Di Inggris ada 600 kosakata untuk hujan dan 400 untuk salju

Sudah menjadi rahasia umum kalau orang Inggris senang sekali membahas cuaca. Jika tidak ada hal yang mendesak untuk dibahas, cuaca akan menjadi tema atau pembicaraan favorit.

Tidak mengherankan jika acara perkiraan cuaca di laut yang disiarkan BBC Radio 4, the Shipping Forecast, banyak didengar oleh audiens, padahal mayoritas kehidupan warga di negara ini tidak tergantung dengan laut.

Tidak mengherankan pula kosakata di Inggris soal cuaca sangat kaya. Jumlahnya ratusan, kata Susan Rennie, ahli ilmu bahasa yang banyak melakukan kajian tentang penyusunan kamus. Misalnya ‘ Northern nanny ‘ yang dipakai untuk menggambarkan hujan es dari wilayah utara.

Karena Inggris punya banyak aksen dan dialek regional, banyak juga kosakata cuaca ini bersifat lokal. Implikasinya adalah satu kosakata hanya spesifik mengacu ke daerah tertentu.

Ini terlihat dalam proyek BBC, Voices, pada 2005 yang ditujukan untuk memetakan pola pemakaian bahasa. Dari proyek ini didapat 10 kata paling favorit untuk menggambarkan hujan rintik-rintik. Di beberapa daerah di Wales, hujan jenis ini biasa disebut ‘ picking ‘.

Wales yang beriklim basah memiliki ekspresi yang kaya untuk hujan, termasuk misalnya ‘ it’s raining old women and sticks’. Di wilayah Inggris lain, padanan untuk kosakata tersebut adalah ‘ it’s raining cats and dogs ‘ yang artinya hujan deras.

Singlish, bahasa yang ingin ‘dihilangkan’ oleh pemerintah Singapura

Bahasa seksis yang tersembunyi dalam percakapan di kantor

Kata-kata yang bahkan membuat pengguna bahasa Inggris bingung

Skotlandia juga punya kosakata yang kaya tentang hujan. Menurut Rennie, pakar bahasa dan editor Historical Thesaurus of Scots (HTS), ada 600 kata yang terkait dengan hujan di tesaurus yang ia susun. Sementara kata-kata yang terkait dengan salju jumlahnya mencapai lebih dari 400.

“Tidak terlalu mengejutkan ada lebih banyak kosakata tentang cuaca buruk dibandingkan cuaca cerah di Inggris dan Skotlandia,” ungkap Rennie. “Ini antara lain disebabakan karena selama berabad-abad nenek moyang orang-orang di Inggris Raya lebih sering menjumpai bermacam jenis hujan, angin, dan salju,” katanya.

“Di sisi lain, fakta ini juga merefleksikan potensi bahaya yang disebabkan oleh cuaca buruk dan perlunya berkomunikasi dengan kata-kata yang pasti dan tidak ambigu,” jelas Rennie.

‘Hujan laki-laki’ dan ‘hujan perempuan’

Soal keragaman kosakata cuaca, Inggris mirip dengan Jepang, negara dengan cuaca yang susah diprediksi. Untuk hujan, orang-orang Jepang menggunakan ‘ Otoko-zuyu ‘ atau ‘hujan laki-laki’ untuk hujan deras sementara hujan biasa atau hujan yang tak begitu deras disebut ‘ onna-zuyu’ atau ‘hujan perempuan’.

Kembali ke Inggris, kosakata tentang cuaca tak cuma banyak dan beragam, tapi juga memperlihatkan sikap yang jenaka terhadap bahasa. Mungkin ini karena warga Inggris senang bermain dengan bahasa. Salah satu contohnya adalah kosakata ‘ hurly-burly ‘ yang dipakai untuk menggambarkan badai.

Di Skotlandia, orang menggunakan kata ‘ feefle’ untuk menggambarkan butiran salju yang berputar-putar.

Cuaca juga dibandingkan dengan makanan, makanya ada kosakata seperti ‘ custard wind ‘, angin dingin di kawasan pantai di Inggris timur laut. Dan juga disamakan dengan binatang, misalnya ‘ cat’s nose ‘, angin barat yang sejuk atau ‘ raining cats and dogs ‘.

‘ Cow-quaker ‘ sementara itu dipakai untuk menyebut badai pada bulan Mei setelah sapi-sapi dikeluarkan dari kandang untuk merumput di luar.

Ada pula ‘ lambing storm ‘, nama untuk hujan salju yang turun di musim semi.

Di Skotlandia, pecahan awan dalam ukuran kecil dikatakan sebagai ‘ horse-guts ‘.

Kosakata cuaca yang terdengar lucu tak hanya ditemukan di Inggris. Di Kanada ada ‘ sugar weather’ untuk menggambarkan cuaca yang ideal untuk menyadap getah maple, yang dipakai untuk membuat sirup.

Di Amerika Serikat ada ‘ toad-strangler’ untuk menggambarkan hujan yang sangat lebat di sepanjang Gulf Coast.

Tapi banyak dari kosakata yang unik ini tidak lagi sering dipakai sekarang ini. Misalnya, ‘ goose fair morning ‘ yang dulu banyak digunakan di Nottingham untuk menggambarkan datangnya pagi yang cerah namun dingin. Ini mungkin disebabkan oleh kehidupan orang-orang di zaman sekarang yang tak lagi sangat tergantung dengan cuaca.

Nakal, tidak bersahabat?

Clifford Sofield, asisten editor Oxford English Dictionary, mengatakan ada tiga jenis kosakata cuaca yang terdengar lucu bagi telinga penutur bahasa Inggris.

Yang pertama, kata-kata yang yang tidak begitu familiar atau kata-kata yang pernah didengar namun tak pernah dipakai. “Ini mencakup kosakata yang pernah dipakai secara meluas, namun sekarang hanya digunakan di kawasan-kawasan tertentu,” kata Sofield.

Misalnya, ‘ airish’ untuk menggambarkan cuaca yang sejuk. Kata itu sekarang hanya dipakai di Skotlandia dan di kawasan AS bagian selatan.

Bahasa rahasia para awak kabin pesawat

Bahasa Inggris memiliki 3.000 kata untuk mabuk

Bagaimana cemilan kecil mengubah bahasa Inggris

Kedua, kata-kata yang tak lagi dipakai biasanya akan terdengar aneh atau lucu. Shakespeare menggunakan kata ‘ naughty’ (nakal atau kurang ajar) untuk mengacu ke cuaca dalam King Lear.

Proyek penelitian Universitas Liverpool mengkaji sejarah kejadian cuaca di Inggris dan ditemukan bahwa orang-orang kadang-kadang mengatakan ‘cuaca sedang tidak bersahabat’. Tapi tetap saja akan terdengar eksentrik jika ada yang mengatakan ‘cuaca sedang nakal atau kurang ajar’ seperti yang dipakai Shakespeare.

Dan yang ketiga, kata-kata baru atau terdengar baru. Misalnya ‘ Mizzling’ yang diduga merupakan gabungan mist (kabut) dan drizzling (gerimis). Padahal sebenarnya berasal dari bahasa Belanda, ‘ miezelen ‘ yang bermakna ‘buang air kecil’.

Kosakata cuaca yang baru terus bermunculan yang membuat mudah melupakan versi lama dari kata yang baru muncul.

Dan kreativitas dalam menelurkan kosa kata cuaca tidak akan hilang dalam waktu dekat. Kosakata baru akan terus muncul, seperti frasa ‘ lumps of rain ‘ yang populer dalam 20 atau 30 tahun terakhir untuk menyebut jenis curah hujan yang lebat dan tebal.

Jadi, dipastikan masih akan muncul lagi kata-kata baru bahasa Inggris untuk menggambarkan hujan, untuk melengkapi kosakata hujan yang sudah ada seperti ‘ letty ‘, ‘ stoating’ dan ‘ specking ‘.

Tulisan asli dalam bahasa Inggris: The stories behind Britain’s weirdest weather words bisa Anda baca di BBC Culture.

Advertisements

Piala Liga Inggris,Hajar Burton 4-1, MU Lolos ke Babak Keempat

Sumber : Detikcom 

Manchester – Juara bertahan Manchester United memulai misinya mempertahankan gelar Piala Liga Inggris secara meyakinkan. Menjamu Burton Albion, MU menang mudah 4-1.

Bertanding di Old Trafford, Kamis (21/9/2017) dinihari WIB, dalam laga babak ketiga MU tampil dominan di sepanjang permainan. Marcus Rashford membuka skor di menit kelima yang diperbesar 12 menit berselang.

Babak pertama berakhir dengan keunggulan MU 3-0, setelah Jesse Lingard mengukir namanya di papan skor di menit 36.

Selepas restart, Anthony Martial melahirkan gol keempat MU guna mengubah kedudukan 4-0. Burton baru bisa membalas lewat Llyod Dyer di masa injury time.

Prediksi sip👍

Jalannya Pertandingan

Burton memulai dengan agresif dan melakukan pressing. Akan tetapi, di menit kelima MU langsung membuka keunggulannya melalui Marcus Rahsford setelah menyelesaikan operan pendek Jesse Lingard dari kotak penalti.

Hanya 12 menit kemudian, gawang Burton kembali kebobolan. Umpan Daley Blind menemui Rashford yang menuntaskan dengan sepakan kaki kanan kencang. Bola sempat mengenai tiang gawang sebelum masuk gawang. MU unggul 2-0.

Kerjasama Blind dan Anthony Martial nyaris menciptakan gol ketiga bagi MU di menit 23. Bola tiba di jalur Juan Mata, tapi sepakannya di tengah kotak penalti bisa diselamatkan kiper Connor Ripley.

Serangan balik Burton nyaris membuahkan gol balasan empat menit kemudian. Setelah melewati penjagaan Victor Lindelof, Luke Varney menyodorkan bola kepada Joe Mason tapi Sergio Romero membuat penyelamatan gemilang untuk mencegah gawang MU kebobolan.

Juan Mata ‘mengolong’ bek Burton sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang mengenai tiang gawang. Bola diteruskan Matteo Darmian dengan umpan lambung, tapi tembakan salto Martial dibelokkan.

Martial mengacak-acak pertahanan Burton untuk mengirim operan pendek kepada Jesse Lingard. Bola diteruskan dengan tembakan kaki kanan yang sempat membentur pemain belakang Burton sebelum masuk gawang. MU memimpin 3-0 di menit 36.

Setelah turun minum, masuknya Luke Shaw yang menggantikan Juan Mata tampak menjanjikan. Bek kiri MU itu melepaskan tembakan yang melewati penjagaan Ripley, tapi gol dianulir karena offside.

Gol keempat MU terlahir saat laga berjalan sejam. Operan Lingard menemui Rashford, yang diteruskan dengan sodoran untuk diselesaikan Martial dengan tembakan dari dalam kotak. MU kian jauh meninggalkan Burton dengan keunggulan 4-0.

Martial nyaris mencetak gol keduanya di menit 80. Setelah meliuk-liuk di kotak penalti, penyelesaian akhir Martial dari sudut sempit melebar tipis dari gawang Burton.

Di injury time, Burton yang tertekan di sepanjang pertandingan berhasil mencetak gol balasan untuk mengubah skor 1-4. Dari sundulan yang mengenai mistar gawang, bola gagal dikuasai Romero sehingga jatuh di kaki Llyod Dyer yang diceploskan ke gawang MU.

Susunan Pemain

MANCHESTER UNITED: Romero, Darmian, Blind, Smalling, Lindeloef, Carrick, Mata (Shaw 46′), Herrera, Lingard, Martial, Rashford

BURTON ALBION: Ripley, Turner (Warnock 46′), Flanagan, Dyer, Naylor, Lund, Akpan, Palmer, Allen (Murphy 46′), Varney, Mason 

Perang Dingin, CIA, dan Kejatuhan Sukarno

Jakarta – Buku terbaru Greg Poulgrain, The Incubus of Intervention: Conflicting Indonesian Strategies of John F. Kennedy and Allen Dulles, yang baru diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia memantik kembali diskusi publik mengenai misteri keterlibatan CIA dalam menjatuhkan pemerintahan Sukarno. Dalam buku tersebut Poulgrain, sejarawan University of Sunshine Coast, Australia berpendapat bahwa kejatuhan Sukarno dan terbunuhnya Kennedy merupakan manuver dari eks Direktur CIA, Allen Dulles yang ingin menguasai sumber daya alam Papua.

Asvi Warman Adam, sejarawan LIPI, dalam komentarnya meragukan temuan Poulgrain tersebut. Menurutnya, Allen Dulles sudah tak jadi direktur CIA lagi saat Kennedy tewas dan Sukarno jatuh. Apakah Dulles masih mempunyai power saat itu?

Keterlibatan CIA dalam usaha menggulingkan Sukarno memang menjadi perdebatan hangat di kalangan sejarawan. Beberapa buku muncul memperlihatkan adanya upaya CIA tersebut, di antaranya The United States and the Overthrow of Sukarno 1965-67 karya Peter Dale Scott, Subversion as Foreign Policy: The Secret Eisenhower and Dulles Debacle in Indonesia karya George McT. Kahin, Economists with Guns: Authoritarian Development and U.S-Indonesian Relations 1960-1968 karya Bradley Simpson, dan Legacy of Ashes: The History of the CIA karya Tim Weiner.

Meskipun demikian, karya-karya tersebut tidak menyebutkan Allen Dulles sebagai aktor tunggal di balik jatuhnya Sukarno. Sebagai institusi, CIA memang berupaya menjatuhkan Sukarno dan membasmi PKI. Dan, yang perlu diperhatikan lagi bahwa hal tersebut perlu dilihat dalam bingkai yang lebih luas, yakni kebijakan politik luar negeri AS dalam Perang Dingin.

Perang Dingin begitu mempengaruhi situasi politik negara-negara Dunia Ketiga. Kontestasi hegemoni terjadi antara AS dengan Blok Barat-nya dan Soviet dengan Blok Timur-nya dalam memperluas pengaruh politik masing-masing mencampuri urusan politik internal negara berkembang. Antagonisme Perang Dingin semakin pelik karena muncul berbarengan dengan gelombang dekolonisasi yang terjadi di Asia dan Afrika pada 1940-1960-an. Situasi kompleks inilah yang mendasari sejarawan Odd Arne Westad dalam karya monumentalnya The Global Cold War berpendapat bahwa arena utama dari konflik Perang Dingin bukan terjadi di Eropa, tapi di Dunia Ketiga.

Hubungan politik AS dan Indonesia pada 1940-1960-an pasang surut. Di akhir 1940-an AS begitu suportif dengan Indonesia karena Sukarno mendukung penumpasan pemberontakan komunis di Madiun. Sebagai “hadiah” atas keseriusan Indonesia dalam mengatasi pemberontakan Madiun, AS mendesak Belanda agar segera meninggalkan Indonesia. Di awal 1950-an, kemesraan antara Kabinet Sukiman (Masyumi) dan AS ditandai dengan ditandatanganinya bantuan ekonomi dan persenjataan, Mutual Security Act (MSA) .

Namun, pandangan AS terhadap Indonesia berubah menjelang pertengahan 1950-an. Pertama, ini disebabkan oleh kembalinya PKI yang seolah dibiarkan oleh pemerintah Indonesia. Sikap Sukarno sendiri membebaskan kembalinya PKI didasari oleh pemikirannya yang tidak hanya menekankan persatuan Indonesia berdasarkan etnis atau agama, tapi juga persatuan ideologi.

Kedua, berubahnya kebijakan AS berkaitan dengan visi politik luar negeri Indonesia yang dianggap berseberangan dengan AS. Pada 1954, Indonesia diajak bergabung ke dalam aliansi pertahanan di bawah AS untuk membendung komunisme bernama SEATO. Namun, Ali Sastroamidjojo bersama negara non-blok lainnya, seperti India dan Burma, menolak untuk bergabung.

AS semakin khawatir dengan menjauhnya Indonesia dari sisi mereka ketika Indonesia mendorong terselenggaranya Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada 1955. Ketakutan dari pemerintah AS terhadap KAA didasari oleh dua faktor. Pertama, mereka takut bahwa konferensi ini mempersatukan kekuatan Dunia Ketiga untuk melawan AS. Kedua, mereka menganggap bahwa konferensi ini mengakomodasi penyebaran komunisme, sebab China diundang hadir sebagai peserta.

Anggapan AS bahwa Sukarno menolak bergabung dengan Blok Barat semakin kuat di saat Sukarno mampir ke Moskow dan Beijing setelah kunjungan kenegaraan ke Washington. Menteri Luar Negeri AS, John Foster Dulles pernah mengatakan pada Sukarno bahwa politik global AS, “mesti memihak yang satu atau memihak yang lain, karena sikap netral itu amoral.”

Dengan sikap Sukarno yang cenderung bergerak ke “kiri” setelah 1955, maka CIA menjalankan operasi untuk meruntuhkan kekuasaan Sukarno. Pada 1957, CIA membuat film porno yang menggambarkan Sukarno tidur bersama agen perempuan cantik asal Soviet. Selain itu, CIA punya andil dalam melontarkan tuduhan palsu bahwa PKI otak di balik peristiwa (upaya) pembunuhan Sukarno di Cikini.

CIA menggelontorkan dana yang besar dalam membantu persenjataan para pemberontak daerah di Sumatera dan Sulawesi. Pada Januari 1958, Einsenhower secara langsung campur tangan memberikan perlindungan udara kepada unit militer pemberontak, dan menempatkan kapal perang angkatan laut untuk ikut campur tangan di Sumatera (Simpson, 2008). Para pemberontak PRRI bersama pasukan AS dengan leluasa pindah dari pangkalan militer Inggris di Singapura, dan berlatih di fasilitas AS di sekitar kawasan itu, termasuk Taiwan, Guam, dan Filipina.

Tertembaknya pesawat Allan Pope, mantan letnan satu Angkatan Udara AS yang juga agen CIA, membuat AS tidak bisa berkelit lagi bahwa Eisenhower memang mendukung jalannya pemberontakan.

Sukarno yang mengetahui suplai persenjataan AS kepada pemberontak memperingatkan Eisenhower supaya “tidak bermain api di Indonesia.” Jika AS mau menjadikan Indonesia seperti Korea atau Vietnam, maka yang terjadi adalah Perang Dunia Ketiga, ancam Sukarno.

Kebijakan AS berubah moderat kepada Indonesia setelah John F. Kennedy menggantikan Eisenhower. Kennedy yang menghadapi dilema bagaimana mengatasi masalah Irian Barat, pembentukan Federasi Malaysia, dan juga menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan minyak AS lebih mengedepankan diplomasi yang rasional demi kepentingan strategis AS.

Di era Konfrontasi Malaysia, kebijakan yang semakin ketat Sukarno terhadap investasi Barat menyulitkan perusahaan minyak AS untuk menjalankan bisnisnya di Indonesia. Bisnis minyak sendiri semakin sulit di era Konfrontasi karena keputusan pemutusan dagang dengan Malaysia oleh Sukarno membuat Stanvac dan Caltex kehilangan pasar di Malaysia, dan menutup akses mereka ke gudang penyaluran dan fasilitas pengilangan di Singapura yang digunakan untuk mendistribusikan minyak ke Asia Tenggara (Simpson, 2008)

Kennedy ingin mendekati Sukarno secara persuasif untuk membicarakan masalah Malaysia, Irian Barat, investasi bisnis, dan juga komunisme dengan menjadwalkan kunjungan ke Indonesia. Namun, nahas, ia keburu dibunuh dan ini mengubah arah kebijakan luar negeri AS menjadi lebih keras.

Besarnya kekuatan komunis serta dukungan Sukarno terhadap PKI untuk membantu propaganda revolusionernya mendorong semakin intensifnya operasi CIA untuk meruntuhkan PKI. CIA melakukan dua operasi utama untuk mendukung misi ini. Pertama, menjalankan propaganda rahasia untuk “membangun citra PKI sebagai musuh yang semakin ambisius dan berbahaya terhadap Sukarno.” Kedua, CIA mendorong, mengkoordinasi, dan membantu diam-diam “individu dan organisasi untuk menghambat PKI”, bahkan dengan menggelontorkan dana.

Pada 1965, ketidakpercayaan Sukarno terhadap Barat ditunjukkan dengan keluarnya Indonesia dari PBB. Indonesia pun semakin mesra dengan China daripada Soviet. Sebab, China mendukung visi politik internasional Sukarno untuk menggalang kekuatan progresif Dunia Ketiga di bawah Nefo dan menggayang Malaysia.

Di dalam negeri sendiri, sikap anti-Amerika Sukarno semakin kuat. Pada 15 Februari 1965, ia mengumumkan pendudukan perpustakaan USIA di Jakarta setelah 17.000 demonstran mengepung bangunan ini. Kemudian, beberapa hari kemudian demonstran di Medan merampas sebagian isi Konsulat AS. Sukarno pun melarang beredarnya majalah

Time, Life, US News and World Report, dan Newsweek .

Polarisasi politik antara kekuatan antikomunis dan komunis meningkat pada pertengahan 1965 di Jawa, Bali, dan Sumatera. Di samping itu, Sukarno cukup khawatir mendengar rumor adanya rencana kudeta yang merebak di Jakarta. Gosip ini mungkin sebagian besarnya disebarkan oleh intelijen AS dan Inggris.

Peristiwa 1 Oktober 1965 yang ganjil dan sembrono –yang menurut beberapa sejarawan merupakan konsekuensi yang bisa diprediksi dari pertarungan politik berbulan-bulan antara PKI, angkatan darat, dan kekuatan antikomunis– memberikan momentum bagi AS dan juga Angkatan Darat untuk menghancurkan PKI. Tidak sampai di situ, peristiwa ini menjadi titik balik dari jatuhnya kekuasaan Sukarno.

Kejatuhan Sukarno perlu dilihat tidak hanya dalam bingkai pertarungan politik internal dalam negeri Indonesia, tapi lebih luas lagi merupakan akibat langsung dari antagonisme Perang Dingin. Tidak hanya Sukarno yang (di)jatuh(kan) pada 1960-an; beberapa pemimpin progresif dari Dunia Ketiga lainnya, seperti Patrice Lumumba, Kwame Nkrumah, Che Guevara, Juan Bosch, João Goulart juga bernasib sama.

Sumber  : Detikcom 

Oleh :

Wildan Sena Utama peneliti sejarah, alumnus pascasarjana Leiden University

Baru Diluncurkan, Bonek Card Langsung Diserbu

Suporter Persebaya tengah didata untuk mendapatkan Bonek Card (M. Syafaruddin/JawaPos.com)

JawaPos.com – Pendukung Persebaya Surabaya atau yang akrab disapa Bonek, memberikan respons positif terkait peluncuran Bonek Card. Mereka pun langsung menyerbu untuk mendapatkannya.

Seperti diketahui, Bonek Card berfungsi sebagai tiket terusan yang digunakan untuk menonton langsung tujuh partai kandang Persebaya selama babak penyisihan Grup 5 di Liga 2. Jadi, fans tak perlu repot-repot membeli tiket per pertandingan.

Pembelian Bonek Card dibuka pada Rabu (5/4) di Jawa Holiday, Jalan Progo No. 5 Surabaya, persis di belakang Taman Bungkul. Sejak dibuka pada pukul 10.00 WIB, telah banyak Bonek berbondong-bondong datang ke lokasi untuk mendapatkan Bonek Card.

Salah satunya adalah Yayad Madaa, Bonek asal Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng). Menurut Yayad, dengan membeli Bonek Card, secara tidak langsung dia juga membantu finansial tim Persebaya. Selain itu, mendorong Green Force – julukan Persebaya, menjadi lebih maju.

“Ini adalah program yang bagus. Dengan Bonek Card, kami bisa membantu finansial tim. Supaya tim Persebaya juga lebih profesional,” tutur Mahasiswa S2 di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya.

Yayad mengantongi Bonek Card kategori FANS dengan Rp 200 ribu. Dia pun merasa lega karena sudah mendapatkan seluruh tiket laga kandang Persebaya lewat satu kartu. “Bonek Card lebih praktis. Tinggal datang dan masuk ke stadion, tidak pakai mengantre lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Ferdiansyah Setyobudi, Bonek asal Kenjeran, juga mengapresiasi langkah manajemen yang menelurkan Bonek Card. “Fungsinya agar Bonek lebih tertata lagi. Hitung-hitung kami juga ikut menghidupi Persebaya,” ucap Ferdiansyah yang mengaku membeli kategori FANS.


Bonek Card sendiri terbagi dalam dua kategori. Kategori pertama yakni FANS dibanderol dengan harga Rp 200 ribu (per pertandingan Rp 28.571). Fasilitas yang diberikan dari kategori FANS adalah tiket ekonomi plus asuransi bagi pemilik kartu.

Sedangkan Bonek Card kategori SUPERFANS dibanderol dengan harga Rp 750 ribu (per pertandigan Rp 107.142). Fasilitas yang diberikan yakni tiket VIP, asuransi, serta jersey kandang orisinal Persebaya musim ini.

Meski telah meluncurkan Bonek Card, manajemen tetap menjual tiket untuk single game. Dibanderol Rp 50 ribu untuk kategori FANS, dan Rp 250 ribu untuk kategori SUPERFANS.

Untuk mendapatkan Bonek Card, harus mempersiapkan KTP asli beserta fotokopi dan foto pribadi dalam bentuk softcopy. Bagi yang belum memiliki KTP, wajib membawa Kartu Keluarga (KK) asli dan satu lembar fotokopi. Manajemen memang memberlakukan satu Bonek Card untuk satu jiwa. Jadi, Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan foto berfungsi sebagai pembeda masing-masing pemilik kartu. 

KH Zakaria: PKI Targetkan Penculikan Kiai Pesantren Takeran!

Pengasuh Pondok Pesantren Takeran, KH Zakaria. Beliau saksi mata penculikan di pesantrennya oleh gerombolan masa komunis pada 18 September 1948.
Pada 1 Oktober 2015, Republika.co.id sempat berkunjung ke kawasan di sekitar area perkebunan tebu dan pabrik gula Rejosari di Gorang Gareng, Magetan, Jawa Timur. Di tempat itu terdapat beberapa monumen yang terkait Peristiwa Pemberontakan PKI di tahun 1948. Bekas sumur yang dahulu dipakai sebagai lubang pembantaian kini sudah dibangun monumen. Di samping itu kami pun menyempatkan diri untuk bertemu Pengasuh Pondok Pesantren Takeran, KH Zakaria. Kiai yang juga mantan anggota DPR RI merupakan saksi mata dari peristiwa yang terjadi 69 tahun lalu.

Apa yang terjadi di Pondok Pesantren Takeran pada 18 September 1948?

Habis shalat Jumat, saya bersama para santri pondok yang sedang duduk-duduk di serambi masjid melihat ada mobil datang ke pesantren. Mobil itu warnanya hitam dan bentuknya kecil. Bersama mereka terlihat beberapa orang membawa stand gun dan ada yang membawa karaben. Di situ saya lihat ikut datang seseorang yang katanya berasal dari Jombang sebagai pemimpin rombongan. Orang itu beberapa waktu kemudian saya tahu namanya Suhud.

Sesampai di pesantren dan bertemu Kiai Imam Mursyid Mutaqin, ia kemudian berkata dengan mengutip ayat Alquran yang artinya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum (bangsa) kecuali mereka yang berusaha mengubah nasibnya sendiri. Jadi, katanya rombongan yang datang itu ingin mengubah nasib bangsa Indonesia.

Tapi, sebelum mereka datang di sekitar pesantren sudah tersebar pamflet yang isinya: Muso, Moskow, Madiun. Pamflet itu tersebar di sepanjang jalan raya yang ada di depan pesantren. Saya yang saat itu duduk di bangku kelas 1 SMP ikut membaca pamflet itu.

Nah, rombongan yang dipimpin Suhud yang di situ ada pejabat camat Takeran yang menjadi anggota PKI itulah yang menculik Kiai Mursid. Saat itu juga Kiai dibawa pergi.

Jadi, Anda masih ingat peristiwa itu?

Iya betul, bahkan sampai kini mimik wajah, warna pakaian para penculik itu semuanya saya masih ingat. Yang membawa pergi adalah seseorang yang memakai piyama warna krem. Dia pergi bersama Kiai Mursyid yang diapit oleh Suhud dan camat Takeran yang jadi anggota PKI itu.

Setelah Kiai Mursid dibawa pergi, kompleks pesantren ini saat itu kemudian di-stealing (dikepung) oleh para anggota PKI lainnya. Kami dikepung selama sekitar seminggu. Kami ingat betul pengepungan itu membuat persediaan garam di pesantren habis. Kami dikepung sekitar tujuh hari hingga pasukan Siliwangi datang membebaskan kami. Jadi pesantren dan kiai kami memang sudah ditarget mereka.

Kemudian bagaimana nasib Kiai Mursyid?

Semenjak dibawa pergi itulah, kami sampai kini tak tahu mengenai keberadaannya. Namun, seorang pemuda yang masih menjadi kerabat dan tinggal tak jauh dari pesantren melaporkan bila beberapa hari sebelum penculikan itu, desa-desa di sekitar Takeran dikepung oleh orang-orang yang berseragam hitam-hitam. Mereka juga mengepung kantor Kecamatan Takeran. Beberapa rumah haji juga di sekitar Takeran didatangi, didobrak pintunya, dan penghuninya diancam. Mereka juga memukulinya dan memaksa agar tunduk pada PKI. Kata mereka: Kamu mau tunduk tidak? Kalau tidak, terus dipukuli. Dan, baru berhenti setelah menyatakan menerimanya.

Di situlah saya lihat, penculikan itu memang disengaja dan sistematis. Para kader PKI terlihat sudah betul-betul siap melaksanakan gerakannya. Mereka bergerak ke mana-mana.

Apakah ada korban lain selain Pak Kiai Mursyid?

Yang diculik langsung di depan santri memang hanya beliau. Tapi, beberapa hari kemudian banyak santri dan pengurus pesantren juga hilang diculik mereka. Yang hilang itu kerabat kami Moh Suhud (Ayah Ketua MPR/DPR Moh Kharis Suhud) seorang guru yang mengajar di Mualimin milik pesantren Takeran, kakak ibu saya Imam Faham, ada Ustaz Hadi Addaba’ (orang Arab yang menjadi guru bahasa Arab) di Pesantren Takeran, Maijo (Kepala MI Takeran).

Ada juga yang ikut hilang, yakni Husen (anggota Hizbullah). Juga ada beberapa keluarga kiai pengikut tarekat yang ikut dibunuh. Nama-nama mereka sudah saya lupa persisnya. Namun, setelah jasadanya diangkat dari sumur, jenazahnya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Madiun dan Magetan.

Menurut Anda, apa yang membuat pengikut PKI itu begitu membenci para kiai dan santri sehingga mereka tega membunuhnya?

Saat kejadian saya tak tahu mengapa itu terjadi. Namun, ketika saya mulai besar dan kuliah, saya mulai paham apa dan mengapa peristiwa pembantaian PKI di Madiun terjadi. Apalagi, pesantren kami ini semenjak dahulu adalah basis pergerakan. Leluhur kami adalah seorang pangeran dari Yogyakarta (Pangeran Kertopati) yang ikut berperang bersama Pangeran Diponegoro. Dan, di pesantren ini pula Masyumi itu digagas. Jadi, lingkungan kami adalah orang yang paham dunia pergerakan.

Nah, setelah lepas dari situasi itu, dan ketika saya mulai kuliah saya makin paham dengan situasi politik. Mulai tahun 1960-an, agitasi politik dari PKI memang terus menaik tinggi. Dan, sama dengan tahun 1948, agitasi itu juga mulai menargetkan dan menyerang posisi kiai yang katanya jadi bagian tujuh setan desa karena punya tanah luas.

Kalau begitu, peristiwa 1948 terus terbawabawa hingga 1965?

Peristiwa penculikan di September 1965, di mana anggota PKI menipu kami dengan mengajak Kiai Mursyid berunding dan kemudian menculik dan membunuhnya, itu berbekas di hati. Ketika semakin besar, saya kemudian mencari jawabannya, misalnya dengan memperlajari sejarah revolusi kaum buruh di Rusia atau revolusi Cina yang dipimpin Mao Zedong. Di situlah, saya tahu Muso itu muridnya Lenin yang lari ke Moskow setelah memecah Syarikat Islam. Dan dari situ pula, saya yakin bila partai komunis itu partai yang bersenjata yang siap merebut kekuasaan kapan saja ketika waktunya tiba.

Di desa-desa sekitar Takeran, semenjak perayaan ulang tahun PKI tahun 1964, terdengar seruan bagi-bagi tanah. Sebutan setan desa muncul di mana-mana. Saat itulah, kami yakin peristiwa seperti 1948 akan terjadi lagi. Cuma waktunya belum tahu.

Kecanduan Obat PCC Bisa Sebabkan Gangguan Jiwa Permanen? 

Sumber : Detikcom 

Sekitar 50 orang mengalami halusinasi parah dan dilarikan ke rumah sakit jiwa di Kendari setelah mengonsumsi obat PCC (parasetamol, kafein, karisoprodol). Diketahui, para korban mengalami gangguan kepribadian dan gangguan disorientasi.

Mengenai hal tersebut,detikHealth meminta tanggapan dari dr Hari Nugroho yang merupakan perwakilan dari dari Institute of Mental Health Addiction And Neurosience (IMAN), Jumat (15/9/2017).

Menurutnya, penyalahgunaan zat apapun memang dapat mencetuskan gangguan jiwa. Apalagi jika dikonsumsi dengan dosis yang tinggi dan masuk hingga tahapan adiksi.

Baca juga: Begini Cara Kerja Obat PCC Sampai Buat Remaja di Kendari Lari ke Laut

“Bila ditanya apakah gangguan jiwanya menetap atau tidak, hal tersebut tergantung pada berat ringannya kecanduannya dan faktor lainnya seperti gen gangguan jiwa,” terang dokter yang akrab disapa dr Hari itu.

Biasanya, masuk dalam tahap rehabilitasi gejala gangguan kejiwaan akan perlahan terlepas dari jerat pasien. Namun ada juga yang malah menetap karena faktor tertentu.

“Ada juga yang jadi menetap karena memang punya dasar gangguan jiwa sebelumnya,” kandasnya.

Baca juga: 10 Fakta Karisoprodol, Kandungan Berbahaya dalam Obat PCC

Begini Cara Kerja Obat PCC Sampai Buat Remaja di Kendari Lari ke Laut
Dibawah pengaruh obat PCC, remaja di Kendari mengalami sejumlah hal yang menyeramkan. Mulai dari berlaku agresif hingga seperti yang dilakukan oleh Riski (20) yang tewas tenggelam setelah lari ke laut.

Untuk mengetahui apa yang membuat tindakan tersebut terjadi, detikHealth menghubungi dr Hari Nugroho dari Institute Of Mental Health Addiction And Neurosience (IMAN) melalui pesan singkat, Jumat (15/9/2017).

Baca juga: Dokter Saraf: Obat PCC Dipakai untuk Pelemasan Otot dan Sakit Pinggang

Dijelaskan oleh dokter yang sudah lama bergelut dibidang rehabilitasi ini, obat PCC pada umumnya memiliki fungsi sebagai relaksan otot-otot yang kejang sehingga biasa digunakan sebagai pereda nyeri pinggang. Namun tampaknya obat juga bekerja menargetkan saraf di otak.

“Mekanisme pasti karisoprodol (salah satu kandungan dari obat PCC) sebagai muscle relaxant sebenernya belum pasti, namun target reseptor neurotransmitter di dalam otak adalah GABA (Gamma Amino Butiric Acid),” jelas dr Hari.

Nah, salah satu efek samping dari pemakaian karisoprodol adalah terjadi serotonin syndrome, di mana di dalam otak terjadi kelebihan serotonin atau hormon yang bisa memberikan rasa senang dan nyaman.

Gejala-gejala kelebihan serotonin biasanya ditandai dengan munculnya gejala delirium atau kebingungan mental, perilaku agitasi (memberontak, membuat kerusuhan), hypomania, insomnia dan lain-lainnya.

“Akibatnya, orang disekitarnya melihat adanya perilaku yang aneh, tendensi menyakiti diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.


Polisi Tetapkan 9 Tersangka Kasus Obat PCC

​Sumber : Detikcom 

Jakarta – Polda Sulawesi Tenggara menetapkan 9 orang sebagai tersangka kasus dugaan pengedaran dan penjualan pil PCC. Polisi juga menyita 5.227 butir pil PCC sebagai barang bukti.
“Telah ditetapkan 9 tersangka, 2 di Polda, 4 di Polresta Kendari, 2 di Polres Kolaka, dan 1 di Polres Konawe. Kemudian barang bukti itu ada 5.227 butir obat ini,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (15/9/2017).

Baca juga: Alasan Kenapa Obat PCC Juga Disalahgunakan PSK Sebagai Obat Kuat

Baca juga: Dinkes Sultra: Izin Edar PCC Telah Ditarik Tahun 2014

Martinus mengatakan para tersangka ditangkap lantaran tak mengantongi izin menjual obat keras itu kepada masyarakat. Mereka pun menjual dengan melanggar aturan syarat pembelian pil PCC, yaitu dengan memakai resep dokter.

“Sembilan orang tersangka ini melakukan praktik mengedarkan di tengah-tengah masyarakat. Dalam hal ini yang bersangkutan tidak memiliki izin mengedarkan dan obat ini diperoleh harus melalui resep dokter. Ini tidak dalam praktiknya, dijual bebas,” jelas Martinus.

Polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 197

juncto Pasal 106 ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Ini berbunyi Pasal 197, setiap orang dengan sengaja memproduksi, mengedarkan sediaan farmasi atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana Pasal 106 ayat 1, dipidana penjara paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar,” terang dia. 

Polri Sebut Obat PCC Bikin Halusinasi hingga Gangguan Saraf Otak

Jakarta – Polisi menyatakan pil PCC sebenarnya tidak menimbulkan dampak signifikan jika dikonsumsi dengan dosis yang sesuai dengan petunjuk dokter. Namun dalam kasus di Kendari, Sulawesi Tenggara, ada yang langsung mengonsumsi 5 butir sekaligus.

“(Dosis yang dikonsumsi) bukan hanya satu butir, tapi 1 sampai 5 butir, kemudian berdampak kepada halusinasi sampai kepada gangguan saraf otak,” kata Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (15/9/2017).

Martinus mengimbau masyarakat tidak lagi menyalahgunakan pil PCC. Sebab, PCC obat penenang, jantung, hingga untuk melemaskan otot-otot saraf.

Dia berharap kejadian di Kota Kendari dan sekitarnya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk tidak melakukan hal serupa. “Tentu ini menjadi pembelajaran bagi kita semua sehingga tidak terulang kembali, mengonsumsi pil PCC secara massal,” ujar Martinus.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara Asrum Tombili mengatakan korban penyalahgunaan obat PCC dan Tramadol di Kendari bertambah. Total korban hingga hari ini tercatat 76 orang, yang rata-rata remaja.

Data ini kita sudah satukan semuanya, baik BNN, BPOM, dan kepolisian. Data hingga siang hari ini yakni sebanyak 76 korban penyalahgunaan PCC dan Tramadol. Pasien terbanyak dirawat di RSJ Kendari, yakni sebanyak 58 orang,” kata Asrum di kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sultra, Jumat (15/9).