Singh Pemimpin flamboyan sebuah sekte India didakwa memperkosa dua pengikutnya

Adalah ​Gurmeet Ram Rahim Singh, seorang pemimpin sekte India, dikeler ke sebuah pengadilan di negara bagian Haryana di India utara pada pagi hari tanggal 25 Agustus, terlihat 200-an mobil berkonvoi dari beberapa stasiun TV untuk membuat liputan langsung yang terdiri dari beberapa SUV hitam, Karena perjalanannya yang hampir 250 km dari Sirsa ke Panchkula di Haryana.

 Singh mendapatkan pengamanan Z-plus -(maximum security) yang biasanya diperuntukkan bagi politisi terkemuka – pemimpin sekte kontroversial ini pernyataannya memiliki tingkat pengaruh politik yang luas.

Ketika  beberapa jam kemudian hakim di Panchkula menyampaikan keputusannya – menyatakan Singh bersalah karena memperkosa dua pengikutnya – puluhan ribu pendukungnya, yang telah berkumpul di pengadilan, mulai melakukan kerusuhan.

Dalam kerusuhan yang terjadi setidaknya 38 orang tewas dan sejumlah lainnya terluka.

Singh, yang dikenal sebagai Ram Rahim, sekarang dipenjara, menunggu hukuman pada hari Senin. Dia diperkirakan akan menjalani hidup selama tujuh tahun penjara.

Biro Investigasi Pusat negara (CBI) juga menyelidiki keterlibatan Singh dalam pembunuhan seorang jurnalis pada tahun 2002 yang menyelidiki tatanan agama Singh – Dera Sacha Sauda, ​​yang berarti “tempat kebenaran” – untuk mengungkapkan tuduhan pemerkosaan terhadapnya. Dia juga telah dituduh memaksa 400 pengikutnya untuk menjalani pengebirian.

Siapa Gurmeet Ram Rahim Singh?

Kepala Dera Sacha Sauda

Pria berusia 50 tahun itu lahir dari orang tua Sikh di negara bagian Rajasthan, India barat.

Pada tahun 1990, pada usia 23, dia diangkat sebagai kepala Dera Sacha Sauda, ​​sebuah sekte yang didirikan pada tahun 1948 dan Singh diperkenalkan oleh ayahnya, Maghar Singh.

Di bawah Singh, sekte yang berkantor pusat di kota Sirsa di Haryana, sekitar 260km dari ibu kota, New Delhi, telah berkembang pesat.

Sekarang memiliki hampir 50 cabang di seluruh negeri dan mengklaim 60 juta pengikut, terutama dari Haryana, Punjab dan New Delhi. Kantor pusatnya menawarkan bioskop, hotel, stadion olahraga dan sekolah.

Dera, yang menggambarkan dirinya sebagai “organisasi kesejahteraan sosial dan nirlaba”, menganjurkan vegetarisme dan menentang konsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol. Tingkat kecanduan narkoba dan alkohol yang tinggi menimbulkan masalah besar di wilayah ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, Singh – yang menikah dan memiliki seorang anak laki-laki dan dua anak perempuan namun sekarang mengaku selibat – telah mendapatkan kepribadian yang penuh warna, membuat film dan memproduksi album musik. Hobinya akan pakaian dan perhiasan yang glamor telah memberinya nama “Guru Bling-Bling “.

Profil Facebook- nya menggambarkannya sebagai “Saint Dr. MSG”, sementara bio Twitter – nya tertulis sebagai: Spiritual Saint / Philanthropist / Penyanyi serbaguna / Allrounder Sportsperson / Sutradara Film / Aktor / Art Director / Music Director / Writer / Lyricist / Autobiographer / DOP .

Pada tahun 2002, salah seorang pengikut perempuannya menulis sebuah surat tanpa nama kepada perdana menteri saat itu, Atal Bihari Vajpayee, menyatakan  bahwa dia telah diperkosa oleh Singh dan melaporkan  wanita lain juga telah dieksploitasi secara seksual. Ini memicu penyelidikan CBI atas dugaan terhadap Singh.

Tapi bagi jutaan pengikutnya, Singh tetap menjadi sosok yang dihormati, terlepas dari dugaan terhadapnya. 

“Dia tidak bisa berbuat salah … Dia bekerja untuk menjauhkan dunia dari semua masalah,” Rajkumar, seorang pemilik toko dari Haryana, mengatakan kepada kantor berita AFP.

Link politik Singh

Sejak kekerasan mematikan hari Jumat, telah terjadi kecaman publik atas hubungan dekat Singh dengan koridor kekuasaan, terutama Partai Bharatiya Janata (BJP), yang menguasai pemerintah di tingkat federal, dan juga di negara bagian Haryana.

Pada pemilihan majelis Haryana 2014, Singh mengeluarkan sebuah pernyataan publik yang meminta pengikutnya untuk memilih BJP.

Menteri utama negara bagian dan menteri lainnya telah berbagi panggung dengannya terlepas dari kenyataan bahwa dia sedang diselidiki untuk melakukan pemerkosaan.

Dalam tweet tahun 2014, Perdana Menteri Narendra Modi memuji upaya Dera untuk ikut serta dalam kampanye pembersihan jalanan.

Singh juga memberikan dukungan diam-diam kepada partai Kongres yang oposisi pada tahun 2007.

Di negara bagian Haryana dan Punjab, ada puluhan ribu sekte yang dikenal sebagai deras. Dera adalah pusat spiritual dengan guru hidup di sekitar tempat tinggal orang dewasa.

Deras sering menarik anggota kasta yang paling kurang beruntung, entah Hindu atau Sikh.

Di Punjab, di mana sepertiga dari populasi adalah orang Dalit, kasta yang paling tidak beruntung, yang anggotanya sering menghadapi diskriminasi sehari-hari, ada lebih dari 10.000 deras.

“Orang-orang pergi ke deras baru karena mereka menemukan ruang vital untuk pengakuan dan identitas,” Profesor Universitas Punjab Ronki Ram mengatakan kepada situs berita

Advertisements

Bursa Naskah hinggaJualan Hak Cipta, AgendaPenting di IIBF 2017

​Jakarta– 

Indonesia International Book Fair (IIBF) 2017 punya sejumlah agenda penting bagi penulis, penerbit maupun pecinta buku. Mulai dari bursa naskah sampai persoalan jualan hak cipta atau rights yang biasa terjadi di pameran buku tahunan.

Hal tersebut diungkapkan oleh
Ketua Panitia IIBF 2017, Husni
Syawie, saat temu media di
Paviliun Indonesia, Senayan City
Jakarta, Jumat, (18/8/2017)


Baca juga: Bekraf Siapkan Stan
Khusus Bagi Penerbit Indie


“Seperti semua pameran buku, ada
menjual dan membeli. Di sini kami
juga memperjualbelikan hak cipta.
Jadi ada rights yang dijual ke luar
juga,” kata Husni.


Tahun ini pula, pihak penyelenggara IIBF mengadakan sesi ‘bisnis making’. Ini jadi ajang bagi penerbit-penerbit untuk dipertemukan dengan penerbit asing. “Kita mempertemukannya lebih spesifik lagi, dipertemukan dengan minat yang sama. Transaksi setelah pameran juga nggak jadi soal.”

Selain itu, program bursa naskah
juga bakal ada di IIBF. Bagi
penulis-penulis muda yang ingin
terkoneksi dengan penerbit, bisa
mendatangi sesi tersebut.
“Kami ingin di bursa naskah ini
timbulnya pengarang-pengarang
baru. Bursa naskah diharapkan
dapat menjembatani tujuan
tersebut,” pungkasnya.
IIBF 2017 sendiri berlangsung di
Assembly Hall Jakarta Convention
Center pada 6-10 September 2017.
Tahun ini juga ditargetkan akan
ada 70 ribu pengunjung yang
memadati gelaran selama lima hari
berturut-turut.


Baca juga: Najwa Shihab akan
Buka Indonesia International
Book Fair 2017

Kampanye & Propaganda

​Pengertian Kampanye

Apa yang di maksud dengan kampanye adalah :

Secara etimologis “ kampanye ” berasal dari bahasa perancis campagne

yang di duga terambil dari bahasa Italia Champagne – yang berarti lapangan, operasi militer- itupun terambil dari bahasa Latin Champagne yang di turunkan di daerah sekitar Napoli berarti terbuka, medan perang, atau lapangan, yang dalam perkembangannya bermakna :

a) Serangkaian operasi militer yang membentuk satu fase tersendiri dari suatu perang.

b) Suatu operasi yang di rancang untuk menghasilkan sesuatu yang mudah di tentukan. Sinonim dari kampanye adalah, Crusade, Drive, push (mendorong). (merriam- webster-corporated)

Kampanye dapat di artikan sebagai sejumlah operasi militer untuk melengkapi suatu operasi yang lebih besar yang bertujuan untuk mencapai cita-cita tertentu yang biasanya di batasi oleh waktu atau wilayah geografis tertentu.

Kampanye adalah perlombaan diantara para kandidat untuk merebut suatu jabatan, misalnya kampanye untuk menjadi gubernur, Bupati, dan kepala Desa.

Tujuan Kampanye :

Kampanye merupakan kegiatan komunikasi publik yang dilakukan secara berencana yang bertujuan untuk :

Memobilisasi dan melibatkan orang-orang untuk terlibat dalam menyebarluaskan informasi tertulis melalui media atau media tidak tertulis (langsung dengan publik/getok tular) untuk mencegah dan memdorong sikap individu atau publik untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan tertentu demi kesejahteraan individu maupun publik pada umumnya.

Memberikan tekanan kepada para pemegang kekuasaan atau dukungan pada para pembuat keputusan

(pressuring decision makers) untuk mencari solusi yang bermanfaat bagi kesejahteraan individu atau publik pada umumnya.

Menginformasikan dan memberikan pendudukan kepada individu atau publik.

Melakukan perubahan terhadap perilaku dan sikap demi kesejahteraan hidup.

Mempersuasi orang-orang utuk mengerti, memahami, dan melakukan suatu tindakan tertentu.

Strategi Kampanye

Strategi umum

a) Analisis masalah

b) Tujuan dan sasaran

c) Stakeholders

d) Pesan

e) Taktik

f) Siapa pengirim pesan

g) Sumberdaya

h) Assessment

Model The Midwest Academy dan The democtracy Centre

a) The Midwest Academy

 mengusulkan perencanaan kampanye yang sederhana yang di tampilkan dalam bentuk tabel dan kolom yang harus di isi dengan unsur-unsur strategi yaitu: Visi, Tujuan, sasaran, pertimbangan organisasi, konstituen, kawan dan lawan, taktik serta jadwal waktu.

b) The Democracy centre,

merekomendasikan sembilan langkah kampanye dengan menjawab beberapa pertanyaan yang sederhana, dan itulah strategi kampanye yang dapat kita lakukan.

· apa yang kita ingin buat ( what do we want? ) > goals

· siapa yang dapat memberikan sesuatu kepada kita ( who can give it to us? ) >audiences

· apa yang mereka perlu dengar ( what do they need to hear? ) > messages

· siapa yang mereka perlu dengar ( who do they need to hear? ) >messengers

·

bagaiman kita bisa membuat mereka bisa mendengar ( how do we get them ti hear it? ) >Delivery

· apa saja yang kita dapat lakukan ( what have we got? ) >resources; strengths

· apa saja yang perlu kita kembangkan ( what do we need to develop?) >challenges; gaps

·bagaimana kita mulai ( how do we begin? ) > first steps

·

bagaimana kita tahu kita sedang melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu ( how will we know its working, or not working? ) evaluation

Model SMART

Ø Specific

Ikutilah dua pertanyaan berikut ini; orang cenderung mendukung kegiatan yang spesifik dan aktual.

a.

Menetapkan tujuan kampaye yang bernilai bagi kemanusiaan.

b.

Menyebutkan nama kampanye sehingga langsung mendapat dukungan.

Ø Mesurable

a. Ambisi

b.Mengidentifikasi dukungan

Ø Achievable

a.Menetapkan tempat sehingga mencari komitmen

b. Tempat dan waktu

Ø Resourced

a. Belum tegas memutuskan sumber daya pelancar kampanye

b. Jelas dan tegas memutuskan

Ø Time bound

a. Meberikan motivasi

b. Jelas dan tegas menetapkan batas waktu

Pengertian Propaganda

Pada tahun 1934 Harold D.D Lasswell mendefinisikan propaganda dalam suatu kesadaran yang paling luas seperti suatu teknik  manipulasi penyajian pesan terrtentu yang mempengaruhi tindakan manusia ( Lasswell, 1995 ) ini merupakan definisi ketiga dari Lasswell saat terjadinya PD II.jadi jika di lihat pada separuh dari abad ke 20 maka tidak banyak orang yang setuju jika propaganda di artikan sebagai pembentukkan tindakan melalui teknik-teknik tertentu karena di saat itu propaganda hanya diartikan hanya sebagai teknik untuk mempengaruhi orang- orang.

Karakteristik Utama Propaganda

Ada beberapa karakteristik utama dari propaganda yaitu :

a) Pernyataan bohong

b) Strategi selektif

c) Peryataan berlebihan

d) Eksplisit atau implisit?

Tujuan Propaganda

Mempengaruhi opini publik

Memanipulasi emosi

Menggalang dukungan atau penolakan

Sasaran Propaganda

Memobilisasi kebencian terhadap musuh

Mempertahankan persahabatan dan sekutu

Membangun kerja sama dengan sekutu

Menakut-nakuti musuh

Bagaimana Kerja Propaganda?

Mengubah simpati

Penyederhanaan dan perulangan

Manipulasi simbol

Histori dan kerahasiaan

Penipuan

Sensor

Siapa Pengguna Propaganda?

Pemerintah

Organisasi

Bisnis

Tipe Utama Propaganda

Semua propaganda dapat di golongkan dalam dua kelompok, yang spontan dan di buat-buat. Propaganda yang spontan di temukan dimana-mana ketika orang bicara tentang prestasi dan keberhasilan mereka, mereka tidak merancang pidato (panjang atau pendek ) untuk menyampaikan informasi ini kepada orang lain. Sebaliknya, ketika seseorang lulusan memenangkan hadiah undian atau mendapat kehormatan khusus, maka dia secara otomatis menginformasikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan itu.yang terakhir ini merupakan iklan spontan.

Propaganda yang di buat-buat ( contrived propaganda),

adalah propaganda yang di rencanakan dan di laksanakan dengan hati-hati. Jenis propaganda ini di bagi lagi dalam dua jenis, yaitu: propaganda informatif, bertujuan untuk membawa fakta-fakta kepada orang-orang dan mengharapkan mereka untuk menanggapi sesuatu secara positif; dan propaganda manipulatif, bertujuan untuk mengendalikan atau sekurang-kurangnya mengarahkan perilaku orang lain kearah yang di kehendaki oleh propagandis.

Kategori Propaganda

Sekurang-kurangnya kita dapat menyusun beberapa kategori propaganda sebagai berikut :

o Terselubung dalam iklan

o Menggunakan Term yang sama

o Term yang berakar pada agama

o Propaganda sebagai senjata perang

JenisJenis Propaganda

Ada empat jenis propaganda:

Propaganda melalui kata-kata tertulis (the written word)

Propaganda melalui kata yang di ucapkan ( the spoken word )

Propaganda melalui pawai massa ( mass marches )

Propaganda melalui pertemuan budaya ( cultural gatherings )

TeknikTeknik Propaganda

Dalam praktek propaganda di temukan ratusan metode untuk menyebarluaskan ide- ide dan pikiran yang di kontrol oleh propagandis, tetapi pada akhirnya teknik itu secara kasar dapat di golongkan menjadi beberapa kategori yang tumpang- tindih.berikut di kemukakan beberapa teknik utama. Yaitu :

Takut nama baik tercemar

Mengembalikan nama baik

Daya tarik pada kewenangan manusia

Daya tarik persuasi dari individu

Pesona pada efek pesan

The bandwagon

Card- stacking

Titillation and teasing

Pengalihan Perhatian/Pengalihan isu/Distraksi (Distraction)

​Distraksi/distraction adalah agitasi ekstrim pikiran atau emosi ,Hal yang mencegah seseorang untuk memperhatikan penuh pada satu masalah/isu. Contoh distraksi dalam keluarga adalah seorang ibu/ayah yang mengalihkan perhatian anak agar tidak jajan makanan sembarangan dengan mengajak anak melihat kucing atau bermain kuda-kudaan. 

Distraksi dalam dunia politik adalah bagian dari propaganda dalam kampanye  untuk menutupi hal-hal negatif baik nyata maupun fitnah (Hoax) yang bisa meruntuhkan kredibilitas tokoh politik atau partai. 

Di era Digital ini propaganda distraksi ( https://fajarzone2015.wordpress.com/2017/08/26/kampanye-propaganda/ ) merambah ke ruang-ruang maya semakin cepat  ,intens, dan semakin berwarna dengan meme atau diagram. 

Halusinasi, Narkotika dan Hubungannya dengan Penyakit Kejiwaan

​Pengertian

Narkotika menurut UU No. 22 tahun 1997 : Zat/obat yang berasal dari tanaman/ bukan tanaman, baik sintetis/ semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan/ perubahan kesadaran, mengurangi hingga menghilangkan rasa sakit dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Psikotropika menurut UU No. 5 tahun 1997 : Zat/obat baik yang alamiah maupun sintetis yang bukan termasuk narkotika dengan khasiat psikoaktif melalui pengaruh pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.

Zat-zat Adiktif : Zat-zat yang tidak termasuk narkotika maupun psikotropika namun dapat menimbulkan ketergantungan.

Semua istilah ini, baik “narkoba” ataupun “napza”, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalah artikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.

Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan Tubuh Manusia

Bahaya narkoba bagi kesehatan memang banyak sekali melebihi bahaya merokok, berbagai penyakit dan kecanduan serta disfungsi berbagai organ tubuh yang mematikan siap mengintai.

Merusak Fungsi Hati

Sangat jelas narkoba dan berbagai jenis obatan dalam dosis berlebihan apalagi yang membuat kecanduan kemungkinan besar akan merusak fungsi hati manusia dan fungsi ginjal. Kecanduan dan konsumsi narkoba secara berlebihan akan menyebabkan penyakit hati seperti sirosis hati yang mematikan. Disfungsi dan kegagalan fungsi hati juga dapat terjadi untuk penggunaan jangka panjang.

Narkoba berbahaya bagi paru paru

Narkoba dapat menyebabkan jaringan yang ada di paru paru dapat menjadi lebih tebal yang dapat menyebabkan sulit untuk bernafas. Sel yang ada di syaraf paru paru dapat menjadi rusak karena zat yang terkandung dalam narkotika yang dibawa melalui darah.

Narkoba Berbahaya Bagi Jantung

Narkoba dan sejenisnya akan larut dalam darah yang tentunya di pompa oleh jantung, zat tersebut akan merusak jaringan dan kinerja jantung. Dampak paling berbahaya adalah kegagalan fungsi jantung yang dapat menyebabkan kematian yang disebabkan oleh infeksi pada otot jantung dan pembuluh darah.

Bahaya narkoba untuk kesehatan reproduksi

Sama halnya seperti merokok, narkoba juga sangat berbahaya terhadap organ reproduksi. Narkoba dapat menyebabkan penurunan hormon reproduksi dan penurunan fungsi seksual.

Narkoba Merusak Fungsi Syaraf

Kerusakan system syaraf yang disebabkan oleh narkoba dapat membuat orang kejang kejang, pikirannya melayang, dan tidak memiliki kesadaran yang penuh terhadap dirinya. Kerusakan syaraf yang ditimbulkan oleh antara lain putusnya syaraf yang menyebabkan penggunanya lebih pasif

Gangguan Haid

Pada remaja khususnya perempuan, penyalah gunaan narkoba dapat menyebabkan kelainan pada masa haid seperti haid tidak teratur dan bahkan dapat menyebabkan tidak mendapatkan haid atau amenorhoe.

Hubungan Narkoba dan Halusinasi dengan Penyakit Kejiwaan

Fenomena halusinasi merupakan persepsi yang Abnormal pada individu dimana ia sadar dan terjaga akan tetapi tanpa adanya stimulus pada reseptor panca indera yang nyata diluar dirinya. Halusinasi, dengan kata lain persepsi tanpa objek yang jelas. Halusinasi biasanya dijumpai pada para pengguna obat-obatan dan narkoba. Penggunaan kokain, LSD, dan berbagai jenis turunan amphetamine dapat juga memicu munculnya halusinasi. Bahkan pada kasus penggunaan marijuana (ganja) dapat memunculkan halusinasi secara visual. Pemakaian narkotika seperti kokain dapat menimbulkan halusninasi auditorik, sama halnya dalam kasus halusinasi yang dialami oleh penderita schizophrenia dan gangguan psikotik lainnya.

Selain pada orang yang mengkonsumsi narkoba. Dalam beberapa kasus, halusinasi dapat terjadi pada orang-orang normal selain pada kondisi yang disebutkan diatas, misalnya pada kasus kematian orang yang sangat dicintainya, subyek berhalusinasi bahwa ia dapat melihat orang yang dicintainya itu pada suatu waktu, beranggapan ia masih hidup atau bertemu, meninggalkan pesan dan sebagainya. Kasus lainnya halusinasi dapat terjadi pada saat pergantian antara waktu tidur dan waktu bangun. Hal ini disebut halusinasi hypnagogik.

Bermacam-macam bentuk halusinasi:

1.Halusinasi auditorik (pendengaran)

Halusinasi ini sering berbentuk:

(a) Akosama, yaitu suara-suara kebisingan tanpa dapat dibedakan makna secara jelas.

(b) Phonema, yaitu suara-suara dari manusia berupa kalimat. Penderita mendengar kalimat-kalimat secara jelas atau potongan kalimat (kata) tertentu saja

2..Halusinasi visual (penglihatan)

Penderita melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Halusinasi penderita psikotik dan schizophrenia menimbulkan ketakutan luar biasa. Individu merasa dirinya terancam karena “melihat” orang-orang yang ingin membunuhnya, mencari atau menangkapnya. Halusinasi ini kadang juga dalam bentuk cahaya.

3. Halusinasi olfaktorik (pembauan)

Penderita merasa mencium sesuatu yang tidak dia sukai.

4. Halusinasi gustatorik (pengecap)

Halusinasi ini sangat jarang dilaporkan atau dijumpai. Individu mengecap sesuatu yang tidak disukainya, pada penderita schizophrenia berprilaku meludah secara terus menerus karena merasakan yang tidak disukainya.

5. Halusinasi taktil (perabaan)

Halusinasi ini sering dijumpai pada pecandu narkotika dan obat terlarang.

6. Halusinasi (haptik)

Halusinasi ini biasanya beriringan dengan halusinasi taktil dimana seolah-olah tubuh penderita bersentuhan secara fisik dengan individu atau benda lain. Seringkali halusinasi haptik ini bercorak seksual, dan sangat sering dijumpai pada pecandu narkoba.

7. Halusinasi kinestetik

Penderita merasa bahwa anggota tubuhnya terlepas dari tubuhnya, mengalami perubahan bentuk, dan bergerak sendiri. Hal ini sering terjadi pada penderita schizophrenia dan pecandu narkoba.

8. Halusinasi autoskopi

Penderita seolah-olah melihat dirinya sendiri berdiri dihadapannya.

9. Halusinasi mikrokospik

Beberapa gangguan kecemasan seperti obsesif kompulsif merasakan sesuatu yang bergerak-gerak (seperti; kuman, bakteri, insekta) diatas kulitnya.Beberapa kondisi yang memungkinkan halusinasi.

1. Demam tinggi

2. Keracunan atau penggunaan marijuana (ganja), LSD, Kokain Amphetamine dan turunannya, heroin, dan alcohol

3. Demensia atau delirium

4. Kerusakan panca indera seperti kebutaan dan tuli

5. Beberapa kondisi medis seperti kegagalan hati, kanker otak

6. Kondisi psikiatrik seperti schizophrenia, depresi dengan psikotik, dan PTSD (post-traumatic stress disorder)

Jika kita menelaah penjelasan diatas, bahwa efek dari pemakaian narkoba bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi berhalusinasi dan halusinasi

adalah merupakan ciri-ciri umum penderita schizophrenia, schizophrenia merupakan salah satu gangguan kejiwaan yang paling berbahaya yaitu gangguan psikologis/ kejiwaan yang disebabkan

oleh kelainan secara kimiawi pada otak. Yang pada akhirnya mengganggu fungsi sistemik dan impuls syaraf otak. Kondisi ini mengakibatkan kegagalan fungsi otak dalam mengolah informasi

dari dan ke panca indera, sehingga timbul proyeksi yang tidak seharusnya. Dan untuk penyembuhan penyakit kejiwaan ini perlu pengobatan yang intensif, dan sebaiknya segera dibawa ke

psikiater dan psikolog atau klinik jiwa yang terpecaya untuk mendapatkan penanganan yang lebih serius.

Kemenangan Besar bagi Para Auliya & Muttaqin (Semoga Kita termasuk Orang yang dikehendaki Allah Beriman )

Apa kata dunia? Begitu tanya kita kaum yang lebih mementingkan kehidupan dunia ,apa saja diukur dalam standar dunia yang fana, materialisme yang memabukkan bagi sebagian orang & membingungkan bagi sebagian yang lain. Tapi bagi para Nabi, wali & kaum Muttaqin dunia hanyalah tempat berubudiyah kepada Allah, tak ada yang lebih penting dari ketaatan mereka kepada Allah, pengabdian & kecintaan, merekalah yang mewarisi rahmat Allah paling besar lebih dari sekedar surga. 

Yunus, ayat 62-64

{أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ (62) الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (63) لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (64) }

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.

Allah Swt. memberitahukan bahwa kekasih-kekasih-Nya adalah mereka yang beriman dan bertakwa, seperti yang ditafsirkan oleh banyak ulama. Dengan demikian, setiap orang yang bertakwa adalah wali (kekasih) Allah. Maka:

{لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ}

tidak ada kekhawatiran terhadap mereka.(Yunus: 62)

dalam menghadapi masa mendatangnya, yaitu kengerian-kengerian dan hal-hal yang sangat menakutkan di hari akhirat nanti.

{وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ}

dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Yunus: 62)

terhadap apa yang ada di belakang mereka di dunia. Abdullah ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf telah mengatakan bahwa wali-wali Allah adalah orang-orang yang apabila terbersit perasaan riya dalam hati mereka, maka mereka segera ingat kepada Allah.

Hal ini telah disebutkan di dalam sebuah hadis marfu’, diriwayatkan oleh Imam Al-Bazzar. Disebutkan bahwa:

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَرْب الرَّازِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سَابِقٍ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَشْعَرِيُّ -وَهُوَ الْقُمِّيُّ -عَنْ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي الْمُغِيرَةِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَوْلِيَاءُ اللَّهِ؟ قَالَ: “الَّذِينَ إِذَا رءُوا ذُكر اللَّهُ”

telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Harb Ar-Razi, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Sa’id ibnu Sabiq, telah menceritakan kepada kami Ya’qub ibnu Abdullah Al-Asy’ari (yaitu Al-Oummi), dari Ja’far ibnu Abul Mugirah, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa pernah seorang lelaki bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah wali-wali Allah itu? Maka Rasulullah Saw. menjawab: Yaitu orang-orang yang apabila terbersit rasa riya dalam hatinya, maka segera ia ingat kepada Allah.

Kemudian Imam Al-Bazzar mengatakan bahwa hadis ini telah di­riwayatkan dari Sa’id secara mursal.

وَقَالَ ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنَا أَبُو هِشَامٍ الرِّفاعي، حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ، عَنْ أَبِي زُرْعَة بْنِ عَمْرِو بْنِ جَرِيرٍ البَجَلي، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ عِبَادًا يَغْبِطُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ وَالشُّهَدَاءُ”. قِيلَ: مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ لَعَلَّنَا نُحِبُّهُمْ. قَالَ: “هُمْ قَوْمٌ تَحَابُّوا فِي اللَّهِ مِنْ غَيْرِ أَمْوَالٍ وَلَا أَنْسَابٍ، وُجُوهُهُمْ نُورٌ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ، لَا يَخَافُونَ إِذَا خَافَ النَّاسُ، وَلَا يَحْزَنُونَ إِذَا حَزِنَ النَّاسُ”. ثُمَّ قَرَأَ: {أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ}

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Hisyam Ar-Rifa’i, telah menceritakan kepada kami Abu Fudail, telah mencerita­kan kepada kami ayahku. dari Imarah ibnul Qa”qa’, dari Abu Zur’ah, dari Amr ibnu Jarir Al-Bajali, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat banyak hamba yang para nabi dan para syuhada merasa iri melihat mereka. Ketika ditanyakan, “Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah? Mudah-mudahan kami dapat mencintai mereka.” Rasulullah Saw. bersabda: Mereka adalah suatu kaum yang saling mengasihi karena Allah tanpa ada harta benda dan tanpa nasab (keturunan di antara sesama mereka), wajah mereka bercahaya berada di atas mimbar-mimbar dari nur (cahaya). Mereka tidak merasa khawatir di saat manusia dicekam oleh kekhawatiran, mereka pun tidak bersedih hati di saat manusia bersedih hati.Kemudian Rasulullah Saw. membacakan firman-Nya: Ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yunus: 62)

Imam Abu Daud meriwayatkannya pula melalui hadis Jarir. dari Imarah ibnul Qa’qa’ dari Abu Zur’ah. dari Amr ibnu Jarir. dari Umar ibnul Khattab r.a., dari Nabi Saw. dengan lafaz yang semisal.

Sanad hadis ini pun termasuk jayyid,hanya di dalam sanadnya terdapat inqita‘ (mata rantai urutan sanad yang terputus) antara Abu Zur’ah dan Umar ibnul Khattab r.a.

وَفِي حَدِيثِ الْإِمَامِ أَحْمَدَ، عَنْ أَبِي النَّضِرِ، عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ بَهْرَام، عَنْ شَهْر بْنِ حَوْشَب، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ غَنْم، عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “يَأْتِي مِنْ أَفْنَاءِ النَّاسِ وَنَوَازِعِ الْقَبَائِلِ قَوْمٌ لَمْ تَتَّصِلْ بَيْنَهُمْ أَرْحَامٌ مُتَقَارِبَةٌ، تَحَابُّوا فِي اللَّهِ، وَتَصَافَوْا فِي اللَّهِ، يَضَعُ اللَّهُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ، فَيُجْلِسُهُمْ عَلَيْهَا، يَفْزَعُ النَّاسُ وَلَا يَفْزَعُونَ، وَهُمْ أَوْلِيَاءُ اللَّهِ، الَّذِينَ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ”. وَالْحَدِيثُ مُتَطَوِّلٌ.

Di dalam hadis Imam Ahmad, dari Abun Nadhr, dari Abdul Hamid ibnu Bahram, dari Syahr ibnu Hausyab. dari Abdur Rahman ibnu Ghanam, dari Abu Malik Al-Asy’ari disebutkan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Kelak akan datang dari golongan-golongan manusia dan puak-puak kabilah suatu kaum yang di antara sesama mereka tidak ada hubungan rahim kekerabatan, tetapi mereka saling mengasihi karena Allah dan saling berikhlas diri karena Allah. Kelak di hari kiamat Allah meletakkan mimbar-mimbar dari nur buat mereka, lalu mendudukkan mereka di atasnya. Semua manusia merasa khawatir, tetapi mereka tidak khawatir. Mereka adalah wali-wali Allah yang tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ ذَكْوَان أَبِي صَالِحٍ، عَنْ رَجُلٍ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَوْلِهِ: {لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ} قَالَ: “الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ يَرَاهَا الْمُسْلِمُ، أَوْ تُرى لَهُ”.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Al-A’masy, dari Zakwan ibnu Abu Saleh, dari seorang lelaki, dari Abu Darda r.a., dari Nabi Saw. sehubungan dengan makna firman-Nya: Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. (Yunus: 64) Nabi Saw. bersabda menerangkan hal tersebut: Mimpi yang baik yang dilihat oleh seorang muslim atau mimpi yang baik yang diperlihatkan kepadanya.

قَالَ ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنِي أَبُو السَّائِبِ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ مِصْرَ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ فِي قَوْلِهِ: {لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ} قَالَ: سَأَلَ رَجُلٌ أَبَا الدَّرْدَاءِ عَنْ هَذِهِ الْآيَةِ، فَقَالَ: لَقَدْ سَأَلْتُ عَنْ شَيْءٍ مَا سمعتُ [أَحَدًا] سَأَلَ عَنْهُ بَعْدَ رَجُلٍ سَأَلَ عَنْهُ رسولَ اللَّهِ، فَقَالَ: “هِيَ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ يَرَاهَا الرَّجُلُ الْمُسْلِمُ، أَوْ تُرَى لَهُ، بُشْرَاهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا، وَبُشْرَاهُ فِي الْآخِرَةِ [الْجَنَّةُ]

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abus Saib, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, dari Al-A’masy, dari Abu Saleh, dari Ata ibnu Yasar, dari seorang lelaki dari kalangan penduduk Mesir, dari Abu Darda sehubungan dengan makna firman-Nya: Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. (Yunus: 64); Bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Abu Darda mengenai makna ayat ini, lalu Abu Darda menjawab, “Sesungguhnya engkau telah menanyakan sesuatu yang belum pernah aku dengar ada seseorang menanyakannya selain seorang lelaki yang pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. tentangnya. Maka Rasulullah Saw. menjawab: ‘Hal itu berupa mimpi yang baik yang dilihat oleh seorang muslim atau mimpi baik yang diperlihatkan kepadanya, sebagai berita gembira buatnya dalam kehidupan di dunia, sedangkan berita gembira untuknya dalam kehidupan di akhirat adalah surga’.”

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya dari Sufyan, dari Ibnul Munkadir, dari Ata ibnu Yasar, dari seorang ulama dari kalangan penduduk Mesir, bahwa ia bertanya kepada Abu Darda mengenai makna ayat ini, kemudian disebutkan hadis yang semisal dengan hadis di atas.

Kemudian Ibnu Jarir mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Al-Musanna, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Minhal, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Zaid, dari Asim ibnu Bahdalah, dari Abu Saleh yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Darda ditanya mengenai makna ayat ini, yaitu firman-Nya: Orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa, bagi mereka berita gembira. (Yunus: 63-64) Lalu disebutkan hadis yang semisal dengan hadis di atas.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَفَّانُ، حَدَّثَنَا أَبَانٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ؛ أَنَّهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ قَوْلَ اللَّهِ تَعَالَى: {لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ} ؟ فَقَالَ: “لَقَدْ سَأَلْتَنِي عَنْ شَيْءٍ مَا سَأَلَنِي عَنْهُ أَحَدٌ مِنْ أُمَّتِي -أَوْ: أَحَدٌ قَبْلَكَ” قَالَ: “تِلْكَ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ، يَرَاهَا الرَّجُلُ الصَّالِحُ أَوْ تُرَى لَهُ”

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Aban, telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Abu Salamah, dari Ubadah ibnus Samit; ia pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang makna firman-Nya: Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat.(Yunus: 64) Maka Rasulullah Saw. bersabda: Sesungguhnya kamu menanyakan sesuatu kepadaku yang belum pernah ditanyakan dari kalangan umatku atau tiada seoran pun yang menanyakannya sebelum kamu; itu adalah mimpi yang baik­ yang dilihat seseorang atau diperlihatkan kepadanya.

Demikian pula Abu Daud Attayalisi meriwayatkannya dari Imran Alqattan, dari Yahya Ibnu Abu Kasir dengan sanad yang sama, juga Al-Auza’i meriwayatkannya dari Yahya Ibnu Abu Kasir, lalu menyebutkan hadis tersebut. Dan Ali ibnuI-Mubarak meriwayatkannya dari Yahya, dari Abu Salamah yang mengatakan; telah menceritakan kepada kami. dari Ubadah ibnu Samit; Ia pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. mengenai ayat ini, lalu Ubadah menyebutkan ayatnya.

قَالَ ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنِي أَبُو حُمَيْدٍ الحِمْصيّ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عَبْدٍ الأحْمُوسي، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْمُزَنِيِّ قَالَ: أَتَى رَجُلٌ عُبَادَةَ بْنَ الصَّامِتِ فَقَالَ: آيَةٌ فِي كِتَابِ اللَّهِ أَسْأَلُكَ عَنْهَا، قول الله تعالى: {لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا} ؟ فَقَالَ عُبَادَةُ: مَا سَأَلَنِي عَنْهَا أَحَدٌ قَبْلَكَ، سَأَلْتُ عَنْهَا نَبِيَّ اللَّهِ فَقَالَ مِثْلَ ذَلِكَ: “مَا سَأَلَنِي عَنْهَا أَحَدٌ قَبْلَكَ، الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ، يَرَاهَا الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ فِي الْمَنَامِ أَوْ تُرَى لَهُ”

Ibnu Jarir meriwayatkan, telah menceritakan kepadaku Abu Hamid Al-Himsi. telah menceritakan kepada kami Yahya Ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Amr ibnu Abdul Akhmusyi, dari Hamid ibnu Abdullah Al-Muzni, ia mengatakan bahwa seorang laki-laki datang kepada Ubadah ibnus-Samit, lalu berkata, “Ada suatu ayat Al-Qur’an yang akan aku tanyakan kepadamu yaitu firman-Nya: Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia. (Yunus: 64); Ubadah ibnus-Samit menjawab, “Tiada seorang pun yang menanyakan­nya sebelum kamu, aku pernah menanyakannya kepada Nabi dan beliau mengatakan hal yang sama. yaitu: Tiada seorang pun yang menanyakannya sebelum kamu, bahwa berita gembira itu adalah mimpi yang baik yang dilihat oleh seorang hamba mukmin dalam tidurnya atau diperlihatkan kepadanya.

ثُمَّ رَوَاهُ مِنْ حَدِيثِ مُوسَى بْنِ عُبَيْدَةَ، عَنْ أَيُّوبَ بْنِ خَالِدٍ بْنِ صَفْوان، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ؛ أَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ} فَقَدْ عَرَفْنَا بُشْرَى الْآخِرَةِ الْجَنَّةُ، فَمَا بُشْرَى الدُّنْيَا؟ قَالَ: “الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ يَرَاهَا الْعَبْدُ أَوْ تُرَى لَهُ، وَهِيَ جُزْءٌ مِنْ أَرْبَعَةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا أَوْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ”

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya dari hadis Musa ibnu Ubadah, dari Ayyub ibnu Khalid ibnu Safwan, dari Ubadah ibnu Samit; ia pernah berkata kepada Rasulullah Saw. mengenai firman-Nya:Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. (Yunus: 64) Ia mengatakan, “Kami telah mengetahui bahwa berita gembira di akhirat adalah surga, maka apakah yang dimaksud dengan berita gembira di dunia?” Rasulullah Saw. bersabda: Mimpi yang baik yang dilihat oleh seorang hamba atau yang diperlihatkan kepadanya. Mimpi yang baik itu merupakan suatu bagian dari empat puluh empat atau tujuh puluh bagian dari kenabian.

قَالَ [الْإِمَامُ] أَحْمَدُ أَيْضًا: حَدَّثَنَا بَهْز، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، حَدَّثَنَا أَبُو عِمْرَانَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ؛ أَنَّهُ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، الرَّجُلُ يَعْمَلُ الْعَمَلَ فَيَحْمَدُهُ النَّاسُ عَلَيْهِ، وَيُثْنُونَ عَلَيْهِ بِهِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “تِلْكَ عَاجِلُ بُشْرَى الْمُؤْمِنِ”.

Imam Ahmad mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Bahz, telah menceritakan kepada kami Hammad, telah menceritakan kepada kami Abu Imran, dari Abdullah ibnus Samit, dari Abu Zar, bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah dengan seorang lelaki yang melakukan amalnya, lalu mendapat pujian dari manusia dan sanjungan mereka kepadanya atas amalnya itu?” Maka Rasulullah Saw. menjawab: Hal itu adalah berita gembira yang disegerakan untuk orang mukmin.

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.

قَالَ أَحْمَدُ أَيْضًا: حَدَّثَنَا حَسَنٌ -يَعْنِي الْأَشْيَبَ -حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعة، حَدَّثَنَا دَرَّاج، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْر، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: {لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ} قَالَ: “الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ يُبَشَّرُهَا الْمُؤْمِنُ، هِيَ جُزْءٌ مِنْ تِسْعَةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ، فَمَنْ رَأَى [ذَلِكَ] فَلْيُخْبِرْ بِهَا، وَمَنْ رَأَى سِوَى ذَلِكَ فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ ليَحْزُنه، فَلْيَنْفُثْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا، وَلِيُكَبِّرْ وَلَا يُخْبِرْ بِهَا أَحَدًا”

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Hasan (yakni Al-Asy-yab), telah menceritakan kepada kami Ibnu kahi’ah. telah menceritakan kepada kami Daraj dari Abdur Rahman ibnu Jubair, dari Abdullah ibnu Amr, dari Rasulullah Saw. Disebutkan bahwa Rasulullah Saw. membacakan firman-Nya: Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia (Yunus: 64) Lalu beliau Saw. bersabda: Mimpi yang baik yang disampaikan kepada seorang mukmin sebagai berita gembira baginya adalah suatu bagian dari empat puluh sembilan bagian dari kenabian. Maka barang siapa yang melihat hal itu dalam mimpinya, hendaklah ia menceritakannya. Dan barang siapa yang melihat selain itu, maka sesungguhnya hal itu hanyalah dari setan dengan maksud untuk membuatnya bersedih hati. Untuk itu hendaklah ia meludah ke arah kirinya sebanyak tiga kali seraya bertakbir, dan janganlah ia menceritakan hal itu kepada seorang pun.

Para ahli hadis lainnya tidak mengetengahkannya.

قَالَ ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنِي يُونُسُ، أَنْبَأَنَا ابْنُ وَهْب، حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، أَنَّ دَرَّاجا أَبَا السَّمْحِ حَدَّثَهُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْر، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: {لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا} الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ يبشَّرها الْمُؤْمِنُ، جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ”.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepada­ku Amr ibnul Haris, bahwa Darij alias Abus Samah pernah menceritakan kepadanya hadis berikut dari Abdur Rahman ibnu Jubair, dari Abdullah ibnu Amr, dari Rasulullah Saw. Disebutkan bahwa Rasulullah Saw. membacakan firman-Nya: Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia(Yunus: 64)’ Lalu beliau Saw. bersabda:Mimpi yang baik yang diperlihatkan kepada orang mukmin sebagai berita gembira untuknya adalah suatu bagian dari empat puluh enam bagian dari kenabian.

قَالَ أَيْضًا ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي حَاتِمٍ المؤدَّب، حَدَّثَنَا عَمَّارُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ} قال: “هي فِي الدُّنْيَا الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ، يَرَاهَا الْعَبْدُ أَوْ تُرَى لَهُ، وَهِيَ فِي الْآخِرَةِ الْجَنَّةُ”.

Ibnu Jarir mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abu Hatim Al-Mu-addib. telah menceritakan kepada kami Ammar ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah. dari Nabi Saw. sehubungan dengan firman-Nya: Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan(dalam kehidupan) di akhirat. (Yunus: 64) Lalu beliau Saw. bersabda: Di dunia berupa mimpi yang baik yang dilihat oleh seorang hamba atau diperlihatkan kepadanya, sedangkan di akhirat berita gembira itu adalah surga.

Kemudian Imam Ibnu Jarir meriwayatkannya pula dari Abu Kuraib, dari Abu Bakar ibnu Ayyasy, dari Abu Husain, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa mimpi yang baik adalah berita gembira dari Allah, dan mimpi yang baik itu merupakan salah satu dari kabar gembira. Demikianlah riwayatnya dari jalur ini secara mauquf.

قَالَ أَيْضًا: حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْب، حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ، حَدَّثَنَا هِشَامٍ، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “الرُّؤْيَا الْحَسَنَةُ هِيَ الْبُشْرَى، يَرَاهَا الْمُسْلِمُ أَوْ تُرَى لَهُ”

Ibnu Jarir mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar, telah menceritakan kepada kami Hisyam, dari Ibnu Sirin, dari Abu Hurairah yang mengata­kan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: Mimpi yang baik adalah berita gembira yang dilihat oleh orang muslim atau diperlihatkan kepadanya.

قَالَ ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ حَمَّادٍ الدُّولابي، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي يَزِيدَ، عَنِ أَبِيهِ، عَنْ سِبَاع بْنِ ثَابِتٍ، عَنْ أُمِّ كُرْز الْكَعْبِيَّةِ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: “ذَهَبَتِ النُّبُوَّةُ، وَبَقِيَتِ الْمُبَشِّرَاتُ”.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ahmad ibnu Hammad Ad-Daulabi. telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ubaidillah ibnu Abu Yazid, dari ayahnya, dari Siba’ ibnu Sabit, dari Ummu Kuraiz Al-Ka’biyyah, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Kenabian telah tiada, dan yang masih ada adalah berita-berita gembira (mimpi-mimpi yang baik).

Hal yang sama telah diriwayatkan bersumber dari Ibnu Mas’ud, Abu Hurairah, Ibnu Abbas, Mujahid, Urwah ibnuz Zubair, Yahya ibnu Abu Kasir. Ibrahim An-Nakha’i. Ata ibnu Abu Rabah. dan lain-lainnya, bahwa mereka menafsirkan hal tersebut dengan arti mimpi yang baik.

Menurut pendapat lain. hal itu merupakan berita gembira dari para malaikat buat orang mukmin di saat menjelang ajalnya, yaitu dengan menampakkan surga dan ampunan kepadanya, seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya:

{إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنزلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ}

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah, ” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), “Jangan­lah kalian merasa takut dan janganlah kalian merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian.” Kamilah Pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kalian memperoleh apa yang kalian inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kalian minta. Sebagai hidangan (bagi kalian) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Fushshilat: 30-32)

Di dalam hadis Al-Barra r.a. disebutkan:

“أَنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا حَضَرَهُ الْمَوْتُ، جَاءَهُ مَلَائِكَةٌ بِيضُ الْوُجُوهِ، بِيضُ الثِّيَابِ، فَقَالُوا: اخْرُجِي أَيَّتُهَا الرُّوحُ الطَّيِّبَةُ إِلَى رَوْحٍ وَرَيْحَانٍ، وَرَبٍّ غَيْرِ غَضْبَانَ. فَتَخْرُجُ مِنْ فَمِهِ، كَمَا تَسِيلُ الْقَطْرَةُ مِنْ فَمِ السِّقَاءِ”.

bahwa seorang mukmin itu apabila ajalnya telah habis, maka para malaikat yang berwajah putih datang kepadanya dengan berpakaian serba putih, lalu mereka mengata­kan, “Keluarlah, hai roh yang baik, untuk menuju kepada ketenteraman dan rezeki serta Tuhan yang tidak murka!” Maka keluarlah rohnya dari mulutnya, sebagaimana tetesan air keluar mengalir dari mulut wadah minuman.

Adapun mengenai berita gembira bagi mereka di akhirat, maka hal ini adalah seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya.

{لَا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الأكْبَرُ وَتَتَلَقَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ هَذَا يَوْمُكُمُ الَّذِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ}

Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat) dan mereka disambut oleh para malaikat. (Para malaikat berkata), “Inilah hari kalian yang telah dijanjikan kepada kalian.” (Al-Anbiya: 103)

{يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ}

(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan sedangkan cahaya mereka bersinar di hadapan dan sebelah kanan mereka,(dikatakan kepada mereka), “Pada hari ini ada berita gembira untuk kalian, (yaitu)surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kalian kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.” (Al-Hadid: 12)

Adapun firman Allah Swt.

{لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ}

Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat(janji-janji) Allah. (Yunus: 64)

Maksudnya, janji ini tidak akan diubah, tidak akan diingkari, dan tidak akan diganti; bahkan ditetapkan, dikukuhkan, dan pasti akan terjadi.

{ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ}

Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (Yunus: 64)

Dan menjadikan manusia sebagai Nabi,Para Wali atau Orang Beriman adalah Hak Allah

Yunus, ayat 99-100

{وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لآمَنَ مَنْ فِي الأرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّى يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ (99) وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تُؤْمِنَ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ (100) }

Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu(hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

Firman Allah Swt.:

{وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ}

Dan jikalau Tuhanmu menghendaki.(Yunus: 99)

hai Muhammad, niscaya Dia mengizinkan seluruh penduduk bumi untuk beriman kepada apa yang disampaikan olehmu kepada mereka, lalu me­reka beriman semuanya. Akan tetapi, hanya Allah-lah yang mengetahui hikmah dalam semua apa yang dilakukan-Nya. Pengertiannya semakna dengan ayat lain yang disebutkan melalui firman-Nya:

{وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ إِلا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ}

Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu(keputusan-Nya) telah ditetapkan; sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (Hud: 118-119)

{أَفَلَمْ يَيْأَسِ الَّذِينَ آمَنُوا أَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَهَدَى النَّاسَ جَمِيعًا}

Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman),tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. (Ar-Ra’d: 31)

Karena itulah dalam ayat (surat) ini disebutkan oleh firman-Nya:

{أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ}

Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia. (Yunus: 99)

Yakni kamu paksa dan kamu tindas mereka.

{حَتَّى يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ}

supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya. (Yunus: 99)

Tidak ada hak bagimu melakukan hal itu, dan hal itu bukanlah diserahkan kepadamu melainkan hanya kepada Allah.

Sama halnya dengan firman-firman Allah Swt. berikut ini:

{يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ فَلا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ}

Dia menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya, maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka.(Fathir: 8)

{لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ}

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. (Al-Baqarah: 272)

{لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَلا يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ}

Boleh jadi kamu (Muhammad)membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman. (Asy-Syu’ara: 3)

{إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ}

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu sukai. (Al-Qashash: 56)

{فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلاغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ}

karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka. (Ar-Ra’d: 40)

{فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصيْطِرٍ}

Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan, kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka. (Al-Gasyiyah: 21-22)

Dan masih banyak ayat-ayat lainnya yang menunjukkan bahwa Allah Swt. Maha Memperbuat segala apa yang dikehendaki-Nya, Yang menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya, Yang menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya, disebabkan pengetahuan, hikmah, dan keadilan-Nya.

{وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تُؤْمِنَ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ}

Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan. (Yunus: 100)

Yang dimaksud dengan ar-raijs ialah kerusakan dan kesesatan.

{عَلَى الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ}

kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. (Yunus: 100)

Yakni tidak mempergunakan akalnya untuk memikirkan hujah-hujah dan dalil-dalil Allah. Allah Mahaadil dalam melakukan hal tersebut, yaitu dalam memberi petunjuk kepada orang yang ditunjuki-Nya dan menyesatkan orang yang disesatkan-Nya.

8 Ilmuwan yang Dikejutkan oleh Kebenaran Alquran

​REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Paham filsafat itu baik, yang tak baik adalah menempatkannya di atas segalanya. Seorang filosof adalah dia yang mencari kebenaran, keutuhan, keharmonisan, dan kedamaian dengan caranya. Dengan kelurusannya mereka menemukan resonansi, angka-angka, etika dan estetika yang dengan sendirinya harmonis dengan sifat dan sikapnya. Dengan itu, lahirlah para ilmuwan mengagumkan.

Dalam perkembangannya hingga pada abad ke-19 dan 20, masih banyak ilmuwan Barat yang masih bersusah payah menolak kebenaran adanya tuhan dan agama; menolak risalah Alquran dan Injil. Para ilmuwan kenamaan dunia itu hanya hidup di atas nama ilmu pengetahuan yang mereka anggap serba ilmiah, dan dihasilkan dari sebuah penelitian massif.

Namun, secara tidak sengaja mereka menemukan keajaiban-keajaiban yang tersembunyi, sesuatu yang kemudian membuka mata hati mereka kepada tuhan, maka munculnya teori Big Bang pada 1929 yang membuka mata rantai antara sains dan ketuhanan. Tulisan ini akan mengulas bagaimana para ilmuwan Barat menemukan keajaiban agama, khususnya rasa takjub mereka terhadap Alquran dan Nabi Muhammad SAW.

“Alquran adalah kitab penuh dengan mukjizat, literatur bahasa arab terbaik dan sesuai dengan sains. Mungkin di masa depan zamannya berbeda lagi. Tidak seperti sekarang yang seakan kebenaran selalu diukur dengan sains dan teknologi. Tapi bagaimanapun kondisi masa depan, maka Alquran sebagai firman Tuhan akan membuktikan kebenaran dirinya,” begitu kata cendekiawan Muslim, Dr Zakir Naik, ketika ditanya oleh Rahul, seorang Hindu dari India mengenai kitab agama mana yang paling ilmiah. (Transkripsi video dari Youtube oleh Baitul Maqdis, 2015).

Uangkapan Zakir Naik tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam Alquran. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (Qs: Al-Hijr: 9).

Berikut ini adalah 8 Ilmuwan yang dibuat kagum oleh kandungan AlQuran :

1. Prof. Yoshihide Kozai

Dia adalah seorang Direktur Gunma Astronomical Observatory, mantan direktur National Astronomical Observatory of Japan. Dia menghabiskan hampir separuh hidupnya untuk meneliti dinamika langit hingga dikenal sebagai Mekanisme Kozai. Mekanisme ini menggambarkan titik orbit asteroid, yang sekarang digunakan dalam studi tabrakan galaksi dan exoplanets.
Dalam pengamatannya terhadap pembentukan bintang, dia berasumsi bahwa bintang terbentuk dari asap. Asap berkumpul di bagian luar yang terlihat kemerah-merahan sebagai awal dari kumpulan panas. Asap yang berkumpul dengan kepadatannya yang tinggi menghasilkan sinar. Karena itu, bintang yang bersinar seperti yang kita lihat sekarang terbentuk dari asap yang menghiasi alam semesta.

Para ilmuan lain menyatakan itu adalah asap yang berkabut. Namun Kozai mengatakan kabut tidaklah cocok untuk menggambarkan asap tersebut, sebab kabut memiliki sifat dingin yang khas dingin, sedangkan asap kosmis agak panas.

Bertemulah Kozai dengan Sheikh Abdul-Majeed A. Zindani yang menyajikan sejumlah ayat Alquran yang menjelaskan awal mula alam semesta dan langit, serta hubungan bumi dan langit.

“Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: Datanglah kamu: Keduanya menuruti perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa, keduanya menjawab: Kami datang dengan suka hati.” (QS Fushshilat: 11).

Ayat itu membuat Kozai heran sekaligus takjub, apalagi setelah mengatahui bahwa Alquran diturunkan pada 1400 tahun yang lalu. Menurut dia, Alquran menggambarkan alam semesta seperti yang terlihat dari titik pengamatan tertinggi.

“Saya sangat terkesan dengan menemukan fakta-fakta astronomi yang benar dalam Alquran, dan bagi kami para astronom modern yang telah mempelajari potongan-potongan yang sangat kecil dari semesta. Kami telah memusatkan upaya kami untuk memahami bagian yang sangat kecil. Karena dengan menggunakan teleskop, kita dapat melihat hanya sedikit bagian dari langit tanpa berpikir tentang seluruh alam semesta. Jadi, dengan membaca Alquran dan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan, saya pikir saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta,” kata Kozai.

Karena itu, Kozai percaya bahwa Alquran tidak mungkin bersal dari manusia, tapi sang pencipta. Profesor itu kemudian memusatkan penelitiannya berdasarkan sumber Alquran.

2. Dr. TVN Persaud 
Dia adalah ahli Anatomi, Profesor of Pediatrics and Child Health, dan Profesor Obstetri, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi di Universitas Manitoba, Winnipeg, Manitoba, Kanada. Di sana, ia menjadi Ketua Departemen Anatomi selama 16 tahun.

Persaud sangat terkenal di bidangnya. Dia adalah penulis atau editor dari 22 buku dan menerbitkan lebih dari 180 karya ilmiah. Pada tahun 1991, ia menerima penghargaan paling terkemuka di bidang anatomi di Kanada, the JCB Grant Award from the Canadian Association of Anatomists.

Uniknya, Profesor Persaud memasukan beberapa ayat Alquran dan hadis di beberapa buku-bukunya. Dia juga kerap mengungkapkan ayat-ayat dan hadis di beberapa konferensi. Ketika ia ditanya tentang keajaiban ilmiah dalam Alquran yang telah diteliti. Inilah pernyataan takjub sang profesor tersebut:

“Muhammad hanya orang biasa, dia tidak dapat membaca atau menulis, dia seorang yang buta huruf, dan kita berbicara mengenai seseorang yang hidup 1200 atau 1300 tahun yang lalu, namun dapat mengeluarkan satu pernyataan tegas mengenai ilmu pengetahuan alam yang secara ajaib ternyata sesuai dengan ilmu pengetahuan. Saya pikir ini tidak mungkin bisa disebut kebetulan, terlalu banyak keakuratan (yang terdapat di dalamnya). Jadi, tidak sulit bagi saya menerima bahwa ini adalah semacam ilham yang diterimanya yang membuatnya mampu menyampaikan pernyataan itu.”

3. Prof. E. Marshall Johnson


Dia adalah profesor dan Ketua Departemen Anatomi dan Perkembangan Biologi. Johnson juga merupakan Direktur Institut Daniel Baugh, Thomas Jefferson University, Philadelphia, Pennsylvania, USA. Johnson pun telah menulis lebih dari 200 karya yang telah dipublikasikan.

Profesor Johnson mulai tertarik pada tanda-tanda ilmiah dalam Alquran saat menghadiri Saudi Medical Conference ketujuh tahun 1982, ketika sebuah komite khusus dibentuk untuk menyelidiki tanda-tanda ilmiah dalam Alquran dan Hadis.

Pada awalnya, Profesor Johnson tidak menerima bahwa ada ayat-ayat yang menjelaskan tentang perkembangan biologi dalam Alquran dan Hadis. Tapi setelah diskusi dengan Sheikh Zindani, ia mulai berminat dan berkonsentrasi meneliti terkait tahap internal serta pengembangan eksternal janin dalam tubuh manusia. Melalui serangkain penelitian itulah dia berdecak kagum pada apa yang tertulis pada kitab berumur 1400 tahun yang lalu.

“Sebagai ilmuwan, saya hanya berurusan dengan sesuatu yang secara spesifik dapat saya lihat. Saya bisa memahami tentang embriologi, tahap perkembangan makhluk hidup, saya dapat memahami tentang kata-kata yang diterjemahkan kepada saya yang berasal dari Alquran. Sebagaimana saya telah berikan contoh sebelumnya, seandainya saya dapat kembali ke masa itu (zaman Nabi Muhammad), dengan pengetahuan yang saya miliki sekarang, dan saya harus menjelaskan semua itu, saya tetap tidak dapat menjelaskannya. Saya tidak melihat ada bukti yang kuat yang bisa digunakan untuk menyangkal konsep bahwa Muhammad telah mendapatkan informasi ini dari suatu tempat. Jadi saya melihat bahwa sebuah campur tangan ketuhanan telah menjelaskan hal-hal besar yang kemudian diungkap oleh ilmu pengetahuan saat ini. Mengingat bahwa dia (Muhammad saw) adalah seorang yang buta huruf,” katanya.

Dia melanjutkan. “Dalam beberapa ayat Alquran, tercantum penggambaran yang jelas mengenai perkembangan manusia sejak masa tercampurnya Gamet melalui proses organogenesis. Tidak ada catatan yang lengkap dan jelas tentang perkembangan manusia, seperti klasifikasi, istilah dan penggambarannya, yang ada sebelum ini. Secara keseluruhannya, penggambaran (dalam Alquran) ini mendahului beberapa abad dalam hal penggambaran mengenai berbagai tahap embrio manusia dan perkembangan janin yang terdapat dalam literatur ilmiah yang ada.”