Category Archives: Puisi

Allah yang memberi segalanya untuk makhlukNya

​tidur yang 5 jam di malam hari rela ditukar dengan gaji 20ribu / jam sif malam

tahajut 5 menit rela ditukar uang makan 5ribu atau begadang

atau malah ditukar dg kekufuran atas nama profesional

padahal Allah sebaik-baik Dzat dimana amal ibadah ditujukan dan segala rahmat serta pahala melimpah dariNya

pasrah karo seng ngecet Lombok

Sholatku menghadap yang maha ghoib

Aku tak tahu gerak arus listrik

Tapi Allah Tahu

Aku tak tahu tumbuhnya daun daun

Tapi Allah Tahu

Aku tak tahu masa depanku

Tapi Allah Tahu

30 July at 09:00

ya Allah aku bisa hidup bukan hasil dari usahaku atau pekerjaan ku tapi karena ada Engkau, Sang Pengurus semua Makhluk

14 June at 04:30 ·

Selama ini aku telah ‘kufur’ bahwa hidupku dijamin oleh gaji yang kuterima dari tempatku bekerja. Aku tidak risau pabila tak ada uang, aku ngutang toh nanti pas gajian aku kembalikan . Aku bisa hidup santai di hari sabtu-minggu  ,aku dapat gaji walau tak kerja. Tak perlu risau bila uang dihabiskan pas liburan toh nanti dapat gajian lagi. Tak perlu ibadah gethu-gethu, rejeki tiap bulan sudah terjamin. Tinggal diatur pemakaiannya. 

Sekarang aku  menempuh hidup  baru ,setelah di PHK  aku mulai buka usaha Warung Kecil. Hari-hari usaha di warung telah membuatku merasa benar-benar membutuhkan Allah. 

Aku minta didoakan Ibu, minta bantuan doa tetangga, minta bantuan doa ulama

Sajak PHK

​Sajak PHK

diadopsi dari puisi Chairil Anwar Antara Karawang-Bekasi

****************************

Kami yang kini tertunduk antara pabrik-pabrik

Tidak bisa teriak “Merdeka” dan bekerja lagi

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar seru kami

Terbayang kami maju dan berdegap aksi?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami jadi pengangguran. Yang tinggal dompet diliputi debu

Kenang, kenanglah kami

Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi aksi belum selesai, belum apa-apa

Kami sudah beri kami punya tenaga

Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa ter-PHK

Kami cuma tulang-tulang berseragam Serikat

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang kami

Gerakan kami melayang untuk kemerdekaan,kemakmuran dan masa depan yang lebih baik

Atau hanya asap knalpot yang melayang ke udara

Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang-kenanglah kami

Menjaga Buruh pabrik

Menjaga Buruh tani

Menjaga Buruh bangunan

Kami sekarang seperti zombie

Berilah kami arti

Berjagalah terus di garda depan

impian,pernyataan dan aksi

Kenang-kenanglah kami

Yang tinggal tulang-tulang diliputi dendam

Beribu kami tertunduk antara

pabrik-pabrik yang congkak

Minggu, 28 Februari 2016

Takjub Sepi

Aku duduk di suasana sepi

Mendengar pikiran sendiri 

Selepas jam satu dini hari

Hanya pikiran dan jam dinding berdetik

Tak ada tanda-tanda jaman

Tak ada rangkaian kehidupan

Tak ada jangka hari dan bulan

Tak ada jarak bertautan

Merayap pada satu kehendak

Partikel yang sambung-menyambung

Bercampur berputar-putar seperti burung Gagak

Tuhan yang maha jenius

Aku merasa sepi sekaligus takjub