Makanan Tinggi Kolesterol Tidak Lagi Membahayakan Kesehatan

​Liputan6.com

 Selama hampir 40 tahun, kolesterol masuk dalam daftar nutrisi “jahat”. Badan-badan kesehatan resmi memperingatkan kita untuk menghindari makanan tinggi kolesterol sejak 1970-an guna terbebas dari penyakit jantung dan penyumbatan pembuluh darah.

Tapi kini pemerintah Amerika akhirnya menyatakan sebaliknya. Mereka memberi lampu hijau untuk mengonsumsi makanan tinggi kolesterol seperti telur, produk olahan susu kaya lemak, kacang-kacangan, minyak kelapa, dan daging. Semua makanan tersebut masuk ke dalam daftar pangan “aman” dan secara resmi dikeluarkan dari daftar nutrisi berbahaya.

BACA JUGA

5 Mitos Nutrisi yang Harus Segera Disingkirkan

Konsumsi Seledri untuk Turunkan Kadar Kolesterol

4 Hal yang Terjadi pada Tubuh Saat Setop Makan Daging

Kini semakin banyak ahli yang berargumen bahwa tidak ada kaitan antara tingginya kandungan kolesterol pada makanan dengan bahaya kadar kandungan lemak dalam darah.

Departemen Pertanian Amerika Serikat yang bertanggung jawab memperbaharui pedoman kewaspadaan pangan setiap lima tahun menyatakan temuan itu pada 2015, “Sebelumnya, Dietary Guidelines for Americans (pedoman kewaspadaan pangan untuk warga Amerika) menyatakan bahwa konsumsi kolesterol dibatasi tidak lebih dari 300mg/hari.”

DGAC 2015 tidak akan merekomendasikan hal ini lebih jauh karena bukti terbaru menunjukkan tidak ada kaitan yang cukup antara konsumsi makanan berkolesterol dengan kandungan kolesterol dalam darah, selaras dengan laporan AHA/ACC (American Heart Association/American Colleger of Cardiology). DGAC berencana tidak akan memperingatkan masyarakat untuk menghindari telur, kerang, dan makanan berkolesterol lainnya.

Mengutip laman Dailymail, Jumat (8/7/2016), Kardiolog dari Celveland Clinic mengatakan, “Ini adalah keputusan yang tepat. Selama ini pedoman diet kita keliru. Dan telah keliru selama puluhan tahun.”

Dia memperkirakan sekitar 20 persen kadar kolesterol dalam darah berasal dari asupan makanan Anda. Artinya sisanya dihasilkan oleh lever dan sebenarnya diperlukan oleh tubuh.

Dr Chris Masterjohn menambahkan, “Karena kita tidak mungkin mendapat asupan kolesterol yang cukup dari makanan agar tubuh berfungsi sehari-hari, tubuh kita memproduksinya sendiri. Jika kita makan makanan yang kaya akan senyawa tesebut, tubuh akan mengurangi produksinya. Jika kita mengurangi makanan tinggi kolesterol seperti telur, butter, dan lever, tubuh kita meningkatkan sintesis kolesterolnya.”

Para dokter kini tidak lagi memberi peringatan akan bahaya kolesterol dan lemak jenuh melainkan fokus pada gula sebagai ancaman pola makan yang paling berbahaya.

Kardiolog yang berbasis di London, Dr Aseem Malhotra, direktru sains dari grup yang mengampanyekan bahaya gula, Action On Sugar, menulis dalam

British Medical Journal yang satu kalimatnya berbunyi, “enyahkan mitos akan peran lemak tak jenuh pada penyakit jantung.” Mahotra menambahkan, industri makanan telah berkontribusi secara efektif pada penyakit jantung dengan cara mengurangi lemak tak jenuh pada makanan dan menggantinya dengan gula.

Ibadah 1000 bulan

​Bahwa pada suatu malam di bulan Suci Ramadhan, Rasulullah Sallallahu Alaihi wa salaam telah berkumpul dengan para sahabat dan Rasulullah bercerita tentang seorang nabi bernama Sam’un Al Ghozi.

Seperti yang didalam ajaran agama Islam, bahwa jumlah Nabi menurut hadits berjumlah 124.000 orang, dan Rasul berjumlah 312 orang, sesuai rukun Iman yang ke 4 didalam rukun Iman diwajibkan untuk mengetahui 25 orang Nabi dan Rasul.

Dari Abi Zar ra, bahwa Rasulullah saw bersabda ketika ditanya tentang jumlah Nabi;

“Jumlah para Nabi itu adalah seratus dua puluh empat ribu (124.000)”

“Lalu berapa jumlah Rasul diantara mereka?”

“Tiga ratus dua belas (312)”

(HR. At-Turmuzy)

Pada kitab Qishashul Anbiyaa, dikisahkan; bahwa Rasulullah saw tersenyum sendiri, lalu bertanyalah salah seorang sahabatnya;

“Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?”

Rasulullah saw menjawab;

“Diperlihatkan kepadaku hari akhir dimana seluruh manusia dikumpulkan di Mahsyar. Semua Nabi dan Rasul berkumpul bersama umatnya masing-masing, masuk ke dalam Syurga. Ada seorang nabi yang dengan membawa pedang yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam Syurga, dia adalah Sam’un.”

Siapakah Sam’un?

Sam’un Al Ghozi lebih dikenal dengan nama Samson. Ialah orang yang mempunyai kekuatan luar biasa yang tidak terkalahkan, yang kelemahannya terletak pada rambutnya.

Samson atau Simson, merupakan seorang nabi di dalam ajaran islam yang dikenal dengan nama Nabi Sam’un Ghozi AS. Kisah nabi ini, terdapat di dalam kitab-kitab, seperti kitab Muqasyafatul Qulub dan kitab Qishashul Anbiyaa.

Nabi Sam’un Ghozi AS memiliki kemukjizatan, yaitu dapat melunakkan besi, dan dapat merobohkan istana. Cerita Nabi Sam’un Ghozi AS adalah kisah Israiliyat yang diceritakan turun-temurun di jazirah Arab. Cerita ini melegenda jauh sebelum Rasulullah lahir.

Dari kitab Muqasyafatul Qulub karangan al Ghazali, diceritakan bahwa Rasulullah berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan. Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Sam’un Ghozi AS, beliau adalah Nabi dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi.

Dikisahkan Nabi Sam’un Ghozi AS berperang melawan bangsa yang menentang Ketuhanan Allah SWT. Ketangguhan dan keperkasaan Nabi Sam’un dipergunakan untuk menentang penguasa kaum kafirin saat itu, yakni raja Israil.

Kemenangan demi kemenangan di raih oleh Nabi Sam’un. Tidak ada yang dapat mengalahkan Nabi Sam’un sehingga raja Israil mencari cara agar nabi Sam’un bisa dikalahkan. Akhirnya sang raja Israil mencari jalan untuk menundukkan nabi Sam’un. Berbagai upaya pun dilakukan olehnya, sehingga atas nasehat para penasehatnya diumumkanlah, barang siapa yang dapat menangkap Sam’un Ghozi, akan mendapatkan emas dan permata yang berlimpah.

Istri nabi Sam’un adalah seorang kafir dan istrinya telah tergiur dengan harta benda yang ditawarkan oleh raja Israil. Ia membujuk suaminya dengan daya upaya agar menceritakan kepadanya apakah yang bisa melemahkan dirinya.

nabi Sam’un Ghozi as terpedaya oleh istrinya, karena sayangnya dan cintanya kepada istrinya, nabi Sam’un berkata kepada istrinya;

“Jika kau ingin mendapatkanku dalam keadaan tak berdaya, maka ikatlah aku dengan potongan rambutku”

Akhirnya nabi Sam’un Ghozi as diikat oleh istrinya saat ia tertidur, lalu dia dibawa kehadapan sang raja. Beliau disiksa dengan dibutakan kedua matanya dan diikat serta dipertontonkan di istana raja.

Karena diperlakukan yang sedemikian hebatnya, nabi Sam’un Ghozi berdo’a kepada Allah SWT. Beliau berdo’a dengan dimulai dengan bertaubat, kemudian memohon pertolongan atas Allah agar kekuatannya dikembalikan semula agar beliau dapat menumpas kejahatan dan kebathilan yang semakin merajalela. Beliau khawatir apabila sepeninggalnya kejahatan tiada tertumpas, maka raja Israil akan berbuat semena-mena kepada orang lain.

Do’a nabi Sam’un dikabulkan, maka kekuatannya dikembalikan semula. Oleh Nabi Sam’un, beliau menumpas semua orang kafir ialah istana raja bersama seluruh masyarakatnya hancur beserta istri dan para kerabat yang menghianatinya.

Kemudian nabi Sam’un bersumpah kepada Allah SWT, akan menebus semua dosa-dosanya dengan berjuang menumpas kebathilan dan kekufuran dan berpuasa yang lamanya 1.000 bulan tanpa henti; semua itu atas hidayah dari Allah SWT.

Ketika Rasulullah saw selesai menceritakan kisah nabi Sam’un Ghozi as yang berjuang fisabilillah selama 1.000 bulan, salah satu sahabat nabi berkata;

“Ya Rasulullah, kami ingin juga beribadah seperti nabiyullah Sam’un Ghozi as”

Atas pernyataan sahabat itu, Kemudian Rasulullah diam sejenak. Dalam diam tersebut, turunlah wahyu kepada Rasulullah,

Innaa Anzalnaahu Fiy Laylatil Qadr (1)

Wa Maa Adraaka Maa Laylatul Qadr (2)

Laylatul Qadri Khayrum Min Alfi Shahr (3)

Tanazzalul Malaaikatu War Ruuhu fiyhaa Bi Idhni Rabbihim Min Kulli Amr (4)

Salaamun Hiya Hattaa Matla’Il Fajr (5)

Dijelaskan oleh malaikat Jibril kepada Rasulullah, bahwa pada bulan Ramahan ada sebuah malam, yang mana malam itu lebih baik dari 1.000 bulan.

Beriman kepada Nabi-nabi dan Rasul-rasul adalah wajib bagi umat Islam, walaupun di dalam Al-Qur’an tidak semua Nabi dan Rasul disebutkan.

Semoga tulisan ini bermanfaat menambah Ilmu dan membuat kita bersemangat menghidupkan 10 malam terakhir di bulan suci Ramadhan.

Departemen Kehakiman berpendapat Trump harus bisa menerima pembayaran dari pemerintah asing

​Departemen Kehakiman mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump tidak melanggar klausula emoluments, sebuah undang-undang dasar yang melarang pejabat federal untuk menerima pembayaran atau hadiah dari pemerintah asing tanpa persetujuan dari Kongres.

Klausul-klausul emoluments telah menjadi subyek perdebatan sejak sebelum Trump menjabat, sebagian karena kerajaan bisnis labirinnya yang oleh para pengawas dan kritikus mengatakan akan melibatkan Trump dalam perangkap konflik kepentingan sebagai presiden.
Pengacara DOJ berpendapat bahwa klausul emoluments tidak berlaku untuk transaksi komersial pasar biasa, seperti biaya yang dikeluarkan dari hotel dan keanggotaan klub golf, pembayaran lisensi, dan sewa kantor, Bloomberg melaporkan pada hari Jumat.
Sebelum dia menjabat, Trump menyatakan bisnisnya setiap tahun akan menyumbangkan keuntungan yang diterima dari pelanggan asing di hotelnya pada Departemen Keuangan AS. Organisasi Trump mengatakan awal tahun ini bahwa profit pertama akan datang pada bulan Maret 2018, menurut Politico.
Departemen Kehakiman meminta seorang hakim untuk menghentikan sebuah tuntutan hukum yang diajukan oleh beberapa penggugat, termasuk Warga Negara untuk Tanggung Jawab dan Etika di Washington (CREW), sebuah kelompok pengawas yang menuduh bisnis Trump menabrak Konstitusi.
“Penggugat membaca Klausul Emolument ini secara ekspansif untuk mencakup semua keuntungan yang diperoleh dari transaksi bisnis dengan instrumen asing, federal, atau negara di mana Presiden memiliki kepentingan finansial,” kata Departemen Kehakiman dalam sebuah memorandum. DOJ juga berpendapat bahwa Kongres yang dikuasai Republikan, bukan pengadilan, yang harus memutuskan apakah Trump melanggar klausul emoluments.
CREW mengajukan tuntutan terhadap Trump pada bulan Januari, menuduh bahwa diplomat asing dan pejabat dapat mencari bantuan Trump dengan menjadi patron Trump dalam jaringan bisnis. 
“Kami tidak ingin sampai ke titik ini,” kata Direktur Eksekutif CREW Noah Bookbinder dalam siaran pers Januari yang mengumumkan gugatan tersebut . “Itulah harapan kami agar Presiden Trump mengambil langkah yang diperlukan untuk menghindari pelanggaran Konstitusi sebelum dia menjabat.”

“Jika dia tidak menghentikan Pelanggaran konstitusionalnya dengan segera dan serius, maka kami terpaksa mengambil langkah hukum,” kata Bookbinder.

Lihat Link >>> http://www.businessinsider.com/did-trump-violate-emoluments-clause-2017-6

Butir-Butir Pancasila 

​Dalam Rangka memperingati Hari Lahir PANCA SILA

*Mari mengingat kembali butir-butir Pancasila*

BUTIR-BUTIR PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA

Lima asas dalam Pancasila dijabarkan menjadi 36 butir pengamalan, sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.

Butir-butir Pancasila ditetapkan dalam Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa.

I. SILA PERTAMA : KETUHANAN YANG MAHA ESA

1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama & penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.

3. Saling hormat-menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.

4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

II. SILA KEDUA : KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.

2. Saling mencintai sesama manusia.

3.Mengembangkan sikap tenggang rasa.

4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.

5. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

7. Berani membela kebenaran dan keadilan.

8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu kembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

III. SILA KETIGA : PERSATUAN INDONESIA

1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.

3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.

4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan bertanah Air Indonesia.

5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

IV. SILA KEEMPAT : KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN

1.Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat.

2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.

3.Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.

5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.

6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

V. SILA KELIMA : KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

1.Mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.

2. Bersikap adil.

3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

4. Menghormati hak-hak orang lain.

5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.

6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.

7. Tidak bersifat boros.

8. Tidak bergaya hidup mewah.

9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

10. Suka bekerja keras.

11. Menghargai hasil karya orang lain.

12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Upah, Pesangon dan Iuran Jaminan Sosial BURUH adalah hutang yg wajib dibayar pada saat jatuh temponya

​5 FAKTA YANG WAJIB ANDA KETAHUI TENTANG PSAK 24

Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) sebagai salah satu organisasi yang berada di bawah Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mengeluarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) sebagai rujukan dalam penerapan akuntansi di Indonesia. selain PSAK tersebut, DSAK juga mempunyai kewenangan untuk mengeluarkan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) dan Pencabutan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PPSAK). PSAK 24 (Revisi 2010) yang mengatur tentang Imbalan Kerja mengalami revisi pada tahun 2013 dan akan berlaku efektif sejak 1 Januari 2015. Imabalan Kerja sendiri didefinisikan sebagai seluruh bentuk pemberian dari entitas (perusahaan) atas jasa yang diberikan oleh pekerja. PSAK 24 ini adalah salah satu PSAK yang dirasa cukup rumit penerapannya bagi beberapa akuntan (disamping PSAK lain) karena praktiknya yang harus selalu mengikuti kebijakan tiap perusahaan.

PSAK 24 Imbalan Kerja

Fakta#1: Latar Belakang Penerapan

Dengan terbitnya Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 (UUK No. 13 / 2003) yang mewajibkan semua perusahaan memberikan beberapa imbalan mulai dari imbalan istirahat panjang sampai dengan imbalan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Penerapan UUK tersebut diatur kebih lanjut dalam Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Perbedaan antara PP dan PKB bisa dilihat dari Pihak yang terlibat, kompleksitas, kedetailan dan jenis industri entitas.

Salah satu pasal dalam UUK tersebut mengatur tentang Imbalan Pasca Kerja, yakni imbalan yang harus diberikan perusahaan kepada karyawan ketika karyawan sudah berhenti bekerja dengan beberapa alasan diantaranya, karyawan terlibat tindak pidana, karena karyawan melakukan kesalahan berat, karena karyawan memasuki usia pensiun, karena karyawan meninggal dunia, karena karyawan sakit berkepanjangan, karena karyawan mengundurkan diri, karena perusahaan pailit, karena perusahaan mengalami kerugian dan alasan lainnya yang termasuk imbalan yang dibayarkan ketika karyawan sudah tidak aktif lagi bekerja. Sehingga Perusahaan harus melakukan Pencadangan (accrued) biaya yang akan dikeluarkan kelak, namun tidak semua alasan tersebut harus dilakukan pencadangan sesuai PSAK 24, diantaranya,

Imbalan Pasca Kerja Karena Karyawan Pensiun

Imbalan Pasca Kerja Karena Karyawan Sakit Berkepanjangan / Cacat

Imbalan Pasca Kerja Karena Karyawan Meninggal Dunia

Imbalan Pasca Kerja Karena Karyawan Mengundurkan diri (secara baik-baik)

On Going Concern menjadi alasan tidak semua penyebab harus dicadangkan.

Fakta#2: Alasan Perusahaan menerapkan PSAK 24

Accrual basis, perusahaan harus mempersiapkan (mencadangkan/ mengakui) liabilitas (utang) untuk imbalan yang akan jatuh tempo nanti.

Tidak ada kewajiban yang tersembunyi, apabila di laporan keuangan perusahaan tidak ada account imbalan kerja, maka secara tidak langsung perusahaan sebenarnya “menyembunyikan”kewajiban untuk imbalan pasca kerja.

Arus kas di perusahaan, Perusahaan lebih baik mengurangi laba yang diperoleh setiap periode berjalan, dibandingkan mengeluarkannya secara langsung ketika terdapat keryawan yang purna tugas.

Fakta#3: Perkembangan PSAK 24

PSAK 24 (Revisi 1994) hanya mengatur tentang akuntansi biaya manfaat pensiun. Bukan mengatur tentang dana pensiun seperti yang terdapat pada PSAK 18: Akuntansi Dana Pensiun. 10 tahun berselang, DSAK mengeluarkan PSAK 24 (Revisi 2004) yang mempunyai cakupan lebih luas, tidak hanya mengenai manfaat pensiun, akan tetapi mengatur semua imbalan kerja yang berlaku di Perusahaan.

PSAK 24 (Revisi 2010) adalah PSAK 24 versi terbaru (sampai saat ini berlaku)yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 2012, dimana PSAK ini adalah adopsi dari International Accounting Standar Nomor 19 (IAS 19) Revisi tahun 2009.

IAS 19 terbaru telah dirilis pada tahun 2011 dan berlaku efektif setelah tanggal 1 Januari 2013, untuk menyesuaikannya, DSAK telah merilis pula PSAK 24 (Revisi 2013) dan akan berlaku setelah 1 Januari 2015.

Fakta#4: Ruang Lingkup dan Jenis-jenis Imbalan Kerja berdasarkan PSAK-24

PSAK 24 (Revisi 2010) mengatur ruang lingkup dan jenis-jenis imbalan kerja yang harus diungkapkan. Berdasarkan ketentuan atau peraturan, Imbalan Kerja yang harus diungkapkan adalah Imbalan yang diatur dalam program atau perjanjian formal, misalkan PP atau PKB.

Imbalan yang diatur dalam peraturan perundangan atau industri dan perusahaan diwajibkan untuk memenuhi ketentuan di peraturan tersebut, misalkan Undang-Undang Ketenagakerjaan, Undang-undang jaminan sosial dan lainnya.

Imbalan yang tidak diatur secara formal di perusahaan, tetapi bersifat konstruktif (atau bersifat menjadi kebiasaan dan keharusan). Misalkan bonus apabila perusahaan laba.

Jika dilihat dari jenis imbalan kerja yang termasuk kedalam definisi imbalan kerja di PSAK-24 adalah Imbalan Kerja Jangka Pendek, Imbalan Kerja yang jatuh tempo kurang dari 12 bulan. Misalkan Gaji, iurang jaminan sosial, cuti tahunan, cuti sakit, bagi laba dan bonus, dan imbalan yang tidak berbentuk uang.

Imbalan Pasca Kerja, imbalan kerja yang diterima pekerja setelah pekerja sudah tidak aktif lagi bekerja. Misalkan Imbalan Pensiun, Imbalan asuransi jiwa pasca kerja, imbalan kesehatan pasca kerja.

Imbalan Kerja Jangka Panjang, Imbalan Kerja yang jatuh tempo kurang dari 12 bulan. Misalkan Cuti besar/cuti panjang, penghargaan masa kerja (jubilee) berupa sejumlah uang atau berupa pin/cincin terbuat dari emas dan lain-lain.

Imbalan Pemutusan Kontrak Kerja (PKK), imbalan kerja yang diberika karena perusahaan berkomitmen untuk:

Memberhentikan seorang atau lebih pekerja sebelum mencapai usia pensiun normal, atau Menawarkan pesangon PHK untuk pekerja yang menerima penawaran pengunduran diri secara sukarela (golden shake hand).

Fakta#5: Keterkaitan Aktuaris dan Auditor dengan PSAK 24

Terdapat faktor ketidakpastian (uncertainty factor) dalam perhitungan PSAK 24 yang disebabkan oleh:

Apakah semua karyawan di satu perusahaan akan tetap bekerja sampai dengan usia pensiun?

Dalam rentang usia seorang pekerja, pasti ada kemungkinan-kemungkinan meninggal dunia, sakit berkepanjangan atau cacat. Berapakah besarnya peluang dari kemungkinan-kemungkinan tersebut?

Dalam dunia kerja sudah menjadi hal yang lumrah pekerja mengundurkan diri, untuk menghitung kemungkinan beban imbalan pasca kerja dari mengundurkan diri . Berapa besar kemungkinan pekerja mengundurkan diri?

Berapakah gaji seorang pekerja ketika memasuki usia pensiun?

Dan faktor-faktor lainnya yang tidak pasti.

PSAK 24 telah mengatur tata cara perhitungan beban imbalan kerja yang terdapat unsur ketidakpastian tersebut dengan menggunakan ilmu Aktuaria. Aktuaria adalah suatu ilmu pengetahuan yang merupakan kombinasi dari ilmu statistik, matematika dan ekonomi yang digunakan untuk memperkirakan suatu nilai dengan data dan asumsi yang telah ditentukan.

Meskipun dalam PSAK 24 tidak disebutkan keharusan menggunakan jasa konsultan aktuaria untuk menentukan beban imbalan kerja, alasan professionalisme, independensi dan efisiensi menjadi dasar perusahaan menggunakan jasa aktuaris.

Dalam penyusunan laporan keuangan audited perusahaan, auditor melakukan cek validasi laporan aktuaris atas perhitungan PSAK 24, apakah sesuai dengan PSAK 24 yang dikeluarkan oleh DSAK-IAI atau belum

Nabi Isa Akan Kembali (4)

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab sahihnya.

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذِ بْنِ مُعَاذٍ العَنْبِريّ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ سَالِمٍ قَالَ: سَمِعْتُ يَعْقُوبَ بْنَ عَاصِمِ بْنِ عُرْوَةَ بْنِ مَسْعُودٍ الثَّقَفِيَّ يَقُولُ: سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو -وَجَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ-: مَا هَذَا الْحَدِيثُ الَّذِي تُحدث بِهِ تَقُولُ: إِنَّ السَّاعَةَ تَقُومُ إِلَى كَذَا وَكَذَا؟ فَقَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ؟! -أَوْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا-لَقَدْ هممتُ أَلَّا أُحَدِّثَ أَحَدًا شَيْئًا أَبَدًا، إِنَّمَا قُلْتُ:إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ بَعْدَ قَلِيلٍ أَمْرًا عَظِيمًا: يُحرِّق الْبَيْتُ، وَيَكُونُ وَيَكُونُ. ثُمَّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “يَخْرُجُ الدَّجَّالُ فِي أُمَّتِي، فَيَمْكُثُ أَرْبَعِينَ، لَا أَدْرِي أَرْبَعِينَ يَوْمًا، أَوْ أَرْبَعِينَ شَهْرًا، أَوْ أَرْبَعِينَ عَامًا، فَيَبْعَثُ اللَّهُ تَعَالَى عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ، كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ، فَيَطْلُبُهُ فَيُهْلِكُهُ، ثُمَّ يَمْكُثُ النَّاسُ سَبْعَ سِنِينَ لَيْسَ بَيْنَ اثْنَيْنِ عَدَاوَةٌ، ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ رِيحًا بَارِدَةً مِنْ قِبَلِ الشَّامِ، فَلَا يَبْقَى عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ -أَوْ إِيمَانٍ-إِلَّا قَبَضَتْهُ، حَتَّى لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ دَخَلَ فِي كَبَد جَبَلٍ لَدَخَلَتْه عَلَيْهِ حَتَّى تَقْبضَه” قَالَ: سَمِعْتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “فَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ فِي خفَّة الطَّيْرِ وَأَحْلَامِ السِّبَاعِ، لَا يَعْرِفُونَ مَعْرُوفًا، وَلَا يُنْكِرُونَ مُنْكَرًا، فَيَتَمَثَّلُ لَهُمُ الشَّيْطَانُ فَيَقُولُ: أَلَا تَسْتَجِيبُونَ؟ فَيَقُولُونَ: فَمَا تَأْمُرُنَا؟ فَيَأْمُرُهُمْ بِعِبَادَةِ الْأَوْثَانِ، وَهُمْ فِي ذَلِكَ دارٌّ رِزْقُهُمْ، حَسَنٌ عَيْشُهُمْ. ثُمَّ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَلَا يَسْمَعُهُ أَحَدٌ إِلَّا أَصْغَى لِيتًا، وَرَفَعَ لِيتًا، قَالَ: وَأَوَّلُ مَنْ يَسْمَعُهُ رَجُلٌ يَلُوط حَوْضَ إِبِلِهِ، قَالَ: فَيَصْعَقُ ويَصعَقُ النَّاسُ. ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ -أَوْ قَالَ: يُنْزِلُ اللَّهُ-مَطَرًا كَأَنَّهُ الطَّل -أَوْ قَالَ: الظِّلُّ-نُعْمَان الشَّاكُّ -فَتَنْبُتُ مِنْهُ أَجْسَادُ النَّاسِ، ثُمَّ يَنْفُخ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ. ثُمَّ يُقَالُ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ، هَلُمُّوا إِلَى رَبِّكُمْ، {وَقِفُوهُمْ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ} [الصَّافَّاتِ: 24] قَالَ: “ثُمَّ يُقَالُ: أَخْرِجُوا بَعْثَ النَّارِ. فَيُقَالُ: مِنْ كَمْ؟ فَيُقَالُ: مِنْ كُلِّ أَلْفٍ تِسْعَمِائَةٍ وَتِسْعَةً وَتِسْعِينَ”. قَالَ {يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا} [الْمُزَّمِّلِ:17] وَذَلِكَ {يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ} [الْقَلَمِ: 42]

Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Mu’az Al Anbari, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari An-Nu’man ibnu Salim yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Ya’qub ibnu Asin ibnu Urwah ibnu Mas’ud AS-Saqafi mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Amr mengemukakan hadis berikut ketika ada seorang lelaki datang kepadanya, lalu lelaki itu bertanya, “Hadis apakah yang kamu kemukakan kepada orang-orang yang di dalamnya disebutkan bahwa hari kiamat akan terjadi sampai anu dan anu terjadi?” Maka Ibnu Amr menjawab, “Mahasuci Allah, atau tidak ada Tuhan selain Allah, atau kalimat yang serupa dengan keduanya. Sesungguhnya aku telah bertekad untuk tidak menceritakan sesuatu pun dari hadis ini kepada seseorang untuk selama-lamanya. Sesungguhnya aku hanya mengatakan bahwa sesungguhnya kalian tidak lama lagi akan menyaksikan suatu peristiwa yang besar; Baitullah dibakar dan kelak akan terjadi anu dan anu.” Kemudian Abdullah ibnu Amr melanjutkan kisahnya, bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Kelak Dajjal akan muncul di kalangan umatku selama empat puluh, apakah empat puluh hari, empat puluh bulan, atau empat puluh tahun, aku tidak mengetahuinya. Lalu Allah Swt. menurunkan Isa ibnu Maryam, seakan-akan dia mirip dengan Urwah ibnu Mas’ud, lalu ia mengejar Dajjal dan membinasakannya.Kemudian manusia tinggal selama tujuh tahun tanpa ada suatu permusuhan pun di antara dua orang. Selanjutnya Allah mengirimkan angin sejuk dari arah Syam, maka tidak ada seorang pun yang tersisa di muka bumi ini dari kalangan orang-orang yang di dalam hatinya terdapat kebaikan-atau iman- sebesar zarrah, melainkan angin itu mencabut nyawanya. Sehingga andaikata seseorang di antara kalian memasuki perut bukit, niscaya angin itu memasukinya, lalu mencabut nyawanya.Abdullah ibnu Amr berkata bahwa ia mendengarnya dari Rasulullah Saw.:Selanjutnya yang tinggal hanyalah orang-orang yang durhaka saja, mereka ringan seperti burung dan beranganangan seperti binatang buas; mereka tidak mengenal perkara yang bajik dan tidak mengingkari perkara yang mungkar. Kemudian setan menampakkan dirinya kepada mereka dan berkata, “Tidakkah kalian menaatiku?” Mereka menjawab, “Apakah yang hendak engkau perintahkan kepada kami?” Maka setan menyuruh mereka menyembah berhala, sedangkan keadaan mereka yang demikian itu beroleh rezeki yang berlimpah dan kehidupan yang baik. Selanjutnya sangkakala ditiup. maka tidak ada seorang manusia pun yang mendengarnya melainkan ia pasti mati; dalam keadaan mendengarnya atau tidak, ia tetap mati. Mula-mula orang yang mendengarnya adalah seorang lelaki yang sedang memasuki tempat minum ternak untanya. lalu ia binasa dan semua manusia binasa pula. Setelah itu Allah mengirimkan atau menurunkan hujan yang rupanya seperti air susu atau air yang agak kental,- ragu dari pihak Nu’man-. Lalu tumbuhlah darinya semua jasad umat manusia. Kemudian sangkakala ditiup kedua kalinya, maka dengan serta merta mereka berdiri seraya melihat. Lalu dikatakan kepada umat manusia, “Kemarilah menghadap kepada Tuhan kalian!” Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya (dimintai pertanggungjawabannya). (As-Saffat: 24) Kemudian dikatakan, “Keluarkanlah kiriman yang ke neraka!” Lalu ditanyakan, “Dari berapa banyak?” Dijawab, “Dari tiap-tiap seribu orang sebanyak sembilan ratus sembilan puluh sembilan” (yakni dari seribu, yang masuk surga hanya seorang).  Selanjutnya Rasulullah Saw. bersabda;Yang demikian itu terjadi di hari yang menjadikan anak-anak beruban, dan hari itu adalah hari betis disingkapkan (karena sa­ngat ketakutan).

Kemudian Imam Muslim dan Imam Nasai meriwayatkannya di dalam kitab tafsir, dari Muhammad ibnu Basysyar, dari Gundar, dari Syu’­bah, dari Nu’man ibnu Salim dengan lafaz yang sama.

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ  بْنِ ثَعْلَبَةَ الْأَنْصَارِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ الْأَنْصَارِيِّ، عَنْ مُجَمِّع بْنِ جَارِيَةَ  قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: “يَقْتُلُ ابْنُ مَرْيَمَ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ بِبَابِ لُدّ -أَوْ: إِلَى جَانِبِ لُدّ”

Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Az-Zuhri, dari Abdullah ibnu Ubaidillah ibnu Sa’labah Al-Ansari, dari Abdullah ibnu Zaid Al-Ansari, dari Majma’ ibnu Jariyah yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Ibnu Maryam membunuh Al-Masih Ad-Dajjal di pintu masuk ko­ta Lud atau di sebelah kota Lud.

Imam Ahmad meriwayatkannya dari Sufyan ibnu Uyaynah melalui hadis Al-Lais dan Al-Auza’i; ketiga-tiganya dari Az-Zuhri, dari Ab­dullah ibnu Ubaidillah ibnu Sa’labah, dari Abdur Rahman ibnu Yazid, dari pamannya (Majma’ ibnu Jariyah), dari Rasulullah Saw. yang te­lah bersabda:

“يَقْتُلُ ابْنُ مَرْيَمَ الدَّجَّالَ بِبَابِ لُد”

Ibnu Maryam (Nabi Isa) membunuh Dajjal di pintu kota Lud.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Turmuzi, dari Qutaibah, dari Al-Lais dengan lafaz yang sama. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini sahih.

Imam Turmuzi mengatakan dalam bab yang sama, di­riwayatkan dari Imran ibnu Husain, Nafi’ ibnu Uyaynah, Abu Barzah, Huzaifah ibnu Usaid, Abu Hurairah, Kaisan, Usman ibnu Abul As, Jabir, Abu Umamah, Ibnu Mas’ud, Abdullah ibnu Amr, Samurah ibnu Jundub, An-Nuwwas ibnu Sam’an, Amr ibnu Auf, dan Huzaifah ibnul Yaman, rodiyailahu ‘anhum (semoga Allah melimpahkan rida­Nya kepada mereka semua).

Maksud menyebutkan riwayat mereka ialah yang di dalamnya menceritakan perihal Dajjal dan Isa ibnu Maryam a.s. yang membu­nuhnya. Hadis yang menceritakan perihal Dajjal saja sangat banyak, sulit untuk dihitung, mengingat telah tersebar dan banyak riwayatnya, baik dalam kitab sahih, kitab hasan, kitabmusnad serta kitab-kitab hadis lainnya.

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ فُرَات، عَنْ أَبِي الطُّفَيل، عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الغِفَاري قَالَ: أَشْرَفَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ غُرْفَةٍ وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ السَّاعَةَ، فَقَالَ: “لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَرَوْنَ عَشْرَ آيَاتٍ: طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، والدُّخَان، وَالدَّابَّةُ، وَخُرُوجُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ، وَنُزُولُ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ، وَالدَّجَّالُ، وَثَلَاثَةُ خُسوف: خَسْف بِالْمُشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ. وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعْرِ عَدَن، تَسُوقُ -أَوْ تَحْشُرُ-النَّاسَ، تَبِيتُ مَعَهُمْ حَيْثُ بَاتُوا، وتَقيل مَعَهُمْ حَيْثُ قَالُوا”.

 

Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Furat, dari Abut, Tufail, dari Huzaifah ibnu Usaid Al-Giffari yang menceritakan bahwa Ra­sulullah Saw. muncul di antara kami dari Arafah, saat itu kami se­dang membicarakan masalah hari kiamat. Maka Rasulullah Saw. ber­sabda: Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum kalian melihat sepuluh tanda-tandanya, yaitu: Matahari terbit dari barat, dukhan (asap),Dabbah, munculnya Ya-juj dan Ma-juj, turunnya Isa ibnu Mar­yam, Dajjal, tiga kali gerhana, yaitu gerhana di timur, gerhana di barat, dan gerhana di jazirah Arabia; dan api yang keluar da­ri pedalaman Adn, ia menggiring atau menghimpun manusia, se­lalu mengikuti mereka di mana pun mereka tidur malam dan ti­dur istirahat siang hari.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Muslim dan ahlus sunan, dari hadis Furat Al-Qazzaz dengan lafaz yang sama.

Imam Muslim meriwayatkannya pula melalui riwayat Abdul Aziz ibnu Rafi’, dari Abut Tufail, dari Abu Syarihah, dari Huzaifah ibnu Usaid Al-Giffari secaramauquf.

Hadis-hadis tersebut secara mutawatirdari Rasulullah Saw. me­lalui riwayat Abu Hurairah, Ibnu Mas’ud, Usman ibnu Abdul As, Abu Umamah, An-Nuwwas ibnu Sam’an, Abdullah ibnu Amr ibnul As, Majma” ibnu Jariyah, Abu Syarihah, dan Huzaifah ibnu Usaid radiyallahu anhum.Di dalam riwayat ini terkandung dalil yang me­nunjukkan cara turunnya dan tempat Isa diturunkan; bukan hanya di Syam saja, melainkan disebutkan pula dengan rinci, yaitu di kota Da­maskus, tepatnya pada menara bagian timur (dari masjidnya). Bahwa hal itu terjadi di saat salat Subuh telah diiqamahkan.

Di masa-masa terakhir ini —yaitu pada tahun tujuh ratus empat puluh satu— telah dibangun sebuah menara pada Masjid Jami’ Umawi, sebuah menara putih yang terbuat dari batu pualam yang dipahat. Menara tersebut sebagai ganti dari menara yang telah roboh karena kebakaran yang pelakunya adalah orang-orang Nasrani la’natullahi ‘alaihim sampai hari kiamat. Kebanyakan pembangunannya berasal dari harta benda mereka. Menurut dugaan yang kuat, pada menara tersebutlah kelak Nabi Isa diturunkan. Lalu ia membunuh semua babi, semua salib ia pecahkan, dan jizyah dihapuskan, sehingga tidak diteri­ma lagi kecuali agama Islam, seperti yang disebutkan di dalam kitabSahihain.

Demikianlah berita dari Nabi Saw, tentang hal tersebut, sekaligus sebagai pengakuan; serta pen-tasyri’-an dan pembolehan bagi Isa un­tuk melakukannya di masa itu, mengingat di masa itu lenyaplah se­mua alasan mereka dan terhapuslah semua keraguan mereka dari diri mereka sendiri. Karena itulah mereka (Ahli Kitab) semuanya masuk ke dalam agama Islam, mengikuti jejak Nabi Isa a.s. dan mereka ma­suk Islam di tangannya.

*******************

Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ

Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab kecuali akan beriman kepadanya (Isa)sebelum kematiannya. (An-Nisa: 159), hingga akhir ayat.

Ayat ini sama maknanya dengan firman-Nya yang mengatakan:

{وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ}

Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. (Az-Zukhruf: 61)

Menurut qiraah yang lain, lafaz la’ilmundibaca la’alamun memakai harakat pada huruf ‘ain-nya yang artinya tanda dan dalil yang menunjukkan bahwa hari kiamat telah dekat sekali. Demikian itu karena dia diturunkan sesudah munculnya Al-Masih Ad-Dajjal, lalu Allah membunuh Dajjal melalui tangannya. Seperti yang disebutkan di dalam hadis sahih,

“إِنَّ اللَّهَ لَمْ يَخْلُقْ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً”

Bahwa tidak sekali-kali Allah menciptakan penyakit menular melainkan menurunkan penawar (obatnya) pula.

Di Masa Nabi Isa pula Allah membangkitkan Ya-juj dan Ma-juj, Lalu Allah Membinasakan mereka berkat doa Isa yang Dia kabulkan.

Allah Swt. telah berfirman:

{حَتَّى إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ. وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ} الْآيَةَ

Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj, dan me­reka turun dengan cepat dari seluruh tempat-tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit). (Al-Anbiya: 96-97), hingga akhir ayat.

Hukumnya Menyebarluaskan Identitas Orang Lain

​Jumat, 19 Mei 2017

Sumber : HukumOnline 

Kemarin sempat ramai masalah Mendagri yang menyebarkan identitas seorang orator kepada wartawan, data pribadi yang menjadi privasi seorang warga negara disebarluaskan oleh menteri. Apakah hukumnya jika e-KTP seseorang yang merupakan data pribadi disebarluaskan oleh menteri?

Jawaban:

Intisari:

Pada dasarnya hak privasi seorang warga negara dijamin dan dilindungi oleh negara, tindakan yang menyebarluasakan identitas warga negara merupakan perbuatan yang melanggar jaminan perlindungan hak privasi seorang warga negara.

KTP merupakan dokumen kependudukan resmi yang diterbitkan oleh Instansi Pelaksana yang memuat data kependudukan yang diperoleh dari kegiatan pendaftaran penduduk. KTP juga memuat data pribadi/data perseorangan. Data Perseorangan dan dokumen kependudukan wajib disimpan dan dilindungi kerahasiaannya oleh Negara .

Setiap orang yang menyebarkan data kependudukan dan data pribadi seseorang dapat dihukum dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp25 juta.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

Ulasan:

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Jaminan Perlindungan Hak Privasi Warga Negara

Kartu Tanda Penduduk (“KTP”)/elektonik KTP (e-KTP)/ KTP-el merupakan data kependudukan yang bersifat pribadi (privasi) yang wajib dilindungi. Bagaimana perlindungan hukum terhadap hak privasi di Indonesia?

Sebagaimana yang pernah dijelaskan dalam artikel Apakah Hak atas Privasi Termasuk HAM? , hak atas privasi memang tidak dicantumkan secara eksplisit di dalam Undang-Undang Dasar 1945 (“UUD 1945”) . Namun, secara implisit hak atas privasi terkandung di dalam Pasal 28G ayat (1) UUD 1945 sebagai berikut:

Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.

Masih bersumber dari artikel yang sama, rumusan Pasal 28G ayat (1) UUD 1945 tersebut memiliki nuansa perlindungan yang sama dengan rumusan Article 12

Universal Declaration of Human Rights (“UDHR”) yang kemudian diadopsi ke dalam Article 17 International Covenant on Civil and Political Rights (“ ICCPR”) yang secara eksplisit memberikan jaminan terhadap hak atas privasi.

Dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 50/PUU-VI/2008 tentang Perkara Pengujian Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Mahkamah Konstitusi memberikan terjemahan atas Article 12 UDHR dan Article 17 ICCPR. Dalam terjemahan tersebut, kata “ privacy ” diterjemahkan sebagai “ urusan pribadi/masalah pribadi” sebagaimana yang tertera dalam Pasal 28G UUD NRI 1945 sebagai berikut:

Article 12 UDHR :

No one shall be subjected to arbitrary interference with his privacy, family, home or correspondence, nor to attacks upon his honour and reputation. Everyone has the right to the protection of the law against such interference or attacks .

Terjemahan dalam Putusan MK:

Tidak seorang pun boleh diganggu urusan pribadinya, keluarganya, rumah tangganya, atau hubungan surat-menyuratnya, dengan sewenang-wenang, juga tidak diperkenankan melakukan pelanggaran atas kehormatannya dan nama baiknya. Setiap orang berhak mendapat perlindungan hukum terhadap gangguan-gangguan atau pelanggaran seperti ini.

Article 17 ICCPR :

1. No one shall be subjected to arbitrary or unlawful interference with his privacy, family, home or correspondence, nor to unlawful attacks on his honour and reputation;

2. Everyone has the right to the protection of the law against such interference or attacks .

Terjemahan dalam Putusan MK

1. Tidak ada seorang pun yang boleh dicampuri secara sewenang-wenang atau secara tidak sah dicampuri masalah pribadi , keluarga, rumah atau korespondensinya, atau secara tidak sah diserang kehormatan dan nama baiknya.

2. Setiap orang berhak atas perlindungan hukum terhadap campur tangan atau serangan tersebut.

Berdasarkan uraian di atas, meskipun tidak secara eksplisit menyatakan mengenai hak atas privasi, rumusan Pasal 28G ayat (1) UUD 1945 telah mengandung nilai-nilai hak atas privasi yang dijamin di dalam Article 12 UDHR dan Article 17 ICCPR. Oleh karena itu, Pasal 28G ayat (1) UUD 1945 dapat dikatakan sebagai landasan konstitusional mengenai jaminan hak atas privasi.

Perlindungan Data Pribadi Menurut UU ITE

Ketentuan lebih lanjut mengenai perlindungan data pribadi terdapat dalam

Pasal 26 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU 19/2016”) yang berbunyi:

1) Kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan, penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan Orang yang bersangkutan.

2) Setiap Orang yang dilanggar haknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mengajukan gugatan atas kerugian yang ditimbulkan berdasarkan Undang-Undang ini.

Dalam pemanfaatan Teknologi Informasi, perlindungan data pribadi merupakan salah satu bagian dari hak pribadi (privacy rights). Hak pribadi mengandung pengertian sebagai berikut: [1]

a. Hak pribadi merupakan hak untuk menikmati kehidupan pribadi dan bebas dari segala macam gangguan.

b. Hak pribadi merupakan hak untuk dapat berkomunikasi dengan Orang lain tanpa tindakan mematamatai.

c. Hak pribadi merupakan hak untuk mengawasi akses informasi tentang kehidupan pribadi dan data seseorang.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa perlindungan terhadap data seseorang termasuk ke dalam hak pribadi (hak privasi) seseorang.

KTP Sebagai Dokumen Kependudukan yang Dilindungi

Untuk menjawab pertanyaan Anda, kami akan berpedoman kepada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (“UU 23/2006”) sebagaimana diubah dengan

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan (“UU 24/2013”).

Kartu Tanda Penduduk (“KTP”) Elektronik adalah Kartu Tanda Penduduk yang dilengkapi cip yang merupakan identitas resmi penduduk sebagai bukti diri yang diterbitkan oleh Instansi Pelaksana. [2]

KTP merupakan dokumen kependudukan. Dokumen Kependudukan adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh Instansi Pelaksana yang mempunyai kekuatan hukum sebagai alat bukti autentik yang dihasilkan dari pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. [3]

KTP merupakan dokumen kependudukan yang merupakah hasil dari kegiatan pendaftaran penduduk yang berupa kartu identitas. [4]

Pendaftaran Penduduk adalah pencatatan biodata Penduduk, pencatatan atas pelaporan Peristiwa Kependudukan dan pendataan Penduduk rentan Administrasi Kependudukan serta penerbitan Dokumen Kependudukan berupa kartu identitas atau surat keterangan kependudukan. [5] Hasil dari kegiatan pendaftaran penduduk tersebut diperolehlah Data Kependudukan . [6]

Data Kependudukan adalah data perseorangan dan/atau data agregat yang terstruktur sebagai hasil dari kegiatan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. [7]

Dokumen Kependudukan tersebut meliputi: [8]

a. Biodata Penduduk;

b. KK;

c. KTP;

d. surat keterangan kependudukan; dan

e. Akta Pencatatan Sipil

Sedangkan yang disebut dengan Data Pribadi adalah data perseorangan tertentu yang disimpan, dirawat, dan dijaga kebenaran serta dilindungi kerahasiaannya. [9]

Data perseorangan meliputi: [10]

a. nomor KK;

b. NIK ;

c. nama lengkap;

d. jenis kelamin;

e. tempat lahir;

f. tanggal/bulan/tahun lahir;

g. golongan darah;

h. agama/kepercayaan;

i. status perkawinan;

j. …..

k. ….

l. Dsb.

Jadi KTP merupakan dokumen kependudukan resmi yang diterbitkan oleh Instansi Pelaksana yang memuat

data kependudukan yang diperoleh dari kegiatan pendaftaran penduduk. KTP juga memuat data pribadi/data perseorangan sebagaimana kami sebutkan di atas.

Menyorot pertanyaan Anda, data perseorangan dan dokumen kependudukan wajib disimpan dan dilindungi kerahasiaannya oleh Negara.

[11]

Tanggung Jawab Mendagri

Menteri Dalam Negeri (“Mendagri”) sebagai penanggung jawab memberikan hak akses Data Kependudukan kepada petugas provinsi dan petugas Instansi Pelaksana serta pengguna. [12]

Yang dimaksud dengan pengguna antara lain lembaga negara, kementerian/lembaga pemerintah nonkementerian, dan/atau badan hukum Indonesia. [13]

Mendagri sebagai penanggung jawab juga memberikan hak akses Data Pribadi kepada petugas provinsi dan petugas Instansi Pelaksana.[14]

Penyebarluasan Data Kependudukan dan Data Pribadi Tanpa Hak

Larangan penyebarluasan Data Kependudukan diatur dalam Pasal 79 ayat (3) UU 24/2013 yang berbunyi:

Petugas dan pengguna dilarang menyebarluaskan Data Kependudukan yang tidak sesuai dengan kewenangannya.

Sementara itu, larangan penyebarluasan Data Pribadi diatur dalam Pasal 86 ayat (1a) UU 24/2013 yang berbunyi:

Petugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang menyebarluaskan Data Pribadi yang tidak sesuai dengan kewenangannya.

Setiap orang yang tanpa hak menyebarluaskan Data  Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 ayat (3) dan Data Pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86 ayat (1a) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp25 juta. [15]

Sebagaimana diinformasikan dalam artikel AJI: Pembocoran Data E-KTP oleh Mendagri Langgar Privasi yang kami akses dari laman media Tirto.id,Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Suwarjono , berpendapat bahwa Menteri Dalam Negeri yang menyebarluaskan identitas pribadi orator telah melanggar jaminan perlindungan hak pribadi dan jaminan kebebasan hak berpendapat warga negara yang dijamin Pasal 28E ayat (2) dan (3) serta Pasal 28G ayat (1) UUD 1945.

Jadi hak privasi seorang warga negara dijamin dan dilindungi oleh negara, tindakan yang penyebarluasakan identitas warga negara merupakan perbuatan yang melanggar jaminan perlindungan hak privasi seorang warga negara. Setiap orang dilarang menyebarluaskan Data Kependudukan dan Data Pribadi seseorang jika di luar kewenangannya. Data Perseorangan dan Dokumen Kependudukan seseorang seperti KTP wajib disimpan dan dilindungi kerahasiaannya oleh negara.

Dasar hukum:
1. Undang-Undang Dasar 1945 ;

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan ;

3. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah oleh

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik .