Category Archives: Catatan Alam

Ini Penampakan Bumi Jika Dilihat dari Saturnus

​NASA baru saja merilis foto Bumi yang diambil dari planet Saturnus. Jarak Saturnus menuju Bumi adalah sejauh 870 juta mil, atau lebih dari satu miliar kilometer.

Melansir Metro pada Senin (24/4), dalam foto yang dirilis oleh NASA, Bumi hanya terlihat seperti titik kecil jika dilihat dari planet kedua terbesar di sitem tata surya kita tersebut. Sedangkan Bulan terlihat sebagai titik yang sangat kecil, yang hampir tidak terlihat.

Foto itu diketahui diambil oleh pesawat tanpa awak NASA, yakni Cassini. Pesawat tersebut diprediksi akan mendarat di planet yang terkenal dengan cincinnya tersebut pada pekan ini.

Cassini diketahui telah melewati bulan terbesar Saturnus untuk terakhir kalinya pada hari Sabtu. Pesawat itu akan melakukan serangkaian eksplorasi di dalam cincin planet ini, dan kemudian akan meledak setelah menembus atmosfer planet itu.

Setelah hampir 20 tahun melakukan perjalanan di luar angkasa, Cassini menggunakan tarikan gravitasi Titan, sebuah bulan yang menyerupai Bumi purba, untuk melemparkan dirinya ke orbit baru yang akan melewati wilayah yang belum dijelajahi antara puncak awan Saturnus dan cincinnya.

Lindu Terasa di Surabaya,Sidoarjo,Mojokerto

​Sebagian wilayah Yogyakarta hingga Lombok kembali diguncang gempa, Rabu, 16 November 2016, pukul 22.10 WIB. Gempa dengan magnitude sekitar 5,8 itu berasal dari Samudera Hindia dan tidak menimbulkan tsunami. Guncangan terkuat dirasakan di wilayah Malang dan sekitarnya.

Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, menyebutkan titik sumber gempa (episenter) terletak pada koordinat 9,39 LS dan 113,09 BT, “Tepatnya di cekungan busur muka (fore arc basin) Samudera Hindia pada jarak 165 kilometer arah tenggara Kota Malang pada kedalaman 91 kilometer,”


Guncangan dilaporkan terasa di Yogyakarta, seluruh wilayah Jawa Timur, Bali, dan Lombok. Paling kuat dirasakan di Malang, Karangkates, Kepanjen, Lumajang, dan Jember, dalam skala intensitas II versi BMKG atau IV MMI. “Menurut laporan, di daerah ini guncangan gempa bumi dirasakan cukup kuat hingga warga yang belum tidur terkejut dan mencoba berlarian keluar rumah,” jeasnya.

Dari kedalaman sumber gempa atau hiposenter, lindu ini termasuk jenis menengah. “Akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Dengan laju sekitar 70 milimeter per tahun, kata Daryono, terjadi deformasi batuan di zona Benioff hingga memicu terjadinya gempa.