Category Archives: Kesehatan

Kandungan Nutrisi Dalam Pisang

​Buah pisang sangat mudah dinikmati, apakah untuk cemilan singkat, dipotong-potong, diblender, atau untuk dijadikan pancake. Kebanyakan orang menyukai pisang karena rasanya yang manis, teksturnya yang lembut/halus, dan bisa dimakan secara keseluruhan.

Tapi bukan hanya lezat, buah pisang juga menawarkan kesehatan kepada kita. Berikut adalah beberapa fakta buah pisang yang sering Anda konsumsi sehari-hari :
1. Buah pisang tidak tumbuh di pohon. Kebun pisang diklasifikasikan sebagai arborescent (seperti pohon) abadi dan pisang itu sendiri sebenarnya dianggap sebagai buah berry .

2. Satu buah pisang mengandung 467 kalium yang memberikan perlindungan kuat untuk sistem kardiovaskular. Mengkonsumsi buah ini secara rutin dapat membantu mencegah tekananan darah tinggi dan stroke.

3. Meskipun pisang tidak mengandung kalsium dalam jumlah yang besar, mereka memasok tubuh dengan kelimpahan fructooligosaccharide (salah satu zat yang mendorong probiotik, bakteri ramah dalam sistem pencernaan). Mereka mampu meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium lebih tinggi.

4. Buah pisang kaya akan zat potasium yang berfungsi sebagai pemasok energi elektrolit. Karena pisang juga mengandung triptofan, serotonin, dan norepinefrin, mereka membantu mencegah depresi serta mampu mendorong perasaan relaksasi/santai. Selain itu, vitamin B6 dalam pisang membantu masalah sulit tidur, perubahan suasana hati, dan mudah marah.

5. Buah pisang yang dicampur derngan obat herbal di Afrika telah dikenal mampu mengobati penyakit katarak di Nigeria. Pisang juga memiliki kemampuan untuk mencegah terjadinya macular degeneration , penyebab utama kehilangan penglihatan pada orang dewasa.

6. Pisang menekan asam di saluran pencernaan, mengurangi mulas, dan membantu mencegah terjadinya bisul. Karena pisang mengandung zat pektin dan serat, mereka dapat dimanfaatkan untuk membantu mencegah sembelit.

7. Karena teksturnya yang lembut/halus dan mudah dicerna, pisang merupakan makanan sempurna bagi bayi yang baru mulai pindah ke makanan padat.

8. The Journal of Biological Chemistry pada Maret 2010 menerbitkan sebuah studi yang mengungkapkan potensi penyembuhan BanLec , lektin protein dalam pisang. Para peneliti menemukan bahwa protein yang juga mengikat gula ini, dapat mengikat sel yang terinfeksi HIV, membungkus mereka, dan mencegah terjadinya replikasi dan transmisi.

9. Buah pisang juga bermanfaat untuk kesehatan kulit. Menerapkan masker pisang pada wajah bisa mencegah terjadinya kulit kering atau jerawat.


Jenis pisang :

1. Pisang Cavendish , Daging buah dari pisang ini putih kekuningan, rasanya manis agak asam, dan lunak. Kulit buah agak tebal berwarna hijau kekuningan sampai kuning dengan permukaan halus.

2. Pisang Mas ,  memiliki bentuk kecil dengan aroma harum dan rasa yang lebih manis. Tidak hanya mengandalkan rasa yang manis, pisang ini juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dari kandungan mineral dan vitaminnya yang tinggi.

3. Pisang Tanduk, Keistimewaan pisang ini ialah bentuk buahnya yang besar panjang dan melengkung seperti tanduk. Panjangnya dapat mencapai 30 cm. Pisang ini tidak seperti jenis lainnya, produksi buahnya sangat sedikit. Satu pohon hanya menghasilkan tiga sisir, rata-rata tiap sisirnya terdiri dari 10 buah.

4. Pisang Raja Bulu, Pisang ini merupakan salah satu jenis pisang raja yang ukurannya sedang dan gemuk. Bentuk buahnya melengkung dengan pangkal buah agak bulat.

5. Pisang Ambon biasa dikenal dengan pisang hijau mengandung senyawa yang disebut asam lemak rantai pendek, yang memelihara lapisan sel jaringan dari usus kecil, secara dramatis meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi.

6. Pisang Kepok , Pisang ini bermanfaat untuk orang dengan masalah sembelit, sakit maag, ataupun diare

7. Pisang Barangan , Sebagai varietas unggul dari Sumatera Utara, gizi yang tekandung didalam nya mencukupi kebutuhan gizi untuk tubuh dalam 100 gram nya yaitu Energi 110 kal, Karbohidrat 25,8 gr, Protein 1,2 gr dan Vitamin C 3 gr

Kampung di Bangkalan Terpapar Limbah Rumah Sakit

​REPUBLIKA.CO.ID, BANGKALAN — Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menyatakan limbah medis buangan dari salah satu rumah sakit Surabaya yang dibuang ke Desa Kemuning, Kecamatan Tragah, Bangkalan, mengandung racun berbahaya.


“Limbah ini sangat membahayakan masyarakat dan bisa merusak lingkungan, karena mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3),” kepala Kepala BLH Affandi, Kamis (5/3).

Ia menjelaskan, limbah medis itu diketahui positif beracun setelah pihaknya melakukan uji laboratorium. Limbah medis yang dibuang salah satu rumah sakit di Surabaya itu ditempatkan di bekas lokasi tambang batu fosfat bukit di Desa Kemuning.

Affandi menjelaskan, sesuai dengan ketentuan, semua limbah medis semestinya harus dimusnahkan dengan Insinerator, bukan hanya dengan dibakar, apalagi di ruang terbuka.

Selain berbau, pembakaran limbah medis di ruang terbuka juga juga dapat merusak lingkungan, dan asap yang di timbulkan dapat membahayakan masyarakat jika terbawa udara.

“Limbah medis harus di bakar ditempat khusus dengan suhu 1400 C, dan harus kedap udara,” terangnya.

Ia lebih lanjut menjelaskan, perizinan limbah medis itu diatur secara khusus yakni Permenkes bukan Permen LH, kecuali limbah B3 dari perusahaan industri. Pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum menindaklanjuti temuan tersebut.

Mahasiswa Unair Ciptakan Robot Penyeteril Bakteri

​REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Lima mahasiswa yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Airlangga (Unair) menciptakan robot AUROWS (Automation Robotic Waste Transporter & Sterilizer). AUROWS yakni Robot Pintar Pensteril Bakteri dan Pembawa Sampah Klinis untuk Mengurangi Penyebaran Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit.

Kelima mahasiswa dari Fakultas Vokasi Unair tersebut yakni, Akhmad Afrizal Rizqi (Ketua tim), Agus Abdul Rozaq, Rafif Nadhif Naufal, Abdul Hamid, dan Inas Pramitha Abdini Haq. Proposal mereka lolos dan memperoleh dana pengembangan program PKM 2016 dari Kemenristek Dikti sebesar Rp 12,2 juta.

Akhmad Afrizal Rizqi, mengatakan, robot pintar tersebut dapat mengambil, memindahkan, dan melakukan sterilisasi pada tempat sampah atau limbah medis di rumah sakit. Robot tersebut diberi kecerdasan buatan untuk dapat berjalan secara otomatis, dilengkapi beberapa sensor yang dapat terhubung langsung dengan komputer. Sehingga memudahkan pengguna atau petugas medis dalam memantau pergerakan robot dan membunuh bakteri dengan ultraviolet LED.

“Sehingga dapat meningkatkan efek germisidal irradation yang dapat membunuh bakteri hingga 100 persen, dengan menggunakan panjang gelombang 365 nm dan hanya memerlukan daya sebesar 15 Mega Watt,” kata Akhmad Afrizal melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id , Kamis (15/6).

Ia menjelaskan, pertimbangan utama timnya berinisiatif membuat robot AUROWS, antara lain adanya infeksi nosokomial yang menyebabkan 1,4 juta kematian setiap hari di seluruh dunia. Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang didapat dan berkembang saat seseorang berada di lingkungan rumah sakit. Infeksi ini disebabkan bakteri patogen, yang di antaranya berasal dari sampah klinik rumah sakit.

Di Indonesia angka kematian pasien yang tertular infeksi nosokomial ini tergolong masih tinggi, mencapai 12-52 persen. Padahal, infeksi nosokomial bisa menyebabkan pasien terkena bermacam-macam penyakit. Setiap penyakit memiliki gejala berbeda pula. Beberapa penyakit yang paling sering terjadi akibat infeksi nosokomial seperti infeksi saluran kemih, infeksi aliran darah, pneumonia, infeksi pada luka operasi.

Penyebaran nosokomial dipengaruhi banyak hal, salah satunya limbah medis rumah sakit. “Padahal memindahkan tempat sampah itu masih menggunakan tenaga manusia. Jadi ini sangatlah berbahaya karena seseorang itu akan rentan terserang infeksi nosokomial,” kata mahasiswa D3 Otomasi Sistem Instrumentasi tersebut.

Mengerikan, Jumlah Penderita TBC di Daerah Ini Terus Alami Peningkatan

​JawaPos.com – Jumlah pasien Tuberkulosis (TBC) RSUD dr Doris Sylvanus pun meningkat tiap bulannya. Berdasarkan data yang dimiliki pihak RS ini, selama tahun 2017 ada sebanyk 895 pasien. Rinciannya 740 pasien rawat jalan dan rawat inap 151 pasien.

“Jumlah tersebut tidak menunjukan jumlah se-Kalteng karena berdasarkan data pasien yang melakukan kunjungan ke Rumah Sakit kita saja,” terang Kabid Diklit Pengembangan SDM dan Humas RSUD dr Doris Sylanus Palangka Raya dr Theodorus S Atmaja MM, Senin (3/7) seperti dikutip dari Kalteng Pos (Jawa Pos Group).

Terpisah, dokter spesialis paru RSUD dr Doris Sylvanus dr Jeannete Sp.P mengatakan, TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman mikrobakterium tuberkolosa dan dapat menyerang siapa saja.

Berita Terkait

Penderita TBC di Bogor Mencapai 17 Ribu Orang

Cara Pemprov DKI Perangi TBC

Adapun gejalanya, di antaranya penurunan berat badan, nafsu makan berkurang, batuk yang melebihi dua minggu dan selalu berkeringat saat malam hari. Gejala lainnya menurutnya, badan menjadi kurus, batuk berdarah, pembesaran kelenjar getah bening, sesak napas, gejalan kurang gisi berat serta beberapa gejala lain yang sering terjadi nanti.

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)
Untuk mencegah meningkatnya penyakit TBC, adalah berpikir positif, pola makan minum yang baik, olahraga teratur, mendapatkan sinar matahari dan memperhatikan suhu ruangan.

Namun pada umumnya semua penyakit TBC bisa diatasi dengan baik dan hanya dilakukan dengan pengobatan. “Kalau tidak berobat dan dibiarkan menahun, maka akan berakibat fatal,” tukasnya.

Berikut Data Pasien TBC Tahun 2017

Rawat Inap:

Januari 26

Februari 43

Maret 28

April 22

Mei 32

Total 151

Rawat Jalan:

132

172

144

138

154

740

Sumber: RSUD dr Doris Sylvanus.