Category Archives: Catatan Bola

Perancis Juara Piala Dunia FIFA 2018 RUSIA 

– Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018. Les Bleus mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 dalam laga final yang dilangsungkan di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7/2018) malam WIB.

Prancis unggul cepat di laga ini setelah Mario Mandzukic bikin gol bunuh diri di menit 18. Namun Kroasia bisa menyamakan kedudukan melalui tendangan voli Ivan Parisic. Penalti Antoine Griezmann membuat Prancis kembali unggul 2-1 saat turun minum.

Di babak kedua, skuat besutan Didier Deschamps membuat dua gol tambahan melalui Paul Pogba dan Kylian Mbappe. Sementara Kroasia hanya menambah satu melalui Manduzkic, memanfaatkan kesalahan yang dibuat kiper Hugo Lloris.

Baca juga: Mandzukic Bikin Gol Bunuh Diri Pertama di Final Piala Dunia

Prancis pun menjadi juara Piala Dunia 2018.

Ini menjadi titel kedua Prancis, setelah yang pertama didapat pada tahun 1998. Di 2006 Prancis juga masuk final, tapi mereka kalah melalui adu penalti dari Italia.

Bagi Kroasia, kekalahan ini memupus harapan mereka untuk merebut trofi Piala Dunia untuk kali pertama. Ini jadi capaian terbaik negara tersebut di Piala Dunia, setelah pada 1998 merebut posisi tiga.

Pertandingan final final Piala Dunia 2018 menciptakan sejarah baru.

Mario Mandzukic mencetak gol bunuh diri pertama di laga final.

Prancis dan Kroasia berhadapan di final Piala Dunia 2018, dalam laga yang dilangsungkan di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7/2018) malam WIB. Pertandingan baru berjalan 18 menit saat Les Bleus berhasil membuka keunggulan.

Dari tendangan bebas yang diambil Antoine Griezmann, bola melambung ke kotak penalti Kroasia. Di sana Mandzukic berhasil menanduk bola, tapi dari kepalanya si kulit bundar malah mengarah ke dalam sudut gawang Danijel Subasic.

Tandukan Mandzukic menjadi gol pembuka dalam laga final Piala Dunia 2018 ini. Opta mencatat itu menjadi gol bunuh diri pertama yang tercipta di final Piala Dunia.

Mandzukic adalah pahlawan kemenangan Kroasia saat berhadapan dengan Inggris di babak semifinal. Dia mencetak gol penentu kemenangan 2-1 timnya. Pemain Juventus itu sebelumnya juga bikin gol dalam laga dengan Denmark di fase grup.

Molinaro, wartawan situs berita olah raga dari Kanada Meramal Kroasia Sebagai Negara Baru Juara Piala Dunia

Sportsnet , menulis lima ramalan berani yang mungkin akan terjadi sepanjang 2018. John menulis ramalan itu pada akhir Desember 2017 lalu.

Satu di antara ramalan John Molinaro adalah Real Madrid akan kembali menjadi juara Liga Champions. Prediksi John tak meleset. Pada 27 Mei lalu, Real Madrid menekuk Liverpool 3-1 dan merebut trofi Liga Champions selama tiga tahun berturut-turut. Tiga prediksi John lainnya tak istimewa. Dia meramal Lionel Messi bakal pindah ‘rumah’ dari Spanyol ke Prancis, dari Barcelona hijrah ke PSG.

Tapi ada satu ramalan John Molinaro yang terdengar agak ganjil kala itu. John percaya, tim nasional Kroasia akan melaju hingga babak final Piala Dunia 2018 di Rusia, bahkan menjadi juara. Kroasia memang punya Dejan Lovren di barisan belakang, punya Luka Modric sebagai jenderal lapangan tengah dibantu oleh Ivan Rakitic, dan memiliki Mario Mandzukic sebagai ujung tombak. Mereka pemain-pemain bagus dan bermain di klub-klub besar di liga utama Eropa.

Tapi mana ada yang menujum bahwa Kroasia bakal melaju hingga babak final dan menjadi juara Piala Dunia. Sejak Piala Dunia pertama pada 1930 hingga Piala Dunia 2014 di Brasil, hanya delapan negara yang pernah juara. Tiga negara dari Amerika Latin dan lima negara dari benua Eropa. Tak ada negara dari Balkan maupun Eropa Timur di daftar itu.

 “Kroasia akan menjadi negara kesembilan yang jadi juara di Piala Dunia,” John Molinaro menulis. Ramalan wartawan Kanada itu tinggal selangkah lagi jadi kenyataan. Bertempat di Stadion Luzhniki, Moskow, malam ini Kroasia akan melawan Prancis di babak final Piala Dunia 2018.

Dari semua ukuran atau parameter , peringkat FIFA, elo rating pemain dan sejarah, final Piala Dunia 2018 bukan milik Kroasia. Menurut ranking FIFA hingga 7 Juni lalu, tim Jerman ada di peringkat teratas, disusul Brasil dan Belgia. Prancis ada di urutan ketujuh, sementara Kroasia ada di peringkat ke-20. Sementara, berdasarkan Soccer Power Index (SPI) yang disusun oleh situs FiveThirtyEight, tiga negara di urutan teratas adalah Brasil, Spanyol, dan Jerman. Prancis ada di urutan keempat, sementara Kroasia berada di peringkat ke-8. Menurut situs ini, Prancis akan jadi juara dengan tingkat kemungkinan menang 59 persen.

Sebelum peluit tanda dimulainya Piala Dunia 2018 ditiup, sangat sedikit yang meramal Prancis akan jadi juara. Dua perusahaan raksasa keuangan, Goldman Sachs dan UBS, dengan memakai model statistik yang kompleks, tak ada yang menempatkan Prancis sebagai favorit juara. Di babak final, menurut ‘mesin’ kecerdasan buatan Goldman Sachs Global Investment Research, Brasil akan menjegal tim panser Jerman.

Sebelum babak penyisihan grup dimulai, berbeda dengan Goldman, UBS malah menjagokan Jerman jadi juara di Rusia. UBS pernah dengan akurat memprediksi kemenangan Italia di Piala Dunia 2006. Tapi kali ini, baik UBS maupun Goldman, salah meramal. Brasil tersingkir di perempat final, bahkan Jerman pulang lebih awal.

“Uang mungkin tak selalu bisa membeli kesuksesan, tapi uang jelas membantu mendapatkannya” Ian Bright, ekonom senior ING

Ramalan yang agak mendekati kebenaran adalah prediksi ING, perusahaan keuangan dari Belanda, dan perusahaan Jepang, Nomura. Keduanya memakai teknik meramal yang tak terlalu rumit dan tak secanggih model statistik UBS maupun algoritma Goldman. ING dan Nomura berasumsi, nilai total pemain suatu tim punya korelasi sangat kuat dengan menang atau kalah dalam pertandingan. Mereka juga memasukkan komponen rekam jejak beberapa pertandingan terakhir. “Uang mungkin tak selalu bisa membeli kesuksesan, tapi uang jelas membantu mendapatkannya,” kata Ian Bright, ekonom senior ING, dikutip majalah The Economist .

ING dan Nomura sama-sama meramal tim Spanyol akan berhadapan dengan Prancis di babak final. Spanyol merupakan salah satu tim termahal di Piala Dunia 2018, bersama-sama dengan Brasil, Jerman, dan Prancis. Menurut Sportskeeda , tim termahal di Piala Dunia Rusia kali ini adalah Prancis, disusul Spanyol, Brasil, Jerman, dan Inggris. Cara ini akurat meramal nasib Prancis, tapi meleset jauh untuk melihat ‘masa depan’ tim Spanyol maupun Jerman.

Jika nilai pemain di bursa transfer jadi ukuran, Kroasia hanya di urutan ke-10 dengan total nilai £324 juta. Nilai pemain Kroasia kurang dari setengah nilai pemain Inggris, £786,6 juta, tim yang mereka kalahkan di babak semi final. Apalagi jika dibandingkan dengan nilai tim Prancis, £972,5 juta, nilai pemain Kroasia hanya sepertiganya. Seandainya metode ING dan Nomura dipakai untuk meramal juara Piala Dunia, maka tak ada kesempatan bagi Luka Modric dan Ivan Rakitic. Setelah 20 tahun Zinedine Zidane dan kawan-kawan merebut gelar juara pada 1998, bisa dipastikan, Prancis akan jadi juara Piala Dunia untuk kali kedua.

Apalagi jika kita percaya kepada ramalan perusahaan game, EA Sports. Dua kali Piala Dunia berturut-turut, Piala Dunia 2010 dan Piala Dunia 2014, dengan menggunakan engine game buatannya, EA Sports berhasil meramal dengan akurat juaranya. Beberapa hari sebelum Piala Dunia 2010 dimulai, EA Sports memprediksi Spanyol akan jadi pemenangnya dan David Villa jadi pencetak gol terbanyak. Empat tahun kemudian, kembali menggunakan engine game buatannya, EA meramal tim panser Jerman akan jadi juara Piala Dunia 2014.

Pada 28 Mei lalu, EA Sports mengumumkan hasil simulasinya untuk Piala Dunia 2018. Menurut EA Sports, Prancis akan kembali jadi juara Piala Dunia. Di semi final, EA Sports meramal, Prancis berhasil menyingkirkan Red Devil, Belgia, dengan keunggulan satu gol. Di babak final, setelah melewati perpanjangan waktu dan adu penalti, Prancis akan memboyong trofi Piala Dunia dengan menaklukkan Jerman, 4-3.


Link Sejarah Piala Dunia dan Daftar Tuan Rumah serta Juara :

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Piala_Dunia_FIFA
Juara Piala Dunia FIFA

1930 Uruguay 4–2 Argentina

1934 Italia 2–1 Cekoslovakia

1938 Italia 4–2 Hungari

1950 Uruguay 2–1 Brasil

1954 Jerman Barat 3–2 Hungari

1958 Brasil 5–2 Swedia

1962 Brasil 3–1 Cekoslovakia

1966 Inggris 4–2 Jerman

1970 Brasil 4–1 Italia

1974 Jerman Barat 2–1 Belanda

1978 Argentina 3–1 Belanda

1982 Italia 3–1 Jerman

1986 Argentina 3–2 Jerman

1990 Jerman Barat 1–0 Argentina

1994 Brasil 0–0 Italia

1998 Perancis 3–0 Brasil

2002 Brasil 2–0 Jerman

2006 Italia 1–1 Perancis

2010 Spanyol 1–0 Belanda

2014 Jerman 1–0 Argentina

2018 Perancis 4-2 Kroasia 

Advertisements

Peserta PerempatFinal Piala Dunia 2018

Tuntas sudah laga-laga di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Berikut ini adalah delapan negara peserta yang maju ke babak perempatfinal.

Babak 16 besar Piala Dunia 2018 dibuka dengan pertemuan Prancis vs Argentina. Prancis keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Albiceleste 4-3.

Setelah laga tersebut, ada Uruguay yang berhasil mengalahkan Portugal 2-1, Rusia mengalahkan Spanyol lewat adu penalti, Kroasia menang adu penalti atas Denmark, Brasil mengalahkan Meksiko 2-0, Belgia menang dramatis 3-2 atas Jepang, dan Swedia mengalahkan Swiss 1-0.

Inggris menjadi tim terakhir yang maju ke babak perempatfinal. The Three Lions melangkah usai mengalahkan Kolombia 4-3 lewat adu penalti di Spartak Stadium, Rabu (4/7/2018) dinihari WIB. Kedua tim sebelumnya berimbang 1-1 hingga extra time 2×15 menit.

Inggris memecah kutukan adu finalti untuk pertama kali setelah bertahun-tahun tak menang adu finalti.

Kemenangan dalam adu penalti melawan Kolombia amat berarti bagi Inggris. The Three Lions mampu mematahkan kutukan adu penalti yang selama ini menghantui mereka.

Inggris baru saja menyingkirkan Kolombia di babak 16 besar Piala Dunia 2018 melalui drama adu penalti. Adu penalti harus dilakukan karena pertandingan di Spartak Stadium, Moskow, Rabu (4/7/2018) dinihari WIB, berimbang 1-1 selama 120 menit.

Inggris sempat memimpin melalui tendangan penalti Harry Kane di babak kedua. Namun, saat laga sudah memasuki injury time, Kolombia menyamakan skor lewat tandukan Yerry Mina.

Dalam adu penalti, Inggris keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3. Di antara lima algojo Inggris, cuma Jordan Henderson yang gagal. Sementara di kubu Kolombia, Mateus Uribe dan Carlos Bacca gagal menjalankan tugasnya dengan baik.

Ini adalah kemenangan pertama Inggris dalam adu penalti di Piala Dunia. Mereka selalu kalah dalam tiga adu penalti sebelumnya, yaitu pada 1990, 1998, dan 2006.

Di Piala Dunia 1990, Inggris kalah 3-4 dari Jerman Barat dalam adu penalti di semifinal. Mereka kembali kalah 3-4 ketika menjalani adu penalti melawan Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 1998. Sementara di Piala Dunia 2006, Inggris kalah adu penalti 1-3 dari Portugal di babak perempatfinal.

Secara keseluruhan, catatan Inggris dalam adu penalti di turnamen besar memang tak menggembirakan. Di arena Piala Eropa, mereka cuma sekali menang dalam empat kali adu penalti.

Inggris selanjutnya akan berhadapan dengan Swedia di perempatfinal Piala Dunia 2018. Swedia lebih dulu lolos setelah mengalahkan Swiss 1-0.

El Buitre

*Salor Luuurrr*

Piala Dunia Di depan mata ,ini ada cuplikan! Memori2 piala Dunia di masa silam gae bekal wawasan menyambut Piala Dunia 2018. Monggo disimak Lur


*La Muerte*
Tahu mentalitas Spanyol? Gambarkan kematian di hadapan anda. La Muerte atau kematian selalu menyertai kehidupan orang Spanyol. Kata penyair Spanyol Garcia Lorca : *Spanyol adalah satu2nya tanah, di mana orang tidak bisa membayangkan hidup tanpa kematian*

Karena itu orang Spanyol tidak menghindar dari nasib, tetapi tidak takut akan nasib atau kematian. Sikap hidup orang Spanyol adalah sikap hidup pemain Matador.

 Berani memain-mainkan nyawanya di hadapan Banteng

Mentalitas Matador juga Tersuntik pada pemain Timnas Spanyol. Sampai kini mereka juga diberi predikat *kesebelasan matador*

 Mentalitas Matador ini menjadi momok bagi setiap tim yang menghadapi Spanyol. Terutama bagi timnas Denmark yang punya mitos tragis Kalah dari Spanyol.

Ratapan tangis keluar dari Jesper Olsen tatkala dilumat *El Buitre* atau Si Rakus dengan 4 gol di stadion Querataro Mexico pada gelaran Piala Dunia 1986.

“lagi-lagi Spanyol? Ya Tuhan mengapa kita selalu ketemu Spanyol”,ratap Jesper teknikus lapangan tengah timnas Denmark. Timnas Denmark tergolong tim yang disegani pada dekade 80-an. Satu-satunya tim Eropa yang terkenal memainkan bola sebagai seni. Favorit Jerman Barat dijungkalkan 2:0.

Saat melawan Spanyol babak pertama menjadi milik Denmark. Lewat tendangan Jesper Olsen , Denmark unggul 1:0 atas Spanyol. Tapi sebelum babak pertama selesai ,Jesper melakukan kesalahan-kesalahan passing yang bisa dimanfaatkan Spanyol menyamakan kedudukan. Dan Babak Kedua jadi Neraka buat Denmark. Malam yang naas bagi mereka. Malapetaka itu dibuat oleh kaki Emilio Butragueno. Butragueno,pemain Real Madrid. Malam itu dipasang pelatih Munoz sebagai penyerang lapangan tengah.

“Dia rakus,dia jagal kejam ,”kata Soren Lerby dengan jengkel. Dan sejak itu Butragueno dikenal dengan julukan *El Buitre* atau *si rakus* Rakus gol.

El Buitre adalah anak kesayangan pelatih Miguel Munoz. Perawakan El Buitre sama sekali tidak mengerikan seperti Vialli,Vieri atau jaman now Ibrahimovic. Tingginya cuma 170 untuk ukuran Eropa termasuk pendek, dan berat 69 kilo. Seperti anak bawang yang tak perlu ditakuti . Tetapi justru itu ia Rakus gol. Seperti anak kecil yg selalu ingin tau , tiba-tiba saja dia nerobos pertahanan lawan . Menyeruduk di muka gawang lawan seakan tanpa perhitungan . Ia sering terperangkap offside tapi bek lawan juga sering tertipu dia offside. Dia menendang bola ke gawang lawan pun tanpa banyak itung-itung, main ceplos aja. Pers Eropa secara berlebihan menyatakan pemain  Denmark selalu bergidik kalau dengar nama Butragueno.
Apakah Spanyol masih pantas disebut tim menakutkan di Piala Dunia 2018 Lur, ?????

Liga Champions UEFA musim depan bakal lebih rame

Liga Champions dan Liga Europa akan mengalami perubahan dalam pendistribusian peserta di musim 2018/2019. Bagaimana mekanismenya?
UEFA sudah mengumumkan beberapa perubahan untuk Liga Champions dan Liga Europa musim depan. Ada peningkatan jumlah tim yang lolos langsung ke fase grup di dua kompetisi tersebut. Jumlah wakil tim dari negara-negara Eropa ditentukan dari peringkat koefisien UEFA.

Musim depan ada 26 tim yang lolos langsung ke fase grup Liga Champions tanpa jalur kualifikasi. Rinciannya adalah 16 tim berasal dari Spanyol, Jerman, Italia, dan Inggris, yang masing-masing akan mengirim empat wakilnya langsung.

10 tempat lainnya akan diisi juara bertahan Liga Champions dan Liga Europa, dua tim teratas di Liga Prancis dan di Liga Rusia, beserta para juara di Liga Portugal, Ukraina, Belgia, dan Turki.

Apabila juara bertahan Liga Champions juga mengambil slot melalui peringkat di liga domestik mereka, jatah mereka akan digantikan oleh juara Liga Republik Ceko. Sementara jika juara bertahan Liga Europa lolos lewat peringkat liga domestik mereka, jatah mereka akan diambil oleh tim peringkat tiga Liga Prancis. Setiap negara juga masih memungkinkan untuk mengirim lima wakil.

Peserta yang otomatis melaju babak grup Liga Europa juga mengalami peningkatan menjadi 17. Rinciannya dengan 10 tim berasal dari Spanyol, Jerman, Inggris, Italia, dan Prancis, yang masing-masing akan mengirim dua tim. Tujuh tim lainnya masing-masing berasal dari Rusia, Portugal, Ukraina, Belgia, Turki, Ceko, dan Swiss.

Sementara itu, sepuluh tim yang tersingkir dari play-off dan babak kualifikasi ketiga Liga Champions akan mendapat kesempatan di Liga Europa.

Perubahan lainnya juga terdapat di waktu kick-off pertandingan. Fase grup Liga Champions dan Liga Europa akan berlangsung di periode pukul 18:55 CET dan 21:00 CET, atau pukul 00:55 WIB dan 03:00 WIB.

JOSE MOURINHO sedang memantau wonderkid Serbia Mijat Gacinovic yang membantu Timnas lolos kualifikasi 

Manajer Manchester United terlihat agak malu-malu di tengah kerumunan suporter  mengenakan topi bisbol abu-abu.

Ada beberapa spekulasi bahwa Mourinho sedang mengincar pemain muda Serbia Sergej Milinkovic-Savic – namun pemain berusia 22 tahun itu belum memiliki cap penuh untuk Serbia – dan tidak berada dalam skuad. Dan kini The Mirror melaporkan bahwa objek perhatian Mourinho sebenarnya adalah gelandang Eintracht Frankfurt Gacinovic. Pemain berusia 22 tahun ini telah menjadi salah satu prospek paling menarik di Bundesliga, bahkan Bayern Munich juga diyakini turut memantaunya. Di kancah internasional ia terlibat dalam tiga pertandingan.

Nemanja Matic bermain dan mencetak gol untuk negara Balkan dalam kualifikasi Piala Dunia, sementara Marko Arnautovic mencetak gol melawan negara nenek-moyangnya saat membantu Austria menang 3-2. Kemungkinan  Matic yang telah menyarankan pada Mourinho agar melihat langsung bakat Gacinovic, yang biasa beroperasi di sayap. Itu adalah posisi yang membuat Mourinho tampak frustasi untuk membenahi lini sayap MU selama musim panas, incarannya Ivan Perisic dari Inter Milan memutuskan untuk tetap tinggal di Serie A dan Thomas Lemar target buruan lainnya dikabarkan sudah Deal dengan Arsenal. 

Andai Pak Erick Thohir jadi bos klub Indonesia atau Ketua PSSI 

Erick Thohir Bangun Stadion Sepakbola Rp 6 T di Washington. Stadion ini berlokasi 2 mil dari gedung Kongres AS di Washington DC.

Erick Thohir bersama saudaranya, Garibaldi Thohir, memulai pembangunan stadion sepakbola bernama Audi Field di Washington DC.

Stadion sepakbola ini bakal menjadi rumah bagi klub sepakbola D.C. United milik Erick Thohir. Peresmian pembangunan stadion ini dilakukan Senin sore (26/6/2017), waktu Washington. Acara dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Budi Bowoleksono.

Sebelumnya, bertahun-tahun klub sepakbola ini gagal membuat stadion karena masalah lahan. Akhirnya  2012 lalu, Erick Thohir beserta Jason Levien mengambilalih kepemilikan klub tersebut dan memulai rencana pembangunan stadion sebagai markas, dengan menggandeng Populous dan Turner Construction untuk desain dan pembangunannya.

“Mudah-mudahan stadion ini bisa menjadi kebanggaan Indonesia,” kata Boy, panggilan akrab Garibaldi Thohir kepada detikFinance, Selasa (27/6/2017).

Biaya pembangunan stadion ini hampir US$ 500 juta atau lebih dari Rp 6 triliun. Audi Field bakal menjadi stadion yang khusus diperuntukkan untuk sepakbola di ibu kota AS tersebut. Selain itu, Audi Field juga menjadi stadion sepakbola termahal di AS.

Stadion berkapasitas 20.000 kursi penonton ini dilengkapi dengan 31 ruang khusus yang mewah. Kemudian ada bangunan properti untuk ritel dan hunian seluas 500.000 kaki persegi.

Pemancangan tiang pertama proyek stadion ini telah dimulai 27 Februari 2017 dan direncanakan rampung serta digunakan perdana pada pertengahan 2018.

Kebanggaan Indonesia???  😒😒😒

Baru Diluncurkan, Bonek Card Langsung Diserbu

Suporter Persebaya tengah didata untuk mendapatkan Bonek Card (M. Syafaruddin/JawaPos.com)

JawaPos.com – Pendukung Persebaya Surabaya atau yang akrab disapa Bonek, memberikan respons positif terkait peluncuran Bonek Card. Mereka pun langsung menyerbu untuk mendapatkannya.

Seperti diketahui, Bonek Card berfungsi sebagai tiket terusan yang digunakan untuk menonton langsung tujuh partai kandang Persebaya selama babak penyisihan Grup 5 di Liga 2. Jadi, fans tak perlu repot-repot membeli tiket per pertandingan.

Pembelian Bonek Card dibuka pada Rabu (5/4) di Jawa Holiday, Jalan Progo No. 5 Surabaya, persis di belakang Taman Bungkul. Sejak dibuka pada pukul 10.00 WIB, telah banyak Bonek berbondong-bondong datang ke lokasi untuk mendapatkan Bonek Card.

Salah satunya adalah Yayad Madaa, Bonek asal Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng). Menurut Yayad, dengan membeli Bonek Card, secara tidak langsung dia juga membantu finansial tim Persebaya. Selain itu, mendorong Green Force – julukan Persebaya, menjadi lebih maju.

“Ini adalah program yang bagus. Dengan Bonek Card, kami bisa membantu finansial tim. Supaya tim Persebaya juga lebih profesional,” tutur Mahasiswa S2 di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya.

Yayad mengantongi Bonek Card kategori FANS dengan Rp 200 ribu. Dia pun merasa lega karena sudah mendapatkan seluruh tiket laga kandang Persebaya lewat satu kartu. “Bonek Card lebih praktis. Tinggal datang dan masuk ke stadion, tidak pakai mengantre lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Ferdiansyah Setyobudi, Bonek asal Kenjeran, juga mengapresiasi langkah manajemen yang menelurkan Bonek Card. “Fungsinya agar Bonek lebih tertata lagi. Hitung-hitung kami juga ikut menghidupi Persebaya,” ucap Ferdiansyah yang mengaku membeli kategori FANS.


Bonek Card sendiri terbagi dalam dua kategori. Kategori pertama yakni FANS dibanderol dengan harga Rp 200 ribu (per pertandingan Rp 28.571). Fasilitas yang diberikan dari kategori FANS adalah tiket ekonomi plus asuransi bagi pemilik kartu.

Sedangkan Bonek Card kategori SUPERFANS dibanderol dengan harga Rp 750 ribu (per pertandigan Rp 107.142). Fasilitas yang diberikan yakni tiket VIP, asuransi, serta jersey kandang orisinal Persebaya musim ini.

Meski telah meluncurkan Bonek Card, manajemen tetap menjual tiket untuk single game. Dibanderol Rp 50 ribu untuk kategori FANS, dan Rp 250 ribu untuk kategori SUPERFANS.

Untuk mendapatkan Bonek Card, harus mempersiapkan KTP asli beserta fotokopi dan foto pribadi dalam bentuk softcopy. Bagi yang belum memiliki KTP, wajib membawa Kartu Keluarga (KK) asli dan satu lembar fotokopi. Manajemen memang memberlakukan satu Bonek Card untuk satu jiwa. Jadi, Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan foto berfungsi sebagai pembeda masing-masing pemilik kartu.