Category Archives: Psikologi

Mengapa Sering Lupa Mimpi Semalam? Ini Penjelasannya

Sering melupakan mimpi semalam? Bahkan ketika bermimpi tentang hal-hal yang membuat Anda gembira pun biasanya hanya teringat secuplik saja tanpa keseluruhan cerita? Tenang, ini terjadi pada banyak orang dan punya penjelasan medisnya.

Mimpi merupakan peristiwa yang biasa dialami seseorang ketika masuk dalam periode Rapid Eye Movement (REM). Menurut penjelasan Ernest Hartmann, profesor psikiatri di Tufts University School of Medicine ketika mimpi sedang berlangsung, produksi hormon norepinephrine pun terhenti.

Hormon norepinephrine merupakan hormon yang berperan pada korteks cerebral yakni bagian otak yang berperan dalam mengelola memori, pikiran, bahasa dan kesadaran seseorang, dikutip Scientific American, Selasa (10/10/2017).

Baca juga : Kehilangan Mimpi Saat Tidur Ternyata Berdampak pada Kesehatan

Selain itu, mimpi juga kerap menggambarkan keadaan yang sangat imajinatif dan cenderung sulit untuk diingat kecuali jika momen tersebut cukup berkesan bagi Anda. Pada dasarnya, manusia memang tercipta sebagai mahluk yang mudah melupakan hal-hal yang kurang esensial. Kita cenderung hanya mengingat hal-hal yang sering kita pikirkan atau memiliki makna emosional misalnya sebuah masalah, kencan, atau pertemuan.

Nah, hal-hal penting atau menarik dalam mimpi akan berdampak pada aktifnya korteks prefrontal dorsolateral (DLPFC) yang berperan dalam menyimpan memori. Sedangkan yang kurang berkesan akan mudah terlupakan begitu saja saat kita terbangun. Itulah sebabnya kita sering kali bangun tanpa bisa mengingat mimpi semalam.

Baca juga : Terbangun Karena Mimpi Buruk? Bisa Jadi karena Tidur Terlalu Lama

Advertisements

Polisi Mutilasi Anak Kandung karena Didorong Halusinasi

​Sabtu, 27 Februari 2016 | 12:07 WIB

KOMPAS.com – Brigadir Petrus Bakus, anggota Satuan Intel dan Keamanan Kepolisian Resor Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, memutilasi Fabian (5) dan Amora (3), anak kandungnya, Jumat (26/2). Hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga mengidap skizofrenia.
Menurut pengakuan istri pelaku, Windri Hairin Yanti, sekitar seminggu sebelum peristiwa naas tersebut suaminya sering marah-marah sendiri di rumah karena merasa ada makhlus halus yang mendatanginya. Suaminya juga sering mendapat bisikan.

Hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa hal serupa dialami pelaku sejak berusia empat tahun. Saat masih kecil, saat muncul gejala marah dan mendengar bisikan, badan pelaku langsung demam.

“Dari laporan Kapolda, memang yang bersangkutan mengalami semacam kemasukan atau kerasukan sejak umur empat tahun. Penjelasan istrinya, pembunuhan didasari karena ia mengalami kerasukan,” ujar Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Badrodin Haiti, seperti dikutip dari Harian Kompas (27/2/2016).

Untuk memperjelas penyebab pembunuhan itu, Badrodin mengatakan, pihaknya tengah memeriksa kondisi psikologis Petrus melalui tes kejiwaan.

Halusinasi

Bisikan yang sering didengar oleh Petrus Bakus, menurut dr.Andri, spesialis kedokteran jiwa dari RS Omni Alam Sutera, Tangerang, Banten, mungkin termasuk dalam kategori halusinasi.

“Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa berat yang biasanya dijumpai pada pasien psikotik seperti skizofrenia, skizoafektif, bipolar dengan ciri psikotik, atau depresi dengan ciri psikotik,” kata Andri dalam tulisannya di situs Kompasiana .

Pada pasien skizofrenia, halusinasi pendengaran tersebut bisa bersifat menyeluruh atau berkomentar tentang pasien. Misalnya saja pasien merasa ada suara-suara di kupingnya atau hanya terdengar seperti siaran radio tanpa ada hubungannya dengan pasien.

Sementara itu, halusinasi yang bersifat menyuruh bisa membuat pasien melakukan sesuatu yang tidak diinginkannya dan hal tersebut tidak bisa ditahan oleh pasien, termasuk melakukan pembunuhan.

Pada pasien depresi dengan ciri psikotik atau pasien skizoafektif sering kali gejala halusinasi sesuai dengan kondisi gangguan mood-nya.

Artinya, pasien depresi misalnya akan mengalami gejala halusinasi yang sifatnya berkomentar hal yang buruk tentang pasien, pasien bisa mencium seperti adanya bau busuk atau bau mayat, atau ada juga suara halusinasi yang menyuruh pasien untuk mengakhiri hidupnya.

Bisa diobati

Andri menjelaskan, gejala gangguan jiwa pada dasarnya bisa diobati dan hasilnya baik. Tetapi pasien sering tidak berobat karena tidak memiliki kesadaran untuk berobat.

“Halusinasi pendengaran merupakan gejala yang biasanya dapat ditangani dengan pemberian obat-obat antipsikotik secara adekuat. Jika membahayakan diri pasien dan orang lain, maka pasien yang mengalami halusinasi apapun diagnosinya perlu mendapatkan perawatan inap. Hal ini tentunya harus disadari oleh keluarga,” katanya.

Diagnosis yang tepat dan pengenalan yang dini akan gejala gangguan jiwa akan banyak bermanfaat bukan hanya untuk pasien tetapi juga untuk lingkungan sekitarnya. Pengobatan yang tepat dan segera akan menghindarkan kita dari kemungkinan kasus-kasus seperti Petrus Bakus terulang.

Halusinasi, Narkotika dan Hubungannya dengan Penyakit Kejiwaan

​Pengertian

Narkotika menurut UU No. 22 tahun 1997 : Zat/obat yang berasal dari tanaman/ bukan tanaman, baik sintetis/ semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan/ perubahan kesadaran, mengurangi hingga menghilangkan rasa sakit dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Psikotropika menurut UU No. 5 tahun 1997 : Zat/obat baik yang alamiah maupun sintetis yang bukan termasuk narkotika dengan khasiat psikoaktif melalui pengaruh pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.

Zat-zat Adiktif : Zat-zat yang tidak termasuk narkotika maupun psikotropika namun dapat menimbulkan ketergantungan.

Semua istilah ini, baik “narkoba” ataupun “napza”, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalah artikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.

Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan Tubuh Manusia

Bahaya narkoba bagi kesehatan memang banyak sekali melebihi bahaya merokok, berbagai penyakit dan kecanduan serta disfungsi berbagai organ tubuh yang mematikan siap mengintai.

Merusak Fungsi Hati

Sangat jelas narkoba dan berbagai jenis obatan dalam dosis berlebihan apalagi yang membuat kecanduan kemungkinan besar akan merusak fungsi hati manusia dan fungsi ginjal. Kecanduan dan konsumsi narkoba secara berlebihan akan menyebabkan penyakit hati seperti sirosis hati yang mematikan. Disfungsi dan kegagalan fungsi hati juga dapat terjadi untuk penggunaan jangka panjang.

Narkoba berbahaya bagi paru paru

Narkoba dapat menyebabkan jaringan yang ada di paru paru dapat menjadi lebih tebal yang dapat menyebabkan sulit untuk bernafas. Sel yang ada di syaraf paru paru dapat menjadi rusak karena zat yang terkandung dalam narkotika yang dibawa melalui darah.

Narkoba Berbahaya Bagi Jantung

Narkoba dan sejenisnya akan larut dalam darah yang tentunya di pompa oleh jantung, zat tersebut akan merusak jaringan dan kinerja jantung. Dampak paling berbahaya adalah kegagalan fungsi jantung yang dapat menyebabkan kematian yang disebabkan oleh infeksi pada otot jantung dan pembuluh darah.

Bahaya narkoba untuk kesehatan reproduksi

Sama halnya seperti merokok, narkoba juga sangat berbahaya terhadap organ reproduksi. Narkoba dapat menyebabkan penurunan hormon reproduksi dan penurunan fungsi seksual.

Narkoba Merusak Fungsi Syaraf

Kerusakan system syaraf yang disebabkan oleh narkoba dapat membuat orang kejang kejang, pikirannya melayang, dan tidak memiliki kesadaran yang penuh terhadap dirinya. Kerusakan syaraf yang ditimbulkan oleh antara lain putusnya syaraf yang menyebabkan penggunanya lebih pasif

Gangguan Haid

Pada remaja khususnya perempuan, penyalah gunaan narkoba dapat menyebabkan kelainan pada masa haid seperti haid tidak teratur dan bahkan dapat menyebabkan tidak mendapatkan haid atau amenorhoe.

Hubungan Narkoba dan Halusinasi dengan Penyakit Kejiwaan

Fenomena halusinasi merupakan persepsi yang Abnormal pada individu dimana ia sadar dan terjaga akan tetapi tanpa adanya stimulus pada reseptor panca indera yang nyata diluar dirinya. Halusinasi, dengan kata lain persepsi tanpa objek yang jelas. Halusinasi biasanya dijumpai pada para pengguna obat-obatan dan narkoba. Penggunaan kokain, LSD, dan berbagai jenis turunan amphetamine dapat juga memicu munculnya halusinasi. Bahkan pada kasus penggunaan marijuana (ganja) dapat memunculkan halusinasi secara visual. Pemakaian narkotika seperti kokain dapat menimbulkan halusninasi auditorik, sama halnya dalam kasus halusinasi yang dialami oleh penderita schizophrenia dan gangguan psikotik lainnya.

Selain pada orang yang mengkonsumsi narkoba. Dalam beberapa kasus, halusinasi dapat terjadi pada orang-orang normal selain pada kondisi yang disebutkan diatas, misalnya pada kasus kematian orang yang sangat dicintainya, subyek berhalusinasi bahwa ia dapat melihat orang yang dicintainya itu pada suatu waktu, beranggapan ia masih hidup atau bertemu, meninggalkan pesan dan sebagainya. Kasus lainnya halusinasi dapat terjadi pada saat pergantian antara waktu tidur dan waktu bangun. Hal ini disebut halusinasi hypnagogik.

Bermacam-macam bentuk halusinasi:

1.Halusinasi auditorik (pendengaran)

Halusinasi ini sering berbentuk:

(a) Akosama, yaitu suara-suara kebisingan tanpa dapat dibedakan makna secara jelas.

(b) Phonema, yaitu suara-suara dari manusia berupa kalimat. Penderita mendengar kalimat-kalimat secara jelas atau potongan kalimat (kata) tertentu saja

2..Halusinasi visual (penglihatan)

Penderita melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Halusinasi penderita psikotik dan schizophrenia menimbulkan ketakutan luar biasa. Individu merasa dirinya terancam karena “melihat” orang-orang yang ingin membunuhnya, mencari atau menangkapnya. Halusinasi ini kadang juga dalam bentuk cahaya.

3. Halusinasi olfaktorik (pembauan)

Penderita merasa mencium sesuatu yang tidak dia sukai.

4. Halusinasi gustatorik (pengecap)

Halusinasi ini sangat jarang dilaporkan atau dijumpai. Individu mengecap sesuatu yang tidak disukainya, pada penderita schizophrenia berprilaku meludah secara terus menerus karena merasakan yang tidak disukainya.

5. Halusinasi taktil (perabaan)

Halusinasi ini sering dijumpai pada pecandu narkotika dan obat terlarang.

6. Halusinasi (haptik)

Halusinasi ini biasanya beriringan dengan halusinasi taktil dimana seolah-olah tubuh penderita bersentuhan secara fisik dengan individu atau benda lain. Seringkali halusinasi haptik ini bercorak seksual, dan sangat sering dijumpai pada pecandu narkoba.

7. Halusinasi kinestetik

Penderita merasa bahwa anggota tubuhnya terlepas dari tubuhnya, mengalami perubahan bentuk, dan bergerak sendiri. Hal ini sering terjadi pada penderita schizophrenia dan pecandu narkoba.

8. Halusinasi autoskopi

Penderita seolah-olah melihat dirinya sendiri berdiri dihadapannya.

9. Halusinasi mikrokospik

Beberapa gangguan kecemasan seperti obsesif kompulsif merasakan sesuatu yang bergerak-gerak (seperti; kuman, bakteri, insekta) diatas kulitnya.Beberapa kondisi yang memungkinkan halusinasi.

1. Demam tinggi

2. Keracunan atau penggunaan marijuana (ganja), LSD, Kokain Amphetamine dan turunannya, heroin, dan alcohol

3. Demensia atau delirium

4. Kerusakan panca indera seperti kebutaan dan tuli

5. Beberapa kondisi medis seperti kegagalan hati, kanker otak

6. Kondisi psikiatrik seperti schizophrenia, depresi dengan psikotik, dan PTSD (post-traumatic stress disorder)

Jika kita menelaah penjelasan diatas, bahwa efek dari pemakaian narkoba bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi berhalusinasi dan halusinasi

adalah merupakan ciri-ciri umum penderita schizophrenia, schizophrenia merupakan salah satu gangguan kejiwaan yang paling berbahaya yaitu gangguan psikologis/ kejiwaan yang disebabkan

oleh kelainan secara kimiawi pada otak. Yang pada akhirnya mengganggu fungsi sistemik dan impuls syaraf otak. Kondisi ini mengakibatkan kegagalan fungsi otak dalam mengolah informasi

dari dan ke panca indera, sehingga timbul proyeksi yang tidak seharusnya. Dan untuk penyembuhan penyakit kejiwaan ini perlu pengobatan yang intensif, dan sebaiknya segera dibawa ke

psikiater dan psikolog atau klinik jiwa yang terpecaya untuk mendapatkan penanganan yang lebih serius.

Kejujuran 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ}

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar (jujur ). (At-Taubah: 119)

Yakni jujurlah kalian dan tetaplah kalian pada kejujuran, niscaya kalian akan termasuk orang-orang yang jujur dan selamat dari kebinasaan serta menjadikan bagi kalian jalan keluar dari urusan kalian.

Surprise! Bos Tesla Elon Musk Mengaku Idap Gangguan Bipolar

​Jakarta – Bos Tesla, Elon Musk dikenal memiliki pandangan-pandangan jenius tentang teknologi. Tetapi ia bukanlah seseorang yang suka mengumbar kehidupan pribadinya.


Namun akhir Juli lalu, sebuah pengakuan mengejutkan keluar dari mulut pria berusia 43 tahun ini. Saat itu ia membalas cuitan salah seorang follower-nya.

Si follower bertanya apakah Musk mengidap gangguan bipolar, dan dengan jujurnya ia menjawab ‘Yeah’. Ia juga mengaku mengalami ‘fase naik turun yang luar biasa’ dalam hidupnya. Bahkan ia merasa mengalami stres yang tak berkesudahan.

“Kenyataannya saya mengalami fase naik yang luar biasa, fase turun yang buruk dan stres tak berkesudahan,” cuitnya saat itu, seperti dilaporkan The Sun.

Oleh follower-nya yang lain, Musk kemudian ditanya bagaimana caranya menghadapi stres selama ini. Apalagi ia adalah seorang CEO sebuah perusahaan besar.

Ia pun menjawab, “Saya yakin ada banyak jawaban yang lebih baik dari yang saya miliki, tetapi saya hanya menyimpan sakitnya dan memastikan Anda benar-benar memperhatikan apa yang Anda lakukan.”

Hanya saja Musk mengatakan ia tak pernah didiagnosis secara resmi dengan gangguan bipolar. “Saya tak tahu pasti. Tetapi perasaan yang buruk berkorelasi dengan kejadian-kejadian yang buruk, jadi mungkin persoalan sebenarnya adalah ketika saya terhanyut dalam sesuatu yang saya mulai sendiri,” lanjutnya.

Baca juga: Mengenal Ciri Depresi dan Mania pada Pasien Bipolar

Menariknya, gangguan bipolar memang sering disebut sebagai penyakitnya para CEO sebab mereka mengalami episode manik (euforia dan optimis) dan depresif sekaligus. Karakteristik manik, seperti selalu optimis dan berani mengambil risiko, itulah yang membentuk mereka menjadi seorang wirausahawan sejati.

Sebuah penelitian yang dilakukan peneliti dari Stanford dan University of Denmark di tahun 2015 juga mengatakan, gangguan bipolar tak melulu memberikan efek negatif pada pekerjaan karena optimisme tadi.

Peneliti menambahkan, bagi pengidap gangguan bipolar yang tidak sukses, mereka biasanya kesulitan untuk memanajemen usahanya dan ini berakibat pada rendahnya penghasilan yang didapatkannya. Tetapi sebaliknya, sekali sukses, pengidap gangguan bipolar biasanya jauh lebih sukses dari orang kebanyakan.

Anak,Isteri dan Harta adalah Cobaan

Al-Anfal, ayat 27-28

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (27) وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ (28) }

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul-(Nya) dan (juga) janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepada kalian, sedangkan kalian mengetahui. Dan ketahuilah bahwa harta kalian dan anak-anak kalian itu hanyalah sebagai cobaan, dan sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar.

Abdur Razzaq ibnu Abu Qatadah dan Az-Zuhri mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Lubabah ibnu Abdul Munzir ketika Rasulullah Saw. mengutusnya kepada Bani Quraizah untuk menyampaikan pesan beliau agar mereka tunduk di bawah hukum Rasulullah Saw. Lalu orang-orang Bani Quraizah meminta saran dari Abu Lubabah mengenai hal tersebut, maka Abu Lubabah mengisyarat­kan kepada mereka dengan tangannya ke arah tenggorokannya, yang maksudnya ialah disembelih, yakni mati.

Kemudian Abu Lubabah sadar bahwa dengan perbuatannya itu berarti dia telah berbuat khianat kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka ia bersumpah bahwa dirinya tidak akan makan hingga mati atau Allah menerima tobatnya.

Lalu Abu Lubabah pergi ke masjid Madinah dan mengikat dirinya di salah satu tiang masjid. Dia tinggal dalam keadaan demikian selama sembilan hari hingga tak sadarkan dirinya karena kepayahan. Maka Allah menurunkan wahyu kepada Rasul-Nya bahwa tobat Abu Lubabah diterima.

Kemudian orang-orang datang kepadanya menyampaikan berita gembira bahwa Allah telah menerima tobatnya. Mereka bermaksud akan melepaskan ikatannya dari tiang masjid itu, tetapi Abu Lubabah ber­sumpah bahwa jangan ada seorang pun yang melepaskannya dari tiang masjid itu selain Rasulullah Saw. dengan kedua tangannya sendiri. Akhirnya Rasulullah Saw. melepaskan ikatannya, lalu berkatalah Abu Lubabah, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah bernazar bahwa seluruh hartaku akan aku habiskan untuk sedekah.” Maka Rasulullah Saw.bersabda :

يَجْزِيكَ الثُّلُثُ أَنْ تَصدَّقَ بِهِ

Cukuplah bagimu dengan menyedekahkannya sepertiga darinya

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Haris. telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnul Haris At-Taifi, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Aun As-Saqafi, dari Al-Mugirah ibnu Syu’bah yang mengatakan bahwa ayat berikut diturunkan berkenaan dengan ter­bunuhnya Usman r.a., yaitu firman-Nya:Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul-Nya.(Al-Anfal: 27), hingga akhir ayat.

Ibnu Jarir mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim ibnu Bisyr ibnu Ma’ruf, telah menceritakan kepada kami Syababah ibnu Siwar, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Muharram yang mengatakan bahwa ia pernah bersua dengan Ata ibnu Abu Rabah, lalu Ata menceritakan kepadanya bahwa Jabir ibnu Abdullah pernah menceritakan kepadanya bahwa Abu Sufyan keluar dari Mekah (mengadakan perjalanan). Lalu Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah Saw. dan menyampaikan kepadanya bahwa Abu Sufyan berada di tempat anu dan anu. Maka Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Abu Sufyan sekarang telah berada di tempat anu dan anu. Maka berangkatlah kalian untuk menyerangnya, tetapi rahasiakanlah misi kalian.” Tetapi ada seorang munafik berkirim surat kepada Abu Sufyan, bahwa Muhammad sedang mencarinya, maka dia diminta waspada. Maka Allah menurunkan firman-Nya: Janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul(Nya) dan (Juga) janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepada kalian. (Al-Anfal: 27), hingga akhir ayat.

Hadis ini garib sekali, dan sanad serta teksnya masih perlu diper­timbangkan

Di dalam kitab Sahihain disebutkan kisah mengenai Hatib ibnu Abu Balta’ah, bahwa ia menulis surat kepada orang-orang Quraisy untuk memberitahukan tentang rencana Rasulullah Saw. terhadap mereka di tahun kemenangan atas kota Mekah. Maka Allah memperlihatkan hal itu kepada Rasul-Nya. Lalu Rasulullah Saw. mengirimkan suatu pasukan untuk mengejar pengirim surat tersebut, hingga surat itu berhasil dicegah dan dikembalikan, lalu Hatib dihadapkan kepada Rasulullah Saw. Dan Hatib mengakui perbuatannya itu. Saat itulah Umar ibnul Khattab bangkit, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, bolehkah saya memenggal batang lehernya, karena sesungguhnya dia telah berkhianat terhadap Allah dan Rasul-Nya serta kaum mukmin?” Rasulullah Saw. bersabda:

” دَعْهُ، فَإِنَّهُ قَدْ شَهِدَ بَدْرًا، مَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ اللَّهَ اطَّلَعَ عَلَى أَهْلِ بَدْرٍ فَقَالَ: “اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكُمْ”

Biarkanlah dia. karena sesungguhnya dia telah ikut dalam Perang Badar. Tahukah kamu, mudah-mudahan Allah memperhatikan ahli Badar dan Dia berfirman, “Berbuatlah sesuka kalian, sesungguh­nya Aku telah mengampuni kalian.”

Menurut kami, pendapat yang sahih ialah yang mengatakan bahwa ayat ini bermakna umum, sekalipun benar bahwa ayat ini diturunkan karena latar belakang yang bersifat khusus. Menurut jumhur ulama, hal yang terpakai ialah keumuman dari makna yang dikandungnya, bukan latar belakangnya yang khusus. Perbuatan khianat bersifat umum mencakup semua dosa kecil dan dosa besar yang bersifat permanen dan yang tidak permanen.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: dan juga janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepada kalian. (Al-Anfal: 27) Amanat artinya sesuatu yang dipercayakan oleh Allah kepada hamba-Nya, yakni hal-hal yang fardu. Dikatakanla takhunu artinya janganlah kalian merusak amanat.

Menurut riwayat lain disebutkan:janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul-(Nya). (Al-Anfal: 27) Yang dimaksud dengan amanat ialah meninggalkan perintah-Nya dan mengerjakan kemaksiatan.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Ja’far ibnuz Zubair, dari Urwah ibnuz Zubair sehubungan dengan makna ayat ini, yaitu ‘janganlah kalian menampak­kan kebenaran di hadapannya yang membuatnya rela kepada kalian, kemudian kalian menentangnya dalam hati kalian dan cenderung kepada selainnya; karena sesungguhnya hal tersebut merusak amanat kalian dan merupakan suatu pengkhianatan terhadap diri kalian sendiri.

As-Saddi mengatakan, apabila mereka mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, berarti mereka mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepada diri mereka. Selanjutnya ia mengatakan pula bahwa dahulu mereka mendengar pembicaraan dari Nabi Saw., lalu mereka membocorkannya kepada kaum musyrik.

Abdur Rahman ibnu Zaid mengatakan, Allah melarang kalian berbuat khianat terhadap Allah dan Rasul-Nya, janganlah kalian berbuat seperti apa yang dilakukan oleh orang-orang munafik.

*******************

Firman Allah Swt.:

{وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ}

Dan ketahuilah bahwa harta kalian dan anak-anak kalian itu hanyalah sebagai cobaan. (Al-Anfal: 28)

Yakni merupakan cobaan dan ujian dari Allah bagi kalian, karena semuanya itu Dialah yang memberikannya kepada kalian untuk melihat secara nyata, apakah kalian bersyukur kepada-Nya atas semuanya itu dan menggunakannya dalam jalan ketaatan kepada-Nya, ataukah kalian sibuk dengan semuanya itu hingga kalian melalaikan-Nya dan menjadikan semuanya sebagai ganti dari-Nya. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya:

{إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ}

Sesungguhnya harta kalian dan anak-anak kalian hanyalah cobaan (bagi kalian); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. (At-Taghabun: 15)

{وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً}

Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan(yang sebenar-benarnya). (Al-Anbiya: 35)

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلا أَوْلادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ}

hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.(Al-Munafiqun: 9)

dan firman Allah Swt. lainnya, yaitu:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ}

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istri kalian dan anak-anak kalian ada yang menjadi musuh bagi kalian, ‘maka berhati-hatilah kalian terhadap mereka. (At-Taghabun: 14), hingga akhir ayat.

*******************

Adapun firman Allah Swt.:

{وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ}

dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (Al-Anfal:28)

Yakni pahala-Nya, pemberian-Nya, dan surga-surga-Nya; semuanya lebih baik bagi kalian daripada harta-harta dan anak-anak kalian. Karena sesungguhnya adakalanya kalian menjumpai di kalangan mereka musuh bagi kalian sendiri, dan kebanyakan dari mereka tidak dapat memberikan manfaat apa pun kepada kalian. Sedangkan Yang mengatur lagi Yang Memiliki dunia dan akhirat adalah Allah, hanya di sisi-Nya-lah pahala yang berlimpah kelak di hari kiamat. Di dalam sebuah asar disebutkan seperti berikut:

“ابْنَ آدَمَ، اطْلُبْنِي تَجدني، فَإِنْ وَجَدْتَنِي وجَدْتَ كُلَّ شَيْءٍ، وَإِنْ فُتُّكَ فَاتَكَ كُلُّ شَيْءٍ، وَأَنَا أَحَبُّ إِلَيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ”.

Hai anak Adam, carilah Aku, niscaya engkau akan menjumpai-Ku. Jika engkau menjumpai-Ku, niscaya engkau akan menjumpai segala sesuatu. Dan jika engkau tidak menjumpai-Ku, niscaya segala sesuatu tidak engkau dapati. Dan Aku (pahala Allah) adalah yang paling engkau sukai ketimbang segala sesuatu(yang ada).

Di dalam sebuah hadis sahih dari Rasulullah Saw. disebutkan bahwa beliau Saw. pernah bersabda:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ: مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَمَنْ كَانَ يُحِبُّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَمَنْ كَانَ أَنْ يُلْقَى فِي النَّارِ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ”

Ada tiga perkara, barang siapa yang di dalam dirinya terdapat ketiga-tiganya niscaya dia akan menjumpai manisnya iman, yaitu: orang yang Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai olehnya daripada selain keduanya dan orang yang menyukai seseorang hanyalah karena Allah semata, dan orang yang lebih suka dilemparkan ke dalam api daripada dia harus kembali kepada kekufuran sesudah Allah menyelamatkannya dari kekufuran

Bahkan cinta kepada Rasulullah Saw. harus lebih diprioritaskan daripada cinta kepada anak-anak dan harta benda serta diri sendiri, seperti yang disebutkan di dalam kitab Sahih, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

“وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ نَفْسِهِ وَأَهْلِهِ وَمَالِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ”

Demi Tuhan Yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan­Nya, tidaklah seseorang di antara kalian beriman sebelum aku lebih disukainya daripada dirinya sendiri, keluarganya, harta bendanya, dan semua manusia.

Fakta Ilmiah Mengapa Anda Takut Melihat Foto Ini

Liputan6.com, Jakarta – Trypophobiadigambarkan sebagai ketakutan terhadap sekumpulan lingkaran atau lubang berbentuk tidak beraturan. Rasa geli dan jijik tersebut biasa timbul saat Anda melihat spon, sarang lebah, gelembung, dan lubang-lubang lainnya.

Psikolog dari Universitas Kent di Inggris percaya mereka telah menemukan penyebab dari kondisi tersebut. Menurut mereka, keengganan melihat hal tersebut timbul karena ketakutan terdalam manusia akan parasit dan penyakit.

Studi mereka tersebut diterbitkan dalam jurnal Cougnition and Emotion. Dalam kesimpulan tersebut, dipaparkan bahwa kondisi itu terkait dengan respons evolusioner untuk menghindari penyakit menular atau infeksi parasit.

Seperti yang mereka soroti, banyak infeksi mengerikan yang memerlukan pola melingkar dan lubang, seperti botflies, cacar, campak, rubela, tifus, demam scarlet, dan lainnya.

Melansir dari Iflscience, ini menjadi fakta tak terbantahkan banyak tanggapan jijik dan keengganan berasal dari fungsi evolusioner untuk menghindari sumber infeksi. Misalnya, banyak orang mual dengan darah dan bau busuk, yang berfungsi untuk mencegah mereka dari kemungkinan sumber penyakit.

Untuk penelitian tersebut, tim peneliti merekrut lebih dari 600 orang di mana setengahnya memiliki trypophobia dan setengahnya tanpa. Mereka kemudian diminta untuk melihat 16 gambar sekumpulan lubang dan menjawab sebuah kuesioner.

Delapan gambar adalah gambar yang berhubungan dengan bagian tubuh yang sakit, seperti ruam atau kutu, sementara delapan lainnya tidak memiliki relevansi dengan penyakit, seperti bekas lubang bor di dinding dan biji polong.

Delapan gambar yang berhubungan dengan penyakit memicu respons negatif di antara kedua kelompok tersebut. Namun, gambar yang tak terkait penyakit hanya memicu respon pada orang dengantrypophobia.

Mereka yang memiliki trypophobia juga melaporkan perasaan jijik, mual, atau keinginan untuk muntah saat melihat gambar tersebut. Mereka juga mengaku mengalami sensasi seperti kulit gatal, bulu kuduk merinding, atau sensasi serangga yang merayap di kulit.