2 Februari 1981, ini mendatangi koran ini. Senyum ramah mengembang saat Radar Jogja menyatakan maksud tujuan kedatangannya. Dia segera mengiyakan setelah sebelumnya izin dulu kepada sang atasan.
“Monggo Mas. Kalau jualan biasanya sore sepulang dari Mapolda. Berjualannya di depan Kantor BRI Maguwoharjo,” kata Toni  memulai percakapan.

Awal mula persinggungan Toni dengan dunia cilok pada Maret 2017. Kala itu, bapak dua anak ini memutuskan untuk terjun ke dunia kuliner. Cilok dipilih karena dia sangat menggemari kuliner berbahan baku tepung tapioka atau kanji ini.

Sebelum benar-benar terjun, Toni terlebih dahulu berburu cilok. Sepulang bertugas, dia tidak langsung pulang ke rumah, tapi mencari para penjual cilok di pinggiran jalan. Dia menjajal satu per satu cilok yang dia temui.

Dari perburuan ini ada berbagai temuan yang mendasar. Terkadang cilok pas, namun bumbu kurang mantab. Begitu juga sebaliknya. Saat menemukan ramuan yang pas, Toni berlangganan. Berawal dari tanya-tanya, akhirnya dia bertanya resep pembuatan cilok.

“Kuncinya di bumbu dan bahan bakunya, baik cilok atau kuah bumbunya. Bahan bakunya sebenarnya sederhana, seperti tepung kanji, tepung terigu, dan bumbu dapur lainnya. Tapi cara pengolahan dan adonannya harus pas agar nikmat,” ujarnya.

Dalam meracik Toni mengandalkan kejujuran. Seluruh bahan baku segar dan berkualitas. Terutama untuk bumbu sebagai campuran cilok dan kuahnya. Contohnya sambal, menggunakan racikan cabai asli, bukan perasa.


“Pedasnya itu jegrak, benar-benar asli dan terasa. Kalau pemanisnya kan pakai kecap. Kalau pedas itu pasti enak dan laris. Di dalam cilok juga saya kasih tetelan daging sapi. Sehari dengan bahan baku kanji 8 kilogram dan tepung satu kilogram, bisa membuat 2.000 butir cilok,” ungkapnya.

Awal mula kecintaannya pada cilok saat bertugas di Polda Metro Jaya. Penjual cilok ibarat jamur di musim penghujan karena saking banyaknya. Hingga akhirnya dia mendapat tugas pengawalan mobil bank. Saat mampir di anjungan tunai mandiri (ATM), dia menyempatkan diri untuk membeli sebungkus cilok.

Kala itu Toni belum bisa mempraktikkan minat berjualan cilok. Terlebih dia telah menggeluti jual beli ayam potong. Maklum saja untuk terus menyambung hidup, Toni memilih mencari sampingan. Dia berburu ayam potong untuk membantu orangtuanya yang berprofesi sebagai pedagang.

Hingga akhirnya Toni dipindahtugaskan ke Polda DIJ Januari 2017. Dari sinilah ide untuk mendalami dunia percilokan timbul kembali. Satu lagi yang membuat Toni keukeuh berjualan adalah untuk mencukupi biaya pengobatan anak sulungnya.

“Kebetulan anak pertama saya, Lugna, 7, anak berkebutuhan khusus. Harus berobat rutin dengan terapi. Kalau hanya mengandalkan dari gaji kepolisian belum tentu cukup, jadi harus berjuang,” katanya.

Bukan tidak mudah Toni berjualan cilok. Di awal memulai bisnis, suami Ade Nasibah ini harus berjibaku. Pagi hingga siang harus bertugas sebagai sosok polisi. Sore hingga malam hari berjualan cilok. Sementara untuk meracik bumbu dan cilok dini hari hingga pagi hari.

Pernah suatu saat Toni mendapat teguran dari sang atasan. Penyebabnya telat mengikuti apel pagi. Tidak ingin berbohong, Toni menceritakan kisahnya apa adanya. Untungnya kala itu sang bintara polisi ini hanya mendapat teguran lisan saja.

“Cilok itu kecil tapi buatnya capek, karena harus telaten saat nguleni bumbu. Ditambah ukurannya harus konsisten dan sama besar. Pada awalnya saya sendiri yang mengerjakan, sekarang akhirnya memperkejakan orang untuk membuat ciloknya,” ujarnya.

Setiap hari Toni berjualan cilok di depan kantor BRI Maguwoharjo. Letak lapaknya tidak begitu jauh dari kediamannya, Sambisari, Purwomartani, Kalasan. Uniknya, dia tidak hanya berjualan cilok, namun turut mengenalkan nilai-nilai kepolisian.

Pada awalnya tidak banyak yang mengetahui profesi asli sang penjual cilok. Hingga ada pembeli yang penasaran dengan penamaan Cilok 86. Identitasnya terbongkar justru membuat semangatnya surut. Dia semakin getol berjualan makanan olahan tepung ini.

“Sekalian edukasi kepada pembeli, misal ada yang tidak pakai helm atau perlengkapan kendaraan tidak lengkap, saya kasih tahu. Kadang ada yang tanya tentang jadwal SIM keliling, syarat masuk polisi hingga tugas-tugas kepolisian,” jelasnya.

Malu? Tidak ada dalam kamus kehidupan Toni. Bahkan secara jenjang pendidikan sangatlah membanggakan. Sebelum mendaftar kepolisian, Toni adalah lulusan S1 Hubungan Internasional UMY. Berlanjut jenjang pendidikan Pasca Sarjana di Magister Manajemen (MM) Mercu Buana Jakarta.

“Motivasi bekerja untuk mencari rejeki. Terkadang kalau sudah capek, lihat anak-anak jadi semangat lagi. Semua harus dilakoni dengan ikhlas, tapi juga harus tetap berjuang,” ujarnya.

Sumber : Jawapos.com

Jejak Karir Jenderal Gatot

 

   Gatot Nurmantyo resmi pensiun dari keanggotaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Pada 1 April 2018. Berpangkat terakhir sebagai bintang empat alias Jenderal, Gatot memiliki jejak karier yang panjang.

Pria kelahiran Tegal, 13 Maret 1960 ini adalah lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Darat tahun 1982. Dia menduduki posisi Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-30 yang mulai ia jabat sejak tanggal 25 Juli 2014 setelah ditunjuk oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk menggantikan Jenderal TNI Budiman.

Dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu (1/4/2018), di awal karier Gatot pernah menjabat sebagai Komandan Peleton MO 81 Kompi Bantuan Batalyon Infanteri 315/Garuda, Komandan Kompi Senapan B Batalyon Infanteri 320/Badak Putih, dan Komandan Kompi Senapan C Batalyon Infanteri 310/Kidang Kancana.

Kemudian dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Urusan Dalam Detasemen Latihan Tempur, ADC Panglima Kodam III/Siliwangi, PS Kepala Seksi-2/Operasi Korem 174/Anim Ti Waninggap, Komandan Batalyon Infanteri 731/Kabaresi, Komandan Kodim 1707/Merauke, hingga Komandan Kodim 1701/Jayapura. Selain itu dia juga pernah menjadi Sekretaris Pribadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Komandan Brigade Infanteri 1/PIK Jaya Sakti, Asisten Operasi Kepala Staf Kodam Jaya, serta Komandan Resimen Induk Daerah Militer Jaya.

Gatot juga tercatat pernah menduduki posisi penting di TNI. Posisi-posisi tersebut yakni Danrem 061/Suryakencana (2006-2007), Kasdivif 2/Kostrad (2007-2008), Dirlat Kodiklatad (2008-2009), Gubernur Akmil (2009-2010), Pangdam V/Brawijaya (2010-2011), Dankodiklat TNI AD (2011-2013), Pangkostrad (2013-2014), sampai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (2014-2015) dan naik pangkat menjadi Jenderal.

Gatot dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Panglima TNI pada 8 Juli 2015 di usia 55 tahun. Pada hari yang sama, Sutiyoso dilantik menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Baca juga: Metamorfosis Jawaban Jenderal Gatot Soal Jadi Capres 2019

Pada saat Jokowi akan melantik Gatot, Ketum Gerindra yang juga mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto mendukungnya. Menurut Prabowo, Gatot adalah perwira yang baik.

“Kami menilai dua-duanya (Gatot dan Sutiyoso) perwira yang baik,” kata Prabowo usai menghadiri acara Golkar di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2015).

Saat menjadi Panglima TNI, Gatot menggantikan Jenderal (Purn) Moeldoko yang memasuki masa pensiun. Moeldoko kini menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

Jabatan Gatot di luar TNI antara lain adalah Ketum PB FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) pada tahun 2014-2018. Pada tahun 2016, TNI di bawah kepemimpinan Gatot juga pernah menggelar kompetisi sepakbola bertajuk Piala Jenderal Sudirman.

Jendral Gatot pun pernah memberi instruksi kepada para prajurit TNI untuk melakukan salat istisqa guna memohon hujan di tahun 2015. Pada tahun itu, terjadi kebakaran hutan di banyak titik di Indonesia.

“Kodam Jaya dan jajaran Korem, Kodim, Koramil melaksanakan salat istisqa meminta hujan. Ini sesuai instruksi Panglima TNI,” ujar Kapendam Jaya Kolonel Inf Heri Prakosa dalam perbincangan dengan detikcom , Rabu (28/10/2015). 

Mari melihat rekam jejak Gatot yang sebelumnya menjabat Panglima TNI itu.

Jenderal Gatot dikenal sebagai sosok yang cukup tegas dan sensasional. Gatot pernah menimbulkan kontroversi saat menduga adanya penyelundupan 5.000 senjata ilegal oleh lembaga negara lain. Gatot juga dikagumi umat Islam karena dianggap selalu membela, terutama saat dirinya memutuskan muncul di aksi-aksi Bela Islam berjilid-jilid.

Beberapa pernyataannya juga sempat menuai kontroversi. Gatot pernah mengungkit isu PKI bangkit. Meski demikian, Gatot dikenal sebagai Panglima TNI yang membuat gebrakan membatalkan pengadaan helikopter AgustaWestland-101 (AW 101) oleh Mabes TNI AU.

Berikut sekilas sepak terjang Gatot saat menjabat panglima TNI:

1. Membatalkan Pengadaan Heli AW 101.

Pada 29 Juli 2016, Mabes TNI AU menandatangani kerja sama pengadaan AW 101 dengan PT Diratama Jaya Mandiri. Proyek ini sebelumnya telah diminta Presiden Joko Widodo untuk ditunda karena dianggap terlalu mahal–memakan dana Rp 738 miliar.

Baca juga: Jenderal Gatot Yakin Marsekal Hadi Tak Setop Kasus Heli AW101

Gatot, pada 14 September 2016, meminta KSAU untuk membatalkan pembelian AW 101. Pada 29 Desember 2016, dia menerbitkan surat perintah tentang tim investigasi pengadaan pembelian heli AW 101, dilanjutkan dengan menjalin kerja sama tanggal 24 Februari 2017 dengan Polri, BPK, PPATK, dan KPK untuk proses pengusutan.

Pada akhirnya, proyek itu dinyatakan terindikasi korupsi. Meski demikian, helikopter itu sudah mendarat di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

2. Mengadakan Nobar G30S/PKI

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pernah memerintahkan jajaran internalnya untuk mengadakan nonton bareng film G3OS/PKI. Perintah Gatot ramai dibahas lantaran beberapa pihak menyatakan film itu berat sebelah dan hanya untuk kepentingan rezim Orde Baru.

Sang Jenderal rupanya tidak ambil pusing atas polemik pemutaran film G30S/PKI di lingkup internal institusinya. Dia menegaskan acara nonton bareng film kontroversial itu memang perintahnya.

“Iya itu memang perintah saya, mau apa? Yang bisa melarang saya hanya pemerintah,” kata Jenderal Gatot saat ditemui seusai ziarah di Makam Bung Karno (MBK), Bendogerit, Blitar, Senin (18/9/2017).

Baca juga: Panglima TNI Senang Banyak yang Gelar Nobar Film G30S/PKI

Gatot pada akhirnya menjelaskan mengapa dirinya kerap berbicara isu PKI. “(Soal isu PKI) bukan dibangkit-bangkitkan. Tapi, manakala ada indikasi ada seorang tokoh Parpol yang berkata  ‘saya bangga jadi anak PKI‘, itu kan warning seharusnya. Jangan sampai kejadian itu terulang,” sebut Gatot, Kamis (22/3/2018).

3. Penyelundupan 5.000 Senjata Ilegal

Eks Panglima TNI itu pernah mengeluarkan pernyataan isu pembelian 5.000 pucuk senjata di luar instansinya yang kemudian menimbulkan polemik.

Isu mengenai penyelundupan senjata ini bermula dari pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam acara internal. Pernyataan Gatot bukan untuk dipublikasikan secara luas. Dalam pernyataanya itu, Gatot mengatakan ada institusi di luar TNI dan Polri yang hendak membeli 5.000 senjata.

Baca juga: Panglima TNI Tolak Disebut Berpolitik soal Isu 5.000 Senjata

Mengenai isu penyelundupan 5.000 senjata ilegal, Menko Polhukam Wiranto sudah angkat suara. Ia memberikan klarifikasi bahwa hal tersebut hanyalah masalah miskomunikasi.

Ia membenarkan ada institusi yang membeli senjata, namun tidak ilegal. Wiranto mengatakan BIN hanya membeli 500 senjata untuk pendidikan intelijen.

4. Muncul di Aksi 411 dan 212

Selain tegas, Gatot dikenal dan dikagumi karena kedekatannya dengan massa umat Islam di saat ada aksi bela Islam berjilid-jilid. Yang jadi tanda tanya adalah ketidakhadiran Presiden Joko Widodo di aksi 411. Disebut-sebut Gatot sengaja mengaturnya agar bisa ‘manggung’.

Gatot membantah,”Saya tampil di mana? Tidak, Pak JK yang nerima (perwakilan massa). Jadi hebat sekali saya mengendalikan Presiden,” kata Gatot di acara Blak-blakan detikcom, Kamis (22/3/2018).

Baca juga: Kesaksian Jenderal Gatot di Tengah Aksi 411 dan 212

Setelah 411, ada aksi 212. Jokowi menemui massa yang berkumpul di Monas.

Gatot mengenakan kopiah putih saat itu. Kala itu, muncul tafsiran Gatot dekat dengan massa ormas Islam. Apa kata Gatot?

“Saya saat itu Panglima TNI, dalam situasi masyarakat jutaan, Presiden di tengahnya, blank saya, bagaimana kalau ada apa-apa, Presiden selamat, itu taruhan, keselamatan Presiden di tangan saya. Saya harus berikan kode, saya bagian dari umat,” tuturnya. 

Eks Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bercerita soal Aksi Bela Islam jilid I dan II yang dikenal dengan sebutan ‘411’ dan ‘212’, yang merujuk pada waktu aksi. Presiden Jokowi tidak menemui massa aksi 411, tapi menemui massa 212.

Muncul isu bahwa Jokowi tidak menemui massa 411 merupakan setting- an Gatot agar Gatot-lah yang tampil. Gatot membantah tafsiran itu.

“Saya tampil mana? Tidak, Pak JK yang nerima (perwakilan massa). Jadi, hebat sekali saya kalau mengendalikan Presiden,” kata Gatot di acara Blak-blakan detikcom, Kamis (22/3/2018).

Gatot menegaskan aksi 411 merupakan aksi damai. Dia membantah bila ada yang menyebut 411 sebagai aksi intoleransi.

“(Aksi) 411 itu saya katakan bahwa yang kumpul di Monas semua berangkat dari masjid, itu orang baik-baik dong, habis (salat) Jumat. Faktanya, ada pasangan yang mau menikah di Gereja Katedral (diberi jalan/dikawal peserta aksi) umat bersihkan jalannya, adakah rumput yang rusak, adakah sampah yang tersisa, apakah itu intoleransi?” ujarnya.

Aksi 212 sendiri berlangsung dengan aman dan damai. Tidak ada tindakan anarkis seperti yang dikuatirkan sejumlah pihak yang tidak sepaham.Malah Presiden Jokowi dan jajarannya juga ikut salat Jumat bersama massa di Monas.

1 orang terpapar TB,15 orang di dekatnya harus periksa juga 

Pengidap Tuberculosis (TB) di Ponorogo jumlahnya meningkat setiap tahun. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo menyebut ada 814 kasus pada tahun 2016 dan meningkat menjadi 977 kasus pada tahun 2017.

Peningkatan jumlah penderita ini pun jadi perhatian khusus Dinkes Ponorogo untuk menekan penularan penyakit TB di Bumi Reog. Salah satunya dengan gerakan 115. Jika ditemukan satu penderita TB maka 15 orang di sekitarnya juga harus diperiksa karena khawatir tertular.

“Deteksi dini penting untuk menekan jumlah penderita TB di Ponorogo,” tutur Kepala Dinkes Ponorogo, Rahayu Kusdarini saat ditemui detikHealth di Alun-Alun Ponorogo, Jumat (23/3/2018).

Irin sapaannya menambahkan selain adanya gerakan 115 tadi, ada pula penderita TB kebal obat yang kini tengah jadi perhatian khusus Dinkes Ponorogo. Pasalnya, jika penderita TB kebal obat menularkan penyakitnya maka korban juga menderita TB kebal obat juga.

“Ada enam Puskesmas yang memiliki pasien TB kebal obat, di Kecamatan Sukorejo, Babadan, Jambon, Jenangan, Balong dan Jetis,” jelas Irin.

Sementara itu, Wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno menambahkan guna mengantisipasi penularan penderita TB maka warga diimbau untuk selalu memakai masker di tempat-tempat tertentu. Terutama di pasar atau pusat perbelanjaan serta tempat umum lainnya.

“Ini untuk menghindari kita tertular virus, kita harus mengenakan masker. Meski tidak lazim, harus sudah mulai dibiasakan,” ujar Soedjarno.

Soedjarno juga menegaskan agar warga peduli hidup sehat serta menjaga kebersihan lingkungan. Melalui peringatan hari TB se-dunia yang diperingati setiap tanggal 24 Maret, Soedjarno pun mengimbau warganya untuk ikut serta berperan aktif memeriksakan keluarganya yang dicurigai TB.

Tuberkulosis (TB/TBC) merupakan salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi masalah di Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan menyebutkan ada lebih dari 1 juta kasus TB baru setiap tahunnya.

Ketua Kelompok Kerja TB, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr dr Erlina Burhan, SpP(K), mengatakan TB merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Mudah menular, pasien TB bisa sembuh total dalam waktu 6 bulan jika melakukan pengobatan rutin.

“Tapi bila pengobatan tidak tuntas, tidak teratur, dosis tidak tepat, maka kuman akan bermutasi menjadi kuman yang resisten atau kebal, yang pengobatannya makin lama dan makin berat,” ungkap dr Erlina saat temu media Hari TB Sedunia di Rumah PDPI, Jalan Cipinang Bunder, Rawamangun, Jakarta Timur.

Karena itu, pencegahan dini merupakan faktor penting dalam penanganan TB di Indonesia. dr Erlina menyebut TB memiliki beberapa gejala khas yang bisa terlihat oleh kerabat dan anggota keluarga, di antaranya:

1. Batuk berdahak lebih dari 2 minggu

2. Batuk darah

3. Sesak napas dan nyeri dada

4. Nafsu makan berkurang

5. Berat badan turun drastis

6. Keringat di malam hari

7. Demam tidak terlalu tinggi.

Ketika gejala sudah dikenali dan pengobatan sudah dilakukan, penting bagi keluarga untuk mengawasi pasien. Pentingnya pengobatan pasien TB bukan hanya agar pasien sembuh, namun juga untuk mencegah terjadinya penularan penyakit ke orang lain.

“Misalnya pasien TB MDR bersin dan batuk, itu risikonya besar banget untuk menular ke orang lainnya,” tutupnya.

Go-Jek Dan Grab Gandeng Telkomsel Sediakan Paket Hemat Bagi Driver

​Tak hanya Go-Jek, Grab juga turut menggandeng Telkomsel untuk menghadirkan paket data murah khusus untuk para driver-nya.

Melalui kerja sama ini, pengemudi Grab dapat mengaktifkan paket internet senilai Rp 75 ribu per bulannya. Paket ini diklaim dapat memenuhi kebutuhan telekomunikasi driver Grab setiap harinya.

Ongki Kurniawan, Executive Director Grab Indonesia, menuturkan kemitraan yang terjalin dengan Telkomsel merupakan salah satu wujud komitmen jangka panjang Grab meningkatkan kesejahteraan driver.

“Layanan kami sangat mengandalkan dukungan teknologi komunikasi yang optimal, kemitraan dengan Telkomsel yang memiliki jaringan terbaik dan terluas di Tanah Air diharapkan dapat semakin menjawab dan menunjang kebutuhan komunikasi harian para mitra pengemudi kami di Indonesia,” tutur Ongki dalam siaran persnya.

Primadi K. Putra, Vice President Corporate Account Management Telkomsel mengatakan, paket komunikasi ini disiapkan untuk mendukung pelanggan mobilitas tinggi dan sangat mengandalkan jaringan telekomunikasi berkualitas dengan harga terjangkau.
“Dengan didukung lebih dari 167 ribu BTS yang tersebar hingga pelosok negeri, di mana sekitar 70% di antaranya merupakan BTS 3G/4G (BTS broadband),” kata Primadi.

Sebelumnya, kesepakatan serupa terjalin antara Go-Jek dengan Telkomsel. Driver Go-Jek yang merupakan pelanggan Telkomsel dapat menggunakan Paket Siap Online dengan harga Rp 75 ribu

Go-Jek dan Telkomsel melanjutkan kerja sama mereka ke layanan lain. Kali ini menghadirkan paket seluler eksklusif bagi para driver. Sebelumnya, kedua belah pihak telah bermitra sejak 2016.
Melalui Paket Siap Online, Telkomsel menghadirkan paket khusus untuk para driver Go-Jek yang diklaim hemat hingga 50%.

Vice President Driver Community Go-Jek Jaka Wiradisuria mengatakan, kebutuhan driver tak hanya soal mengisi bensin dan oli untuk kendaraannya, tetapi juga kebutuhan paket telekomunikasi.

Baca juga: Grab Tak Tahu Imbauan Mematikan Aplikasi Ojek Online

“Kerja sama Go-Jek dan Telkomsel adalah salah satu yang memberikan manfaat kepada mitra (driver) kita,” ujar Jaka di Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Driver Go-Jek yang merupakan pelanggan Telkomsel dapat menggunakan Paket Siap Online dengan harga terjangkau, yakni senilai Rp 75 ribu.

Dengan nominal tersebut, driver dapat menikmati paket data 15 GB, telepon gratis ke semua pelanggan Telkomsel, 200 menit telepon ke operator lain, dan 500 SMS ke sesama Telkomsel.

“Saat ini sudah 100 driver yang akan menggunakan Paket Siap Online pada hari ini juga,” ucap Jaka.

Sementara itu, Vice President Corporate Account Management Telkomsel Primadi K. Putra mengungkapkan, Paket Siap Online bagi driver Go-Jek diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta menurunkan biaya operasional mitra pengemudi.

“Pada akhirnya, kami harap solusi ini dapat membantu memaksimalkan pendapatan yang dimiliki,” kata Primadi.

Untuk mendukung kenyamanan pelanggannya, Telkomsel memanfaatkan 168 ribu Base Transceiver Station (BTS) yang tersebar di Indonesia, di mana 70% di antaranya merupakan BTS 3G/4G.

Jawaban LAPAN tentang fenomena Hawa Dingin Awal Juli

​Banyak yang bertanya mengenai suhu menjadi dingin di berbagai kota di Pulau Jawa. Apakah fenomena ini ada hubungannya dengan aphelion atau posisi Bumi terjauh dari Matahari di setiap bulan Juli.

Terkait isu yang menjadi viral tersebut, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memberikan penjelasan, seperti yang diungkapkan oleh Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin, Jumat (6/7/2018) kepada detikINET .

“Suhu udara dipengaruhi oleh distribusi panas di Bumi akibat perubahan tahunan posisi Matahari. Saat ini Matahari berada di belahan utara, sehingga belahan selatan mengalami musim dingin,” ujar Thomas.

Dilanjutkannya, tekanan udara di belahan selatan juga lebih tinggi daripada belahan utara. Akibatnya, angin bertiup dari selatan ke utara.

“Angin ini pula yang mendorong awan menjauh ke utara sehingga di Indonesia mengalami musim kemarau,” ucapnya.

“Di Indonesia pada musim kemarau saat ini angin bertiup dari arah Australia yang sedang musim dingin. Itu sebabnya, masyarakat di Jawa pada saat ini mengalami udara yang dingin,” kata Thomas menambahkan.

Dengan demikian, tidak ada hubungannya dengan aphelion, karena perubahan jarak Matahari ke Bumi tidak terlalu signifikan mempengaruhi suhu permukaan Bumi.