Suporter Jepang suka Bersih-bersih di Piala Dunia membuat orang terpesona, tapi bagi orang Jepang itu Biasa


🚮Aksi tim kesebelasan Jepang juga suporternya yang membersihkan tempat duduk setelah pertandingan jadi sorotan dunia. Bagaimana budaya itu mengakar dan diterapkan warganya?

Menurut Yuri Kinjo yang juga sebagai warga Jepang berkediaman di Okinawa menjelaskannya pada detikTravel lewat pesan singkat, Rabu (4/7/2018). Perilaku tersebut sudah tertanam sejak kecil.

“Sebenarnya perilaku membersihkan tempat setelah kita gunakan bukan hanya ada di Piala Dunia 2018 Rusia. Kami sebagai warga Jepang melakukannya di manapun,” kata Yuri yang juga perwakilan dari OCVB (Okinawa Convention & Visitors Bureau).

“Tata cara kami adalah membersihkan sendiri apa-apa yang telah kita gunakan. kebersihan nomor satu di Jepang,” imbuh dia.

Tentang Suporter Jepang yang suka membersihkan sampah setelah pertandingan Piala Dunia 2018 ,Dilihat dari sejarah, kata Yuri, budaya kebersihan itu memang sudah ada semenjak dahulu kala. Hal itu tentu lebih jauh sebelum Jepang bermain sepak bola.

“Slogan kami adalah ‘try to make it cleaner than before using’ (Usahakan lebih Bersih Dari Sebelum Dipakai/Ditempati ) Tentu slogan ini sudah ada sejak dulu sebelum adanya sepak bola di Jepang,” jelas Yuri.

 Kebersihan Jepang (Lebih) Mendunia Lewat Piala Dunia 2018

Walau sudah disorot dunia tentang aksi suporter gemar bersih-bersih di Piala Dunia 2018 itu, Yuri sebagai orang Jepang tidak menganggapnya spesial. Ya bagi dia, itu biasa saja.

“Para suporter (yang membersihkan sampah di stadion saat Piala Dunia) malah merasa tak melakukan apapun. Itu adalah kebiasaan yang normal bagi orang Jepang. Di beberapa negara, membersihkan sesuatu harus dilakukan oleh petugas Kebersihan namun tidak berlaku di Jepang,” urai Yuri.

“Kebersihan sangat penting bagi orang Jepang,” pungkas dia.

Sumber : Detik.com

Advertisements

Peserta PerempatFinal Piala Dunia 2018

Tuntas sudah laga-laga di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Berikut ini adalah delapan negara peserta yang maju ke babak perempatfinal.

Babak 16 besar Piala Dunia 2018 dibuka dengan pertemuan Prancis vs Argentina. Prancis keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Albiceleste 4-3.

Setelah laga tersebut, ada Uruguay yang berhasil mengalahkan Portugal 2-1, Rusia mengalahkan Spanyol lewat adu penalti, Kroasia menang adu penalti atas Denmark, Brasil mengalahkan Meksiko 2-0, Belgia menang dramatis 3-2 atas Jepang, dan Swedia mengalahkan Swiss 1-0.

Inggris menjadi tim terakhir yang maju ke babak perempatfinal. The Three Lions melangkah usai mengalahkan Kolombia 4-3 lewat adu penalti di Spartak Stadium, Rabu (4/7/2018) dinihari WIB. Kedua tim sebelumnya berimbang 1-1 hingga extra time 2×15 menit.

Inggris memecah kutukan adu finalti untuk pertama kali setelah bertahun-tahun tak menang adu finalti.

Kemenangan dalam adu penalti melawan Kolombia amat berarti bagi Inggris. The Three Lions mampu mematahkan kutukan adu penalti yang selama ini menghantui mereka.

Inggris baru saja menyingkirkan Kolombia di babak 16 besar Piala Dunia 2018 melalui drama adu penalti. Adu penalti harus dilakukan karena pertandingan di Spartak Stadium, Moskow, Rabu (4/7/2018) dinihari WIB, berimbang 1-1 selama 120 menit.

Inggris sempat memimpin melalui tendangan penalti Harry Kane di babak kedua. Namun, saat laga sudah memasuki injury time, Kolombia menyamakan skor lewat tandukan Yerry Mina.

Dalam adu penalti, Inggris keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3. Di antara lima algojo Inggris, cuma Jordan Henderson yang gagal. Sementara di kubu Kolombia, Mateus Uribe dan Carlos Bacca gagal menjalankan tugasnya dengan baik.

Ini adalah kemenangan pertama Inggris dalam adu penalti di Piala Dunia. Mereka selalu kalah dalam tiga adu penalti sebelumnya, yaitu pada 1990, 1998, dan 2006.

Di Piala Dunia 1990, Inggris kalah 3-4 dari Jerman Barat dalam adu penalti di semifinal. Mereka kembali kalah 3-4 ketika menjalani adu penalti melawan Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 1998. Sementara di Piala Dunia 2006, Inggris kalah adu penalti 1-3 dari Portugal di babak perempatfinal.

Secara keseluruhan, catatan Inggris dalam adu penalti di turnamen besar memang tak menggembirakan. Di arena Piala Eropa, mereka cuma sekali menang dalam empat kali adu penalti.

Inggris selanjutnya akan berhadapan dengan Swedia di perempatfinal Piala Dunia 2018. Swedia lebih dulu lolos setelah mengalahkan Swiss 1-0.

#Presiden1periode6Tahun

#Presiden1Periode #Presiden6tahun

Hiruk-pikuk politik hari-hari ini diwarnai hashtag atau Tagar (tanda pagar) #2019GantiPresiden dan lawannya #2019TetapJoko. Entahlah kenapa begitu penting nya posisi Presiden. Padahal gajinya kalah dengan gaji direktur Bank. Seolah Presiden adalah orang yang bisa mewujudkan segalanya atau menentukan nasib seluruh bangsa (maju atau hancur).

Hal ini seolah menguras energi bangsa padahal ada hal-hal lain yang perlu dipikirkan, didukung dan digerakkan, misalnya mencetak ilmuwan, mencetak entrepreneur, mencetak atlit yang bisa bertarung di Olimpiade atau Piala Dunia.

Pekerjaan Rumah para politisi jaman Now adalah menciptakan sistem politik yang efisien demi iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan prestasi anak bangsa di segala bidang. Namun tidak mematikan budaya demokrasi. Tidak meniru Tiongkok,negara komunis yang maju tapi Demokrasi-nya mati.

Posisi Presiden menjadi magneto kegaduhan. Memunculkan gerakan-gerakan yang mengarah pada disintegrasi bangsa. Banyak isu-isu yang digaungkan sampai bertebaran hoax yang mengotori otak. Etika bangsa Nusantara yang luhur yang tertuang dalam Pancasila seakan tak berbekas di jiwa orang Indonesia, khususnya politisi jamanNow. 

Makanya perlu langkah-langkah strategis dari anak bangsa yang duduk di parlemen untuk membuat rule untuk mengurangi heating Politik . Singkirkan ego kelompok seperti bapak-bapak Pendiri bangsa dulu.

 Sebaiknya Anggota MPR segera duduk bersama dengan ketulusan yang sama mengagendakan amendemen pasal 7 UUD45, dengan mengubah isinya menjadi : masa jabatan presiden 6 tahun dan tidak dapat dipilih lagi.

Sebagai landasan hukum untuk   melaksanakan pilpres tiap 6 tahun setelah pemilu legislatif agar parpol-parpol baik sendiri maupun koalisi menyiapkan capres setelah pemilu. Pelaksanaan #pileg dan #pilpres tidak serentak agar tidak ada kerancuan soal presidential Threshold.

Amendemen UUD 45 pasal 7 adalah keniscayaan, Presiden cukup 1 periode dengan masa bakti 6 tahun; kalau kelamaan berkuasa peluang korupnya besar, bukan hanya presidennya tapi juga orang-orang yang mendukungnya. Orang-orang di sekitar Sang Penguasa.

Tiap Pemilu Ganti Presiden untuk Satu Periode seperti pejabat Kasad atau Kapolri yang tidak pernah 2 periode. Perlakukan jabatan Presiden seperti jabatan eksekutif lainnya. Bukan Jabatan yang dikultuskan.
Presiden cuma simbol negara,yang bekerja jajaran menteri & ASN bawahannya. Pergantian Presiden tiap 6 tahun Memberi peluang semua unsur anak bangsa jadi presiden ,dari suku dan agama apapun.
Sebab banyak anak bangsa yg mampu jadi Presiden, tak perlu nunggu lama untuk majunya mereka jadi RI 1 demi keutuhan NKRI. 
 Pembatasan masa jabatan ini juga bertujuan mengurangi kegaduhan politik, dan dengan dihapuskannya Presidential Threshold 20% menjadi 5% parpol-parpol yang terverifikasi bisa memunculkan capres-cawapres yang bervariasi hingga rakyat banyak pilihan . Semakin banyak pilihan mengurangi tensi ketegangan , karena kalau cuma ada 2 poros atau 2 kubu dampak ketegangannya lama terasa . Adanya banyak calon menunjukkan realisasi sebuah pesta demokrasi (esensi demokrasi).

Dampak Amandemen pasal 7 UUD45 ini mungkin memicu persoalan lain, seperti masa jabatan Gubernur, Bupati dan Walikota. Namun dengan berbesar hati bisa diatur masa jabatan Gubernur, Bupati,dan Walikota tetap seperti semula dengan aturan tetap bisa terpilih untuk periode kedua. Hanya Presiden yang 1 periode untuk regenerasi kepemimpinan Nasional dan menjaga keutuhan Bangsa dan Negara.

Anti-Roma Attacks ! Kejahatan Rasis Di Ukraina

​ 

   SerneUkraina     Serangan ANTI-ROMA DI UKRAINA Pada tanggal 23 Juni, ultranasionalis menyerang permukiman Roma, membunuh David Popp yang berusia 23 tahun dan melukai seorang anak dan seorang wanita. Laporan media mengatakan setidaknya empat permukiman telah diserang selama dua bulan terakhir. Sensus Ukraina terakhir pada tahun 2001 menempatkan jumlah etnis Roma sekitar 40.000 jiwa tetapi diyakini jumlah penduduk lebih tinggi dari itu.

Sebuah gerobak yang ditarik kuda menuju sebuah prosesi besar mengirimkan tubuh David Popp ke tempat peristirahatan terakhirnya, sebuah tempat pekuburan di samping ladang jagung di pemukiman Roma.

Foto berbingkai pemuda berusia 23 tahun dan beberapa bunga ditempatkan di peti mati.

Selama kebaktian pada hari Kamis, pelayat, berbicara dalam campuran bahasa Hongaria, Rusia, dan Ukraina, mengangkat tangan mereka ke langit dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menyakitkan.

Seminggu yang lalu, Popp berusaha untuk mencari nafkah dengan mengumpulkan botol plastik dan besi bekas.

Popp dibunuh oleh tersangka anggota geng ultranasionalis  pada 23 Juni, pembunuhan yang telah menimbulkan pertanyaan baru tentang ekstremisme dan perlindungan hukum di Ukraina.

Dia diserang pada malam ketika dia tidur di sebuah kota kumuh di pinggiran Lviv, pusat regional, di mana dia dan etnis Roma lainnya dari wilayah barat Ukraina TransCarpathia telah bermigrasi, menurut dokumen polisi dan laporan saksi.

Raja Popp, seorang kerabat berusia 19 tahun dari David, seorang ibu berusia 30 tahun dan putranya yang berusia 10 tahun, juga terluka, kata sumber kepada Al Jazeera.

“Dia selalu bolak-balik ke Lviv [untuk bekerja],” Ivan Balog, seorang pendeta Roma dari kota Transcarpathian, Uzhgorod, mengatakan kepada Al Jazeera.

Menggambarkan Popp sebagai pemuda pekerja keras, berjiwa sosial ,dia menambahkan: “Dia selalu mengatakan ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk desanya. Dia ingin mengalirkan listrik ke desanya.”

Sudah menjadi impian Popp untuk mengumpulkan  banyak uang agar jaringan listrik bisa terhubung bagi rumah-rumah di Serne, yang selama ini belum menikmati Listrik.

Pada malam serangan itu, sekelompok pria bertopeng membawa pisau dan rantai mengelilingi tempat perlindungan yang dibangun etnis Roma untuk diri mereka sendiri di daerah berhutan, merobek dinding tempat tinggal, dan mulai menyerang Popp saat tidur, menurut sumber.

Popp tak sempat melakukan perlawanan saat mereka menusuk ke kepala dan dada, menurut Miroslav Horvat, seorang aktivis Roma dan anggota dewan kota dari Uzhgorod, yang melihat mayat itu.

“Ada lubang besar di kepalanya,” katanya.

Polisi menangkap tujuh pria muda, berusia antara 16 dan 17 tahun,  kemudian menangkap seorang pemimpin yang diduga, berusia 20, yang setelah kejadian sempat melarikan diri.

Polisi bertindak berdasarkan hipotesis bahwa kasus itu  melibatkan orang-orang muda dengan ideologi politik radikal, Ungkap Svetlana Dobrovoltsa, juru bicara Departemen Kepolisian Lviv kepada Al Jazeera.

Orang yang berbicara bahasa Hongaria dari TransCarpathia adalah salah satu kelompok masyarakat Ukraina yang paling terpinggirkan dan miskin.

Kisah keluarga yang pindah ke kota untuk mengumpulkan barang daur ulang dan tinggal di kota kumuh adalah hal biasa.Begitu juga, kasus-kasus serangan rasis.

Ketika ditekan untuk memberikan jawaban, Dobrovoltsa tegas bahwa polisi “telah mengerahkan segenap kekuatan untuk melindungi Roma”.

“Reaksi polisi Cepat,” katanya. “Kami tiba tepat waktu. Para pelaku segera ditangkap, dan kami membawa otak aksi ke kantor polisi dalam beberapa jam.”

Kelompok-kelompok hak asasi telah mengakui reaksi cepat polisi pada kasus ini.

“Polisi sebenarnya bereaksi dengan cepat dan efektif dalam kasus khusus ini,” kata juru bicara Maria Guryeva dari Amnesty International Melalui email. “Namun, serangan terhadap etnis Roma bukanlah yang pertama, dan pada kasus sebelumnya tindakan efektif tidak diambil dan tidak ada penyelidikan yang dilakukan”.

“Impunitas adalah sebab utama tumbuhnya  jumlah serangan rasial ini.”

Pada tanggal 14 Juni, Human Rights Watch, Freedom House, Amnesty International dan Front Line Defenders merilis sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri Arsen Avakov, dan Jaksa Penuntut Umum Yuri Lutsenko, yang mengutuk kejahatan kebencian Rasial yang meningkat di Ukraina dan kekebalan hukum bagi para pelakunya (impunitas ).

Para wanita meratap di pemakaman David Popp, yang terbunuh dalam tidurnya oleh orang-orang ultranasionalis [Anya Denysenko / Al Jazeera]
Sekelompok kecil aktivis independen solidaritas untuk Roma berbaris melalui pusat Lviv pada hari Rabu, tiga hari setelah pembunuhan, melantunkan, “Nazi ada di sekitar kita, dan negara melindungi mereka”, begitu slogan-slogan mereka

Dalam periode dua bulan sebelum Popp terbunuh, setidaknya empat serangan di kota kumuh Roma dilakukan di dekat kota-kota Ukraina, menurut laporan saksi dan akun di media lokal – dua di Kiev, satu di dekat Lviv, dan satu di dekat Ternopil.

Serangan Kiev diklaim dan didokumentasikan di situs-situs kelompok Ukraina dengan asosiasi sayap kanan.

Pada 20 April, anggota kelompok yang dikenal sebagai S14, yang dimulai sebagai sayap pemuda Partai Svoboda – yang memiliki kursi di Parlemen Ukraina, melemparkan batu, menyebarkan semprotan lada, dan membakar tempat penampungan di sebuah kamp yang menampung 30 etnis Roma.

Kemudian, pada tanggal 7 Juni, dalam serangan yang disiarkan langsung di video, anggota kelompok milisi berseragam yang dikenal sebagai “Natsionalnyi Druzhiny” menghancurkan sebagian kamp Roma yang dievakuasi di bagian lain Kiev dengan palu dan kapak.

S14 juga berpartisipasi dalam serangan kedua ini dan membagikan selebaran menghina etnis Roma.

Meskipun telah dipublikasikan secara luas dan fakta bahwa dua petugas polisi muncul dalam video streaming  serangan 7 Juni, polisi Kiev tidak melakukan penangkapan.

Laporan media lokal juga menunjukkan bahwa S14 baru-baru ini mendapatkan hibah 440.000 grivnyas ($ 16.600) dari pemerintah Ukraina untuk menjalankan kamp musim panas.

Ketika didekati untuk dimintai kejelasan, departemen kepolisian Kiev menolak menjawab pertanyaan Al Jazeera.

Kasus  pembunuhan Popp memunculkan reaksi politik dari pemerintah,sebuah sindiran dalam konferensi pers baru-baru ini oleh Avakov, menteri dalam negeri, mengatakan bahwa pembunuhan itu mungkin telah diorganisir oleh Rusia dalam upaya untuk mendiskreditkan Ukraina.

Selain itu, banyak organisasi sayap kanan Ukraina, termasuk S14 dipandang sebagai patriot oleh sebagian masyarakat Ukraina dalam gerakan mereka selama Revolusi Maidan melawan mantan presiden yang didukung Rusia .

Kembali ke Serne, keadaan yang mendorong Popp dan orang lain untuk bermigrasi ke kota tampak nyata.

Dari sebuah desa di dekatnya, permukiman ini bisa diakses oleh jalan raya sepanjang dua kilometer, sebagian besar rumah tampaknya terdiri dari satu atau dua kamar, dan pertanian skala kecil adalah satu-satunya pekerjaan di sana. Sangat memprihatinkan.

Ayah Popp, Farko, 40 tahun, juga meninggalkan negara itu untuk mencari pekerjaan.
Di kuburan putranya, dia memberi tahu Al Jazeera melalui seorang penerjemah bahwa dia telah bekerja di Hongaria pada saat terjadi pembunuhan itu.

David selalu ingin menghasilkan uang untuk membangun rumah di Serne, katanya.

Ketika peti mati diturunkan ke tanah disertai suara tangisan, beberapa pembicara mengucapkan kata-kata mereka.

“Ukraina begitu menindas sehingga kami harus pergi bekerja di negara lain,” kata Balog, sang pendeta, suaranya meninggi. “Beri kami pekerjaan agar kami tidak harus lari ke Kiev, dan pergi ke mana saja.Kami tidak bersalah; pemerintah yang salah.”

Oleh : Chris Scott  , Al Jazeera

5 Alasan MK Tolak Legalkan Ojek Online

​ 

    Ojek online berharap nasibnya seperti taksi online yang diberi perlindungan hukum. Namun harapan itu pupus di depan yang mulia hakim konstitusi.

Putusan itu diketok dengan bulat di gedung MK pada Kamis (28/6/2018). Apa pertimbangan MK? Ini lima alasannya:

1. Kendaraan Umum Harus Aman

Dengan konstruksi dasar filosofis UU LLAJ, jenis kendaraan bermotor umum harus mewujudkan keamanan dan keselamatan terlebih yang diangkutnya adalah orang. Pasal 47 ayat (3) UU LLAJ tersebut justru memberikan perlindungan kepada setiap warga negara ketika menggunakan angkutan jalan baik angkutan jalan dengan jenis kendaraan bermotor umum maupun perseorangan.

2. Rekayasa Sosial Berkendara

Pasal 47 ayat (3) UU LLAJ merupakan norma hukum yang berfungsi untuk melakukan rekayasa sosial agar warga negara menggunakan angkutan jalan yang mengutamakan keamanan dan keselamatan, baik kendaraan bermotor perseorangan maupun kendaraan bermotor umum.

3. Sepeda Motor Bukan Kendaraan Umum

Dengan menggunakan konstruksi berpikir UU LLAJ, sepeda motor memang tidak dikategorikan sebagai kendaraan bermotor penumpang atau mengangkut barang. Pengaturan yang demikian dimaksudkan agar terwujud angkutan jalan yang aman dan selamat bagi pengemudi, penumpang, juga pengguna jalan. Dengan perkataan lain, sepeda motor bukanlah angkutan jalan yang diperuntukkan mengangkut barang dan/atau orang dihubungkan konteksnya dengan Pasal 47 ayat (3) UU LLAJ

4. Bukan Permasalahan Konstitusi

Mahkamah tidak menutup mata adanya fenomena ojek, namun hal tersebut tidak ada hubungannya dengan konstitusional atau tidak konstitusionalnya norma Pasal 47 ayat (3) UU LLAJ karena faktanya ketika aplikasi online yang menyediakan jasa ojek belum ada atau tersedia seperti saat ini, ojek tetap berjalan tanpa terganggu dengan keberadaan Pasal 47 ayat (3) UU LLAJ.

Baca juga: Di MK Gratis, Judicial Review di MA akan Dikenai Biaya Rp 5 Juta

5. Ojek Online dengan Taksi Online Tidak Sama

Sepeda motor bukanlah tidak diatur dalam UU LLAJ. Sepeda motor diatur dalam Pasal 47 ayat (2) huruf a UU LLAJ. Namun, ketika berbicara angkutan jalan yang mengangkut barang dan/atau orang dengan mendapat bayaran, maka diperlukan kriteria yang dapat memberikan keselamatan dan keamanan.

Kriteria kendaraan bermotor yang diperuntukkan mengangkut barang dan/atau orang pun telah ditentukan dalam Pasal 47 ayat (2) huruf b, huruf c, dan huruf d juncto Pasal 47 ayat (3) UU LLAJ. Menurut Mahkamah, perlakuan berbeda adalah ketika memperlakukan hal berbeda untuk hal yang sama dan memperlakukan sama untuk hal yang berbeda. 

Dalam konteks yang dipersoalkan para Pemohon memang merupakan hal yang berbeda antara kendaraan sepeda motor dengan kendaraan bermotor umum untuk mengangkut barang dan/atau orang sehingga ketika Mahkamah memperlakukan sama untuk hal yang berbeda maka Mahkamah melanggar UUD 1945 khususnya Pasal 28I ayat 2.

Sumber : Detik.com

“The Power of Emak-emak”, 10 Perempuan Kepala Daerah di Jawa Timur

​ 

  ‘The power of emak-emak’ mungkin sebutan yang pas untuk menyebut banyaknya pemimpin perempuan di Jawa Timur. Mulai dari tingkat gubernur, wali kota, hingga bupati.

Setidaknya ada 10 kepala daerah di Jawa Timur yang merupakan perempuan. Baik kepala daerah yang telah menjabat ataupun yang unggul sementara di pilkada serentak 2018 yang digelar Rabu 27/6 lalu.

Berikut 10 kepala daerah perempuan tersebut:

1. Khofifah Indarparawansa unggul sementara di Pilgub Jawa Timur

Hingga Sabtu (29/6) sore, pukul 17.00 WIB, hasil hitung cepat KPU dengan data masuk 96,91%, Khofifah Indar Parawansa yang berpasangan dengan Emil Dardak memperoleh 10.157.683 suara atau unggul dengan 53,62%.

2. Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya

Risma menjabat sebagai wali kota sejak Februari 2016.

3. Faida sebagai Bupati Jember

Faida menjabat sebagai bupati sejak 2016. Faida juga merupakan bupati perempuan pertama di Jember.

4. Haryanti Sutrisno sebagai Bupati Kediri

Haryanti Sutrisno (68) menjabat sebagai bupati sejak 2016 hingga masa periode 2021. Dia kala itu memperoleh suara 54%. Haryanti merupakan istri mantan Bupati Kediri sebelumnya, Sutrisno.

5. Dewanti Rumpoko sebagai Wali Kota Batu

Dewanti Rumpoko dilantik wali kota Batu untuk periode 2017-2022. Dewanti menggantikan suaminya, Eddy Rumpoko yang sebelumnya menjabat Wali Kota Batu selama dua periode 2007-2012 dan 2012-2017.

6. Rukmini Buchori sebagai Wali Kota Probolinggo

Rukmini Buchori menjabat sebagai wali kota sejak Januari 2014. Sebelum menjadi wali kota, Rukmini merupakan anggota DPR RI dari PDIP.

7. Puput Tantriana Sari unggul sementara di Pilbup Probolinggo

Puput Tantriana Sari berpasangan Timbul Prihanjoko (HATI) di pilkada 2018. Hasil hitung cepat KPU hingga Kamis (29/6), pasangan HATI memperoleh suara 56,32 persen. Sedangkan paslon nomor urut dua, Abdul Malik Haramain-Muzayyan Badri (MMC) mendapatkan 41,41 persen.

8. Mundjidah Wahab unggul sementara di Pilbup Jombang

Mundjidah Wahab maju lagi di Pilbup Jombang. Sebelumnya dia menjabat sebagau bupati Jombang periode 2013-2018. Di pilbup kali ini, Mundjidah unggul sementara di hitung cepat KPU hingga Kamis (28/6).

9. Ita Puspita Sari unggul sementara di Pilwalkot Mojokerto

Ita Puspita Sari, adik bupati Mojokerto, unggul sementara di Pilwalkot Mojokerto 2018. Ika berpasangan dengan Achmad Rizal Zakaria di pemilu kali ini.

10. Anna Muawanah unggul sementara di Pilbup Bojonegoro

Anna Muawanah yang berpasangan dengan Budi Irawanto unggul dalam hitungan cepat Pilbup Bojonegoro 2018. Anna diusung oleh PKB-PDIP-PKPI di pilbup kali ini. 

Sumber : Detik.com

Pilbup Jombang 2018 : Mundjidah-Sumrambah Klaim Menang di Banyak Kecamatan

 

   Tidak ada hitung cepat atau quick count dalam Pilbup Jombang. Masing-masing tim melakukan penghitungan menggunakan real count. Seperti yang dilakukan oleh tim paslon nomor 1, Mundjidah Wahab-Sumrambah.

“Kami tidak menggunakan hitung cepat. Namun melakukan penghitungan melalui real count. Saat ini kami memimpin, akan tetapi belum semua TPS masuk dalam pengitungan,” kata Sekretaris Tim Pemenangan Mundjidah-Sumrambah, M Jafar Sodik, Rabu (27/6/2018).

Jafar menjelaskan, hingga pukul 17.30 WIB, sudah ada 604 TPS yang masuk ke meja tim. Sementara jumlah TPS se-Kabupaten Jombang sebanyak 2.147 buah. “Penghitungan sementara, paslon yang kami usung menang,” kata Jafar.

Penghitungan Suara yang dimenangkan Pasangan Mundjidah-Sumrambah di satu TPS
Politisi PPP ini mengatakan, berdasarkan real count sementara, paslon Mundjidah-Sumrambah meraup 92.965 atau 49,21 persen. Kemudian paslon nomor 2, Nyono Suharli-Subaidi Muchtar mendapatkan 64.148 suara atau 33,95 persen, serta paslon nomor urut 3, M Syafiin-Choirul Anam mendulang 32.968 suara atau 17,45 persen.
“Sekali lagi, ini masih hitungan sementara hingga pukul 17.30 WIB. Yakni, dari 604 TPS. Padahal jumlah total TPS sebanyak 2.147. Kami yakin, perolehan paslon nomor satu terus bertambah. Kita menang di banyak kecamatan,” kata Jafar.
Pilkada Jombang diikuti tiga pasangan calon. Masing-masing, paslon nomor urut 1, Mundjidah Wahab-Sumrambah. Pasangan ini diusung PPP (4 kursi), Partai Demokrat (6 kursi) serta Partai Gerindra (2 kursi). Selain itu juga didukung partai non parlemen, yakni Perindo.

Kemudian nomor urut 2, pasangan Nyono Suharli-Subaidi Muhtar. Pasangan tersebut diusung Partai Golkar (7 kursi), PKB (8 kursi), PKS (5 kursi), Partai Nasdem (4 kursi) dan PAN (3 kursi).
Terakhir atau paslon nomor urut 3, M Syafiin-Choirul Anam (Syahrul). Pasangan tersebut diusung PDIP (9 kursi) dan Partai Hanura (2 kursi). Syahrul juga didukung partai non parlemen, PKPI dan PBB.
Sementara jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) di Pilbup Jombang mencapai 998.463 orang. Mereka terdiri dari 496.949 pemilih laki-laki dan 501.514 pemilih perempuan. Sedangkan jumlah TPS yang tersebar di 306 desa/kelurahan sebanyak 2.147 buah.