Category Archives: Manutd Musim 2017-2018

MU dikalahkan Morata

LONDON, KOMPAS.com –

Alvaro Morata menjadi bintang kemenangan 1-0 Chelsea atas Manchester United pada pertandingan pekan ke-11 Premier League – kasta teratas Liga Inggris – di Stadion Stamford Bridge, Minggu (5/11/2017).

Kekalahan dari Chelsea ini membuat Manchester United kian jauh dari Manchester City. Pasukan Jose Mourinho itu berada di posisi kedua dengan koleksi 23 poin, tertinggal 8 angka dari Man City.

Manchester United cuma unggul selisih gol atas Tottenham Hotspur. Chelsea berada satu anak tangga di bawah Tottenham dengan koleksi 22 poin.

Laga antara Chelsea dan Manchester United berjalan berimbang. Permainan menyerang langsung diperagakan kedua tim sejak menit pertama bergulir.

Chelsea memberikan ancaman pertama lewat N’Golo Kante dengan melepas tembakan dari luar kotak penalti namun mampu diredam kiper Man United, David De Gea.

Pada menit ke-6 bola sempat bersarang di dalam gawang De Gea setelah Phil Jones salah mengantisipasi umpan silang Marcos Alonso.

Akan tetapi, wasit menganulir gol tersebut karena Alvaro Morata lebih dulu dianggap melakukan dorongan terhadap Jones.

Beberapa peluang bagus didapatkan Chelsea. Berdasarkan catatan BolaSport , The Blues bisa membuat 11 peluang dengan empat di antaranya tepat sasaran pada babak pertama.

Sementara itu, Man United hanya membuat total empat peluang dan peluang Lukaku pada menit ke-16 satu-satunya yang jitu.

(Baca Juga: Setelah 1.514 Hari Berlalu, Kapten Manchester United Ini Kembali Masuk Timnas Inggris )

Memasuki menit ke-20 pertandingan cenderung berlangsung keras. Hanya dalam 8 menit setidaknya terjadi total 15 pelanggaran.

Pada babak kedua Chelsea terlihat lebih mendominasi jalannya pertandingan dan lebih sering memberikan tekanan di lini pertahanan Man United.

Hingga menit ke-50 belum ada peluang berarti yang didapatkan tim besutan Antonio Conte.

(Baca Juga: Komplet! Inilah 11 Pemain yang Terlibat Gol 52 Sentuhan Leroy Sane untuk Manchester City)

Namun, lima menit kemudian lewat umpan silang Cesar Azpilicueta, Alvaro Morata berhasil memenangi duel udara dan mengarahkan bola ke tiang jauh dengan tandukannya yang gagal diantisipasi De Gea.

Kebobolan lebih dulu membuat Mourinho mengubah strategi bermain dan menambah daya gedor di lini depan dengan memasukkan Anthony Martial dan Marouane Fellaini pada menit ke-62.

Sebaliknya, Conte memperlihatkan upaya menambah kekuatan di lini pertahanan dengan memasukkan Antonio Ruediger (66′) dan Danny Drinkwater (79′).

Tak ada tambahan gol tercipta. Chelsea pun berhak atas raihan tiga poin atas Man United di pertandingan ini. (Wisnu Nova)

Chelsea 1-0 Manchester United (Alvaro Morata 55′)

Chelsea (3-4-1-2): 13-Thibaut Courtois; 28-Cesar Azpilicueta, 27-Andreas Christensen, 24-Gary Cahill; 21-Davide Zappacosta (2-Antonio Ruediger 66′), 7-N’Golo Kante, 14-Tiemoue Bakayoko, 3-Marcos Alonso; 4-Cesc Fabregas (6-Danny Drinkwater 79′); 9-Alvaro Morata, 10-Eden Hazard (22-Willian 87′).

Pelatih: Antonio Conte

Man United (3-4-1-2): 1-David De Gea; 3-Eric Bailly, 4-Phil Jones (27-Marouane Fellaini 63′), 12-Chris Smalling; 25-Antonio Valencia, 31-Nemanja Matic, 21-Ander Herrera, 18-Ashley Young (14-Jesse Lingard 78′); 22-Henrikh Mkhitaryan (11-Anthony Martial 62′); 19-Marcus Rashford, 9-Romelu Lukaku.

Pelatih: Jose Mourinho.

Wasit: Anthony Taylor

Hasil & Klasemen

Advertisements

Liverpool – MU

Liverpool – Liverpool tampil mendominasi atas Manchester United. Sayangnya, itu tak mampu ditransformasikan jadi kemenangan karena laga berakhir 0-0.

Pada laga pekan kedelapan yang dihelat di Anfield, Sabtu (14/10/2017) malam WIB, Liverpool menguasai 62 persen ball possesion serta membuat total 13 attempts, dengan lima mengarah ke gawangnya.

Sayangnya, tak ada satupun peluang yang mampu menembus jala MU yang dikawal David De Gea. Sementara, MU yang lebih banyak bertahan hanya punya satu attempts on target dari total tiga.

Hanya meraih satu poin membuat Liverpool kini baru punya 13 poin dari delapan laga berlalu dan duduk di posisi keenam. Sementara MU sementara menguasai puncak klasemen dengan 20 poin, unggul satu poin dari Manchester City yang akan menghadapi Stoke City.

Jalannya Pertandingan

MU langsung menekan begitu peluit dibunyikan dan hasilnya mereka mendapat dua sepak pojok ketika laga belum genap dua menit. Namun, tim tamu tak mampu memaksimalkannya.

Sementara Liverpool mendapat peluang pertamanya di menit ketujuh lewat Giorginio Wijnaldum. Tapi sepakan pemain Belanda itu dari depan kotak penalti masih mengarah tepat ke David De Gea.

Tak ada Sadio Mane yang absen karena cedera hamstring, Liverpool mengandalkan kecepatan Mohamed Salah di sisi kanan. Sementara itu Coutinho dimainkan sebagai trio lini depan.

Sepanjang 20 menit laga berjalan, Liverpool memang lebih mendominasi permainan dengan menekan pertahanan MU. Sementara MU lebih banyak menunggu dan melakukan serangan balik.

Di menit ke-20, Salah mendapat bola umpan dari Firmino di depan gawang namun sepakannya terlalu lemah dan tak menemui sasaran.

Nemanja Matic nyaris mendapat gol ketika bola muntah di pertahanan Liverpool pada menit ke-30, namun sepakan kaki kirinya masih melayang tipis di atas mistar.

Liverpool mendapat dua peluang beruntun di menit ke-34. Pertama dari sepakan Joel Matip meneruskan umpan tarik Firmino tapi De Gea bisa menepisnya. Bola disapu Phil Jones tapi tak sempurna dan langsung disambar Salah yang berujung di sisi gawang.

Peluang emas pertama MU didapat di menit ke-44 ketika kombinasi umpan cepat para pemainnya di depan kotak penalti Liverpool membuat Lukaku dalam posisi on goal. Sayangnya Mignolet dengan sigap menepis sepakan Lukaku dari jarak dekat.

Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Masuk di babak kedua, Liverpool masih menguasai pertandingan dan terus menekan pertahanan MU. Tapi para pemain Liverpool kesulitan menciptakan peluang.

Peluang pertama di babak ini lahir pada menit ke-57 ketika Joe Gomez memberikan umpan lambung ke kotak penalti dan disambut sepakan Emre Can dari jarak dekat. Sayangnya bola melayang di atas mistar.

Setelah itu Liverpool kembali lagi menemui tembok tebal di daerah pertahanan MU dan lebih banyak memutar bola di sisi sayap. Padatnya lini tengah tim tamu menjadi alasannya.

Ada satu peluang yang didapat Salah untuk mencetak gol di pertengahan babak kedua tapi tandukannya meneruskan umpan Firmino masih menyamping.

Demi mempertajam lini serang, Liverpool memasukkan Alex Oxlade-Chamberlain dan Daniel Sturridge untuk menggantikan Salah serta Coutinho yang sudah mulai kelelahan.

Masuknya Domenic Solanke juga tak banyak membantu karena pertahanan MU terlalu sulit ditembus. Tak ada gol hingga laga berakhir.

Susunan Pemain

Liverpool: Mignolet, Gomez, Matip, Lovren, Moreno, Henderson, Can, Wijnaldum, Salah (Chamberlain 79′), Coutinho (Sturridge 80′), Firmino (Solanke 88′)

Manchester United: De Gea, Valencia, Smalling, Jones, Darmian, Matic, Herrera, Martial (Rashford 66′), Mkhitaryan (Lingard 64′), Young (Lindelof 92′), Lukaku

JOSE MOURINHO sedang memantau wonderkid Serbia Mijat Gacinovic yang membantu Timnas lolos kualifikasi 

Manajer Manchester United terlihat agak malu-malu di tengah kerumunan suporter  mengenakan topi bisbol abu-abu.

Ada beberapa spekulasi bahwa Mourinho sedang mengincar pemain muda Serbia Sergej Milinkovic-Savic – namun pemain berusia 22 tahun itu belum memiliki cap penuh untuk Serbia – dan tidak berada dalam skuad. Dan kini The Mirror melaporkan bahwa objek perhatian Mourinho sebenarnya adalah gelandang Eintracht Frankfurt Gacinovic. Pemain berusia 22 tahun ini telah menjadi salah satu prospek paling menarik di Bundesliga, bahkan Bayern Munich juga diyakini turut memantaunya. Di kancah internasional ia terlibat dalam tiga pertandingan.

Nemanja Matic bermain dan mencetak gol untuk negara Balkan dalam kualifikasi Piala Dunia, sementara Marko Arnautovic mencetak gol melawan negara nenek-moyangnya saat membantu Austria menang 3-2. Kemungkinan  Matic yang telah menyarankan pada Mourinho agar melihat langsung bakat Gacinovic, yang biasa beroperasi di sayap. Itu adalah posisi yang membuat Mourinho tampak frustasi untuk membenahi lini sayap MU selama musim panas, incarannya Ivan Perisic dari Inter Milan memutuskan untuk tetap tinggal di Serie A dan Thomas Lemar target buruan lainnya dikabarkan sudah Deal dengan Arsenal. 

Mana Pujian untuk Fellaini?

Marouane Fellaini kurang dapat sanjungan di Manchester United (Andrew Yates/Reuters)

Jakarta – Di luar dua golnya pada akhir pekan kemarin, Marouane Fellaini punya peran dan kontribusi besar untuk Manchester United. Tapi sejauh ini dia kurang dapat perhatian.

Menghadapi Crystal Palace, yang sama sekali belum menang dan belum mencetak gol, MU meraih kemenangan gemilang. The Red Devils unggul 4-0 berkat sepasang gol Fellaini dan masing-masing satu lainnya dari Juan Mata dan Romelu Lukaku.

Usai melesakkan dua gol, Fellaini disanjung Jose Mourinho sebagai pemain yang menunjukkan karakter dan semangat juang. Sementara di mata pendukung MU, sosok gelandang asal Belgia itu tak banyak dapat apresiasi.

Baca juga: MU Benamkan Palace 4-0 untuk Puncaki Klasemen

Nemanja Matic menyayangkan kondisi tersebut. Fellaini disebutnya kurang dapat apresiasi dari suporter, padahal dia punya semangat tinggi dan memiliki kemampuan yang sama baik dalam bertahan dan menyerang.

“Jika Anda melihat bagaimana dia berlatih setiap hari, Anda tidak akan terkejut melihat penampilannya di atas lapangan. Saya tidak terkejut dia mencetak gol dan bermain bagus,” ucap Matic di ESPNFC.

“Dia tidak mendapatkan sanjungan yang selayaknya. Saya tidak tahu kenapa, tapi saya sungguh menikmati bermain bersamanya, dan saya yakin dia akan terus seperti ini,” lanjut Matic.

Baca juga: Kegemilangan Fellaini Bikin MU Tak Rindukan Pogba

Fellaini jadi pilihan utama Mourinho di lapangan tengah setelah Paul Pogba cedera. Di delapan pertandingan semua kompetisi musim ini, dia melesakkan empat gol.

“Menyenangkan memiliki dia di dalam tim karena dia bisa bertahan, dia kuat dalam umpan-umpan panjang dan selalu berbahaya saat menyerang. Saya yakin dia akan menunjukkan seluruh kualitasnya di musim ini,” dukung Matic.

MU gasak CP 4-0 puncaki klasemen 105 menit

Sumber : Detikcom 

Manchester United menggebuk Crystal Palace 4-0 dalam lanjutan Premier League. Foto: Laurence Griffiths/Getty Images

Manchester – Manchester United tampil impresif untuk menundukkan Crystal Palace 4-0. Hasil ini menaikkan MU ke puncak klasemen sementara, menggeser Manchester City.

Dengan tiga tambahan angka yang diperoleh, Setan Merah mengoleksi 19 poin hasil tujuh pertandingan. Namun, posisi itu bisa saja berubah dalam beberapa jam lagi karena City akan bertanding melawan Chelsea sesaat lagi.

Bertanding di Old Trafford, Sabtu (30/9/2017) malam WIB, MU memperlihatkan performa meyakinkan sejak awal sampai akhir saat mengalahkan Palace. Tiga pemain yang berbeda melahirkan gol-gol MU: Juan Mata, Marouane Fellaini (2), dan Romelu Lukaku.

MU unggul dua gol lebih dulu di babak pertama lewat gol cepat Mata yang diperbesar Fellaini. Gol cepat kembali diciptakan MU lewat Fellaini di awal babak kedua, yang diakhiri dengan kontribusi Lukaku di lima menit terakhir.


Jalannya Pertandingan

MU tidak butuh waktu lama untuk menciptakan gol pembuka. Saat laga belum genap berjalan tiga menit, Juan Mata menjebol gawang Palace untuk membawa MU memimpin 1-0.

Dari tusukan Marcus Rashford di sisi kiri, dia mengecoh pemain belakang Palace. Umpan tarik Rashford menemui Mata yang meneruskannya dengan tembakan keras dari luar kotak penalti.

MU mendominasi penguasaan bola, tapi masih kesulitan di sepertiga akhir karena Palace bertahan cukup dalam. Sementara serangan-serangan balik Palace tidak cukup merepotkan David de Gea.

Peluang terbaik Palace tercipta di menit 32. Di sisi kiri kotak penalti MU, Bakary Sako melepaskan tembakan kencang, tapi De Gea membuat penyelamatan di dekat tiang gawang.

Hanya tiga menit berselang, serangan MU membuahkan gol kedua sehingga kini unggul 2-0 atas Palace. Umpan silang Ashley Young melesat ke arah tiang jauh yang disambut Marouane Fellaini dengan sontekan dari jarak dekat.

Memasuki menit-menit akhir babak pertama, umpan silang Mata disundul Romelu Lukaku di depan gawang. Bola jatuh di kaki Rashford, yang diteruskan dengan sepakan keras dari sisi kiri kotak penalti Palace, tapi Wayne Hennesey bisa menghalaunya untuk menjadikan sepak pojok.

Setelah turun minum, MU cuma butuh empat menit untuk menciptakan gol ketiga. Dari tembakan bebas Rashford di sisi kiri, bola meluncur ke tengah kotak penalti untuk ditanduk Fellaini sehingga membobol gawang Palace. MU kini unggul 3-0.

Palace akhirnya keluar dari tekanan MU untuk menciptakan serangan balasan. Di menit 56, sebuah umpan melengkung dari Sako jatuh di jantung kotak penalti MU dan menemui Jeffrey Schlupp. Namun, sundulan Schlupp masih melebar.

Lukaku nyaris menambah gol MU. Di menit 71, kombinasi Nemanja Matic dengan pemain pengganti Jesse Lingard membuat bola yang terlepas disambar Lukaku. Namun, sepakannya ke arah tiang melebar tipis.

Masuknya Anthony Martial menyegarkan lini serang MU. Di menit 81, umpan matang Ander Herrera kepada Martial diteruskan dengan sepakan kaki kiri dari dalam kotak penalti. Hennessey masih bisa menepis bola.

Lukaku akhirnya mengukir namanya di papan skor di menit 86, untuk membawa MU unggul 4-0. Kerjasama Herrera dan Martial diakhiri dengan umpan mendatar dari sisi kiri yang menemui Lukaku di depan gawang Palace. Dengan mudahnya, striker Belgia itu menceploskan bola.


Susunan Pemain

MANCHESTER UNITED: De Gea, Valencia, Smalling, Jones, Young (Darmian 67′), Fellaini, Mata (Herrera 77′), Matic, Mkhitaryan (Lingard 67′), Lukaku, Rashford (Martial 72′)

CRYSTAL PALACE: Hennessey, Sakho, Delaney, Ward, Van Aanholt, Schlupp (McArthur 68′), Cabaye, Sako (Ladapo 74′), Puncheon (Riedewald 68′), Townsend, Milivojevic 

MU Samai Start Terbaiknya Enam Musim Lalu

Manchester United tak pernah menjalani start sebaik musim ini sejak 2011/2012 (Andrew Yates/Reuters(

Jakarta – Manchester United belum terkalahkan sampai pekan keenam Premier League. Itu membuat mereka menyamai pencapaian di musim 2011/2012.

MU saat ini duduk di posisi kedua dengan 16 poin. Mereka sudah mencetak 17 gol dan cuma kemasukan dua kali saat ditahan imbang Stoke City 2-2 pada pekan keempat.

MU gagal berada di puncak klasemen lantaran kalah selisih gol dari Manchester City. The Citizens saat ini sudah mengemas 22 gol dengan dua kali kebobolan.

Lihat Klasemen Premier League

Pencapaian MU musim ini ternyata sama dengan musim 2011/2012. Kala itu mereka mengoleksi 16 poin dengan lima kali menang dan satu kali imbang. Stoke juga jadi satu-satunya tim yang ketika itu bisa mengimbangi The Red Devils dengan skor 1-1, yang terjadi di pekan keenam.

MU juga dalam situasi saling kejar-kejaran dengan City pada enam musim lalu. Tapi, mereka bisa berada di puncak klasemen lantaran unggul selisih gol dengan memasukan 22 kali dan kebobolan lima kali. City cuma mengemas 19 gol dengan kemasukan lima kali.

Kekalahan pertama MU di musim 2011/2012 baru terjadi pada pekan kesembilan. Kala itu tim yang masih dibesut Sir Alex Ferguson tersebut dilibas City 1-6 di Old Trafford.

Di akhir musim MU gagal keluar sebagai juara. Secara dramatis mereka kalah selisih gol dengan City, yang kala itu menjadi juara meski sama-sama mengoleksi 89 poin.

Nah, di musim ini tren tak terkalahkan MU polesannya Jose Mourinho bisa saja patah di pekan kedelapan. Mereka harus berhadapan dengan Liverpool di Anfield pada Sabtu (14/9/2017).

Kondisi kebugaran pemain di laga itu bisa menjadi pengaruh bagi MU. Pertandingan tersebut dilakukan setelah jeda internasional. Seperti halnya The Red Devils diimbangi Stoke usai jeda internasional September ini

Para Pemain MU yang Tinggi-Besar Bakal Merepotkan Lawan

Sumber : Detikcom 

Romelu Lukaku jadi salah satu pemain besar dan jangkung di MU saat ini (ANDREW YATES/Reuters)

Manchester – Phil Jones menyebut satu keunggulan yang dimiliki Manchester United ketimbang para rival musim ini. Itu adalah ukuran fisik para pemainnya yang besar-besar.

MU musim ini masih belum terkalahkan di Premier League, dengan rincian lima kemenangan dan satu seri. Terakhir mereka menekuk Southampton 1-0 lewat gol tunggal Romelu Lukaku di St. Marry Stadium, Sabtu (23/9/2017) malam WIB kemarin.

Tak cuma kokoh di belakang karena baru kebobolan dua gol, MU juga tajam dengan raihan 17 gol sejauh ini, tim terproduktif kedua setelah Manchester City. Wajar jika mereka jadi salah satu kandidat kuat juara musim ini.

Tentunya itu tak lepas juga dari pembelian jitu di bursa transfer lalu. MU tak sekadar membeli pemain top, tapi juga mereka yang memiliki postur badan tinggi besar demi memenuhi keinginan Mourinho. Sebut saja Lukaku (190 cm), Nemanja Matic (194 cm), dan Victor Lindelof (187 cm) yang merupakan pembelian baru musim ini.

Skuat Setan Merah saat ini pun sempat disebut-sebut mirip dengan Chelsea-nya Mourinho saat jadi juara liga pada 2004/2005, berteknik tinggi dan mempunyai fisik kuat.

Baca juga: Mourinho Sedang Buat Replika Skuat Chelsea 2004/2005?

“Kami bisa menyebabkan banyak masalah dari segi fisik, pemain besar yang tangguh di depan, tengah, dan belakang. Secara kolektif kami terlihat bagus dan memiliki banyak kekuatan secara merata,” tutur Jones seperti dikutip Manchester Evening News.

“Mudah-mudahan kami bisa terus melaju, bermain lebih baik, dan meraih lebih banyak poin,” lanjutnya.