Category Archives: Sekolah

SMKN 2 Tasikmalaya Buka Kelas 4 Tahun

JawaPos.com – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Tasikmalaya membuka Jurusan Mekatronika tahun ajaran 2017/2018. Siswa jurusan baru itu akan mengeyam pendidikan selama empat tahun.

Kepala SMKN 2 Tasikmalaya Wawan mengatakan, siswa Jurusan Mekatronika mengikuti pendidikan selama empat tahun. Tiga tahun peserta didik belajar di sekolah dengan kurikulum sekolah. Satu tahun lagi, siswa magang di industri dan belajar dengan kurikulum yang ada di industri bersangkutan.

”Tahun ini baru ada satu jurusan yang lama pendidikannya atau program pendidikannya empat tahun dan setara dengan D1. Tahun depan kita akan tambah empat jurusan lainnya diantaranya Jurusan Mesin, Jurusan TKR (Teknik Kendaraan Ringan), Jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan) dan Jurusan Bangunan,” ungkap Wawan, kemarin (12/10).

Untuk program pendidikan empat tahun ini, terangnya, setiap jurusan hanya menerima satu kelas. Jumlah peserta didiknya 30-36 orang. Karena, program empat tahun disesuaikan jumlahnya dengan kebutuhan industri. Siswa yang ikut serta adalah siswa yang akan dipakai oleh industri sehingga tidak hanya kualitas yang menjadi penentu juga disesuaikan kebutuhan industri.

”Kriteria siswanya sama dengan jurusan yang lain. Ada tes seleksi, namun jumlah dan kelasnya terbatas. Dan program empat tahun ini setiap SMK bisa melaksanakan asal sudah ada MoU dengan industri untuk melakukan magang di tahun ke empatnya, Alhamdulillah SMKN 2 berani karena sudah banyak melakukan MoU dengan perusahaan atau industri,” terangnya.

Program empat tahun ini, tutur Wawan, tak lepas dari program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Tujuannya agar lulusan SMK ini betul-betul sesuai dengan kebutuhan industri sehingga saat lulus tidak ada yang menganggur.

”Karena jurusan ini disesuaikan dengan kebutuhan industri jadi bisa jadi ke depan bisa buka tutup jurusan. Artinya jika jurusan A sudah tidak dibutuhkan industri maka bisa ditutup dan diganti dengan jurusan yang sesuai kebutuhan. Jadi syarat utama program empat tahun ini adalah kerja sama dengan dunia industri,” ujarnya.

Advertisements

Sekolah Harus Kembalikan Uang Pungutan

Jawapos.com – Dalam mengembangkan kualitas pendidikan, sekolah ditegaskan dilarang untuk melakukan pungutan kepada orang tua atau wali murid. Bagi sekolah di Kalteng yang sudah terlanjur memungut agar mengembalikan pungutan tersebut.

Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng A. Syaifudi menyatakan, pihaknya meminta sekolah mengembalikan uang sumbangan yang ditarik dengan menyebutkan nominal dan waktu (pungutan).

“Sudah jelas disampaikan ombudsman, untuk sekolah yang sudah rapat komite dan menarik sumbangan dari pihak orang tua dengan menyebutkan nominal dan waktunya (pungutan, Red), ini nanti harus dikembalikan,” ujarnya kemarin (13/10).

Meski begitu, pihaknya bukan berarti sepakat dengan yang disarankan ombudsman. Dia menilai hal itu murni permintaan ombudsman. “Bukan sepakat, ini permintaan ombudsman,” tegasnya.

Berita Terkait

Ombudsman Minta Sisakan 1 Gardu Tol Untuk Pembayaran Tunai

Usai Rapat dengan Ombudsman, BI Bungkam Soal Biaya Isi Ulang e-Money

Dalam diskusi Tim Saber Pungli Kalteng, Disdik Kalteng, dan guru SMA/SMK sederajat se-Kota Palangka Raya di kantor Ombudsman Kalteng, para Kasek diminta menghentikan pungutan yang selama ini dilakukan.

“Memberikan waktu seminggu kepada SMA sederajat untuk melakukan laporan perbaikan sistem, baik tentang komite maupun dalam hal pungutan,” ungkap Kepala Ombudsman RI Kalteng Thoeseng T.T. Asang.

Sambangi ITB, Menteri Susi Cetak Sejarah

​JawaPos.com – Acara Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) Institut Pertanian Bogor (ITB) yang digelar kemarin berlangsung istimewa.

Keladinya, hadir Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Kedatangan Susi bahkan mencatatkan rekor sepanjang sejarah berdirinya ITB.

“Hari ini kembali memecahkan rekor, ini terpenuh pesertanya dalam sejarah ITB,” ujar Rektor ITB, Kadarsah Suryadi di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jum’at (18/8), dilansir RMol Jabar (Jawa Pos Grup).

Adapun kedatangan Susi untuk mengisi kuliah umum bagi mahasiswa baru yang sedang mengikuti OSKM.

Berita Terkait

Bawa Bantuan Rp8,6 Miliar, Susi Kunjungi Pesantren Tebuireng

Menteri Susi Kembali Beraksi “Gila”, Kali Ini Dengan Sendal Jepit

OSKM merupakan salah satu rangkaian kegiatan penyambutan ITB bagi mahasiswa baru. Kegiatan itu juga menjadi ajang pengenalan untuk mahasiswa tentang kemahasiswaan dan studi di lingkungan kampus ITB.

“Jumlah mahasiswa yang hadir sekarang 6 ribu orang, 4 ribu diantaranya mahasiswa baru dan 2 ribu orang lainnya mahasiswa lama yang menjadi panitia kegiatan,” ungkapnya.

Kadarsah menjelaskan, kedatangan Susi ke ITB bukan kali pertama melainkan untuk ketiga kalinya. Pertama kali Susi ke ITB, saat itu belum menjabat sebagai menteri. Namun, sambung Kadarsah, ITB memberikan penghargaan Ganesha Widyajasa Aditama.

“Itu penghargaan tertinggi yang diberikan ITB,” ucapnya.

Kemudian, masih di tahun 2017. Susi datang ke ITB dengan kapasitas sebagai menteri mengisi kuliah umum di Aula Barat.

“Dalam sejarah, itu terpenuh juga pesertanya,” katanya.

Ia menambahkan, Susi merupakan sosok yang luar biasa. Pasalnya, ia selalu menghargai dan hormat kepada orang tuanya.

“Beliau seorang menteri tapi juga anak sholeh. Beliau memuliakan ibunya. Beliau manusia biasa yang luar biasa,” ucap Kadarsah sembari memperlihatkan foto Susi kepada ribuan mahasiswa yang sedang menggendong ibunya.

OTT Kepala SMA Favorit, Ini Alasan Polda Belum Lakukan Penahanan

Barang bukti yang disita aparat dari OTT Kepala Sekolah SMAN 27 Bandung.

(Rmol Jabar/JawaPos Grup)

JawaPos.com – Polda Jabar memastikan belum melakukan penahanan terhadap oknum Kepala Sekolah SMA Negeri 27 Bandung berinisial NK yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Tim Saber Pungli Jabar, Kamis (27/7).

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga membantah telah melakukan pemeriksaan dan penangkapan terhadap oknum Kepsek tersebut.

“Belum itu baru mau diklarifikasi ke Komite Sekolah belum ada pemeriksaan dan penangkapan. Tim Yustisi Saber Pungli memang mendapatkan laporan dan lakukan penyelidikan ke sekolah tersebut,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Polisi Yusri Yunus melalui pesan singkat dilansir RMol Jabar (Jawa Pos Grup), kemarin.

Sebelumnya Polda Jabar mengeluarkan rilis terkait adanya operasi tangkap tangan oleh Tim Saber Pungli Jabar terhadap Kepsek SMA Negeri 27 berinisial NK. Dari tangan oknum tersebut, petugas menyita uang tunai sebesar Rp 60.500.000 yang disimpan dalam brangkas.

Yusri mengatakan NK diindikasikan menerima siswa di luar jalur reguler (akademik dan non akademik), sebanyak 79 orang.

“Para siswa tersebut juga dibebankan kewajiban membayar uang pembangunan Ruang Kelas baru berikut meubelernya dan biaya operasional pertahun, sehingga per siswa dikenakan pungutan sebesar Rp 12 jt,” kata Yusri.

Yusri menambahkan, total uang yang sudah terkumpul sebesar Rp 194.600.000.

Selain pungutan tersebut, kata Yusri, ditemukan juga fakta lain berupa pungutan terhadap siswa baru pindahan/mutasi dari sekolah lain sebanyak 10 orang, yang dikenakan pungutan dana partisipasi sebesar Rp5 juta hingga Rp7,5 juta.

Total uang yang sudah terkumpul, imbuh dia, adalah sebesar Rp 60.500.000. Menurut Yusri, saat dilakukan OTT semua uang tersebut disimpan didalam brankas sekolah oleh bendahara berinisial FT.

“Saat ini oknum Kepala Sekolah dan pihak-pihak terkait masih dalam pemeriksaan,” tandasnya.