Category Archives: Psikologi

Gila Sadis Adik potong Leher Kakak 

Sejumlah warga yang tinggal di Dusun Kayunan, Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban digegerkan dengan adanya seorang pria mengamuk dengan membawa cangkul dan menentang potongan kepala manusia, Selasa (6/11/2017) malam.

Pria tersebut membawa potongan kepala bersimbah darah itu ke rumah saudaranya yang sedang ada pengajian. Tentu saja, hal itu membuat puluhan jamaah pengajian langsung semburat kabur. Apalagi pelaku juga mengamuk sembari membawa cangkul.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com di lapangan menyebutkan, pembunuhan sadis itu diduga dilakukan oleh Jamiin (50), warga setempat. Adapun korban pembunuhan dengan cara mutilasi itu adalah Jamiran (60), yang tak lain adalah kakak kandung pelaku. Dia berasal dari Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Tuban.

Pembunuhan dengan cara mutilasi itu sangat mengejutkan bagi puluhan warga yang sedang melakukan Tahlil bersama di rumah Adi (43), di Dusun Kayunan, Desa Rahayu itu. “Dia itu datang dengan telanjang bulat, sudah membawa cangkul dan menenteng kepala manusia yang darahnya masih banyak,” ujar Sujud (54), warga yang saat itu ikut pengajian.

Tanpa basa-basi, pelaku langsung masuk ke rumah Adi yang hanya bejarak sekitar 30 meter dari rumah pelaku. Karena melihat kondisi Jamiin yang sudah tidak wajar, warga secara spontan berlarian menyelamatkan diri. “Karena sudah bawa cangkul itu semua ya langsung lari,” tambahnya.

Setelah warga semburat, pelaku kemudian mengamuk dengan merusak sejumlah perabotan yang ada di rumah saudara iparnya yang sedang ada pengajian itu. Warga yang takut sebagian besar bersembunyi setelah berhasil lari dari tempat pengajian.

“Ada sekitar satu jam tadi saya sembunyi, kalau yang muda-muda mengejar pelaku. Baru setelah pelaku pergi, kepala korban ada di jalan situ,” ungkap Adi, pemilik rumah.

Advertisements

Ketua DPRD Kolaka Utara diTikam isteri

Kendari – Ketua DPRD Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Musakkir Sarira tewas ditikam istri. Si istri, yang berinisial A, kalap karena menduga Musakkir memiliki wanita idaman lain (WIL).

Kapolres Kolut AKBP Bambang Satriawan menjelaskan penikaman terhadap Musakkir diawali cekcok pada Selasa (17/10/2017). Menurut pengakuan, tersangka menasihati korban. Namun korban tak peduli dan meninggalkan rumah.

“Sempat cekcok di dalam kamar. Tersangka mengaku berusaha menasihati suami, tapi malah mendapat jawaban dengan nada keras,” kata Bambang kepada detikcom , Kamis (20/10).

Sekitar pukul 22.00 Wita, korban pulang ke rumah. Saat memasuki kamar, ia ditikam tersangka menggunakan pisau dapur. Perutnya terluka dan tubuhnya bersimbah darah.

Korban dilarikan ke RSUD Kolaka. Rabu (18/10) sore, Musakkir mengembuskan napas terakhir. Berdasarkan autopsi, politikus PDIP itu terluka sedalam 4,1 sentimeter. Tusukan juga mengenai hati.

“Korban kehilangan banyak darah,” kata Bambang mengutip keterangan tim medis.

Musakkir dimakamkan pada Kamis (19/10) kemarin. Sedangkan istrinya kini meringkuk di tahanan polisi. Pisau dapur, gunting, dan baju berdarah menjadi bukti.

Mengaku Tidak Sadar, Ibu Kandung Bacok Anaknya Sendiri

JawaPos.com – Saenah menjadi korban pembacokan ibu kandungnya sendiri, Rabi’ah (45). Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Tanak Beak Barat Desa Tanak Beak Kecamatan Narmada Lombok Barat, kemarin (14/8/2016) sekitar pukul 02.00 Wita.

Akibatnya, korban yang masih berusia 5 tahun itu mengalami luka parah pada bagian perut dan kepala. Saat ini korban tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB.

Informasi yang dihimpun Radar Lombok (Jawa Pos Group), pada dini hari itu, korban dalam keadaan tertidur lelap. Sekitar pukul 02.00 Wita, ibunya yang berprofesi guru ngaji terbangun. Dalam keadaan tidak sadar, dia mengambil pisau dapur lalu menusuk korban ke bagian perut hingga kelihatan usus dan bagian kepala sobek.

Pelaku sekitar pukul 04.00 Wita mulai sadar melihat darah di rumahnya. “Ibunya (pelaku) sambil menggendong anaknya (korban) keluar ke jalanan teriak meminta tolong ke warga sekitar yang masih tertidur,” ungkap Kepala Desa Tanak Beak Budiman, kemarin.

Warga yang mendengarkan teriakan itu, langsung berhamburan menuju sumber suara. Sekitar pukul 05.45 Wita, warga langsung mengambil anak itu kemudian melaporkan ke ketua RT, Babinsa Babin Kamtibmas.

Kemudian pukul 05.55 Wita anggota Polsek Narmada dan Babinsa tiba di TKP dan langsung mengamankan pelaku dan membawa pelaku ke Polsek Narmada. Sementara korban didamping keluarga langsung dilarikan ke RSUP.

“Saat ini telah mendapatkan perawatan dalam keadaan koma,” terang Budiman.

Kepada warga, pelaku mengaku tidak sadar berbuat sadis ke putrinya itu. Pelaku sendiri telah ditinggal mati suami sekitar 2 tahun lalu. Saat ini ia sebagai tulang punggung keluarga.

Menurut Budiman, pelaku merupakan orang yang baik, rajin beribadah, guru ngaji dan sopan. Makanya, warga tidak menyangka pelaku nekat melakuai anaknya.

Sementara itu, Kapolsek Narmada Kompol Setia Widjatono membenarkan adanya percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Rabi’ah, ibu kandung Saenah. Polisi sudah mengamankan pelaku dan barang bukti berupa pisau dapur. Kini, polisi mendalami motifnya.

“Korban dibacok pada kepalanya dan bagin perut. Korban saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Provinsi untuk dilakukan operasi,” paparnya.

Mengapa Sering Lupa Mimpi Semalam? Ini Penjelasannya

Sering melupakan mimpi semalam? Bahkan ketika bermimpi tentang hal-hal yang membuat Anda gembira pun biasanya hanya teringat secuplik saja tanpa keseluruhan cerita? Tenang, ini terjadi pada banyak orang dan punya penjelasan medisnya.

Mimpi merupakan peristiwa yang biasa dialami seseorang ketika masuk dalam periode Rapid Eye Movement (REM). Menurut penjelasan Ernest Hartmann, profesor psikiatri di Tufts University School of Medicine ketika mimpi sedang berlangsung, produksi hormon norepinephrine pun terhenti.

Hormon norepinephrine merupakan hormon yang berperan pada korteks cerebral yakni bagian otak yang berperan dalam mengelola memori, pikiran, bahasa dan kesadaran seseorang, dikutip Scientific American, Selasa (10/10/2017).

Baca juga : Kehilangan Mimpi Saat Tidur Ternyata Berdampak pada Kesehatan

Selain itu, mimpi juga kerap menggambarkan keadaan yang sangat imajinatif dan cenderung sulit untuk diingat kecuali jika momen tersebut cukup berkesan bagi Anda. Pada dasarnya, manusia memang tercipta sebagai mahluk yang mudah melupakan hal-hal yang kurang esensial. Kita cenderung hanya mengingat hal-hal yang sering kita pikirkan atau memiliki makna emosional misalnya sebuah masalah, kencan, atau pertemuan.

Nah, hal-hal penting atau menarik dalam mimpi akan berdampak pada aktifnya korteks prefrontal dorsolateral (DLPFC) yang berperan dalam menyimpan memori. Sedangkan yang kurang berkesan akan mudah terlupakan begitu saja saat kita terbangun. Itulah sebabnya kita sering kali bangun tanpa bisa mengingat mimpi semalam.

Baca juga : Terbangun Karena Mimpi Buruk? Bisa Jadi karena Tidur Terlalu Lama

Polisi Mutilasi Anak Kandung karena Didorong Halusinasi

​Sabtu, 27 Februari 2016 | 12:07 WIB

KOMPAS.com – Brigadir Petrus Bakus, anggota Satuan Intel dan Keamanan Kepolisian Resor Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, memutilasi Fabian (5) dan Amora (3), anak kandungnya, Jumat (26/2). Hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga mengidap skizofrenia.
Menurut pengakuan istri pelaku, Windri Hairin Yanti, sekitar seminggu sebelum peristiwa naas tersebut suaminya sering marah-marah sendiri di rumah karena merasa ada makhlus halus yang mendatanginya. Suaminya juga sering mendapat bisikan.

Hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa hal serupa dialami pelaku sejak berusia empat tahun. Saat masih kecil, saat muncul gejala marah dan mendengar bisikan, badan pelaku langsung demam.

“Dari laporan Kapolda, memang yang bersangkutan mengalami semacam kemasukan atau kerasukan sejak umur empat tahun. Penjelasan istrinya, pembunuhan didasari karena ia mengalami kerasukan,” ujar Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Badrodin Haiti, seperti dikutip dari Harian Kompas (27/2/2016).

Untuk memperjelas penyebab pembunuhan itu, Badrodin mengatakan, pihaknya tengah memeriksa kondisi psikologis Petrus melalui tes kejiwaan.

Halusinasi

Bisikan yang sering didengar oleh Petrus Bakus, menurut dr.Andri, spesialis kedokteran jiwa dari RS Omni Alam Sutera, Tangerang, Banten, mungkin termasuk dalam kategori halusinasi.

“Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa berat yang biasanya dijumpai pada pasien psikotik seperti skizofrenia, skizoafektif, bipolar dengan ciri psikotik, atau depresi dengan ciri psikotik,” kata Andri dalam tulisannya di situs Kompasiana .

Pada pasien skizofrenia, halusinasi pendengaran tersebut bisa bersifat menyeluruh atau berkomentar tentang pasien. Misalnya saja pasien merasa ada suara-suara di kupingnya atau hanya terdengar seperti siaran radio tanpa ada hubungannya dengan pasien.

Sementara itu, halusinasi yang bersifat menyuruh bisa membuat pasien melakukan sesuatu yang tidak diinginkannya dan hal tersebut tidak bisa ditahan oleh pasien, termasuk melakukan pembunuhan.

Pada pasien depresi dengan ciri psikotik atau pasien skizoafektif sering kali gejala halusinasi sesuai dengan kondisi gangguan mood-nya.

Artinya, pasien depresi misalnya akan mengalami gejala halusinasi yang sifatnya berkomentar hal yang buruk tentang pasien, pasien bisa mencium seperti adanya bau busuk atau bau mayat, atau ada juga suara halusinasi yang menyuruh pasien untuk mengakhiri hidupnya.

Bisa diobati

Andri menjelaskan, gejala gangguan jiwa pada dasarnya bisa diobati dan hasilnya baik. Tetapi pasien sering tidak berobat karena tidak memiliki kesadaran untuk berobat.

“Halusinasi pendengaran merupakan gejala yang biasanya dapat ditangani dengan pemberian obat-obat antipsikotik secara adekuat. Jika membahayakan diri pasien dan orang lain, maka pasien yang mengalami halusinasi apapun diagnosinya perlu mendapatkan perawatan inap. Hal ini tentunya harus disadari oleh keluarga,” katanya.

Diagnosis yang tepat dan pengenalan yang dini akan gejala gangguan jiwa akan banyak bermanfaat bukan hanya untuk pasien tetapi juga untuk lingkungan sekitarnya. Pengobatan yang tepat dan segera akan menghindarkan kita dari kemungkinan kasus-kasus seperti Petrus Bakus terulang.

Halusinasi, Narkotika dan Hubungannya dengan Penyakit Kejiwaan

​Pengertian

Narkotika menurut UU No. 22 tahun 1997 : Zat/obat yang berasal dari tanaman/ bukan tanaman, baik sintetis/ semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan/ perubahan kesadaran, mengurangi hingga menghilangkan rasa sakit dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Psikotropika menurut UU No. 5 tahun 1997 : Zat/obat baik yang alamiah maupun sintetis yang bukan termasuk narkotika dengan khasiat psikoaktif melalui pengaruh pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.

Zat-zat Adiktif : Zat-zat yang tidak termasuk narkotika maupun psikotropika namun dapat menimbulkan ketergantungan.

Semua istilah ini, baik “narkoba” ataupun “napza”, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalah artikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.

Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan Tubuh Manusia

Bahaya narkoba bagi kesehatan memang banyak sekali melebihi bahaya merokok, berbagai penyakit dan kecanduan serta disfungsi berbagai organ tubuh yang mematikan siap mengintai.

Merusak Fungsi Hati

Sangat jelas narkoba dan berbagai jenis obatan dalam dosis berlebihan apalagi yang membuat kecanduan kemungkinan besar akan merusak fungsi hati manusia dan fungsi ginjal. Kecanduan dan konsumsi narkoba secara berlebihan akan menyebabkan penyakit hati seperti sirosis hati yang mematikan. Disfungsi dan kegagalan fungsi hati juga dapat terjadi untuk penggunaan jangka panjang.

Narkoba berbahaya bagi paru paru

Narkoba dapat menyebabkan jaringan yang ada di paru paru dapat menjadi lebih tebal yang dapat menyebabkan sulit untuk bernafas. Sel yang ada di syaraf paru paru dapat menjadi rusak karena zat yang terkandung dalam narkotika yang dibawa melalui darah.

Narkoba Berbahaya Bagi Jantung

Narkoba dan sejenisnya akan larut dalam darah yang tentunya di pompa oleh jantung, zat tersebut akan merusak jaringan dan kinerja jantung. Dampak paling berbahaya adalah kegagalan fungsi jantung yang dapat menyebabkan kematian yang disebabkan oleh infeksi pada otot jantung dan pembuluh darah.

Bahaya narkoba untuk kesehatan reproduksi

Sama halnya seperti merokok, narkoba juga sangat berbahaya terhadap organ reproduksi. Narkoba dapat menyebabkan penurunan hormon reproduksi dan penurunan fungsi seksual.

Narkoba Merusak Fungsi Syaraf

Kerusakan system syaraf yang disebabkan oleh narkoba dapat membuat orang kejang kejang, pikirannya melayang, dan tidak memiliki kesadaran yang penuh terhadap dirinya. Kerusakan syaraf yang ditimbulkan oleh antara lain putusnya syaraf yang menyebabkan penggunanya lebih pasif

Gangguan Haid

Pada remaja khususnya perempuan, penyalah gunaan narkoba dapat menyebabkan kelainan pada masa haid seperti haid tidak teratur dan bahkan dapat menyebabkan tidak mendapatkan haid atau amenorhoe.

Hubungan Narkoba dan Halusinasi dengan Penyakit Kejiwaan

Fenomena halusinasi merupakan persepsi yang Abnormal pada individu dimana ia sadar dan terjaga akan tetapi tanpa adanya stimulus pada reseptor panca indera yang nyata diluar dirinya. Halusinasi, dengan kata lain persepsi tanpa objek yang jelas. Halusinasi biasanya dijumpai pada para pengguna obat-obatan dan narkoba. Penggunaan kokain, LSD, dan berbagai jenis turunan amphetamine dapat juga memicu munculnya halusinasi. Bahkan pada kasus penggunaan marijuana (ganja) dapat memunculkan halusinasi secara visual. Pemakaian narkotika seperti kokain dapat menimbulkan halusninasi auditorik, sama halnya dalam kasus halusinasi yang dialami oleh penderita schizophrenia dan gangguan psikotik lainnya.

Selain pada orang yang mengkonsumsi narkoba. Dalam beberapa kasus, halusinasi dapat terjadi pada orang-orang normal selain pada kondisi yang disebutkan diatas, misalnya pada kasus kematian orang yang sangat dicintainya, subyek berhalusinasi bahwa ia dapat melihat orang yang dicintainya itu pada suatu waktu, beranggapan ia masih hidup atau bertemu, meninggalkan pesan dan sebagainya. Kasus lainnya halusinasi dapat terjadi pada saat pergantian antara waktu tidur dan waktu bangun. Hal ini disebut halusinasi hypnagogik.

Bermacam-macam bentuk halusinasi:

1.Halusinasi auditorik (pendengaran)

Halusinasi ini sering berbentuk:

(a) Akosama, yaitu suara-suara kebisingan tanpa dapat dibedakan makna secara jelas.

(b) Phonema, yaitu suara-suara dari manusia berupa kalimat. Penderita mendengar kalimat-kalimat secara jelas atau potongan kalimat (kata) tertentu saja

2..Halusinasi visual (penglihatan)

Penderita melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Halusinasi penderita psikotik dan schizophrenia menimbulkan ketakutan luar biasa. Individu merasa dirinya terancam karena “melihat” orang-orang yang ingin membunuhnya, mencari atau menangkapnya. Halusinasi ini kadang juga dalam bentuk cahaya.

3. Halusinasi olfaktorik (pembauan)

Penderita merasa mencium sesuatu yang tidak dia sukai.

4. Halusinasi gustatorik (pengecap)

Halusinasi ini sangat jarang dilaporkan atau dijumpai. Individu mengecap sesuatu yang tidak disukainya, pada penderita schizophrenia berprilaku meludah secara terus menerus karena merasakan yang tidak disukainya.

5. Halusinasi taktil (perabaan)

Halusinasi ini sering dijumpai pada pecandu narkotika dan obat terlarang.

6. Halusinasi (haptik)

Halusinasi ini biasanya beriringan dengan halusinasi taktil dimana seolah-olah tubuh penderita bersentuhan secara fisik dengan individu atau benda lain. Seringkali halusinasi haptik ini bercorak seksual, dan sangat sering dijumpai pada pecandu narkoba.

7. Halusinasi kinestetik

Penderita merasa bahwa anggota tubuhnya terlepas dari tubuhnya, mengalami perubahan bentuk, dan bergerak sendiri. Hal ini sering terjadi pada penderita schizophrenia dan pecandu narkoba.

8. Halusinasi autoskopi

Penderita seolah-olah melihat dirinya sendiri berdiri dihadapannya.

9. Halusinasi mikrokospik

Beberapa gangguan kecemasan seperti obsesif kompulsif merasakan sesuatu yang bergerak-gerak (seperti; kuman, bakteri, insekta) diatas kulitnya.Beberapa kondisi yang memungkinkan halusinasi.

1. Demam tinggi

2. Keracunan atau penggunaan marijuana (ganja), LSD, Kokain Amphetamine dan turunannya, heroin, dan alcohol

3. Demensia atau delirium

4. Kerusakan panca indera seperti kebutaan dan tuli

5. Beberapa kondisi medis seperti kegagalan hati, kanker otak

6. Kondisi psikiatrik seperti schizophrenia, depresi dengan psikotik, dan PTSD (post-traumatic stress disorder)

Jika kita menelaah penjelasan diatas, bahwa efek dari pemakaian narkoba bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi berhalusinasi dan halusinasi

adalah merupakan ciri-ciri umum penderita schizophrenia, schizophrenia merupakan salah satu gangguan kejiwaan yang paling berbahaya yaitu gangguan psikologis/ kejiwaan yang disebabkan

oleh kelainan secara kimiawi pada otak. Yang pada akhirnya mengganggu fungsi sistemik dan impuls syaraf otak. Kondisi ini mengakibatkan kegagalan fungsi otak dalam mengolah informasi

dari dan ke panca indera, sehingga timbul proyeksi yang tidak seharusnya. Dan untuk penyembuhan penyakit kejiwaan ini perlu pengobatan yang intensif, dan sebaiknya segera dibawa ke

psikiater dan psikolog atau klinik jiwa yang terpecaya untuk mendapatkan penanganan yang lebih serius.

Kejujuran 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ}

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar (jujur ). (At-Taubah: 119)

Yakni jujurlah kalian dan tetaplah kalian pada kejujuran, niscaya kalian akan termasuk orang-orang yang jujur dan selamat dari kebinasaan serta menjadikan bagi kalian jalan keluar dari urusan kalian.