Category Archives: Bisnis/Motivasi

Siapkan Rp 600 Miliar, INKA Mau Bangun Pabrik di Banyuwangi

Banyuwangi – PT Industri Kereta Api (PT INKA) berencana membuka pabrik baru di Banyuwangi. Ditargetkan pabrik dengan nilai investasi Rp 600 miliar ini akan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2019 mendatang.

Direktur keuangan dan SDM PT INKA, Mohamad Nur Sodiq mengatakan saat ini PT INKA merupakan satu-satunya industri kereta api di Indonesia dengan kinerja yang terus berkembang. Selain memenuhi kebutuhan kereta api domestik, PT INKA juga banyak menerima pesanan ekspor gerbong kereta api dari berbagai negara.

“Sebagai satu satunya pabrik kereta api nasional dengan lokasi pabrik di Madiun saat ini kapasitas produksinya

overload . Maka, kami mencari lokasi untuk pengembangan perusahaan. Dengan berbagai pertimbangan, lokasi yang akhirnya kami tetapkan Banyuwangi. Untuk itu, kami meminta dukungan dari pemerintah daerah,” kata Sodiq kepada sejumlah wartawan, Sabtu (21/10/2017).

Sodiq mengatakan, saat ini pesanan kereta api yang tengah ditangani oleh PT INKA cukup banyak, baik permintaan domestik maupun luar negeri. Untuk domestik saja, kata Sodiq, ada beberapa proyek yang tengah digarap. Antara lain proyek KRL Bandara Soekarno Hatta – Sudirman, LRT di Palembang yang disiapkan untuk SEA Games, LRT Jabodetabek, juga ada proyek dari PT KAI untuk mengganti gerbong-gerbong kereta yang usianya sudah tua.

“Belum lagi kami juga tengah mengerjakan pesanan kereta api dari beberapa negara salah satunya Bangladesh. Kami juga ikut tender di Zambia, Srilanka dan Nigeria. Selama ini kami juga telah memenuhi pesanan kereta dari semua negara di ASEAN. Maka kami butuh pabrik yang lebih besar lagi untuk membangun semua kereta-kereta tersebut,” ungkap Sodiq.

Rencana lokasi industri yang akan dibangun di Banyuwangi, kata Sodiq berada di lahan milik BUMN di wilayah Kalipuro. “Kami sudah lapor ke Menteri BUMN, dan beliau mendukung karena lahannya juga milik perusahaan BUMN, jadi urusannya akan lebih mudah,” ujar Sodiq.

Lokasi ini dinilainya memenuhi berbagai syarat strategis yang dibutuhkan oleh PT INKA, khususnya untuk memenuhi pesanan ekspor. Salah satunya dekat dengan pelabuhan Tanjungwangi yang diharapkan memudahkan pengiriman ekspor. Selain itu lokasi juga dekat dengan jaringan rel kereta api.

“Di lokasi tersebut infrastruktur pendukungnya lengkap. Jarak dengan pelabuhan sangat dekat. Selain itu di masterplan Banyuwangi, wilayah tersebut direncanakan dilewati oleh jalan tol. Sangat efisien nantinya,” ujar Sodiq.

Sodiq menargetkan pembangunan industri dengan nilai investasi mencapai Rp 600 miliar akan dimulai mulai bulan Maret 2018 dan pabrik akan mulai beroperasi pada semester dua tahun 2019. Nantinya pabrik yang dibangun di Banyuwangi tersebut akan dijadikan pabrik kereta berbahan dasar stainless steel dan aluminium.

“Tidak tertutup kemungkinan nantinya Banyuwangi akan menjadi main industry PT INKA. Tapi yang jelas kami akan memiliki dua pabrik besar di Madiun dan Banyuwangi,” cetus Sodiq.

Sodiq memproyeksikan industri INKA di Banyuwangi bisa menyerap hingga 1000 tenaga kerja. Dia berharap Kebutuhan tenaga kerja tersebut bisa dipenuhi dari sekolah vokasi yang ada di Banyuwangi. Bahkan dia berharap ke depannya Banyuwangi bisa membangun SMK Kereta Api selain SMK Perkapalan yang sudah ada sekarang.

“Tenaga kerja perkeretaapian memang membutuhkan spesialisasi khusus. Selama ini untuk memenuhi tenaga kerja di Madiun saja kekurangan. Maka kami akan bekerjasama dengan SMK yang ada di Banyuwangi untuk bisa mensuplai tenaga kerja bagi INKA,” cetus Sodiq.

Sementara itu Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko menyambut baik rencana pembangunan pabrik baru PT INKA. Pemerintah daerah akan memberikan support yang dibutuhkan oleh PT INKA untuk kelancaran pembangunan industri tersebut.

“Kami sangat senang Banyuwangi bisa menjadi lokasi pembangunan pabrik PT INKA. Apalagi industri ini akan menyerap banyak tenaga kerja putra putri daerah lulusan SMK, tentunya dengan dibekali keahlian khusus. Kami berharap segala sesuatunya bisa lancar,” pungkasnya. 

Advertisements

Legowo beribadah karena Allah &mengharap pahalaNya

An-Nahl, ayat 97

{مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (97) }

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh —baik laki-laki maupun perempuan— dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik: dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.

Janji Allah ini ditujukan kepada orang yang beramal saleh. Yang dimaksud dengan amal saleh ialah amal perbuatan yang mengikuti petunjuk Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya, baik dia laki-laki ataupun perempuan dari kalangan anak Adam, sedangkan hatinya dalam keadaan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan bahwa amal yang dilakukan­nya itu merupakan amal yang diperintahkan serta disyariatkan dari sisi Allah. Maka Allah berjanji akan memberinya kehidupan yang baik di dunia, dan akan memberinya pahala yang jauh lebih baik daripada amalnya kelak di akhirat.

Pengertian kehidupan yang baik ialah kehidupan yang mengandung semua segi kebahagiaan dari berbagai aspeknya. Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan sejumlah ulama, bahwa mereka menafsirkannya dengan pengertian rezeki yang halal lagi baik.

Dari Ali ibnu Abu Talib, disebutkan bahwa dia menafsirkannya dengan pengertian al-qana’ah (puas dengan apa yang diberikan kepadanya). Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ikrimah, dan Wahb ibnu Munabbih.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah kebahagiaan. Al-Hasan, Mujahid, dan Qatadah mengatakan.”Tiada suatu kehidupan pun yang dapat menyenangkan seseorang kecuali kehidupan di dalam surga.”

Ad-Dahhak mengatakan, makna yang dimaksud ialah rezeki yang halal dan kemampuan beribadah dalam kehidupan di dunia. Ad-Dahhak mengatakan pula bahwa yang dimaksud ialah mengamalkan ketaatan, dan hati merasa lega dalam mengerjakannya.

Tetapi pendapat yang benar tentang makna kehidupan yang baik ini menyatakan bahwa pengertian kehidupan yang baik mencakup semua yang telah disebutkan di atas.

Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad disebutkan bahwa:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ، حَدَّثَنِي شُرَحْبِيلُ بْنُ شَرِيكٍ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الحُبُلي، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمرو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ ورُزق كَفَافًا، وقَنَّعه اللَّهُ بِمَا آتَاهُ”.

telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Yazid, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Abu Ayyub, telah menceritakan kepadaku Syurahbil ibnu Syarik, dari Abu Abdur Rahman Al-Habli, dari Abdullah ibnu Umar. bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:Sesungguhnya beruntunglah orang yang telah masuk Islam dan diberi rezeki secukupnya serta Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah terhadap apa yang diberikan kepadanya.

Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Abdullah ibnu Yazid Al-Muqri dengan sanad yang sama.

Imam Turmuzi dan Imam Nasai telah meriwayatkan melalui hadis Ummu Hani’, dari Abu Ali Al-Juhani, dari Fudalah ibnu Ubaid yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda:

“قَدْ أَفْلَحَ مَنْ هُدي إِلَى الْإِسْلَامِ، وَكَانَ عَيْشُهُ كَفَافًا، وَقَنِعَ به”.

Sesungguhnya beruntunglah orang yang diberi petunjuk kepada Islam, sedangkan rezekinya secukupnya dan ia menerimanya dengan penuh rasa syukur.

Imam Turmuzi mengatakan, hadis ini berpredikat sahih.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ، حَدَّثَنَا هَمَّام، عَنْ يَحْيَى، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إن اللَّهَ لَا يَظْلِمُ الْمُؤْمِنَ حَسَنَةً يُعْطَى بِهَا فِي الدُّنْيَا [وَيُثَابُ عَلَيْهَا فِي الْآخِرَةِ وَأَمَّا الْكَافِرُ فَيُعْطِيهِ حَسَنَاتِهِ فِي الدُّنْيَا] حَتَّى إِذَا أَفْضَى إِلَى الْآخِرَةِ، لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَةً يُعْطَى بِهَا خَيْرًا”

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hammam, dari Yahya, dari Qatadah, dari Anas ibnu Malik yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:Sesungguhnya Allah tidak akan menganiaya orang mukmin dalam suatu kebaikan pun yang Dia berikan kepadanya di dunia dan Dia berikan pahalanya di akhirat. Adapun orang kafir, maka ia diberi balasan di dunia karena kebaikan-kebaikannya, hingga manakala ia sampai di akhirat, tiada suatu kebaikan pun yang tersisa baginya yang dapat diberikan kepadanya sebagai balasan kebaikan.

Hadis ini diketengahkan secara munfaridoleh Imam Muslim.

Layanan Customer servis cuma tempelan di bungkus ?

Pagi ITU seperti biasa istri nyediain kudapan sebagai pendahuluan minum kopi ,istri belanja di toko sekalian beli biskuit Roma Malkist kesukaan kami. Alangkah kecewanya kami pas bungkusnya kubuka lha kok isinya seperti INI

Tak menunggu lama aku langsung menghubungi alamat email yang tertera di bungkusnya Customer@Mayora.co.id dengan iktikad baik agar PT.Mayora Indah Tbk memperhatikan produk-produknya agar tak ada lagi Konsumen yang kecewa seperti aku Dan ada permohonan maaf dari staf CS karena membuat aku selaku Konsumen rugi.

Tapi setelah sekian jam gak ada response ,ucapan terimakasih karena telah diperingatkan Dan permintaan maaf. Aku jadi suuzon perusahaan semegah Mayora staff CS-nya lambat/tidak  merespon komplain pelanggan,ada APA? Aku sadar ,mungkin aku cuma Konsumen ecek-ecek gak Ada artinya,toh masih banyak pelanggan lainnya Sumber omzet milyaran ,apalah diri ini.

Bayangan ada interaksi antara Produsen Dan Konsumen pun pupus. Alamat email di bungkus ITU ternyata cuma hiasan biar dianggap Produsen yang interaktif ,penuh kehangatan, keramahan.

Memang harga Malkist Roma dalam kemasan ITU cuma 6000,kalau isi 5 berarti harga 1 cracker sama dengan 1200 rupiah, hilang 1 atau setengah cracker bila terjadi pada berdus-dus berapa total keseluruhan kerugian Konsumen?. Konsumen kecil tetap Konsumen yang punya hak.

Dan seperti tercantum dalam UU Perlindungan Konsumen diatur sebagai berikut :

PERBUATAN YANG DILARANG BAGI PELAKU USAHA
Pasal 8

(1) Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang: 
a.tidak   memenuhi   atau   tidak     sesuai   dengan   standar   yang   dipersyaratkan   dan ketentuan peraturan perundang­undangan; 

b.tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;

c. tidak   sesuai   dengan   ukuran,   takaran,   timbangan   dan   jumlah   dalam   hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;

d. tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut .

e.tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;

f.tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut.

g.tidak   mencantumkan   tanggal   kadaluwarsa   atau   jangka   waktu   penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tertentu; 

h.tidak   mengikuti   ketentuan   berproduksi   secara   halal,   sebagaimana   pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;
i.tidak   memasang   label   atau   membuat   penjelasan   barang   yang   memuat   nama barang,   ukuran,   berat/isi   bersih   atau   netto,   komposisi,   aturan   pakai,   tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/ dibuat; 
j.tidak   mencantumkan   informasi   dan/atau   petunjuk   penggunaan   barang   dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang­undangan yang berlaku. 
(2) Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud. 
(3) Pelaku  usaha  dilarang  memperdagangkan  sediaan  farmasi  dan  pangan  yang  rusak, cacat   atau   bekas   dan   tercemar,   dengan   atau   tanpa   memberikan   informasi   secara lengkap dan benar. 

(4) Pelaku   usaha   yang   melakukan   pelanggaran   pada   ayat   (1)   dan   ayat   (2)   dilarang memperdagangkan   barang   dan/atau   jasa   tersebut   serta   wajib   menariknya   dari peredaran. 

 Dan beginilah tanggungjawab Produsen :

Meski dapat response Dari pihak Mayora selang 48 jam lebih tapi tetap patut diapresiasi. Cuma response cepat dan Kata maaf yang kami mau,kami bisa saja menuntut ganti rugi tapi apalah artinya.

Pada hari berikutnya kami beli lagi Malkist Roma di Alfamart karena ITU barang memang kesukaan kami

Daya Beli Orang RI Diprediksi Menguat di 2018,InsyaAllah

– Masalah daya beli lemah mewarnai menjadi perbincangan hangat hingga menjelang akhir 2017. Lantas, apakah masalah daya beli lemah akan berlanjut di 2018?

Menurut Head of Intermediary Business Schroders Indonesia, Teddy Oetomo, biasanya daya beli akan menguat selama satu tahun jelang tahun politik alias pemilu. Seperti diketahui 2019 adalah tahun politik karena ada pilpres dan pemilihan legislatif.

Selain itu, di 2018 nanti sejumlah daerah menggelar pilkada. Contohnya Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

“Kalau ada kampanye, uangnya yang berputar cukup besar. Menurut data perekonomian juga terpusat di 3 region itu, totalnya 36%. Lalu 40% populasi Indonesia juga ada di 3 wilayah itu. Jadi konsumsi rumah tangga akan naik tahun depan,” tutur Teddy di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Selain itu, kata Teddy, biasanya satu tahun sebelum musim politik belanja pemerintah juga akan meningkat dari biasanya. Apalagi pemerintah saat ini masih menggenjot proyek-proyek strategis infrastruktur.

“Berdasarkan data satu tahun sebelum musim pemilu seperti 2013, 2008, 2003 naik. Karena ya biasa, sebelum keluar, pemerintah keluarkan duit bangun ini itu, berharap bisa terpilih lagi,” tambahnya.

Menurut data Schroders pertumbuhan daya beli masyarakat pada 2003, 2008 dan 2013 rata-rata mencapai 5,5%. Lalu untuk pertumbuhan belanja pemerintah juga meningkat pada 2003 sebesar 12,5%, 2008 sebesar 17,5% dan 2013 sebesar 5%.

Namun pertumbuhan ekonomi di satu tahun sebelum pemilu cenderun menurun, seperti pada 2008 yang hanya tumbuh 6,1% lebih rendah dari tahun sebelumnya 6,3%. Begitu juga pada 2013 yang tumbuh 5,72% lebih rendah dibanding 2012 sebesar 6,23%.

Tapi, kata Teddy, faktor faktor pemicunya adalah penurunan nilai ekspor. BPS mencatat nilai ekspor pada Desember 2008 minus 9,57%. Sementara pada Desember 2013 meningkat 6,56%, namun pada awal 2013 sempat minus.

“Kalau ekspor biasanya justu menguat setelah pemilu. Kalau daya beli dan belanja pemerintah turun setelah pemilu,” tukasnya.

Schroders memprediksi pertumbuhan ekonomi 2018 sama dengan prediksi Bank Indonesia (BI) dalam rentang 5,1-5,5%. “Kami memprediksi sama dengan BI,” tambahnya.

Untuk tahun depan, menurut Teddy, pihaknya itu akan fokus berinvestasi pada instrumen pasar modal (equity). Sebab instrumen pasar modal searah dengan pertumbuhan ekonomi.

“Kita selalu berusaha lebih baik dari indeks. Kalau ekonomi membaik itu equity lebih baik dari bond (obligasi). Kalau ekonomi turun sebaliknya. Karena tahun depan kami yakin membaik maka kemungkinan equity akan lebih baik dari bond,” tandasnya. 

Sumber : Detikcom

Coca Cola dan Keangkuhan Perusahaan Besar,curhatan pengecer & Konsumen

Sumner : Okezone.com

Minggu 22 Juni 2008, 21:45 WIB

Saya merasa terkesan sekali dengan cara-cara Marketing Coca-Cola di Pekanbaru. Setelah 1 tahun menjadi pelanggan pengecer Coca-cola, dimana setiap minggu kami hanya menghabiskan 4 krat FreshTea, tidak ada yang signifikan memang bagi pemasukan Perusahaan sebesar coca-cola, pada suatu hari datang tim distribusi menawarkan lemari pendingin dengan syarat: Kami “harus” membeli 10 krat sebagai kompensasi mendapatkan pendingin tersebut. Karena memang tidak mungkin mengadakan stock sebanyak itu, karena kebutuhannya memang tak lebih dari 4 krat seminggu.

Lalu saya katakan, kalauu memang ada kebijakan sebagai promosi dari pihak Coca-cola, tidak ada salahnya bahwa tidak harus menambah 10 krat lagi. Lalu dijawab oleh juru bicara tim ini ( bahasanya memang “pasaran” karena mereka ini jelas kurang terdidik secara akademis dan komunikasi

” OH tidak pak, COCA COLA TIDAK PERLU LAGI PROMOSI, KARENA COCA COLA SUDAH EKSIS, JADI INI HANYA KESEMPATAN BAPAK SAJA MENDAPATKAN PENDINGIN INI”.

 Karena bernegosisasi dengan bahasa orang pasaran ini, langsung saya jawab mantap, ” OH BEGITU, MEMANG PENJUALAN 4 KRAT PERMINGGU INI TAK KAN MEMPENGARUHI PENJUALAN COCA COLA DI PEKANBARU, JADI SAYA PUTUSKAN TIDAK JADI MENGAMBIL PENDINGIN ITU, SILAKAN SAJA MUNGKIN DI TEMPAT LAIN”.

Berita Rekomendasi

Terima Kasih PT AHM

Pelayanan Inul Vista, Payah!

Alangkah naifnya ujung tombak Coca Cola, sebuah perusahaan multi nasional, hanya mengandalkan orang-2 seperti preman ini, kasihan sekali. Untung saja usaha saya tidak tergantung kepada produk mereka, kalau iya entah apa jadinya.

Semoga Coca Cola semkain besar dan semakin baik SDM-nya. Dan saya sendiri, semenjak membaca temuan bahwa minuman Coca-cola ( ber cola ) sanggup mematangkan sepotong daging apabila sepotong daging dimasukkan kedalam gelas, lalu dituangkan cola cola, saya tidak lagi meminum coca cola. Untuk teh sebenarnya saya lebih suka teh merk lain..dan teh hijau tentunya.

Semoga, bagi yang selama ini terlalu fanatik sama produk coca-cola hendaknya mampu berpikir lagi, bahwa berapa banyak rupiah yang dibawa ke Amerika? Hanya dari menjual minuman, dan mereka bahkan bisa arogan pula. A’uuzbillah minzalik.

TRISTAN

Payung Sekaki Riau, Pekanbaru

Telp +6281371052767

Distributor Aqua Pekalongan Meremehkan Pengecer Kecil

Sabtu 14 November 2009, 17:54 WIB
Kami adalah toko pengecer yang menjual Aqua Galon. Sudah hampir 1 bulan kami memesan Aqua Galon karena stock kami sudah habis. Tapi sampai saat ini tidak pernah kami dapatkan. Alasannya barangnya kosong, padahal setiap hari kami melihat beberapa truk yang mengangkut penuh Aqua Galon. Pelanggan kami banyak yang beralih ke depot isi ulang.

Bagaimana manajemen Aqua mengatur distribusinya? bukankah justru pengecer seperti kami yang lebih berperan dalam memasarkan produk Aqua? Kami benar-benar kecewa! Apakah hanya toko-toko besar saja yang diprioritaskan? Lalu buat apa ada canvasser?

Berkah

Alamat: Wiradesa, Pekalongan

berkah_wrds@yahoo.co.id. 

XL dan Esia Memaksakan Pemasangan RBT

Rabu 23 Desember 2009, 09:19 WIB

Pada beberapa waktu yang lalu, XL saya tiba-tiba terdapat RBT. Tetapi karena tidak ada petunjuk cara meng-unreg dalam bentuk SMS pemberitahuan, terpaksa dibiarkan hingga akhirnya pulsa saya terpotong untuk perpanjangan selama satu bulan. Saya terpaksa bertanya dengan beberapa teman terutama yang mempunyai gerai ponsel untuk mengetahui cara penonaktifan RBT yang jelas-jelas tidak saya pilih.

Ternyata hal yang sama terjadi pada Esia saya semalam. Tanpa pemberitahuan apa-apa, saya mendapatkan SMS bahwa pulsa saya terpotong digunakan untuk pengaktifan RBT yang jelas-jelas sekali lagi saya tidak pernah pilih atau minta untuk diaktifkan. Beruntungnya Esia masih memberikan cara untuk penonaktifannya, tetapi sepertinya halnya XL saya harus mencari tahu kode RBT saya untuk penonaktifannya yang dilakukan dengan cara men-SMS ke operatornya.

Berita Rekomendasi

Tanggapan Telkomel untuk Bapak Elfri Vincent LS

Opera Sabun Indosat dan SMS Premium 7337

Ternyata hal yang sama baru saja terjadi pada teman sekantor saya yang menggunakan Esia. Dan langsung mengajukan komplain ke Esia dan diterima oleh Bapak Angga. Apakah begini cara mencari tambahan dana untuk membiayai operasional perusahaan selular di Indonesia, dengan memaksakan pelanggan untuk memasang RBT tanpa diminta.

Bagi saya pulsa yang terlanjur dirampas paksa akan saya ikhlaskan dengan harapan semoga bisa berguna bagi mereka yang mencari pendapatan dengan cara-cara yang tidak pantas. Tetapi yang menjadi pemikiran saya, bayangkan jika ada sejuta pelanggan yang ditarik secara paksa seperti saya, berapa miliar pendapatan operator selular itu dalam sebulan?

Tolong YLKI untuk menindak perusahaan operator selular yang bertindak secara semena-mena seperti ini. Bukankah ada peraturan yang mengatur semua ini, kenapa masih bisa terjadi hal seperti ini yang dilakukan oleh perusahaan besar seperti mereka. Sekian dan terima kasih.

Hengky Hartanto

Jl Taman Jeruk I/43, Bojong Indah, Cengkareng, Jakarta Barat

08561012829

hank_jkt@yahoo.com

Ini Penyebab Nilai Bitcoin Tembus Rp 74 Juta per Keping

​- Sumber : Detikcom 

Nilai tukar mata uang digital atau Bitcoin per 13 Oktober 2017 menurut data Bitcoin Indonesia saat ini sudah di harga Rp 73,9 juta per kepingnya.

Menanggapi hal tersebut, CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan menjelaskan peningkatan harga yang signifikan terjadi karena pasar merespons positif terkait Jepang yang sudah melegalkan Bitcoin sebagai mata uang resmi.

“Faktor pertama karena di Jepang Bitcoin sudah dilegalkan 100% bahkan exchangeer yang bergerak di digital currency,” kata Oscar kepada detikFinance , Jumat (13/10/2017).

Oscar menjelaskan, faktor kedua penyebab kenaikan harga terjadi karena belakangan ini perkembangan teknologi Bitcoin makin baik dan stabil.

“Sehingga memunculkan permintaan yang besar di kalangan masyarakat,” tambah dia.

Bitcoin dikembangkan pada 2009, namun pada akhir Agustus 2013 nilai total Bitcoin yang beredar sudah melebihi US$ 1,5 miliar dengan total transaksi pertukaran bernilai jutaan dolar setiap harinya.

Sedangkan di Indonesia berdasarkan laman resmi bitcoin.co.id ada sekitar 149 toko baik online maupun offline yang sudah menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran. Lokasi tersebar di seluruh Indonesia. Toko juga bervariasi mulai dari restoran, rental mobil, layanan isi ulang pulsa sampai toko souvenir. 

BI Tetap Larang Penggunaan Bitcoin di RI

Jakarta – Bank Indonesia (BI) melarang penggunaan Bitcoin sebagai alat tukar di Indonesia. Penggunaan bitcoin sebagai alat transaksi dilarang di dalam Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).

“Kita melarang Bitcoin untuk ditransaksikan di PJSP, Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran. Artinya ya kalau di luar PJSP dia melakukan at their own risk ,” kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Eny V Panggabean, di sela seminar Indonesia Banking Expo 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Eny menambahkan, transaksi Bitcoin biasanya dilakukan oleh kedua belah pihak yang sama-sama mengoleksi Bitcoin. Hanya saja Bitcoin tidak masuk ke dalam alat transaksi yang sah diatur oleh BI.

“Itu kan biasanya untuk transaksi bersifat bilateral dan investasi masing-masing, kaya emas aja. Kalau kamu perlakukan dia seperti itu kan boleh saja kamu mau simpan uangmu di situ,” tutur Eny.

Dilarangnya penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi yang sah resmi diatur dalam undang-undang. Transaksi yang diperbolehkan dilakukan di Indonesia hanya rupiah.

Berbeda dengan mata uang asing yang bisa ditukar nilainya di money changer , sebab penerbitan uang asing dilakukan oleh bank sentral. Sedangkan Bitcoin tidak memiliki regulator yang mengatur.

“Kan tidak ada regulatornya kalau Bitcoin. Bitcoin sifatnya hanya adalah bilateral. Makanya negara-negara lain kebanyakan juga menganggap itu komoditas masing-masing,” tutur Eny.

Dilarang di China, Bitcoin ‘Kabur’ ke Jepang
Tokyo – Otoritas China melarang semua transaksi yang berkaitan dengan Bitcoin mulai Oktober 2017. Mata uang virtual alias cryptocurency itu akhirnya ‘kabur’ ke negara tetangga, yaitu Jepang.

Sekarang Negeri Sakura itu menjadi pasar terbesar Bitcoin dengan pangsa 50,75% dari seluruh transaksi Bitcoin dunia. Analis sekaligus Komisaris BitFury, George Kikvadze, menyatakan para trader Bitcoin yang biasa berdagang di China kini hijrah ke Jepang.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (18/9/2017), pekan lalu dua pasar Bitcoin terbesar China menyatakan berhenti beroperasi mulai akhir September 2017.

Tak lama setelah kabar tersebut, nilai tukar mata uang virtual itu langsung jatuh ke kisaran US$ 2.900 atau Rp 38 jutaan. Dan ini terjadi hanya dalam jangka waktu 3 hari saja.

Baca juga: Harga Bitcoin Jatuh dari Rp 54 Juta ke Rp 38 Juta Dalam 3 Hari

Setelah itu, otoritas China akhirnya menginzinkan OKCoin dan Huobi untuk melayani transaksi Bitcoin hingga akhir Oktober 2017.

Berita ini direspons positif oleh para pengguna Bitcoin sehingga nilainya kembali naik ke kisaran US$ 3.850 atau sekitar Rp 50 jutaan.

Pekan lalu China masih menguasai 24% transaksi Bitcoin dunia. Sekarang ini pangsanya turun menjadi hanya 6,4% saja menjelang pelarangan total bulan depan.

Baca juga: Mengapa China Larang Transaksi Bitcoin?

Beijing – Salah satu uang virtual alias cryptocurrency yang sedang populer, Bitcoin, sedang mengalami penurunan nilai tukar. Kebijakan China jadi alasannya.

Pemerintah China mengeluarkan kebijakan yang melarang transaksi initial coin offerings (ICO). Larangan tersebut dikeluarkan bukan tanpa alasan.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (15/9/2017), ada beberapa alasan Negeri Tirai Bambu melarang transaksi Bitcoin.

Mata uang virtual susah dikontrol

Nilai tukar Bitcoin naik dan turun murni mengikuti mekanisme pasar. Pemerintah tidak bisa mengontrol nilai Tukarnya. 

tidak seperti yuan terhadap dolar AS. Pemerintah tidak suka sesuatu yang tidak bisa diatur.

Mudah dipakai untuk penipuan

Bagi beberapa orang yang mengerti pergerakan Bitcoin, bisa jadi investasi yang menguntungkan. Namun bagi yang tidak mengerti bisa jadi ikut-ikutan dan menitipkan uangnya untuk beli Bitcoin lewat sembarang tempat sehingga bisa terjadi penipuan.

Merusak dunia investasi

Bitcoin berpotensi bubble dan pecah setelah banyak makin populer dan banyak orang ingin punya. Terbukti dengan nilainya yang meroket dari

Rp 10 juta menjadi Rp 60 juta hanya dalam waktu 8 bulan saja. Ketika gelembung pecah dan harga jatuh, investor akan dirugikan.

China jadi pusat transaksi mata uang virtual

Dua pasar Bitcoin terbesar dunia ada di China. 

Bayangkan berapa kerugian yang diderita China ketika terjadi bubble dan pecah.

China ingin bikin uang virtual sendiri

Bukan tidak mungkin China ingin membuat cryptocurrency sendiri yang dapat legalitas pemerintah. Selama ini banyak hal dilarang di China, ujung-ujungnya mereka bikin sendiri.

Dipakai transaksi ilegal

Transaksi Bitcoin sulit dilacak. Hal itu dimanfatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk pencucian uang, penjualan narkoba, penyelundupan, dan aktivitas ilegal lainnya. 

Mengingat Allah Hati mesti Tentram, Iman bermasalah kalau malah uring-uringan 

Setiap Muslim punya cita-cita & harapan. Semua harus bertolak dari niat, untuk apa mengejar cita-cita & harapan itu. Harus disandarkan pada Ridho Allah untuk kebaikan agama yang kita anut. Kejayaan & Kekayaan yang kita kejar harus beriringan dengan tujuan kita yang lebih utama yakni Back to Paradise. Karena kita asal-usulnya adalah makhluk Surga, di bumi ini kita adalah tamu cuma mampir. Kelak kita harus kembali pulang ke Surga. Apapun yang kita kerjakan di dunia mestinya mempermulus jalan kita ke Surga bukan malah membuat kita jadi kufur, jadi atheis, ingkar pada Allah, ingkar pada asal-usul kita

Cobaan hidup yang kita alami harus dilalui dengan ikhlas & tabah. Godaan untuk berbuat aniaya kadang muncul akibat kita kesal telah melakukan segala daya usaha &doa tapi apa yang kita cita-cita kan tidak jua terwujud. Lalu hal mengerikan menghampiri kita yakni berputus asa pada rahmat Allah & berbuat aniaya baik pada diri sendiri maupun orang lain. Naudzubillah… 

Allah mengingatkan :

Ar-Ra’d, ayat 27-29

{وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلا أُنزلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ قُلْ إِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ (27) الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ (28) الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَى لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ (29) }

Orang-orang kafir berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda(Mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah, “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya, ” (yaitu)orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.

Allah Swt. menceritakan perkataan orang-orang musyrik melalui firman-Nya:

{لَوْلا} أَيْ: هَلَّا {أُنزلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ}

Mengapa tidak diturunkan kepadanya(Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya? (Ar-Ra’d: 27)

Ayat tersebut semakna dengan yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

{فَلْيَأْتِنَا بِآيَةٍ كَمَا أُرْسِلَ الأوَّلُونَ}

maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus. (Al-Anbiya: 5)

Pembahasan mengenai hal ini telah disebutkan bukan hanya sekali saja pada kesempatan yang lalu, bahwa Allah mampu memperkenankan apa yang mereka minta itu.

Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Allah menurunkan wahyu kepada Rasul-Nya ketika kaumnya meminta beliau mengubah Bukit Safa menjadi emas buat mereka, dan mengalirkan buat mereka mata air yang berlimpah sumber airnya, serta menggeserkan bukit-bukit yang ada di sekitar Mekah, lalu menggantikan kedudukannya menjadi kebun-kebun dan lapangan-lapangan rumput yang hijau, “Jika kamu suka, hai Muhammad, Aku akan memberi mereka apa yang mereka minta itu. Tetapi jika mereka tetap kafir (sesudahnya), Aku akan mengazab mereka dengan azab yang belum pernah Aku timpakan kepada seorang pun dari penduduk dunia ini. Dan jika kamu suka, Aku bukakan atas mereka pintu tobat dan rahmat.” Maka Rasulullah Saw. berkata:

“بَلْ تَفْتَحُ لَهُمْ بَابَ التَّوْبَةِ وَالرَّحْمَةِ”

Tidak, bukakanlah oleh-Mu pintu tobat dan rahmat buat mereka.

Karena itulah dalam ayat ini Allah Swt. berfirman kepada Rasul-Nya:

قُلْ إِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ}

Katakanlah, “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya.” (Ar-Ra’d: 27)

Artinya, Dialah yang menyesatkan dan yang memberi petunjuk, baik Dia memberikan mukjizat kepada Rasul-Nya sesuai dengan apa yang mereka minta ataupun tidak memperkenankan permintaan mereka; karena sesungguhnya hidayah dan penyesatan tiada kaitannya dengan keberadaan dan ketiadaan hal tersebut. Di dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:

{وَمَا تُغْنِي الآيَاتُ وَالنُّذُرُ عَنْ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ}

Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman. (Yunus: 101)

{إِنَّ الَّذِينَ حَقَّتْ عَلَيْهِمْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ وَلَوْ جَاءَتْهُمْ كُلُّ آيَةٍ حَتَّى يَرَوُا الْعَذَابَ الألِيمَ}

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih. (Yunus: 96-97)

{وَلَوْ أَنَّنَا نزلْنَا إِلَيْهِمُ الْمَلائِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَى وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلا مَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ}

Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka tidak(juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (Al-An’am: 111)

Karena itulah dalam ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:

{قُلْ إِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ}

Katakanlah, “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya.” (Ar-Ra’d: 27)

Yakni Allah memberikan petunjuk kepada orang yang bertobat dan kembali kepada-Nya serta memohon pertolongan kepada-Nya dengan berendah diri kepada-Nya.

{الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ}

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. (Ar-Ra’d: 28)

Maksudnya, hati mereka senang dan tenang berada di sisi Allah, merasa tenteram dengan mengingat-Nya, dan rela kepada-Nya sebagai Pelindung dan Penolong(nya). Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

{أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ}

Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar-Ra’d: 28)

Ayat di atas bermakna bahwa Allah berhak untuk diingati.

*******************

Firman Allah Swt.:

{الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَى لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ}

Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. (Ar-Ra’d: 29)

Ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna tuba ialah ‘gembira dan sejuk hati’. Menurut Ikrimah, artinya ‘alangkah nikmatnya apa yang mereka peroleh’. Menurut Ad-Dahhak, artinya ‘ungkapan rasa keinginan beroleh kenikmatan seperti mereka’. Menurut Ibrahim An-Nakha’i, artinya ‘kebaikanlah bagi mereka’.

Qatadah mengatakan bahwa kata ini merupakan kata dari bahasa Arab. Bila seseorang mengatakan kepada temannya, “Tuba Laka” artinya ‘engkau telah beroleh kebaikan’. Menurut riwayat lain, ia mengatakan bahwa tuba lahumartinya kebaikanlah bagi mereka.

{وَحُسْنُ مَآبٍ}

tempat kembali yang baik. (Ar-Ra’d: 29)

Yakni tempat kembali. Semua pendapat yang telah disebutkan di atas pada prinsipnya sama, tiada pertentangan di antaranya.

Sa’id ibnu Jubair telah mengatakan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan maknatuba lahum, bahwa tuba adalah nama sebuah taman yang ada di negeri Habsyah. Sa’id ibnu Masju’ mengatakan bahwa tuba adalah nama sebuah taman yang terletak di India. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh As-Saddi, dari Ikrimah, bahwa tuba lahum artinya surga (taman). Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa setelah Allah menciptakan surga dan telah merampungkannya, berfirmanlah Dia: Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik(Ar-Ra’d: 29) Demikian itu sebagai ungkapan rasa takjub akan keindahannya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Ya’qub ibnu Ja’far, dari Syahr ibnu Hausyab yang mengatakan bahwa tuba adalah nama sebuah pohon di dalam surga; semua pepohonan surga berasal darinya, ranting-rantingnya berasal dari balik tembok surga.

Hal yang sama telah diriwayatkan dari Abu Hurairah, Ibnu Abbas, Mugis ibnu Summi, Abi Ishaq As-Subai’i, dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf yang bukan hanya seorang. Mereka mengatakan bahwa tuba adalah sebuah pohon di dalam surga, pada tiap-tiap rumah (gedung) surga terdapat ranting yang berasal darinya.

Sebagian ulama mengatakan bahwa Tuhan Yang Maha Pemurah, Mahasuci lagi Mahatinggi telah menanamnya sendiri dengan tangan kekuasaan-Nya dari butir mutiara, lalu Allah memerintahkan kepadanya untuk menjalar; maka pohon itu menjalar menurut yang dikehendaki oleh Allah Swt. Dari bawah akarnya memancar sumber air sungai-sungai surga yang berasa madu, khamr, dan air susu.

Abdullah ibnu Wahb telah mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Amr ibnul Haris, bahwa Diraj (yakni Abus Samah) pernah menceritakan kalimat berikut kepadanya, dari Abul Haisam, dari Abu Sa’id Al-Khudri secara marfu’:

“طُوبَى: شَجَرَةٌ فِي الْجَنَّةِ مَسِيرَةُ مِائَةِ سَنَةٍ، ثياب أهل الجنة تخرج من أكمامها”

Tuba adalah sebuah pohon di dalam surga, besarnya santa dengan jarak perjalanan seratus tahun, pakaian-pakaian ahli surga keluar dari kuntum-kuntumnya.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى، سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ لَهِيعة، حَدَّثَنَا دَرَّاج أَبُو السَّمْحِ، أَنَّ أَبَا الْهَيْثَمِ حَدَّثَهُ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ] عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، طُوبَى لِمَنْ رَآكَ وَآمَنَ بِكَ. قَالَ: “طُوبَى لِمَنْ رَآنِي وَآمَنَ بِي، ثُمَّ طُوبَى، ثُمَّ طُوبَى، ثُمَّ طُوبَى لِمَنْ آمَنَ بِي وَلَمْ يَرَنِي”. قَالَ لَهُ رَجُلٌ: وَمَا طُوبَى؟ قَالَ: “شَجَرَةٌ فِي الْجَنَّةِ مَسِيرَةُ مِائَةِ عَامٍ، ثِيَابُ أَهْلِ الْجَنَّةِ تَخْرُجُ مِنْ أَكْمَامِهَا”.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan ibnu Musa, bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Lahi’ah mengatakan: Telah menceritakan kepada kami Diraj (yakni Abus Samah), bahwa Abul Haisam pernah menceritakan kepadanya, dari Abu Sa’id Al-Khudri, dari Rasulullah Saw., bahwa ada seorang lelaki bertanya, “Wahai Rasulullah, tuba(berbahagialah) bagi orang yang melihatmu dan beriman kepadamu.” Rasulullah Saw. bersabda: Berbahagialah bagi orang yang melihatku dan beriman kepadaku. Berbahagialah, berbahagialah, dan berbahagialah bagi orang yang beriman kepadaku dan tidak melihatku.Lelaki lainnya bertanya kepada Rasulullah Saw., “Apakah yang dimaksud dengan tuba (berbahagialah) itu?” Rasulullah Saw. menjawab: Sebuah pohon di dalam surga yang besarnya adalah perjalanan seratus tahun, pakaian ahli surga keluar dari kuntum (bunga)nya.

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan:

عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ رَاهَوَيْهِ، عَنْ مُغِيرَةَ الْمَخْزُومِيِّ، عَنْ وَهيب، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ لَا يَقْطَعُهَا”

dari Ishaq Ibnu Rahawaih, dari Mugirah Al-Makhzumi, dari Wuhaib, dari Abu Hazim, dari Sahl ibnu Sa’d r.a., bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat sebuah pohon, seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun masih belum melampauinya.

Abu Hazim mengatakan bahwa lalu ia mengetengahkan hadis ini kepada An-Nu’man ibnu Ayyasy Az-Zurqi. Maka ia berkata bahwa telah menceritakan kepadanya Abu Sa’id Al-Khudri, dari Nabi Saw. yang telah bersabda:

“إِنَّ فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ الجَوَاد المضمَّرَ السَّرِيعَ مِائَةَ عَامٍ مَا يَقْطَعُهَا”.

Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara kuda pacuan yang kencang larinya memacu kudanya selama seratus tahun, ia masih belum dapat melampauinya.

Di dalam kitab Sahih Bukhari:

مِنْ حَدِيثِ يَزِيدَ بْنِ زُرَيع، عَنْ سَعِيدٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي قَوْلِ اللَّهِ: {وَظِلٍّ مَمْدُودٍ} [الْوَاقِعَةِ: 30] قَالَ: “فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةٌ يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ لَا يَقْطَعُهَا”.

melalui hadis Yazid ibnu Zurai’, dari Sa’id, dari Qatadah, dari Anas r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda sehubungan dengan makna firman-Nya: dan naungan yang terbentang luas. (Al-Waqi’ah: 30) yaitu: Di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun tanpa bisa melampauinya.

وَقَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا سُرَيْج، حَدَّثَنَا فُلَيْح، عَنْ هِلَالِ بْنِ عَلِيٍّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةٌ يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ سَنَةٍ اقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ {وَظِلٍّ مَمْدُودٍ}

Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Syuraih, telah menceritakan kepada kami Falih, dari Hilal ibnu Ali, dari Abdur Rahman ibnu Abu Amrah, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun masih belum melampauinya. Bacalah oleh kalian bila kalian suka akan firman-Nya, “Dan naungan yang terbentang luas.” (Al-Waqi’ah: 30)

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya di dalam kitabShahihain.

Menurut lafaz lain —bagi Imam Ahmad— disebutkan pula bahwa:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ وَحَجَّاجٌ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، سَمِعْتُ أَبَا الضَّحَّاكِ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: “إِنَّ فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا سَبْعِينَ -أَوْ: مِائَةَ -سَنَةٍ هِيَ شَجَرَةُ الْخُلْدِ”.

telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far dan Hajjaj; keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, bahwa ia pernah mendengar Abu Dalihak menceritakan hadis berikut dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama tujuh puluh — atau seratus tahun—. ia adalah pohon Khuldi.

قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَذَكَرَ سِدْرَةَ الْمُنْتَهَى، قَالَ: “يَسِيرُ فِي ظِلِّ الْفَنَنِ مِنْهَا الرَّاكِبُ مِائَةَ سَنَةٍ -أَوْ: قَالَ-: يَسْتَظِلُّ فِي الْفَنَنِ مِنْهَا مِائَةُ رَاكِبٍ، فِيهَا فِرَاشُ الذَّهَبِ، كَأَنَّ ثَمَرَهَا القلال”.

Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan dari Yahya ibnu Abbad ibnu Abdullah ibnuz Zubair, dari ayahnya, dari Asma binti Abu Bakar r.a. yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. menceritakan tentang Sidratul Muntaha, lalu Rasulullah Saw. bersabda:Seorang pengendara berjalan di bawah naungan salah satu tangkainya selama seratus tahun —atau bernaung di bawah sebuah rantingnya seratus orang pengendara—, padanya terdapat kupu-kupu emas, buahnya seakan-akan sebesar gentong.

Hadis diriwayatkan oleh Imam Turmuzi.

 

وَقَالَ إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ يُوسُفَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي سَلَّامٍ الْأَسْوَدِ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا أُمَامَةَ الْبَاهِلِيَّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا انْطُلِقَ بِهِ إِلَى طُوبَى، فَتُفْتَحُ لَهُ أَكْمَامُهَا، فَيَأْخُذُ مِنْ أَيِّ ذَلِكَ شَاءَ، إِنْ شَاءَ أَبْيَضَ، وَإِنْ شَاءَ أَحْمَرَ، وَإِنْ شَاءَ أَصْفَرَ، وَإِنْ شَاءَ أَسْوَدَ، مِثْلُ شَقَائِقِ النُّعْمَانِ وَأَرَقُّ وَأَحْسَنُ”.

Ismail ibnu Ayyasy meriwayatkan dari Sa’id ibnu Yusuf, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Abu Salam Al-Aswad yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Umamah Al-Bahili mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: tiada seorang pun di antara kalian masuk surga melainkan pergi ke pohon Tuba. Maka dibukakan baginya kuntum-kuntumnya, dan ia mengambil darinya pakaian yang disukainya. Jika ia suka warna putih, mengambil warna putih; jika ia suka warna merah, mengambil warna merah; jika ia suka warna kuning, mengambil warna kuning; dan jika suka warna hitam, mengambil warna hitam; warna-warninya seperti bunga syaqaiqun nu’man dan lebih lembut lagi lebih indah.

Imam Abu Ja’far ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnuSaur, dari Ma’mar, dari Asy’as ibnu Abdullah, dari Syahr ibnu Hausyab, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa tuba adalah sebuah pohon di dalam surga. Allah berfirman kepadanya, “Mekarkanlah kuntum-kuntummu buat hamba-Ku untuk memenuhi apa yang dikehendakinya!” Maka (bunga) pohon itu mekar untuk hamba yang dimaksud dengan mengeluarkan kuda lengkap dengan pelana dan kendalinya, unta berikut semua perlengkapannya, dan segala rupa pakaian yang disukainya.

Ibnu Jarir telah meriwayatkan dari Wahb ibnu Munabbih dalam bab ini sebuah asar yang garib lagi aneh. Wahbrahimahullah mengatakan bahwa sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon yang disebut tuba,seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun tanpa bisa melewatinya. Bunga-bunganya adalah pakaian, dedaunannya adalah selimut, ranting-rantingnya adalah ‘anbar,lembah tempatnya adalah yaqut,tanahnya adalah kafur, dan lumpurnya adalah misik (minyak kesturi). Dari akarnya keluar sungai khamr, sungai susu, dan sungai madu. Pohon ini merupakan majelis ahli surga. Ketika mereka sedang berada di majelisnya, tiba-tiba malaikat suruhan Tuhan mereka datang kepada mereka seraya menuntun unta-unta yang diberi kendali rantai emas. Keindahan kepala unta-unta itu bagaikan pelita, bulunya sangat lembut seperti sutera Mar’uzi. Di atas punggung unta-unta itu terdapat haudaj yang papannya terbuat dari batu yaqut, sandarannya terbuat dari emas, sedangkan kain penutupnya terbuat dari kain sutera tebal dan tipis. Lalu para malaikat itu membuka haudaj (tandu) yang ada di atas punggung unta-unta itu, lalu berkata, “Sesungguhnya Tuhan kalian telah mengutus kami kepada kalian untuk membawa kalian mengunjungi-Nya dan mengucapkan salam penghormatan kepada-Nya.” Maka semua ahli surga menaikinya, jalannya lebih cepat daripada burung terbang dan lebih pelan daripada kupu-kupu; unta itu tidak sulit dikendarai. Seseorang berjalan berdampingan dengan saudaranya seraya berbincang-bincang dengannya, sedangkan pinggirhaudaj masing-masing tidak mengenai yang lainnya; dan tiada suatu unta pun yang duduk berlutut di tempat unta lainnya, sehingga pepohonan menjauh dari jalan yang dilalui oleh mereka agar tidak memisahkan antara seseorang dengan saudaranya. Lalu mereka datang menghadap Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, dan Allah membukakan hijab diri-Nya kepada mereka sehingga mereka dapat melihat Zat Allah Yang Mahamulia. Apabila mereka telah melihat-Nya, maka berkatalah mereka, “Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dari Engkaulah bersumbernya kesejahteraan, dan sifat keagungan dan kemuliaan hanyalah layak bagi-Mu.” Maka pada saat itu juga Allah berfirman, “Akulah Yang Mahasejahtera, dari Aku-lah kesejahteraan, dan kalian berhak mendapat rahmat dan kasih-Ku. Selamat datang kepada hamba-hamba-Ku yang takut kepada-Ku tanpa melihat-Ku dan taat kepada perintah-Ku.” Mereka berkata, “Wahai Tuhan kami, kami masih belum menyembah Engkau dengan penyembahan yang sebenarnya, dan kami masih belum menghargai Engkau dengan penghargaan yang sebenarnya. Maka izinkanlah kami untuk bersujud di bawah telapak kaki kekuasaan-Mu.” Allah berfirman, “Sesungguhnya sekarang ini bukanlah tempat kelelahan, bukan pula tempat untuk ibadah, tetapi sekarang adalah tempat kesenangan dan kenikmatan. Sesungguhnya Aku telah melenyapkan dari kalian kepayahan beribadah, maka mintalah kepada-Ku semua yang kalian kehendaki, karena sesungguhnya masing-masing orang dari kalian mempunyai keinginannya sendiri.” Lalu mereka meminta kepada Allah Swt. sehingga orang yang paling pendek keinginannya mengatakan, “Wahai Tuhanku, ahli dunia telah bersaing dalam dunia mereka sehingga mereka saling berebutan untuk mendapatkannya. Wahai Tuhanku, maka berikanlah kepadaku semisal segala sesuatu yang mereka miliki sejak Engkau menciptakan dunia hingga dunia berakhir.” Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya keinginanmu amatlah pendek, dan sesungguhnya engkau telah meminta sesuatu yang berada di bawah kedudukanmu. Sekarang inilah dari-Ku untukmu, karena sesungguhnya tiada kepayahan dalam pemberian-Ku, tiada pula yang terlarang.” Kemudian Allah Swt. berfirman, “Tawarkanlah kepada hamba-hamba-Ku segala sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh angan-angan mereka dan tidak pula terdetik dalam kalbu mereka.” Maka ditampakkanlah hal itu kepada mereka sehingga angan-angan mereka tidak dapat menjangkaunya. Di antara yang ditawarkan kepada mereka ialah kuda-kuda yang bertanduk, di atas empat ekor darinya terdapat dipan dari yaqut, dan pada tiap dipan terdapat kubah emas yang terbuka. Pada tiap-tiap kubah terdapat kupu-kupu emas yang beterbangan. Di dalam tiap kubah itu juga terdapat dua pelayan bidadari yang bermata jelita. Masing-masing bidadari memakai pakaian dua lapis, yaitu pakaian surga; tiada suatu warna pun yang ada di dalam surga melainkan ada pada warna pakaian itu, dan tiada suatu wewangian pun melainkan tercium dari kedua pakaian itu. Cahaya wajah kedua bidadari itu dapat menembus ketebalan kubah sehingga orang yang melihatnya menduga bahwa keduanya berada di bagian luar kubah. Tulang sumsumnya dapat terlihat dari bagian luar betisnya, seperti kabel putih yang ada di dalam batu yaqut merah. Kedua bidadari memandang keutamaan yang dimiliki oleh majikannya sama dengan keutamaan matahari atas batu, atau bahkan lebih utama lagi. Majikan pun memandang hal yang sama kepada keutamaan yang dimiliki oleh kedua bidadari tersebut. Kemudian ia masuk menemui keduanya. Maka keduanya mem­berikan penghormatan kepadanya, lalu merangkulnya serta menempel kepadanya seraya berkata, “Demi Allah, kami tidak menduga bahwa Allah menciptakan makhluk seperti engkau.” Kemudian Allah memerintahkan para malaikat untuk membawa mereka. Maka para malaikat berjalan bersama mereka membentuk saf ke dalam surga, sehingga masing-masing orang dari ahli surga sampai ke tempat tinggal yang telah disediakan untuknya.

Asar ini telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim berikut sanadnya, dari Wahb ibnu Munabbih.

Di dalam riwayatnya ditambahkan, “Lihatlah karunia Tuhan kalian yang diberikan kepada kalian!” Tiba-tiba terlihatlah kubah-kubah di Rafiqul A’la dan gedung-gedung yang dibangun dari permata dan marjan, pintu-pintunya dari emas, dipan-dipannya dari yaqut, hamparan-hamparannya dari kain sutera tebal dan tipis, mimbar-mimbarnya darinur yang cahayanya memancar dari pintu-pintunya, dan halamannya dari nurseperti cahaya matahari, sedangkan mimbar yang ada padanya seperti bintang gemerlapan yang ada di siang hari. Tiba-tiba tampaklah gedung yang tinggi-tinggi berada di surga yang tertinggi terbuat dari yaqut yang cahayanya sangat cemerlang. Seandainya tidak ditundukkan (untuk dapat dilihat), niscaya pandangan mata tidak akan dapat melihatnya (karena silaunya). Bagian gedung-gedung itu yang terbuat dari yaqut putih dihampari dengan sutera putih, bagian yang terbuat dari yaqut merah dihampari dengan kain sutera merah, bagian yang terbuat dari yaqut hijau dihampari dengan kain sutera hijau, dan bagian yang terbuat dari yaqut kuning dihampari dengan kain sutera kuning. Gedung-gedung itu semua pintunya terbuat dari zamrud hijau, emas merah, dan perak putih. Tiang-tiang dan sudut-sudutnya dari permata, jendela-jendelanya berbentuk kubah yang terbuat dari mutiara, dan menara-menaranya bertingkat-tingkat terbuat dari marjan. Setelah mereka berangkat menuju tempat yang diberikan oleh Tuhan mereka, maka disodorkan kepada mereka kuda-kuda yang tubuhnya dari yaqut putih —tetapi ditiupkan roh ke dalam tubuhnya (sehingga hidup)— didampingi oleh pelayan yang terdiri atas anak-anak muda yang tetap muda. Tangan masing-masing anak memegang pemacu kuda-kuda itu, tali kendali serta cocok hidungnya terbuat dari perak putih yang dihiasi dengan mutiara dan yaqut, sedangkan pelananya bagaikan dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata serta dilapisi dengan kain sutera yang tebal dan yang tipis. Kemudian kuda-kuda itu berangkat membawa mereka berpesiar di tengah-tengah taman surga. Setelah mereka sampai di tempatnya masing-masing, mereka menjumpai para malaikat sedang duduk di atas mimbar-mimbarnur menunggu mereka dengan maksud mengunjungi mereka, menyalami mereka, dan mengucapkan selamat kepada mereka sebagai penghormatan buat mereka dari Tuhan mereka. Setelah mereka memasuki gedung-gedung mereka, di dalamnya mereka menjumpai semua yang mereka inginkan, semua yang mereka minta, dan semua yang mereka angan-angankan. Tiba-tiba pada pintu tiap gedung tersebut terdapat empat taman, dua di antaranya mempunyai pohon-pohon dan buah-buahan, sedangkan dua lainnya kelihatan berwarna hijau tua; di dalam kedua taman itu terdapat dua buah mata air yang mengalir, segala macam buah-buahan yang berpasangan, serta bidadari-bidadari yang dipingit di dalam kemahnya masing-masing. Setelah mereka menempati tempatnya masing-masing, maka Allah Swt. berfirman kepada mereka, “Apakah kalian telah menjumpai apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kalian dengan sebenarnya?” Mereka menjawab, “Ya, wahai Tuhan kami.” Allah berfirman, “Apakah kalian puas dengan pahala Tuhan kalian?” Mereka menjawab, “Wahai Tuhan kami, kami telah puas, maka ridailah kami.” Allah Swt. berfirman, “Berkat rida-Ku kepada kalian, Aku tempatkan kalian di rumah-Ku dan kalian dapat melihat Zat-Ku, serta para malaikat-Ku menyalami kalian. Maka selamat, selamatlah bagi kalian.” sebagai karunia yang tiada putus-putusnya. (Hud: 108) Yakni tiada terhenti dan tiada yang terlarang. Maka pada saat itu juga mereka mengatakan, “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami dan memasukkan kami ke tempat tinggal yang kekal berkat karunia-Nya. Di dalamnya kami tidak lagi mengalami kepayahan, tidak pula mengalami lesu. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”

Konteks asar ini garib lagi ajaib, tetapi sebagian darinya mempunyai syahid(bukti) yang menguatkannya.

Di dalam kitab Sahihain disebutkan bahwa Allah Swt. berfirman kepada lelaki yang paling akhir masuk surga, “Mintailah!” Lalu lelaki itu meminta; dan setelah permintaannya habis, Allah Swt. berfirman, “Mintalah anu dan mintalah anu,” sambil mengingatkannya. Kemudian Allah berfirman, “Hal seperti itu dan sepuluh kali lipatnya adalah untukmu.”

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan sebuah hadis melalui Abu Zar, dari Rasulullah Saw., dari Allah Swt.:

يَا عِبَادِي، لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ، وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ، قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ، فَسَأَلُونِي، فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ  مَسْأَلَتَهُ، مَا نَقَصَ ذَلِكَ من ملكي شيئا، إلا كما ينقص المخيط إِذَا أُدْخِلَ فِي الْبَحْرِ”، الْحَدِيثَ بِطُولِهِ.

Hai hamba-hamba-Ku, seandainya orang yang pertama dari kalian dan orang yang terakhir dari kalian —dari kalangan manusia dan jin— berdiri di suatu tanah lapang, lalu mereka meminta kepada­Ku dan Aku berikan kepada setiap orang apa yang dimintanya, hal tersebut tiada mengurangi milik-Ku barang sedikit pun, melainkan sebagaimana berkurangnya lautan apabila dimasukkan sebuah jarum ke dalamnya.hingga akhir hadis.

Khalid ibnu Ma’dan mengatakan, “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon yang dikenal dengan nama Tuba. Pohon itu mempunyai susu, semua anak-anak ahli surga menyusu darinya. Dan sesungguhnya kandungan yang gugur dari seorang wanita kelak berada di salah satu dari sungai surga, ia hidup di dalamnya hingga hari kiamat nanti; maka ia dibangkitkan dalam rupa seorang anak yang berumur empat puluh tahun.” Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.