Category Archives: Teknologi

Jawaban LAPAN tentang fenomena Hawa Dingin Awal Juli

​Banyak yang bertanya mengenai suhu menjadi dingin di berbagai kota di Pulau Jawa. Apakah fenomena ini ada hubungannya dengan aphelion atau posisi Bumi terjauh dari Matahari di setiap bulan Juli.

Terkait isu yang menjadi viral tersebut, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memberikan penjelasan, seperti yang diungkapkan oleh Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin, Jumat (6/7/2018) kepada detikINET .

“Suhu udara dipengaruhi oleh distribusi panas di Bumi akibat perubahan tahunan posisi Matahari. Saat ini Matahari berada di belahan utara, sehingga belahan selatan mengalami musim dingin,” ujar Thomas.

Dilanjutkannya, tekanan udara di belahan selatan juga lebih tinggi daripada belahan utara. Akibatnya, angin bertiup dari selatan ke utara.

“Angin ini pula yang mendorong awan menjauh ke utara sehingga di Indonesia mengalami musim kemarau,” ucapnya.

“Di Indonesia pada musim kemarau saat ini angin bertiup dari arah Australia yang sedang musim dingin. Itu sebabnya, masyarakat di Jawa pada saat ini mengalami udara yang dingin,” kata Thomas menambahkan.

Dengan demikian, tidak ada hubungannya dengan aphelion, karena perubahan jarak Matahari ke Bumi tidak terlalu signifikan mempengaruhi suhu permukaan Bumi.

Advertisements

Asyiknya TeleGram dengan berbagai Fitur ,Lebih Keren Daripada WA

​Era digital ini orang semakin dimudahkan untuk berkomunikasi jarak jauh dengan yang lain. Jika dahulu hanya dikenal Short Message Service (SMS) dan layanan Telepon, sekarang ini dengan berkembangnya teknologi yang sangat pesat khususnya pada Smartphone, seiring waktu layanan SMS dan Telepon kini mulai tergantikan dengan aplikasi chatting.

WhatsApp menjadi salah satu aplikasi chatting yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dan WA mengklaim telah digunakan 1 Milyar Orang di seluruh dunia. Tapi tahukah kamu jika ada aplikasi yang serupa dengan WhatsApp? Yaitu Telegram. Meskipun tidak sepopuler WhatsApp,hanya digunakan 200 juta orang di seluruh dunia, Telegram ternyata memiliki beberapa kelebihan dibandingkan WhatApp. Mau tahu? Simak ulasan berikut.

1. Berbasis cloud

 Seperti yang diketahui WhatsApp akan menyimpan semua file dan pesan yang masuk di memori Smartphone atau kalau Gambar dan Video langsung masuk folder Gallery . Namun, pada Telegram file dan pesan yang masuk akan tersimpan secara Cloud atau tidak langsung di memori smartphone. Ini tentunya akan sangat berguna bagi kalian yang memiliki kapasitas penyimpanan minim di smartphone karena akan menghemat memori penyimpanan.
2. Multi platform

Karena Telegram adalah aplikasi yang berbasis Cloud, maka file, dan pesan yang sudah terkirim akan secara otomatis tersinkronisasi, ini memungkinkan kalian membuka data kalian melalui smartphone lain atau personal komputer. Data kalian juga tidak akan hilang jika kalian berganti smartphone atau melakukan flashing pada smartphone.
3. Kemanan data

Jika kalian termasuk orang yang sangat menjaga privasi, terdapat fitur secret chat pada Telegram yang akan sangat berguna. Pertukaran informasi hanya terjadi pada dua pengguna, artinya pesanmu tidak akan tersimpan di server Telegram sehinggga tidak ada yang bisa meretas pesanmu.

Dilansir dari Telegram.org telegram sedang mengembangkan fitur screenshot alert untuk mengetahui jika ada temanmu yang mengambil screenshot pada percakapan rahasia.

4. Hapus pesan otomatis

Dengan fitur self-destructing pesan yang sudah anda kirim bisa terhapus secara otomatis dari kedua perangkat sesuai waktu yang telah dientukan. File foto dan video juga akan terhapus dalam waktu tertentu setelah terkirim. Ingat, untuk menggunakan fitur ini kamu harus berada dalam percakapan rahasia (secret chat ).

5. Grup lebih ramai

Jika WhatsApp membatasi jumlah akun di grup sekitar 200 orang, maka Telegram memiliki jumlah yang lebih banyak untuk member di grup yaitu 5000 akun. Selain itu ada juga fitur channel, bedanya komunikasi pada channel hanya terjadi secara satu arah, anggota dari channel tidak bisa membalas pesan yang dikirim oleh admin.

6. Berbagi file tidak terbatas

Berbagai file akan terasa mudah karena Telegram mendukung semua jenis tipe file untuk dibagi, bahkan kamu bisa berbagi file mencapai ukuran 1.5 GB untuk setiap file. Ini tentunya akan memudahkan kalian karena tidak perlu repot-repot mengonversi file yang akan kamu kirim.

TeleGram bisa digunakan untuk mengirimkan file Aplikasi yang diunduh dari situs-situs gudang Apk.

7. Lebih seru dengan adanya bot

Bot adalah program yang bekerja secara otomatis, dalam Telegram bot akan membalas pesan seseorang secara otomatis. Ada banyak bot di Telegram yang bisa kamu tambahkan dalam percakapan. Misalnya Werewolf game dan Family 100, itu akan membuat grup di Telegrammu lebih seru dan ramai. Kamu juga bisa membuat bot sendiri asalkan mempunyai kemampuan programming. 

Beberapa Aplikator membuat Bot untuk membantu Jualan Pulsa. Ada juga Bot untuk mengunduh Lagu/audio dari YouTube

 Download lagu/audio YouTube lewat TeleGram di @YTAudioBot  cari di kotak pencarian🔍 ketik @YTAudioBot

Klik START untuk memulai aksi pengunduhan,lalu ketik Lagu/Audio yang diinginkan.

Tunggu sampai muncul kotak Download… Klik…. Kemudian akan muncul kotak dialog seperti ini

Lagu atau audio akan diperdengarkan oleh aplikasi TeleGram. Bila ingin menyimpan di folder musik Hp ketuk layar hingga muncul kotak dialog seperti ini:

Klik Save to Music .. 

8. Sticker Emoji

Lebih keren lagi TeleGram dilengkapi Sticker Emoji yang seru, ada 30 variasi , silahkan di tambahkan untuk chatting .

9. Tambah Akun dan Kunci Akun

 Tambah Akun dengan Menggunakan Nomer Hp yang berbeda Di Aplikasi Telegram yang Terinstal serta mengunci TeleGram agar tidak dilihat oleh orang yang tak berhak. PassCode untuk membuka kunci harus diingat.

 

 Bagaimana nggak tertarik memakai aplikasi chatting TG ????? 

Ini Penyebab Nilai Bitcoin Tembus Rp 74 Juta per Keping

​- Sumber : Detikcom 

Nilai tukar mata uang digital atau Bitcoin per 13 Oktober 2017 menurut data Bitcoin Indonesia saat ini sudah di harga Rp 73,9 juta per kepingnya.

Menanggapi hal tersebut, CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan menjelaskan peningkatan harga yang signifikan terjadi karena pasar merespons positif terkait Jepang yang sudah melegalkan Bitcoin sebagai mata uang resmi.

“Faktor pertama karena di Jepang Bitcoin sudah dilegalkan 100% bahkan exchangeer yang bergerak di digital currency,” kata Oscar kepada detikFinance , Jumat (13/10/2017).

Oscar menjelaskan, faktor kedua penyebab kenaikan harga terjadi karena belakangan ini perkembangan teknologi Bitcoin makin baik dan stabil.

“Sehingga memunculkan permintaan yang besar di kalangan masyarakat,” tambah dia.

Bitcoin dikembangkan pada 2009, namun pada akhir Agustus 2013 nilai total Bitcoin yang beredar sudah melebihi US$ 1,5 miliar dengan total transaksi pertukaran bernilai jutaan dolar setiap harinya.

Sedangkan di Indonesia berdasarkan laman resmi bitcoin.co.id ada sekitar 149 toko baik online maupun offline yang sudah menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran. Lokasi tersebar di seluruh Indonesia. Toko juga bervariasi mulai dari restoran, rental mobil, layanan isi ulang pulsa sampai toko souvenir. 

BI Tetap Larang Penggunaan Bitcoin di RI

Jakarta – Bank Indonesia (BI) melarang penggunaan Bitcoin sebagai alat tukar di Indonesia. Penggunaan bitcoin sebagai alat transaksi dilarang di dalam Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).

“Kita melarang Bitcoin untuk ditransaksikan di PJSP, Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran. Artinya ya kalau di luar PJSP dia melakukan at their own risk ,” kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Eny V Panggabean, di sela seminar Indonesia Banking Expo 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Eny menambahkan, transaksi Bitcoin biasanya dilakukan oleh kedua belah pihak yang sama-sama mengoleksi Bitcoin. Hanya saja Bitcoin tidak masuk ke dalam alat transaksi yang sah diatur oleh BI.

“Itu kan biasanya untuk transaksi bersifat bilateral dan investasi masing-masing, kaya emas aja. Kalau kamu perlakukan dia seperti itu kan boleh saja kamu mau simpan uangmu di situ,” tutur Eny.

Dilarangnya penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi yang sah resmi diatur dalam undang-undang. Transaksi yang diperbolehkan dilakukan di Indonesia hanya rupiah.

Berbeda dengan mata uang asing yang bisa ditukar nilainya di money changer , sebab penerbitan uang asing dilakukan oleh bank sentral. Sedangkan Bitcoin tidak memiliki regulator yang mengatur.

“Kan tidak ada regulatornya kalau Bitcoin. Bitcoin sifatnya hanya adalah bilateral. Makanya negara-negara lain kebanyakan juga menganggap itu komoditas masing-masing,” tutur Eny.

Dilarang di China, Bitcoin ‘Kabur’ ke Jepang
Tokyo – Otoritas China melarang semua transaksi yang berkaitan dengan Bitcoin mulai Oktober 2017. Mata uang virtual alias cryptocurency itu akhirnya ‘kabur’ ke negara tetangga, yaitu Jepang.

Sekarang Negeri Sakura itu menjadi pasar terbesar Bitcoin dengan pangsa 50,75% dari seluruh transaksi Bitcoin dunia. Analis sekaligus Komisaris BitFury, George Kikvadze, menyatakan para trader Bitcoin yang biasa berdagang di China kini hijrah ke Jepang.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (18/9/2017), pekan lalu dua pasar Bitcoin terbesar China menyatakan berhenti beroperasi mulai akhir September 2017.

Tak lama setelah kabar tersebut, nilai tukar mata uang virtual itu langsung jatuh ke kisaran US$ 2.900 atau Rp 38 jutaan. Dan ini terjadi hanya dalam jangka waktu 3 hari saja.

Baca juga: Harga Bitcoin Jatuh dari Rp 54 Juta ke Rp 38 Juta Dalam 3 Hari

Setelah itu, otoritas China akhirnya menginzinkan OKCoin dan Huobi untuk melayani transaksi Bitcoin hingga akhir Oktober 2017.

Berita ini direspons positif oleh para pengguna Bitcoin sehingga nilainya kembali naik ke kisaran US$ 3.850 atau sekitar Rp 50 jutaan.

Pekan lalu China masih menguasai 24% transaksi Bitcoin dunia. Sekarang ini pangsanya turun menjadi hanya 6,4% saja menjelang pelarangan total bulan depan.

Baca juga: Mengapa China Larang Transaksi Bitcoin?

Beijing – Salah satu uang virtual alias cryptocurrency yang sedang populer, Bitcoin, sedang mengalami penurunan nilai tukar. Kebijakan China jadi alasannya.

Pemerintah China mengeluarkan kebijakan yang melarang transaksi initial coin offerings (ICO). Larangan tersebut dikeluarkan bukan tanpa alasan.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (15/9/2017), ada beberapa alasan Negeri Tirai Bambu melarang transaksi Bitcoin.

Mata uang virtual susah dikontrol

Nilai tukar Bitcoin naik dan turun murni mengikuti mekanisme pasar. Pemerintah tidak bisa mengontrol nilai Tukarnya. 

tidak seperti yuan terhadap dolar AS. Pemerintah tidak suka sesuatu yang tidak bisa diatur.

Mudah dipakai untuk penipuan

Bagi beberapa orang yang mengerti pergerakan Bitcoin, bisa jadi investasi yang menguntungkan. Namun bagi yang tidak mengerti bisa jadi ikut-ikutan dan menitipkan uangnya untuk beli Bitcoin lewat sembarang tempat sehingga bisa terjadi penipuan.

Merusak dunia investasi

Bitcoin berpotensi bubble dan pecah setelah banyak makin populer dan banyak orang ingin punya. Terbukti dengan nilainya yang meroket dari

Rp 10 juta menjadi Rp 60 juta hanya dalam waktu 8 bulan saja. Ketika gelembung pecah dan harga jatuh, investor akan dirugikan.

China jadi pusat transaksi mata uang virtual

Dua pasar Bitcoin terbesar dunia ada di China. 

Bayangkan berapa kerugian yang diderita China ketika terjadi bubble dan pecah.

China ingin bikin uang virtual sendiri

Bukan tidak mungkin China ingin membuat cryptocurrency sendiri yang dapat legalitas pemerintah. Selama ini banyak hal dilarang di China, ujung-ujungnya mereka bikin sendiri.

Dipakai transaksi ilegal

Transaksi Bitcoin sulit dilacak. Hal itu dimanfatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk pencucian uang, penjualan narkoba, penyelundupan, dan aktivitas ilegal lainnya. 

No HP akan divalidasi dengan Nomer KTP

​*No HP akan divalidasi dengan Nomer KTP*

JawaPos.com – Demi peningkatan perlindungan hak pelanggan jasa telekomunikasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan memberlakukan registrasi nomor pelanggan yang divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Aturan itu akan mulai diberlakukan tanggal 31 Oktober 2017.

Penetapan ini diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016, Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi yang terakhir telah diubah dengan Permen Kominfo Nomor : 14 Tahun 2017, tentang Perubahan atas Peraturan Menkominfo Nomor 12 Tahun 2016 ihwal Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Registrasi ini merupakan upaya pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan nomor pelanggan terutama pelanggan prabayar.

“Kebijakan ini sebagai komitmen Pemerintah dalam upaya memberikan perlindungan kepada konsumen serta untuk kepentingan nasional single identity,” kata Kabiro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Noor Iza. 

Proses Registrasi

Tahapan pertama dimulai dengan proses registrasi. Beberapa poin penting pelaksanaan registrasi pelanggan jasa telekomunikasi adalah,

Pertama, diberlakukan validasi data calon pelanggan dan pelanggan lama berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK), yang terekam di database Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil).

Kedua, registrasi dapat dilakukan langsung oleh calon pelanggan yang membeli kartu perdana, serta registrasi ulang bagi pelanggan lama.

Ketiga, dampak dari tidak dilakukannya registrasi sesuai ketentuan ini adalah calon pelanggan tidak bisa mengaktifkan kartu perdana dan pemblokiran nomor pelanggan lama secara bertahap.

Keempat, pelanggan dapat menghubungi layanan pelanggan masing-masing penyelenggara jasa telekomunikasi seputar info registrasi atau ke Ditjen Dukcapil untuk info data kependudukan.

Kelima, ketentuan baru ini berlaku mulai 31 Oktober 2017. Proses registrasi dimaksud meliputi verifikasi atau penyesuaian data oleh petugas penyelenggara jasa telekomunikasi, validasi ke database Ditjen Dukcapil dan aktivasi nomor pelanggan.

Cara registrasi kartu perdana dilakukan dengan mengirimkan SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK#.

Informasi tersebut harus sesuai dengan NIK yang tertera di Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP–el) dan KK, agar proses validasi ke database Ditjen Dukcapil dapat berhasil.

Validasi Registrasi

Proses registrasi dinyatakan berhasil apabila data yang dimasukkan oleh calon pelanggan dan pelanggan lama prabayar tervalidasi.

Namun jika data yang dimasukkan calon pelanggan dan pelanggan lama tidak dapat tervalidasi meskipun telah memasukan data yang sesuai dengan yang tertera pada KTP-el dan KK, maka pelanggan wajib mengisi Surat Pernyataan (sesuai lampiran pada Peraturan Menteri ini).

Surat ini menyatakan bahwa seluruh data yang disampaikan adalah benar, sehingga calon pelanggan dan pelanggan lama prabayar bertanggung jawab atas seluruh akibat hukum yang ditimbulkan.

Pelanggan juga secara berkala melakukan registrasi ulang sampai berhasil tervalidasi. Setelah proses validasi, penyelenggara jasa telekomunikasi mengaktifkan nomor pelanggan paling lambat 1×24 jam.

Batas Akhir Masa Registrasi

Penyelenggara jasa telekomunikasi wajib menyelesaikan registrasi ulang pelanggan prabayar yang datanya belum divalidasi paling lambat tanggal 28 Februari 2018.

Penyelenggara jasa telekomunikasi wajib menyampaikan laporan kemajuan proses registrasi ulang pelanggan prabayar setiap 3 (tiga) bulan kepada Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), selama jangka waktu registrasi ulang.

Perpanjangan batas waktu penyesuaian pelaksanaan registrasi pelangan jasa telekomunikasi ini mempertimbangkan kesiapan dan kehandalan sistem, untuk melakukan validasi data pelanggan dan mempertimbangkan perlindungan terhadap kepentingan pelanggan jasa telekomunikasi.

Deteksi Kuman TB dengan Ponsel

Sumber : Jawapos 

​DIPATENKAN: Dewi Nur Aisyah PhD mewakili Tim Garuda 45 mempresentasikan TB DeCare di depan Wali Kota Tri Rismaharini dan jajarannya di Balai Kota, Kamis (28/9) 

SURABAYA – Mengenali bakteri tuberculosis akan lebih mudah hanya lewat telepon seluler (ponsel). Hal ini bisa dilakukan dengan penemuan TB DeCare atau Tuberculosis Detect and Care karya Tim Garuda 45 yang meraih beasiswa dari Presiden RI untuk kuliah di Inggris pada tahun 2014 lalu. Mereka adalah lulusan University College London dan University of Edinburgh.

Mereka adalah Dewi Nur Aisyah, SKM, MSc, PhD, 28 (University)

College London), Ali Akbar Sptiandri, ST, MSc, 26 (University of Edinburgh),

Ahmad Ataka Awwalur Rizqi, ST, 24 (King’s College London), Muhammad Rezqi,

Berita Terkait

Museum Virtual 3D, Museum Tidak Lagi Membosankan

SKom, MSc, 25 (University of Edinburgh), Vani Virdyawan, 24, dan Dwi

Mahendro, ST, 25 (Imperial College London).

Kemarin (28/9), karya mereka ini dikenalkan kepada orang nomor satu di Surabaya, yakni Wali Kota Tri Rismaharini. Dua perwakilan dari Tim Garuda 45 yakni Ali Akbar Sptiandri dan Dewi Nur Aisyah mempresentasikan software TB DeCare ini kepada Risma dan jajarannya di ruang sidang wali kota di Balai Kota Surabaya.

Dalam presentasinya, Dewi mengatakan bahwa TB DeCare merupakan alat yang akan mempermudah kerja tim medis dalam mendeteksi bakteri tuberculosis. Paramedis tak perlu repot lagi mengintip dari lensa mikroskop untuk mendeteksi bakteri tuberculosis. Cukup melihat layar telepon genggam, kuman TB ini sudah bisa diketahui dengan jelas.

“Alat ini menggunakan aplikasi TB DeCare yang dipasang di dalam ponsel. Dengan menggunakan digital image processing, kita bisa mengetahui jumlah bakteri TB yang dideteksi dari sputum (dahak, Red) pasien,” kata Dewi.

Mendengar penjelasan tersebut, Risma mengaku siap mendukung penemuan tersebut. Menurut Risma, kalau pun tidak untuk di Surabaya, alat tersebut bisa bermanfaat untuk daerah lain.

“Kami siap bantu dengan membentuk tim untuk men-support ini. Saya kira ini akan sangat bermanfaat. Karena itu, kami siap support untuk bantu karena ini merupakan sumbangsih untuk bangsa,” ujar Risma.

Risma pun memerintahkan Kepala Dinas Perdagangan Arini Pakistyaningsih untuk membantu pengurusan hak paten TB DeCare. Arini pun menyambut baik dan mengatakan bahwa untuk pengajuan hak paten harus ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

Di antaranya, foto alat penemuan, uraian penemuan, deskripsi abstraksi penemuan, dan membayar biaya permohonan paten. Lalu, ada pemeriksaan substantif bahwa produknya harus dijelaskan detailnya, difoto, kemudian mengajukan dalam bentuk badan hukum. Persyaratan mengurus hak paten itu kemudian diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM.

“Kami segera mengajukan administrasi. Begitu mengajukan, kita dianggap punya hak untuk sementara. Ada petugas yang akan memeriksa apakah merek yang diajukan sudah ada atau belum. Kalau sama, akan dikembalikan dan diperbaiki,” jelas Arini.

Komentar lain disampaikan oleh Ketua IDI Kota Surabaya, dr Brahmana Askandar SpOG. Dia menekankan bahwa pentingnya menyikapi penemuan di bidang medis ini. “Yang perlu dikedepankan bukan sekadar kecanggihan. Tapi juga tepat guna di Indonesia. Kami siap menfasilitasi karena ini luar biasa. Mudah-mudahan penemuan ini jadi kebanggaan kita untuk Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ali Akbar Sptiandri menjelaskan bahwa timnya ingin mempermudah kerja tim medis dalam mendeteksi bakteri tuberculosis. “Kamera ponsel bisa menjadi mikroskop dengan perbesaran hingga seribu kali. Dengan alat ini, pendeteksian bakteri TB pada sputum pasien tidak lagi memerlukan kinerja evaluasi laboran dan mikroskop di laboratorium. Cukup menggunakan ponsel yang lebih mudah, efisien, dan dengan hasil yang akurat,” beber Ali.

Dari hasil penelitian, alat ini mampu mendeteksi keberadaan kuman TB sampai 90 persen.

Dia menceritakan bahwa dirinya bersama tim mengembangkan alat ini sejak 2014. Saat itu, mereka sering kumpul ketika masih kuliah di Inggris. Awalnya tim hanya beranggotakan empat orang. Dari kumpul-kumpul, timbul ide untuk mengikuti Microsoft Imagine Cup 2015 di London dan mereka berhasil memenangi dengan temuan TB DeCare tersebut.

“Awalnya kita ingin menciptakan alat pendeteksi HIV AIDS. Tapi berubah ke tuberkolosis karena saya pernah jadi anggota LSM yang meneliti TB di Jakarta,” kata Ali.

Akhirnya mereka bekerja keras menciptakan alat ini. Kendala berupa perbedaan tempat kuliah tak jadi hambatan. Mereka menggunakan media sosial Skype untuk mendiskusikan proyek penelitian itu. “Memang banyak ributnya karena kami kuliah di kampus yang beda. Dua orang kuliah di London, yang dua kuliah di Skotland. Kami yang di London yang mengerjakan hardware, yang di Skotland mengerjakan softwarenya,” terang Ali.

Akhirnya, tim dengan nama Garuda 45 ini bisa menyelesaikan dan berhasil menjadi Pemenang Imagine Cup 2016 tingkat nasional kategori World Citizenship. “Kami terus mengembangkan alat. Yang sekarang ini merupakan versi kedua,” kata Ali.

Ali berharap timnya bisa bekerjasama dengan dinas kesehatan dan puskesmas di seluruh Indonesia. “Dengan menggunakan alat ini, bisa menyingkat waktu dan lebih banyak pasien yang diperiksa. Bisa 20 orang lebih dalam sehari,” ungkapnya.

Ali mengaku tidak menutup kemungkinan aplikasi hasil timnya akan dibisniskan. “Tapi kami belum memikirkan sampai ke situ. Kalau pun menjual aplikasi, pasti tidak akan mahal,” pungkasnya.

E-tilang Mulai Diuji Coba, Langgar Lalin Langsung Terekam CCTV

MONITOR CCTV: Petugas menunjukkan rekaman CCTV yang merekam plat nomor setiap pengendara yang melintas. (BAEHAQI ALMUTOIF/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sepertinya serius meredam pelanggar lalu lintas. Wacana penerapan e-tilang dengan menggunakan close circuit television (CCTV) pun sedang dilakukan uji coba.

Kepala Bidang Lalu lintas Dinas Perhubungan (Kabid Lalin Dishub) Surabaya Robben Rico mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan uji coba terkait rencana penerepan e-tilang yang nantinya akan di pasang dibeberapa titik.

“Sekarang lagi diuji coba di perempatan Terminal Bratang,” kata Rico, Selasa (29/8).

Dia melanjutkan, uji coba tersebut bakal dilakukan selama dua minggu lamanya. Setelah itu dilakukan evaluasi terkait hal ini.

Sumber : jawapos 

“Kalau settingannya sudah pas. Lalu kami terapkan disejumlah titik,” jelasnya.

Disebutkannya, tujuan dari pemasangan e-tilang adalah untuk mendidik warga agar taat aturan tanpa ditunggui petugas. Diakuinya, CCTV untuk e-tilang ini berbeda dengan yang biasa digunakan untuk pemantauan lalu lintas.

Alat yang dipakai kali ini mampu melakukan analisa terhadap pelanggaran pengendara. Dengan merekam plat nomor kendaraan dalam data base. Begitu juga dengan jenis pelanggaran yang dilakukan pengguna jalan raya.

“CCTV ini bisa melakukan tindakan dan analisa. Misalkan ada pelanggaran, akan di capture. Jadi beberapa foto terekam dan ketahuan. Misalkan melebihi batas batas garis saat lampu merah,” tegasnya.

Soal sanksi pelanggar, Rico mengungkapkan, Dishub Surabaya masih berkordinasi dengan jajaran terkait. Seperti kepolisian dan kejaksaan. “Sanksi kami belum bisa dijelaskan. Karena akan kami adakan rakor terlebih dahulu dengan jajaran terkait,” tuturnya.

Diakuinya, pihaknya hanya sebatas menyiapkan peralatan. Sementara kewenangan tilang ada di jajaran lainnya. “Semua jaringan, kamera, Pemkot tanggung jawab,” ungkapnya.

Uji coba untuk penerapan sistem pengawasan lalu lintas dengan memasang sejumlah kamera dengan terintegrasi di Surabaya Intelengence Transport System (SITS). Hal itu untuk memonitor pelanggaran lalu lintas dengan berbasis IT.

Lokasi uji coba baru diletakkan di satu titik yaitu di persimpangan Bratang. Tepatnya di Jalan Nginden arah ke Taman Flora. Di sana, diberikan satu pemasang kamera tambahan. Terdapat dua kamera resolusi tinggi yang dipasang. Bukan di atas traffict light seperti biasanya. Melainkan agak mundur sekitar empat meter sebelum traffict light .

Di titik tersebut ada dua kamera yang dipasang. Satu mengarah ke utara dan lainnya ke barat. Kamera ini dapat memonitor pelanggaran lalu lintas mulai kendaraan yang melaju di atas batas kecepatan, yang berhenti melewati batas garis stop, juga kendaraan yang melawan arus.

Selain itu dengan kamera ini juga akan bisa mendeteksi jenis kendaraan dan nomor polisi kendaraan bermotor di titik tersebut. Sehingga pengawasan lebih optimal.